
" Katanya mau pergi,kok gak jadi?" tanya Yura saat melihat Satria masih berada di rumah.Jelas-jelas kemaren Satria bilang kalo hari ini dia mau menemani Papa pergi menemui klien barunya.
" Gak jadi,kan Raisa udah di rumah" jawab Satria.
" Apa hubungannya sama Raisa?" tanya Yura.
Yura mengerutkan keningnya," Oh,Yura tau.Itu cuma alasan Kakak sama Papa aja kan,kalian mau bikin kejutan untuk Yura kan" tebak Yura.
" Iya sayang,ini semua ide Papa.Eh gak taunya,Raisa dan Betrand keburu datang,gak jadi deh" tutur Satria.
Yura duduk di samping Satria,mereka kini sedang ada di balkon sambil melihat beberapa orang suruhan orang tuanya yang sedang mempersiapkan tempat untuk acara besok.
" Besok jangan kecapekan ya,kalo merasa lelah langsung istirahat" pesan Satria.
" Kenapa bisa kecapekan,kan cuma acara pengajian aja?" tanya Yura.Karena setau Yura acara besok hanya pengajian saja.
" Rencananya begitu,tapi Mama mengundang teman-teman arisannya.Tahu sendirikan kalo teman Mama udah ngumpul,pasti lama dan heboh" jawab Satria sedikit kesal.
" Oke deh kalo gitu,besok Yura langsung istirahat kalo lelah" ujar Yura.
Satria mengelus perut Yura," Masih lama ya?" tanya Satria.
" Lama apanya?" bukan menjawab pertanyaan dari Satria, Yura malah balik bertanya.
" Lahirnya masih lama?" tanya Satria lagi.
" Kan baru tujuh bulan,berarti dua bulan yang akan datang baru dia lahir" jawab Yura sambil mengusap perutnya.
" Hasil USG akurat gak sih?" tanya Satria.
" Semua rahasia Tuhan kak" jawab Yura.
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan di pintu kamar.Yura hendak membuka pintu,tapi Satria melarangnya.
" Kakak saja yang bukain pintunya,adek duduk aja disini" kata Satria dan Yura pun mengangguk.
Satria berjalan menuju pintu kamarnya,lalu membukanya.
" Ada apa?" tanya Satria saat melihat Betrand berdiri di depan pintu kamarnya.
" Duh,kakak ipar sewot aja.Belum punya anak,tapi udah keriput aja" goda Betrand.
" Ada apaan,buruan.Aku lagi sibuk" desak Satria.
__ADS_1
" Jalan yuk" ajak Betrand.
" Kan udah lama kita gak jalan bareng" tambahnya.
Satria menoleh kearah balkon,tempat Yura sedang duduk.
" Udah jangan takut,Yura udah janjian sama Mama juga My bebeb.Mereka mau pergi shopping" kata Betrand.
" Oke deh kalo begitu,aku ganti baji dulu.Kamu tunggu aku di bawah" pinta Satria.
Satria kembali ke balkon untuk menemui Yura.
" Siapa yang datang kak?" tanya Yura.
" Betrand" jawab Satria.
Satria kembali duduk di samping Yura,"Kata Betrand,adek mau pergi sama Mama ya?" tanya Satria.
" Iya,Kami mau nemenin Raisa jalan-jalan.Kan udah lama dia gak pulang dan jalan-jalan di sini" jawab Yura.
" Kakak nanti mau nemenin Betrand juga,sekalian kumpul sama temen-temen yang lain,boleh ya?" Satria meminta izin pada Yura dan Yura mengangguk tanda dia memberi izin pada Satria.
...****************...
Gaun berwarna navy selutut,rambut diikat ekor kuda,sepatu flat dan tas selempang berukuran kecil menambah penampilan Yura yang terlihat menggemaskan di mata Satria.Ditambah polesan make up tipis di wajahnya,menambah ayu wajah Yura.
" Mau ke mall,belanja kebutuhan Baby sama pesan makanan untuk besok" jawab Yura.
" Iya,Kakak tahu.Tapi,kenapa harus dandan cantik begini" protes Satria.
" Cantik apaan sih kak,orang biasa aja kok.Kan hari-hari biasa Yura juga berpenampilan seperti ini" terang Yura.
Satria mengambil kapas lalu membasahinya dengan cairan pembersih wajah,kemudian menghapus riasan di wajah Yura,Satria juga melepas ikat rambut Yura dan membiarkan rambut panjang Yura terurai.
" Jangan diiket seperti tadi,leher kamu kelihatan" kata Satria.
" Terserah!" Yura bergegas keluar dari kamar dengan wajah cemberutnya.Mama dan Raisa sudah menunggunya di teras.
" Kenapa kamu cemberut sayang?" tanya Papa yang sedang duduk di teras.
" Gimana gak cemberut Pa...make up gak boleh,ikat rambut gak boleh.Aneh banget kan" sungut Yura.
Hahaha...Raisa tertawa melihat wajah cemberut sahabatnya yang kini sudah menjadi kakak iparnya itu.
" Cemburunya kelewatan banget sih kak Satria,lebay" kata Raisa.
__ADS_1
Yura makin memasang wajah cemberutnya.
" Psstt..." Mama mengode Yura saat melihat Satria berjalan menuruni tangga.
Yura melihat kearah yang ditunjuk oleh Mama melalui kode bibirnya.Yura menoleh dan melihat Satria yang rapi,memakai celana jeans dengan setelan kaos berkerah dan tidak lupa memakai jaket.Yura menghampiri Satria,lalu mengendus Satria.
" Dek,ngapain sih.Udah kayak anjing pelacak aja ngendus-ngendus gitu?" tanya Satria bingung melihat tingkah Yura.
" Rapi banget,wangi banget.Mau kemana?" Ke Bar,karaoke atau hotel nih?" serang Yura.
" Kakak mau ke kafe biasa,mau kumpul sama teman-teman.Kan tadi udah izin sama Yura" jelas Satria.
" Bohong!"
" Kakak pasti mau ketemuan sama cewek lain di luar sana.Kakak bosen dan jijik melihat Yura kan"
Satria makin bingung,"Ini sebenarnya ada apa sih?" Kok tiba-tiba Adek jadi cemburuan begini?" tanya Satria.
" Ganti baju,kalo gak ganti kakak gak boleh pergi.Kalo nekat pergi juga,Yura mau pulang aja ke rumah Ayah" ancam Yura.
" Tapi Dek..."
" Ma,Yura pulang aja ya ke rumah Ayah" kata Yura dengan wajah sedih.
" Oh,ya udah kalo gitu.Biar supir yang antar kamu ya,soalnya Mama sama Raisa mau pergi" kata Mama.
" Biar Papa aja yang antar Yura pulang" seru Papa.
" Iya iya,aku ganti baju" kata Satria yang langsung kembali ke kamarnya.
Tos...Yura dan Mama pun menepukkan telapak tangan mereka.
" Emang enak!" Enak aja dia bisa berpenampilan rapi,sedangkan Yura gak boleh" ujar Yura.
Papa hanya bisa geleng kepala melihat istri dan menantu yang begitu kompak.
Ketiga bidadari itupun langsung pergi setelah berhasil menjahili Satria.Yura mengeluarkan make up yang tadi sempat dia masukkan ke dalam tas.
" Eh tunggu dulu,kenapa kita tadi gak nungguin kak Satria sampai selesai ganti baju.Kalo dia punya trik seperti Yura bagaimana?" tanya Raisa.
" Udah biarin aja,Mama yakin dia pasti ganti baju.Dia gak mungkin berani macam-macam" jawab Mama.
Tring...satu pesan masuk ke ponsel Yura.Yura mengecek pesan yang masuk,dan...
" Hahaha....Kak Satria beneran ganti baju" seru Yura sambil menunjukan foto yang dikirim Papa padanya.Mama dan Raisa pun ikut tertawa melihat foto Satria yang ada di ponsel Yura.
__ADS_1
Satria memakai kaos oblong berlengan pendek,celana jeans pendek selutut dan sepatu sport.Satria bergaya sambil memasang wajah konyolnya di foto itu.Mama dan Raisa juga mendapat pesan singkat yang berisi foto Satria,Papa yang mengirimkan foto itu.