Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 106


__ADS_3

Rere bangun dari tidurnya,dia menoleh ke jam yang ada di dinding sudah pukul empat pagi.Rere turun dari kasurnya lalu keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Baby twins.


"Sudah bangun ya anak-anak Mommy" kata Rere saat berada di kamar Baby twins dan melihat Baby twins sudah bangun.


"Apa mereka rewel Sari?" tanya Rere.


"Tidak Re,mereka hanya bangun sesekali karena haus" jawab Sari.


"Bantu aku membawa mereka ke kamarku" pinta Rere.


Rere dan Sari membawa Baby twins kekamarnya lalu meletakkan tubuh Baby twins di samping Elang.


"Saya pamit ke bawah Re" kata Sari.


"Terima kasih ya Sari" ucap Rere.


Sari keluar dari kamar Rere dan pergi kedapur untuk membantu Nia dan Romlah,sedangkan Rere mengganggu Elang yang sedang tertidur.


"Daddy Baby twins dah bangun nih,Daddy bangun dong" kata Rere.


Umphhh


Elang menggeliat lalu menoleh ke samping.


"Hai anak Daddy sudah bangun ya" kata Elang dengan suara serak khas bangun tidur.


"Mereka rewel ya sayang?" tanya Elang.


"Tidak sayang,aku saja yang berinisiatif membawa mereka kemari" jawab Rere.


Elang memiringkan tubuhnya kearah Baby twins lalu mengelus pipi tembem anaknya itu.


"Aku shalat subuh dulu ya sayang,udah adzan tu" kata Rere.


"Iya sayang,kita gantian saja shalatnya" kata Elang.


Rere masuk ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu dia langsung shalat subuh,sedangkan Elang bermain bersama Baby twins.


"Shalat dulu Daddy baru nanti lanjut main lagi sama kami" kata Rere menirukan gaya anak kecil bicara.


"Sudah selesai shalatnya sayang?" tanya Elang.


"Hmmmm" Rere mendehem sambil mengangguk.


"Daddy shalat dulu ya sayang,Twins main sama Mommy ya" kata Elang pada kedua bayinya.


Rere naik ke kasurnya dan berbaring di samping Baby twins,Elang ke kamar mandi untuk berwudhu lalu setelah itu dia shalat subuh.Selesai shalat Elang melipat sajadahnya lalu meletakkan di tempat khusus alat shalat.


"Lah kok tidur lagi sih" kata Elang saat melihat Rere dan Baby twins sudah tertidur.


Elang naik ke kasurnya lalu berbaring dan tidur di samping Baby twins.


Tok tok tok


Pintu kamar di ketuk dari luar...


Rere membuka matanya lalu turun dari kasur dan langsung membuka pintu.


Ceklek


Suara pintu terbuka.


"Mbak Rita" seru Rere.


"Bagaimana keadaanmu Re?" tanya Mbak Rita.


"Alhamdulillah Rere baik Mbak,Mbak Rita mau ketemu sama Elang?" tanya Rere.


"Iya Re,Elang masih tidur ya?" kata Mbak Rita.


"Iya mbak,tunggu sebentar ya Rere bangunin Elang dulu" kata Rere.


"Mbak tunggu di bawah ya Re" kata Mbak Rita lalu pergi dari situ.


Rere menutup pintu kamarnya lalu berjalan mendekati Elang.


"Sayang udah siang nih,bangun dong" kata Rere.


Perlahan Elang membuka matanya.


"Ada apa sayang hemmmm?" tanya Elang.


"Kamu gak ke kantor?" tanya Rere.


"Nanti saja,aku masih ingin main sama Baby twins" jawab Elang.


"Di bawah ada Mbak Rita,katanya mau ketemu sama kamu" tutur Rere.


"Dia sudah datang,cepat sekali" kata Elang.


"Bukan Rita yang datang cepat tapi kamu yang bangun lambat" oceh Rere.


Elang melihat kearah jam yang ada di dinding,sudah pukul delapan pagi.


"Aku mandi dulu ya sekalian pergi ke kantor nanti kalo urusanku sama Rita sudah selesai" kata Elang.


Rere menganggukkan kepalanya.


Elang turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi,Rere mengambilkan Elang baju ganti lalu meletakkannya di atas kasur.Setelah itu Rere membawa Kiandra ke kamar bayinya dan meminta Sari untuk memandikannya.


"Sari tolong mandikan ya,Rere mau balik ke kamar lagi untuk mengambil Queenara"kata Rere.


Sari mengambil Kiandra dari Rere dan Rere pun kembali ke kamarnya untuk mengambil Queenara dan membawanya kepada Sari.


"Itu di bawah ada Rita dan dua orang perempuan yang mau kerja disini ya Re?" tanya Sari.


"Dua orang Sari? Rere malah gak tau kalo Mbak Rita bawa temen kesini" kata Rere.


"Tadi aku sempet ngobrol sama dia di bawah,katanya Elang yang meminta mereka" tutur Sari.


"Kiandra sudah selesai mandi kini giliran Queenara lagi" oceh Sari.


Rere mengelap tubuh Kiandra menggunakan handuk lalu mengoleskan minyak telon setelah itu baru Rere memakaikan baju Kiandra.


"Rere turun kebawah dulu ya Sari,nanti kalo Queenara sudah selesai antar ke bawah ya" pinta Rere.


"Iya" jawab Sari dari kamar mandi.


Rere menggendong Kiandra turun ke bawah untuk menemui Rita.

__ADS_1


"Ini Kiandra atau Queenara?" tanya Mbak Rita.


"Ayo tebak ini siapa" kata Rere


"Mbak bingung Re" kata Mbak Rita.


"Ini Kiandra Mbak Rita,Queen masih di mandikan Sari di kamar" kata Rere.


Tap tap tap


Suara langkah kaki mendekat ke arah mereka.


"Sudah lama menunggu Rita?" tanya Elang lalu duduk di samping Rere.


"Baru saja Tuan" jawab Rita.


"Queen mana sayang?" tanya Elang sambil mengambil Kiandra dari Rere.


"Masih mandi sama Sari" jawab Rere.


"Tuan ini orang yang anda minta,semua sudah terlatih" tutur Rita.


Elang menatap tajam orang yang di bicarakan oleh Rita.


"Siapa namamu?" tanya Elang tegas.


"Diah Tuan" kata orang yang di sebelah kiri.


"Dan kamu?" kata Elang lagi.


"Rianti Tuan" jawab orang di sebelah Diah.


"Kamu sudah tahu persyaratan untuk bisa bekerja disini?" tanya Elang.


"Sudah Tuan,Mbak Rita sudah menjelaskan pada kami" jawab Diah dan Rianty bersamaan.


"Kalian sanggup?" tanya Elang.


"Sanggup Tuan" jawab Mereka.


"Bagus kalau begitu,mulai hari ini kalian sudah bisa mulai bekerja.Nanti Sari akan menunjukkan kamar kalian,dan jika kalian ada butuh sesuatu kalian bisa memintanya pada Sari,kepala pelayan disini" tutur Elang.


"Selamat pagi semua,Baby Queen sudah wangi nih" kata Sari yang baru datang keruangan itu sambil menggendong Queenara.


"Hai sayang,sini sama Daddy" kata Elang sambil mengambil Baby Queen dari Sari.


Elang menggendong Baby twins di kedua tanggannya.


"Sari kamu tunjukkan kamar untuk mereka berdua" perintah Elang.


"Baik Tuan" ucap Sari.


"Mari ikuti saya" kata Sari pada Diah dan Rianti.


Diah dan Rianti mengikuti Sari menuju kamar untuk mereka.


"Kalo bagitu saya permisi Tuan" Rita pamit undur diri.


"Hemmm...Terima kasih Rita" ucap Elang.


Rita langsung keluar dari rumah itu dan pulang ke rumah lama bersama Jono.


Ooo


Baby twins memajukan bibirnya menanggapi perkataan Elang.


"Lihat sayang dia meresponku walau hanya memonyongkan bibirnya" kata Elang bahagia.


"Anak sendiri di bilang monyong" protes Rere.


Elang meletakkan Baby twins di sofa,lalu menaiki tangga untuk mengambil tas kerjanya di ruang kerja.Setelah itu dia kembali lagi menghampiri Rere.


"Sayang nanti aku mau keluar sama Rima,boleh?" Rere meminta izin.


"Nyonya Elang mau pergi kemana hemmm?" tanya Elang.


"Mau beli kereta dorong untuk Baby twins sayang,kalo ada kereta dorong kan enak.Sewaktu-waktu aku bisa membawanya jalan-jalan dan Sari tidak perlu capek-capek menggendong Baby twins" tutur Rere.


"Pergilah dan beli apa yang kamu mau sayang...Apa uangmu masih ada?" tanya Elang.


"Uangku lebih dari cukup,jangankan beli satu kereta dorong beli pabriknya saja aku sanggup" kata Rere.


"Nyonya Elang mulai sombong ternyata" kata Elang sambil mencolek hidung Rere.


Elang berjongkok di depan Baby twins,lalu mengecup kening kedua bayinya itu.


"Daddy pergi dulu sayang,ingat pesan Daddy tadi ya.Kalo kalian berdua menuruti pesan Daddy nanti akan Daddy beri hadiah" tuturElang.


Elang bangkit dari duduknya lalu mengecup kening Rere.


"Aku pergi dulu sayang,nanti akan aku transfer uang untuk kamu belanja" kata Elang.


"Hati-hati di jalan" pesan Rere.


Elang melangkahkan kakinya menuju keluar rumah,Ujang sudah ada di depan.


"Tunggu sebentar Jang,aku mau menemui Harun dulu" kata Elang.


Elang pergi ke halaman samping tempat para pegawainya istirahat.


"Harun" Elang memanggil Harun yang sedang membersihkan dedaunan dari kolam ikan.


"Ya Tuan" kata Harun.


"Nanti siang antar Rere berbelanja ya,aku pergi dengan Ujang saja" tutur Elang.


"Baik Tuan" jawab Harun.


Elang kembali ke depan rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Ayo jalan" perinta Elang pada Ujang.


Dengan perlahan Ujang mengemudikan mobilnya dari pekarangan rumah Elang.


Rere masih duduk di ruang tamu,dia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Rima.


📤Rere


"Aku tunggu di rumah,sekarang"

__ADS_1


Rere meletakkan ponselnya lalu menggendong Kiandra.


"Mau kemana Re?" tanya Sari.


"Mau bawa Baby twins ke kamar" jawab Rere.


Sari menggendong Queen lalu pergi ke kamar bersama dengan Rere.


"Sari aku titip Baby twins ya,aku dan Rima mau keluar" kata Rere.


"Iya Re,kamu tenang saja" kata Sari.


"Mommy tinggal dulu ya nak,jangan rewel" ucap Rere lalu mencium pipi kedua anaknya itu.


"Aku pergi ya Sari" kata Rere sambil keluar dari kamar itu.


Rere berjalan menuju kamarnya lalu dia masuk ke kamar mandi karena tadi dia belum sempat mandi.Selesai mandi Rere memakai gaun berwarna navi dan Rere memoleskan make up tipis di wajahnya.Setelah selesai Rere keluar dari kamar dan langsung turun ke bawah.


"Lama amat sih Nyonya mandinya" gerutu Rima yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kamu yang kecepetan datangnya" kata Rere.


"Ayo jalan" kata Rere lagi.


Harun sudah menyiapkan mobil di depan rumah,Rere dan Rima masuk ke dalam mobil dan Harun langsung mengemudikannya.


"Kita mau kemana Re?" tanya Pak Harun.


"Ke mall yang ada di dekat kantor Elang Pak,sekalian kita nanti mampir ke kantor.Rere sama Rima mau bikin kejutan untuk Elang dan Edo" jawab Rere.


Pak Harun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di mall yang menjadi tujuan mereka.


"Pak Harun tunggu sebentar ya Rere cuma mau beli kereta dorong aja ko" kata Rere.


"Bapak tunggu di parkiran biasa ya Re" kata Pak Harun.


"Iya Pak" jawab Rere.


Rere dan Rima turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam mall.


"Mau beli warna apa Re,jangan bilang mau beli warna ungu ya" celoteh Rima.


"Ya nggak lah,beli warna hitam aja" jawab Rere sambil tersenyum.


Mereka masuk ke toko khusus yang menjual perlengkapan bayi.Setelah mendapat apa yang mereka cari,mereka pun keluar dari toko itu.Ketika hendak keluar dari mall mereka melewati toko kecil yang menjual make up.


"Mau ngapain kesini Re?" tanya Rima.


Rere tidak menjawab pertanyaan Rima,dia memilih lipstik yang terpajang di atas etalase.


"Mbak yang ini lipstik matte bukan?" tanya Rere.


"Iya betul Nona,ini lipstik matte dan tahan lama bisa seharian nempel di bibir gak nempel di gelas juga gak luntur kena minyak saat kita makan" jawab Pelayan toko.


"Saya ambil satu yang warna merah" kata Rere.


Pelayan toko membungkus lipstik yang di beli Rere lalu menyerahkan Rere,setelah membayar lipstiknya Rere pun pergi dari toko itu.


"Pak Harun tolong taruh belakang ya kereta dorongnya?" pinta Rere.


Pak Harun melipat kereta dorong lalu memasukkannya ke kursi paling belakang setelah itu dua masuk ke mobil,Rere dan Rima sudah masuk ke dalam mobil dari tadi.


"Langsung ke kantor Re?" tanya Pak Harun.


"Iya Pak,sebentar lagi jam makan siang Rere mau makan siang sama Elang" jawab Rere.


Pak Harun mengemudikan mobilnya langsung menuju kantor Elang yang tidak jauh dari mall tempat mereka belanja tadi.


"Rere sama Rima turun di parkiran aja Pak" pinta Rere.


"Jauh amat Re turunnya" kata Pak Harun.


"Sekalian olahraga Pak"Rere beralasan.


Sesampainya di parkiran Rere dan Rima langsung keluar dari mobil.Lalu Rere dan Rima berjalan menuju lobi kantor.


"Heh kalian dua jalang,gak ada kapok-kapoknya datang kemari" teriak resepsionis dari mejanya.


"Sialan ni resepsionis mau cari gara-gara rupanya,jangan kamu cegah aku lagi Re,buar aku kasih pelajaran dia" ucap Rima.


Rima berjalan mendekati meja resepsionis lalu menggebrakknya.


Brakk!


"Heh perempuan gak tau diri,baru jadi resepsionis aja udah belagu,sini lo kalo berani" tantang Rima.


Resepsionis itu beranjak dari duduknya lalu memutari mejanya untuk mendekati Rima.


"Kamu pikir kamu siapa berani menantangku hah,badan kecil aja sok-sok ngajak berantem" kata resepsionis itu.


Rere berjalan mendekati resepsionis itu lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Harusnya aku yang bertanya padamu,siapa kamu yang sudah berani-berani melarang kami masuk dan seenaknya menyebut kami jalang.Kamu pikir setelah ini kamu akan bebas keluar masuk dari kantor ini hemmm" ucap Rere.


tanpa sepengetahuan Rere dan Rima ternyata Elang dan Edo sedang melihat kejadian itu dari balik kaca yang tidak jauh dari sana,Elang dan Edo kebetulan sedang rapat di ruangan itu bersama beberapa karyawan.Elang juga melarang satpam untuk ikut campur urusan Rere dan Rima.


Resepsionis melayangkan tangannya hendak menampar Rere sambil mengumpat.


"Dasar jalang gak tau diri,emang siapa kamu bisa bicara seperti itu,kamu pikir kamu pemilik perusahaan ini.Jangan mimpi" kata Resepsionis itu.


Rere menangkap tangan yang hendak menamparnya itu.


"Aku tidak perlu bermimpi untuk menjadi pemilik tempat ini karena dalam keadaan sadarpun aku bisa memilikinya" tutur Rere sambil mengeraskan rahangnya.


"Pegang dia Rima" perintah Rere.


Rima memegang resepsionis itu lalu Rere mengeluarkan lipstik yang tadi dibelinya dan mengoleskan ke bibir serta wajah resepsionis itu.


"Kamu lihat sekelilingmu,harusnya kamu bertanya mengapa tidak ada satupun yang berani mencegahku melakukan ini.Mengapa satupun dari mereka tidak ada yang menolongmu, Kamu dengar ini baik-baik,aku Rere jalang pertama yang kamu hina ini adalah istri dari Elang Danuarta Alberto pemilik perusahaan ini dan dia jalang kedua katamu dia bernama Rima istri dari Edo Praditya dan aku tidak perlu menjelaskannya padamu" tutur Rere sambil mencengkram dagu Resepsionis yang terlihat sudah acak-acakan di buat Rere.


"Lepaskan dia Rima,ayo kita keatas" kata Rere.


Rima lalu melepaskan Resepsionis itu dan mengikuti Rere menuju lift khusus petinggi di gedung itu.Elang dan Edo hanya tersenyum puas melihat adegan yang baru saja di tontonnya.


"Lihatlah betapa buasnya istriku" kata Elang bangga.


"Ada lawan?" tanya Elang pada karyawan yang hadir disitu.


Hahahaa

__ADS_1


Semua karyawan yang hadir disitu pun tertawa mendengar perkataan konyol Elang.


__ADS_2