
Elang dan Rere sedang duduk di ruang tamu,akibat ulah Elang akhirnya mereka tidak jadi pulang hari ini.Mereka memutuskan untuk pulang besok pagi.
"Mana sih Edo sama Rima,lama amat" gerutu Rere.
"Sabar dong sayang,kayak gak pernah jadi pengantin baru aja" ucap Elang.
"Emang Edo sama Rima udah tidur satu kamar?" tanya Rere sambil berbisik.
"Mana aku tau sayang" jawab Elang.
Rere menatap Elang dengan tajam kemudian mengepalkan kedua tangannya dan meniupnya.
"Sayang pilih UGD( sambil menunjukkan kepalan tangan kanan) atau tukang urut(sambil menunjukkan kepalan tangan kiri)"Rere memberi Elang pilihan.
"pfrtt...hahaha..."
Elang tertawa melihat tingkah Rere yang menurutnya lucu.
"Ah aku pilih kamu urut saja sayang,uuhhh pasti nikmat.Apalagi urutnya pake ayang-ayangan" goda Elang.
"Gak lucu" Rere mengerucutkan bibirnya.
"Kamu kenapa sih,hemmmm.Beberapa hari ini emosi aja bawaannya,apa junior ingin selalu bertemu daddynya" ucap Elang,dia sangat suka menggoda istrinya.
"Sudah-sudah,ini apaan sih suami istri ribut melulu" tiba-tiba Edo sudah ada di dekat Elang dan Rere.
"Ini semua gara-gara kamu,ngapain aja sih di kamar lama amat.Gak tau apa aku sudah lapar" kata Rere emosi.
"Lah kenapa dia emosi,kalo lapar kan bisa makan di belakang.kenapa nungguin diriku dan dirinya" ucap Edo.
"Rima mana,kok kamu keluar sendiri Do?" tanya Elang.
"Masih di kamarnya" jawab Edo.
"Kalian belum tidur satu kamar,kalian pisah ranjang sekaligus pisah kamar?" tanya Rere ingin tau.
"Rima takut pernikahan ini gak sah,dia mau tidur satu kamar nanti setelah aku mengucapkan ijab kabul sekali lagi di depan penghulu dan juga di depannya.Aku jadi bingung,kayaknya baru aku aja yang begini,nikah ribet amat" celoteh Edo.
Hahaha...
Tiba-tiba Rere tertawa dengan keras kemudian menutup mulutnya pakai kedua tangannya.
"Rasain lu,ini baru yang dinamakan cinta butuh pengorbanan bro" kata Rere.
"Sayang ayo kita cari makan di luar saja,biar Edo bisa berdua-duaan dengan Rima" Rere mengajak Elang.
"Oke sayang,lets go" kata Elang sambil mengangkat satu tanganya.
Rere beranjak dari duduknya lalu menggandeng tangan Elang dan keluar dari rumah.
"Kasian ya sayang,menikah tapi jomblo" kata Rere sengaja meninggikan suaranya.
"Ngenes-ngenes" teriak Elang.
Rere dan Elang berjalan menyusuri pantai,langit malam ini sedikit mendung dan angin bertiup lumayan kencang.
"Sayang makan di situ aja yuk,tuh ada yang jual ikan bakar" ajak Elang.
"Boleh deh,lagian Si Utun juga udah lapar nih" jawab Rere.
Elang dan Rere masuk ke dalam warung kemudian memesan makanan.
"Bu ada menu apa aja?" tanya Rere.
"Sebagian udah pada habis Neng,yang ada cuma pepes ikan campur kemangi,sambel bawang,ikan gulai sama orek tempe aja" jawab pemilik warung.
"Ya udah bu gak apa-apa,bikinin masing-masing satu porsi" kata Elang.
__ADS_1
"Tunggu sebentar Ibu ambilin dulu ya,mau duduk di sini atau pondok yang ada di luar" tanya ibu itu sambil menunjuk pondok lesehan yang berjejer di tepi pantai.
"Di sana saja bu" jawab Rere.
Elang dan Rere menuju pondok lalu duduk bersila.
"Sayang gak susah duduk bersila gitu?" tanya Elang.
"Susah sih,posisi apapun susah.Tapi mau gimana lagi,nikmati aja" jawab Rere.
Elang tersenyum mendengar jawaban istrinya itu,kemudian Elang menepuk pahanya.
"Duduk sini" pinta Elang.
"Gak ah aku berat sayang" tolak Rere.
Bukan Elang kalo keinginannya gak keturutan.Elang mengangkat Rere dan mendudukan tubuh Rere di pangkuannya.
"Sayang ini tempat umum,malu di lihat orang.Lagipula nanti kita bisa di grebek sama orang kampung kayak Edo sama Rima waktu itu" kata Rere.
"Silahkan aja kalo berani" ucap Elang.
"Emang kalo mereka grebek kita,kamu mau ngapain?" tanya Rere,tangannya sibuk membelai pipi Elang.
"Aku ratakan tempat ini dan aku usir mereka semua dari sini" jawab Elang.
"Kenapa bisa begitu,emang kamu punya hak apa main usir orang sembarangan?" tanya Rere lagi.
"Apa kamu tidak lihat tulisan yang ada di pintu masuk ke arah sini?" tanya Elang.
Rere menggelengkan kepalanya.
"Permisi" ucap ibu yang tadi sambil membawa makanan pesanan Elang dan Rere lalu menghidangkannya di hadapan mereka berdua.
"Hemmm harumnya menggugah selera" kata Rere sambil mengibaskan tangannya di depan hidung.
"Semua makanan kamu bilang menggugah selera sayang" seloroh Elang.
"Emmmm enak sayang" ucap Rere sambil mencomot ikan pepes.
"Berdoa dulu sayang" Elang mengingatkan Rere.
Elang dan Rere menikmati makan malam mereka dengan lahap,dalam sekejap makanan sudah habis di makan Rere.Elang tersenyum bahagia melihat istrinya.
""Tiada hentinya aku bersyukur padaMu ya Allah,terima kasih telah kau berikan aku kebahagiaan dan semoga kebahagiaan ini tak akan pernah berakhir" Ucap Elang dalam hati.
"Sudah kenyang atau ada yang mau di pesan lagi sayang?" tanya Elang.
"Sudah cukup sayang,aku sudah kenyang" jawab Rere.
"Tumben makan sedikit udah kenyang" kata Elang.
"Mungkin karena usia kandunganku yang semakin bertambah sayang" jawab Rere.
"Ya sudah kalo gitu kita pulang yuk sepertinya sebentar lagi mau turun hujan" ajak Elang.
Rere turun dari pondok dan menunggu Elang yang sedang membayar makanan tadi.
"Ayo sayang,udah mulaibgerimis nih" kata Rere.
Dengan sigap Elang langsung menggendong Rere agar cepat sampai ke rumah.Untung mereka makan di warung yang jaraknya tidak jauh dari rumah.Setibanya Di rumah hujan deraspun langsung turun.
"Sayang Edo dimana?" tanya Rere sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Elang.
"Kenapa kamu jadi sering nanyain Edo sayang" ucap Elang.
Rere membisikkan sesuatu pada Elang dan Elang terperanjat.
__ADS_1
"Benarkah begitu?" tanya Elang penasaran.
"Coba saja kalo gak percaya" jawab Rere sambil masuk ke dalam kamar.
Elang mengikuti Rere masuk ke dalam kamarnya.
"Serius sayang kalo Rima takut petir dan juga gelap?" tanya Elang.
Duaar...
Belum sempat Rere menjawab pertanyaan Elang,tiba-tiba suara petir menggelegar dan lampu juga padam.
"aaaaaaaaaaaaa"
Terdengar teriakan dari kamar Rima.
Rere tersenyum kearah Elang.
"Biarkan alam yang menuntun mereka dan juga kita" ucap elang sambil memeluk Rere.
"Kita tidak perlu petir dan mati lampu untuk bercinta sayang" kata Rere sambil meraba tubuh Elang.
"Kamu mulai nakal sayang" kata Elang dengan suara serak .
"Aku hanya nakal padamu saja sayang"
Elang mengangkat tubuh Rere ke atas kasur,Dia langsung melucuti baju Rere sampai tidak tersisa satu helai benangpun yang menutupi tubuh istrinya itu.
"Kamu semakin seksi saja sayang" kata Elang sambil melancarkan aksinya.hujan deras dan dinginnya malam menemani bergulatan panas di kamar Elang dan Rere.
***
Edo mendengar Rima berteriak,dia langsung berlari menuju kamar Rima.
"Rima kamu dimana?" tanya Edo sambil mengarahkan senter yang ada di ponselnya kesetiap sudut kamar.
"Kak aku disini...hiks" jawab Rima yang sedang duduk di sofa sambil memeluk lututnya dan menangis.
Edo mendekati Rima kemudian memeluk wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
"Jangan takut,aku disini" kata Edo sambil membelai rambut rima.
"Aku takut kak...hiks" ucap Rima di balik tangisnya.
Duaarr
Suara petir kembali menggelegar.
Rima menguatkan pelukannya,Edo mencoba menenangkan Rima.Perlahan Rima sudah tidak takut lagi,tapi ada yang tidak bisa di tenangkan oleh Edo.
"shit...kenapa harus petir dan mati lampu sih"umpat Edo dalam hati.
"Sudah malam,sebaiknya kamu tidur" kata Edo.
"Aku takut kak" ucap Rima.
"Aku akan menemanimu,ayo" kata Edo.
Edo menuntun Rima menuju kasurnya,kemudian dia ikut Rima naik ke atas kasurnya dan merebahkan tubuhnya disamping Rima.
Rima merasa gugup di dekat Edo,begitu juga dengan Edo karena baru kali ini dia tidur sekamar dengan seorang wanita.
"Tidurlah,jangan takut.Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu" kata Edo.
Rima mulai memejamkan matanya,Edo menarik tubuh Rima kedalam pelukannya dan Rima tidak menolaknya.
"Nyaman"gumam Rima dalam hati.
__ADS_1
Mereka tidur berdua dalam satu kamar bahkan satu kasur malam ini.
"Terima kasih petir dan semoga mati lampunya sampe pagi" ucap Edo dalam hati.