Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 148


__ADS_3

Sore ini Papa Danu,Elang dan David sudah berkumpul di rumah Elang.David sudah menemukan keberadaan Gina dan rencananya besok David akan mendatangi Gina.


"Kenapa Haris ketakutan,padahal Rianti itu orang pilihan Rita.Setiap orang yang di pilih Rita biasanya jago beladiri" kata Elang.


"Kalo Rianti tidak hamil aku rasa Haris tidak khawatir,sekarang kondisinya beda Lang,Rianti sedang hamil dan itu sangat membahayakan kandungan Rianti" kata Papa.


Huft...


David menghela nafasnya,lalu bersandar di kursi.


"Kenapa,kayak lagi banyak pikiran begitu?" tanya Elang.


"Tadi malam aku dan Sari juga ketemu mantan kekasihku,dan setelah aku cek cctv tadi pagi ternyata dia mengikutiku sampai ke rumah" jawab David.


"Ini musim mantan keluar dari kandang ya,jangan sampai mantan Edo juga muncul" celetuk Papa.


"Yang aku takutkan bukan mantan Edo Pa,tapi mantan Elang...hahaha" kata David.


"Kenapa dengan mantanku,dia kan sudah di penjara" kata Elang.


"Mantanmu lebih bringas" jawab David sambil tertawa.


"Sudah-sudah...kalian ini bukannya bahas masalah yang sedang di hadapi malah bahas yang lain" kata Papa.


"Tenang saja Pa,untuk mantan Haris David bisa hadapi.Gina bukan perempuan yang jahat,David yakin ada seseorang yang mempengaruhinya" kata David.


"Siapa orang itu?" tanya Papa.


"Ya David juga belum tau Pa,makanya mau David selidiki" jawab David.


"Lalu bagaimana dengan mantanmu,setahuku dia wanita yang ambisius dan nekat" kata Elang.


"Itu yang sedang aku pikirkan sekarang,aku tidak punya sesuatu yang bisa memojokkan dan menjatuhkannya" kata David.


Huft...


David menghela nafasnya.


"Siapa suami dari mantanmu itu?" tanya Papa.


David menoleh ke arah Papa.


"Pemilik Gemilang grup" jawab David.


"Gemilang grup?" Papa nampak sedang berpikir.


"Bukankah pemiliknya sudah seumuran Papa?" tanya Papa pada David.


"Iya,dia jadi istri kedua" jawab David.


"Kamu tenang saja,Papa yang akan urus mantanmu itu dan kamu jangan lupa terus pantau mantan si Haris itu.Papa paling benci sama perempuan yang suka merusak rumah tangga orang,kayak gak ada laki-laki lain saja.Dia tidak mau di rendahkan tapi malah merendahkan diri sendiri dengan mencintai suami orang.Perempuan seperti itu gak punya hati kali ya,kok bisa-bisanya menyakiti hati sesama perempuan" tutur Papa.


"Kebanyakan makan lemak kali Pa,makanya otaknya ketutupan lemak semua jadi gak bisa di pake mikir" celetuk Elang.


"Ya sudah Papa mau pergi dulu,Papa pastikan tidak sampai seminggu para mantan tidak akan berani muncul dan tidak akan mengganggu rumah tangga kalian lagi" kata Papa lalu keluar dari ruang kerja Elang.


Setelah Papa keluar David mendekati Elang.


"Lang emangnya apa yang akan dilakukan Papa?" tanya David.


"Mana ku tahu" jawab Elang sambil mengangkat bahunya.


"Sudahlah kalo gitu aku pergi dulu" kata David sambil beranjak dari duduknya.


"Hei Bung jangan lupa tugasmu" seru Elang.


"Tenang Bos,semua pasti beres" kata David sambil keluar dari ruangan itu.


Elang bersandar di sofa lalu memejamkan matanya,dia tidak bisa diam begitu saja.Karena dulu saat dia punya masalah teman-temannya semua membantunya.


Ceklek


Pintu terbuka.


Elang menoleh lalu tersenyum saat melihat siapa yang masuk dan menghampirinya.


"Sini sayang" kata Elang pada Rere.


"Anak-anak nungguin tuh,katanya pengen makan bareng" kata Rere sambil duduk di pangkuan Elang.


Elang memeluk tubuh Rere dan menghirup harumnya aroma tubuh istrinya.

__ADS_1


"Daddy anak-anak udah pada laper tuh" kata Rere.


"Biarkan seperti ini sebentar saja" kata Elang.


Aroma tubuh Rere bisa menenangkan pikiran Elang yang sedang kacau,tidak lama kemudian Elang melepas pelukannya.


"Ayo " kata Elang.


Rere dan Elang berjalan beriringan menuju ruang makan,Revan dan Baby twins sudah duduk di kursinya.


"Kapan kamu beli kursi untuk Kiandra dan Winara Mom?" tanya Elang.


"Kemarin Dad,beli online" jawab Rere.


"Bagus ni kursi,kalo mereka gak mau diem Mommy tinggal masukkan aja mereka ke kursi jadi mereka gak bisa bergerak" kata Elang.


"Ada-ada saja ah,tapi boleh juga tu ide Daddy" kata Rere sambil tersenyum.


"Mom besok bawa bekal nasi goreng ya" pinta Revan sambil mengunyah makanannya.


"Gak bosen nasi goreng terus?" tanya Rere.


"Bukan Revan yang makan,tapi teman-teman Revan" jawab Revan.


"Berarti harus bawa yang banyak dong nasi gorengnya" kata Rere.


Revan mengangguk.


"Kalo bekal Revan di makan teman-teman trus Revan makan apa?" tanya Elang.


"Makan punya mereka" jawab Revan.


"Emang temen-temen Revan bawa bekal apa ke sekolah?" tanya Rere.


"Kadang ada yang bawa nasi aja gak pake lauk,kadang ada yang sama sekali gak bawa bekal" jawab Revan.


Sekolah Revan bukan sekolah tempat orang-orang elit.Rere sengaja memasukkan Revan ke sekolah umum biasa.


"Besok bawa makanan yang banyak ya,biar bisa berbagi" kata Elang.


"Iya Daddy" jawab Revan.


Revan melihat wajah Rere.


"Tidak sayang,Mommy malah bangga pada Revan karena Revan sudah mau berbagi" jawab Rere.


"Kata teman-teman Revan nasi goreng buatan Mommy enak" tutur Revan.


Rere tersenyum mendengar ocehan anaknya.


"Sudah cepat habiskan makanannya,setelah itu Revan tidur" kata Elang.


Revan mengangguk lalu melanjutkan lagi makannya.Elang menyuapi Rere makan,karena Rere sedang menyuapi Kiandra dan Winara.Setelah selesai menyuapi Rere baru Elang menyantap makanannya.


***


Rianti sedang berdiri di balkon sambil melihat keindahan langit dari balkon.Haris datang menghampirinya lalu memeluknya dari belakang.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Haris.


"Tidak ada Mas,Rianti hanya sedang melihat bintang di langit yang begitu indah" jawab Rianti.


"Tapi kamu lebih indah dari bintang-bintang itu sayang" kata Haris.


"Ah gombal" ucap Rianti sambil tersenyum.


"Mas kalo anak kita laki-laki,mau dikasih nama siapa?" tanya Rianti.


"Itu nanti saja kita pikirkan.Oya apa kamu sudah meminum obatmu sayang?" tanya Haris.


"Sudah Mas" jawab Rianti.


"Jangan terlalu dipikirkan hal yang tidak penting.Pikirkan saja kandunganmu" kata Haris.


"Iya Mas,Rianti tau itu" kata Rianti.


Haris menuntun Rianti ke sofa lalu mereka duduk disana.


"Jangan pikirkan soal Gina,aku bisa mengatasinya.Percaya padaku" ucap Haris.


"Rianti percaya sama Mas" kata Rianti.

__ADS_1


"Terima kasih sayang" ucap Haris.


Cup


Haris mencium kening Rianti dan membiarkan Rianti bersandar di dadanya.Haris membelai rambut panjang Rianti.


"Apa anak kita laki-laki?" tiba-tiba Haris bertanya.


"Prediksi dokter sih begitu Mas" jawab Rianti.


"Harus siapkan nama dari sekarang ya?" tanya Haris lagi.


"Gak harus juga sih Mas,tapi apa salahnya kita siapkan dari jauh-jauh hari" jawab Rianti.


"Kata Dokter kapan perkiraannya kamu akan melahirkan?"tanya Haris lagi.


Rianti mendongakkan kepalanya menghadap Haris lalu tersenyum.


"Sebentar lagi Mas,tidak sampai tiga bulan lagi" jawab Rianti.


"Benarkah,tapi aku belum mempersiapkan semuanya sayang" kata Haris.


"Emang mau mempersiapkan apa sih Mas?" tanya Rianti.


"Banyak dong sayang,tempat tidurnya,pakaiannya,sepatunya dan masih banyak lagi yang lainnya" jawab Haris.


Hihihi...


Rianti tertawa.


"Sayang jangan tertawa seperti itu ah,serem" kata Haris.


"Lagian Mas lucu sih,mana ada bayi yang baru lahir pakai sepatu" kata Rianti.


"Pakaiannya sudah Rianti beli sebagian,yang belum tempat tidurnya saja.Tapi kalo menurut Rianti sih gak terlalu penting Mas,kasur kita kan luas tu dan cukup untuk kita tidur bertiga" tutur Rianti.


"Iya tapi tetap saja kita perlu beli box bayi sayang,kalo tidur sekasur dengan kita bisa penyet tu anak ketimpa sama Mas"kata Haris sambil tersenyum.


"Mas sih kalo tidur gak mau diem udah kayak baling-baling helikopter aja,muter terus.Sampe kadang Rianti mau jatuh ke lantai" kata Rianti.


"Bisa aja ngomongnya,ngapa gak kamu bilang aja Mas kayak orang yang lagi nyari alamat palsu" kata Haris.


"Nah itu juga boleh,asal jangan salah alamat aja" kata Rianti sambil beranjak dari duduknya.


"Mau kemana sayang?" tanya Haris.


"Mau pipis" jawab Rianti.


Haris berjalan masuk ke kamarnya lalu menutup pintu dan tirainya,kemudian dia merebahkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya.


Seperti biasa sebelum tidur Rianti mencuci muka dan menggosok giginya,setelah itu Rianti menyemprotkan parfum aroma vanilla ke tubuhnya.Setelah selesai Rianti pun keluar dari kamar mandi lalu naik ke kasurnya.


"Mas udah tidur?" tanya Rianti saat melihat mata Haris terpejam.


Haris menggeleng tapi tidak membuka matanya,dia sedang berusaha mengontrol hasratnya.Tiba-tiba hasratnya menggebu saat mencium arona vanila dari tubuh Rianti.


"Mas bangun,Rianti belum ngantuk" kata Rianti sambil mengguncan tubuh Haris.


Tangan Rianti bersentuhan dengan kulit Haris,itu semakin membuat Haris salah tingkah.Haris membuka matanya dan tersenyum pada Rianti.


"Tidurlah,hari sudah malam.Ingat kamu gak boleh begadang dan harus banyak istirahat,ada anak dalam perutmu yang harus kamu jaga.Kalo kamu begadang trus kesehatan kamu terganggu gimana? Emang gak kasian ama anak yang ada di dalam perut" tanya Haris.


Rianti mendengus lalu merebahkan tubuhnya di kasur.Haris memeluk tubuh Rianti yang membelakanginya lalu mencium tengkuk Rianti.


"Besok jangan pake parfum ini lagi ya" bisik Haris.


Rianti merubah posisinya menghadap Haris lalu memandang wajah Haris sambil mengkerutkan keningnya.


"Emangnya kenapa Mas,biasanya Rianti pake parfum ini dan Mas gak protes?" tanya Rianti.


"Sekarang berbeda sayang,kalo kamu pake parfum ini entah kenapa tiba-tiba harsat Mas memuncak.Kamu kan tahu Dokter melarang Mas melakukannya" jawab Haris sambil menyibakkan rambut Rianti dan menyelipkannya kebelakang telinga.


"Maaf Mas,Rianti gak tau dan Maaf Rianti gak bisa melayani Mas dengan baik" ucap Rianti lirih.


"Bukan salah kamu sayang,semua karena ada penyebabnya bukan.Dulu sebelum kamu hamil kamu selalu melayani Mas dengan baik malah dengan sangat liar" tutur Haris sambil mengedipkan sebelah matanya.


Blush


Pipi Rianti merona.


"Apaan sih Mas,ah udah ah Rianti mau tidur" kata Rianti.

__ADS_1


Haris tersenyum melihat tingkah malu-malu istrinya.


Harus memeluk tubuh Rianti lalu mulai memejamkan matanya begitu pula dengan Rianti, dia langsung tertidur dalam pelukan hangat suaminya.


__ADS_2