
Rima melepas pelukan Edo,kemudian memandang ke arah pantai.Hari sudah gelap tapi mereka masih enggan beranjak dari sana.
"Apakah kakak sudah tau kalau juragan Eman meninggal saat kejadian waktu itu?" tanya Rima.
"Aku sudah tau itu dari Elang,tapi Rere belum mengetahuinya.Ketika kamu pergi mengurus surat-suratmu,yang Rere tau kamu pergi ke tempat Juragan Eman di tahan untuk meminta tanda tangan surat cerai" tutur Edo.
"Aku sengaja tidak memberi tahunya kak,aku takut itu akan mengganggu pikirannya.Rere sangat sensitif dan mudah stres.Aku mengenalnya dari kecil" ujar Rima.
"Biar Elang yang menjelaskan secara perlahan padanya...Hari sudah malam ayo masuk ke rumah,udaranya semakin dingin.Aku takut kamu nanti masuk angin" kata Edo.
Edo dan Rima beranjak dari duduknya dan kembali ke rumah.Rima langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri,begitu juga dengan Edo.
Edo sudah selesai mandi dan berpakaian.Dia berjalan menuju kamar Rima dan mengetuk pintunya.
"Rima,apa kamu sudah selesai?" tanya Edo dari luar kamar.
"Tunggu kak,sebentar lagi" jawab Rima dari dalam.
"Aku tunggu di bawah" kata Edo sambil turun ke lantai satu.
"Bik apa sudah siap semua?" tanya Edo.
"Sudah Tuan,tenang saja pokoknya rebes eh beres" jawab Bi Romlah.
"Selamat malam" sapa Rima yang tiba-tiba sudah berada di situ.
"Wah...non Rima cantik banget malam ini" kata Bi Romlah.
"Bibi bisa aja" kata Rima tersipu.
"Ayo kita ke belakang kita makan malam di sana" ajak Edo.
Rima mengikuti Edo dari belakang,Edo menghentikan langkahnya.
Bugh...Rima menabrak Edo yang berhenti secara mendadak.
"Awh...kak kenapa berhenti?" tanya Rima sambil mengelus wajahnya yang menabrak punggung Edo.
"Berjalanlah disampingku Rima,kamu pendamping hidupku bukan anak buahku yang harus berjalan di belakangku" kata Edo.
pyur...wajah Rima merona.
Edo menggandeng tangan Rima menuju belakang rumah,disana Parjo sudah menyiapkan ikan segar dan bahan-bahan lainya.
"Kita mau manggang ikan kak?" tanya Rima.
Tit tit tit
Belum sempat Edo menjawab pertanyaan Rima,ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumahnya.
"Rimaaaaa..." teriak Rere yang tiba-tiba sudah ada disana.
"Kamu kesini Re?" tanya Rima bahagia.
"Kamu curang bersenang-senang sendiri" kata Rere sambil mengerucutkan bibirnya.
Semua yang ada di situ tertawa melihat tingkah Rere.
"Maaf mengganggumu Do,tapi Rere memaksaku datang kemari" kata Elang pada Edo.
"Tidak apa-apa Lang,jadi saat kita ke kantor besok mereka bisa kita tinggal disini" jawab Edo.
"Aku tadi bertemu dengan Om Irfan di restoran,kata Om Irfan kamu sudah mengutarakan niatmu padanya" kata Elang.
"Iya Lang,kamu kan tau usiaku tidak muda lagi.Sudah waktunya aku membangun Rumah tangga dan aku merasa Rima cocok untukku" ujar Edo.
__ADS_1
Rere dan Rima sibuk memanggang ikan sambil bercerita.
"Maaf ya Rima,aku baru tau tadi kalo ternyata juragan Eman sudah meninggal.Aku turut berduka" ucap Rere.
"Siapa yang memberi taumu Re?" tanya Rima.
"Saat makan siang di restoran tadi aku bertemu Om Irfan dan Dia menceritakan semua termasuk niat Edo untuk mempersuntingmu" jawab Rere.
"Apa Edo sudah mengungkapkannya padamu?" tanya Rere sambil berbisik.
" para emak-emak kalo udah kumpul pasti gosip" celetuk Elang yang sudah ada di dekat Rere dan Rima.
"Hehehe...sayang kamu tau aja ih" kata Rere manja.
"Jangan bertingkah seperti itu,atau kamu mau aku memakanmu disini" kata Elang sambil berbisik di telinga Rere.
"Kamu ya gak tau tempat,dimana-mana tetep aja mesum" kata Rere sambil menyusun ikan yang tadi di bakarnya.
"Makanan sudah siap" ucap Rere nyaring.
Elang terkekeh melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan di mata Elang.Edo hendak mencomot ikan yang ada di piring yang di bawa Rere tapi Rere menepis tangannya.
"Eits...ini untuk Elang,punyamu tu ada sama Rima" Rere menunjuk ke arah Rima pake mulutnya.
"Pelit" umpat Edo pada Rere.
"Bodo amat" balas Rere.
Rima menghampiri Edo yang sedang adu mulut dengan Rere.
"Ini kak makanannya" kata Rima.
"uuuuu...so sweet,sudah panggil kakak dia ck ck ck" kata Rere menggoda Rima dan Edo.
"Sayang jangan jail ah,suka banget ya menggoda orang" kata Elang sambil mencolek hidung Rere.
"Rima,kapan berakhir masa iddahmu?" tanya Edo.
"Empat bulan sepuluh hari kak,sesuai aturan agama kita" jawab Rima.
"Kenapa lama sekali,tidak bisakah di percepat?" tanya Edo lagi.
"Tidak bisa dong kak,itu sudah ada aturannya.Kalo kakak memang benar-benar serius sama Rima, kakak pasti sanggup manunggu.Kita jalani hari-hari itu sambil mengenal satu sama lain" jawab Rima.
Sebenarnya jika di hitung dari Juragan Eman meninggal,Rima sudah lepas iddah.Tapi Rima ingin melihat seberapa serius Edo memperjuangkan dan menunjukkan keseriusannya.
"Sudah malam kak,Rima istirahat dulu.Lagipula cuaca semakin dingin" kata Rima.
Edo menggendong Rima ala brydal style menuju ke rumah.
"Kak turunin dong,malu di lihat yang lain" pinta Rima.
"Mereka semua sudah tidur" jawab Edo santai.
Edo membawa Rima ke kamarnya dan merebahkannya di atas kasur.Edo mengkungkung tubuh Rima membuat Rima salah tingkah.
"Aku tau kamu sudah lepas masa iddah Rima,jika kamu menolakku katakan sejujurnya jangan membohongiku" kata Edo sambil turun dari kasur.
"Kak,aku...
Belum selesai Rima mengucapkan kata-katanya Edo memotongnya.
"Tidurlah hari sudah malam" kata Edo dingin sambil keluar dari kamar Rima.
Edo berjalan keluar dari rumahnya,dia berjalan menyusuri pantai dengan kaki tanpa alas.Edo merebahkan tubuhnya di sebuah kursi yang ada disitu berbantal kedua tangannya.Dia menatap ke arah langit yang cerah malam ini.
__ADS_1
Huft
Edo menghembusjan nafas kasarnya.
"Apa dia menolakmu?" tiba-tiba Elang sudah berada di dekat Edo.
"Kamu belum tidur Lang?" tanya Edo.
"Aku melihatmu keluar dari rumah dengan langkah gontai,aku takut kamu frustasi dan bunuh diri" Elang menggoda sahabatnya itu.
"Sialan,aku tidak sebodoh itu Lang" ucap Edo sambil terkekeh.
"Wajar jika dia menolakmu,dia pernah terluka bahkan trauma di pernikahan pertamanya dan kamu juga tau itu Do" tutur Elang.
"Ya aku mengerti dan sudah menyiapkan hatiku jika nanti dia menolakku" jawab Edo sambil tersenyum kecut.
"Daripada suntuk kita gabung dengan mereka yuk,sepertinya seru" ajak Elang sambil menunjuk ke arah bapak-bapak yang sedang main gaple.
"Ayo"
Edo mengikuti langkah Elang menghampiri penduduk yang ada di sekitar situ.
"Eh Elang dan Edo,mari sini.Sudah lama tidak berkunjung,gimana kabarnya?" sapa salah satu bapak yang ada disana.
" Pak komar makin seger aja,kabar kami baik pak" jawab Elang sambil menyalami orang yang ada di situ.
"Sini duduk nak Elang,bapak mau lawan nak Elang.Sudah lama kita tidak main bersama" ajak bapak yang satu lagi.
"Ayo pak boim,siapa takut.Kocok batunya" kata Elang.
Mereka main gaple sampai pagi,sampai suara adzan subuh berkumandang.
"Nak Elang memang hebat,dari dulu saya tidak bisa mengalahkan nak Elang" kata pak Boim.
"Nanti malam kita main lagi pak,sekarang kita pulang.Sudah pagi nih ntar di bawain sapu ama para istri" seloroh Elang.
Hahaha...orang yang berada disana tertawa mendengar candaan Elang.
Merekapun bubar dan kembali ke rumah masing-masing.
Rere dan Rima sudah bangun dan sedang kebingungan mencari Elang dan Edo yang tidak ada rumah.
" Sayang kamu darimana?" tanya Rere saat melihat Elang masuk ke dalam Rumah bersama Edo.
"Gabung sama bapak-bapak penduduk sini main gaple di warung kopi" jawab Elang.
Rima melihat ke arah Edo,tapi Edo tidak menghiraukannya.Dia menaiki tangga dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Apa Kak Edo marah" gumam Rima lirih.
"Selesaikan masalah kalian baik-baik,jangan sampai menyakiti siapapun" kata Elang sambil menepuk bahu Rima.
Elang mengajak Rere kekamarnya.Sedangkan Rima berjalan keluar rumah menuju pantai.Dia berjalan menyusuri pantai sampai tidak sadar dia berjalan cukup jauh.
"Apa aku salah?" tanya Rima pada diri sendiri.
Dia duduk di tepi pantai sambil melempar batu-batu kecil ke dalam air.Rima menekuk kakinya dan meletakkan dagunya pada kedua lututnya.
Rima bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam air hingga sebatas pinggang.
"Apa kamu mau bunuh diri?" tanya Edo yang tiba-tiba sudah berada di belakang Rima.
"Aku masih waras kak,untuk apa aku bunuh diri jika ada pangeran tampan di dekatku" celoteh Rima.
"Ayo keluar dari air dan kita sarapan,orang sibuk mencarimu kamu malah asyik disini" kata Edo.
__ADS_1
Rima menuruti perintah Edo,kemudian mereka berjalan kembali ke rumah.