Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 125


__ADS_3

Rere dan anak-anak sudah bersiap,sore ini dia berencana mau berkunjung ke rumah Edo dan Rima.


Ceklek


Pintu kamar terbuka,Elang masuk ke dalam kamar.


"Kalian sudah siap ternyata,tunggu sebentar ya Daddy mau mandi dulu" kata Elang lalu masuk ke kamar mandi.


Rere menyiapkan baju untuk Elang dan menaruhnya di atas kasur,setelah itu dia membawa anak-anaknya keluar dari kamar.


"Sari" Rere memanggil Sari sambil membuka pintu kamar.


"Aku di bawah Re" teriak Sari.


"Tolong bantuin bawa kembar ke bawah,aku males lewat lift" kata Rere.


Sari berlari menaiki tangga lalu menggendong Kiandra dan sebelah tangannya mendorong kereta dorong.Rere menggendong Queenara dan membawa tas kecil yang berisi perlengkapan Baby twins.


"David mana?" tanya Rere pada Sari.


"Udah pulang" jawab Sari singkat.


Rere manggut-manggut lalu duduk di sofa.Tidak lama Elang keluar dari kamarnya lalu menghampiri Rere dan anak-anaknya.


"Ayo kita berangkat" ajak Elang.


Mereka semua masuk ke dalam mobil,Elang langsung mengemudikan mobilnya.


"Mau bawa oleh-oleh apa untuk Rima?" tanya Rere.


"Bawa es krim yang ada rasa asem-asemnya.Kata Edo Rima gak muntah kalo makan es krim tapi harus yang rasanya asam" tutur Elang.


"Oh ya udah kalo gitu kita mampir sebentar untuk beli es krim" kata Rere.


"Revan juga mau es krim,boleh Mom?" tanya Revan.


"Boleh sayang" jawab Rere sambil tersenyum.


Elang menepikan mobilnya di depan sebuah mini market,Rere mengajak Sari untuk turun.Sedangkan Elang tetap di mobil menjaga anak-anak.


"Pilih rasa strawbery aja Re kan ada rasa asem-asemnya tu" kata Sari.


"Iya juga ya,coba lihat yang lain siapa tau aja ada yang lebih asam" kata Rere.


"Ini Re ada rasa jeruk nipis sama mangga" kata Sari.


"Ya udah itu aja,yang lain rasanya manis semua" kata Rere.


Rere mengambil cukup banyak es krim,dia tidak lupa membeli es krim coklat kesukaan Reva.Setelah selesai membayar es krimnya Rere dan Sari kembali ke mobil.


"Ada es krim yang rasanya asam?" tanya Elang.


"Ada" jawab Rere dan Sari bersamaan.


"Kompak bener" kata Elang.


Elang kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Edo dan Rima.


"Sepi amat kayak gak ada penghuninya" kata Rere.


"Mereka cuma tinggal berdua saja ya wajar kalo sepi" kata Elang.


"Ayo turun" ajak Elang.


Rere menggandeng Revan turun dari mobil.Elang mengendong Kiandra dan Sari menggendong Queen.


Ting tong


Elang memencet bel rumah Edo.


Ceklek


Edo membuka pintu rumahnya.


"Hai...kalian rupanya.Ayo masuk" kata Edo.


"Rima mana Do?" tanya Rere.


"Ada di kamarnya,masuklah" jawab Edo.


Rere dan Sari membawa anak-anak ke kamar Rima.


Tok tok tok


Rere mengetuk pintu dan langsung membukanya.


"Rima" kata Rere.


"Hai...sini masuk.Mana Revan?" tanya Rima.


"Tante kangen ya sama Revan?" tanya Revan.


"Iya sayang,sini peluk Tante" kata Rima.


Revan mendekati Rima yang sedang duduk di sofa sambil nonton tivi.


"Uh harumnya...Revan pake parfum ama sih?" tanya Rima.


"Parfum import" jawab Revan.


Hahaha


Rima,Rere dan Sari tertawa mendengar jawaban Revan.


"Oya Rima nih aku bawain es krim,Elang bilang kamu tidak muntah kalo makan es krim yang asam rasanya" kata Rere.


"Sekarang lumayanlah Re udah jarang muntah,udah bisa makan nasi juga tapi cuma sayur aja yang bisa masuk.Ikan atau daging aku masih mual.Trus cake atau kue-kue gitu aku bisa makan" tutur Rima.


"Gak apa-apa yang penting kamu makan walau sedikit" kata Rere.

__ADS_1


"Es krim punya Revan mana?" tanya Revan.


"Ini punya Revan" kata Sari sambil memberikan es krim pada Revan.


Revan membuka es krim lalu memakannya,Revan memindahkan chanel tivi ke acara favoritnya.


"Kiandra ama Queenara udah besar aja Re,gak terasa ya" kata Rima.


"Winara Tante bukan...Siapa Mom?" Revan malah bertanya pada Rere.


"Queenara sayang" jawab Rere.


"Kok Winara Re?" Rima bingung.


"Revan itu kalo bilang Queen agak ribet jadi dia ambil simplenya aja Queenara jadi Winara.Udah ikut apa kata dia aja biar gak ribet" tutur Rere.


"Oh..." Rima ber oh ria saja.


Lama mereka mengobrol sampe tidak sadar waktu mulai malam.


Tok tok tok


Ceklek


Pintu kamar terbuka.


"Re diajak Elang shalat maghrib berjamaah tu" kata Edo yang baru masuk ke kamar


"Aku nanti saja,biar aku yang jaga anak-anak" kata Rima.


"Aku temani ya" kata Edo.


Edo langsung menubruk tubuh Revan dan Revan pun tertawa terpingkal-pingkal.Rere dan Sari keluar dari kamar dan menghampiri Elang yang sudah berada di ruang khusus untuk shalat.Rere dan Sari berwudhu terlebih dahulu baru bergabung dengan Elang.


"Edo mana?" tanya Elang.


"Edo sama Rima nanti shalatnya setelah kita,mereka jagain anak-anak" jawab Rere.


Elang manggut-manggut, lalu meraka bertiga pun mulai melaksanakan shalat.Setelah shalat Elang menyuruh Rere membawa anak-anak turun karena mereka mau pulang.


"Bawa anak-anak turun kita pulang sekarang,aku mau lembur sama David malam ini" kata Elang.


"Iya sayang,tunggu sebentar ya" kata Rere.


Rere dan Sari berjalan menuju kamar Rima.


"Edo...Rima kami pamit pulang ya karena Elang harus lembur malam ini" kata Rere.


"Yah kok pulang sih,baru juga sebentar udah mau pulang aja" kata Rima.


"Lain waktu kami datang lagi kesini atau kamu minta Edo mengantarmu ke rumahku" kata Rere.


"Edo besok sudah mulai masuk kerja Re" kata Rima.


"Kalo kamu mau ke rumah,telpon saja aku.Aku bisa minta tolong Ujang atau Pak Harun menjemputmu" kata Rere lagi.


"Hemmm...Baiklah kalo begitu,hati-hati di jalan ya.Bilang Elang jangan ngebut-ngebut" pesan Rima.


Rere menggendong Kiandra dan Sari menggendong Queenara.


"Tas adik kembar biar Revan yang bawa" kata Revan.


"Anak pintar,sini cium Tante dulu" kata Rima.


Revan menghampiri Rima lalu Rima mencium pipi kanan dan pipi kiri Revan.Setelah itu mereka semua keluar dari kamar dan menuju ke mobil,Elamg sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.


"Jaga kehamilamu,jangan terlalu capek" pesan Rere pada Rima lalu dia masuk ke mobilnya.


Setelah semua masuk Elang pun mulai mengemudikan mobilnya.


"Daddy kita makan di restoran yok" kata Revan.


"Restoran apa sayang?" tanya Elang.


"Restoran apa aja yang penting restoran" jawab Revan.


"Emangnya Revan lagi pengen makan apa?" tanya Rere.


"Sate" jawab Revan.


"Kalo sate mah gak harus ke restoran sayang di pinggir jalan juga banyak" kata Elang.


Elang menepikan mobilnya di depat penjual sate yang berjualan pake gerobak.


"Makan sate itu aja ya?" kata Elang sambil menunjuk ke tukang sate.


"Oke Daddy" jawab Revan dengan senang.


Elang mengajak Revan,Rere juga Sari turun dari mobil,lalu mereka menghampiri tukang sate yang lapaknya terlihat sepi.


"Revan mau makan di sini atau makan di rumah?" tanya Elang.


"Di rumah aja Daddy,kasian adik kembar kalo makan di sini nanti adik kembar di gigit nyamuk" jawab Revan.


Elang tersenyum mendengar jawaban Revan.


"Kalian masuk ke mobil,biar aku yang pesan satenya" kata Elang.


Rere,Sari dan anak-anak kembali ke dalam mobil.


"Pak pesan satenya dua puluh bungkus" kata Elang pada tukang sate yang tidak muda lagi tu


"Dua puluh bungkus Nak?" tanya tukang sate itu memastikan.


"Iya Pak" jawab Elang.


"Alhamdulillah,tunggu sebentar ya nak bapak siapkan dulu" kata tukang sate itu.


Tukang sate itu langsung membakar sate pesanan Elang,setelah matang Ia langsung membungkusnya lalu memberikannya pada Elang.

__ADS_1


"Ini Nak satenya" kata Tukang sate.


"Berapa semuanya Pak?" tanya Elang.


"Dua ratus ribu Nak" jawab Tukang sate.


Elang mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan lalu memberikan pada Tukang sate.


"Ini uangnya Pak,ada lebihnya ambil saja untuk Bapak" kata Elang.


"Alhamdulillah,terima kasih Nak.Semoga Tuhan membalas kebaikanmu" ucap Tukang sate.


Elang membawa sate lalu masuk ke dalam mobil.


"Lah yang pesan satenya malah tidur" kata Elang saat melihat Revan sudah tidur di kursi belakang.


"Kelamaan nunggu satenya sayang" kata Rere.


"Nanti aja di bangunin kalo udah sampai ke rumah" kata Sari.


Elang mulai mengemudikan mobilnya dan langsung menuju ke rumahnya.


"Sayang rumah David dimana?" tanya Rere.


"Kalo rumah David tidak jauh dari rumahnya Haris sayang,kalo apartemennya nanti aku tunjukkan.Kita melewati apartemen David nanti" tutur Elang.


"Selain kerja sama kamu,David punya usaha apa?" tanya Rere lagi.


"Usaha ya...lebih ke elektronik sih.Terutama komputer.Gimana ya bilangnya" kata Elang.


"Tapi dia punya usaha sendiri kan?" tanya Rere lagi.


"Punya,lagian dia juga meneruskan usaha Almarhum orang tuanya.Papa David punya beberapa toko elekronik di kota ini" jawab Elang.


"Nah itu apartemen David" kata Elang sambil memelankan laju mobilnya.


Rere dan Sari melihat ke arah gedung yang menjulang tinggi.


"Berarti dia belum datang ke rumah kita" kata Elang.


"Kamu tau darimana kalo dia masih di apartemennya?" tanya Rere.


"Itu ketiga mobilnya ada semua di luar,kalo dia sudah pergi ke rumah kita mobilnya pasti sudah dia masukkan ke parkiran khusus" tutur Elang.


Elang menambah kecepatan mobilnya dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke rumah.


"Sari tolong bagikan sate ini ke yang lainnya dan jangan lupa sisakan dua porsi untuk David" kata Elang.


"Baik Tuan" kata Sari.


Rere turun dari mobil lalu memindahkan Baby twins ke kereta dorongnya,Elang menggendong Revan dan membawanya ke ruang keluarga.Sari ke dapur untuk memisahkan sate untuk majikannya dan juga untuk orang yang bekerja di rumah itu.


"Revan...sayang ayo bangun,Daddy udah beli sate lho kok malah tidur sih" kata Elang sambil menepuk-nepuk pipi Revan.


"Revan ngantuk Daddy" kata Revan.


"Makan dulu nanti bobok lagi,Daddy suapin ya" kata Elang lagi.


Revan menganggukkan kepalanya.


Elang pergi ke dapur.


"Sari mana sate punya Revan?" tanya Elang.


"Ini Tuan" jawab Sari sambil memberikan sate pada Elang.


Elang membawa sate ke ruang keluarga lalu Elang menyuapi Revan makan.


"Enak bener tidur sambil makan" kata David yang baru saja masuk ke rumah sambil membawa tas kerjanya.


"Eh David, tu punyamu di belakang,minta sama Sari" kata Elang.


David meletakkan tasnya di sofa lalu pergi ke dapur untuk menemui Sari.


"Hai..." sapa David.


Sari mengerlingkan matanya saja lalu meneruskan aktivitasnya.


"Nih punyamu" kata Sari dengan nada ketus.


"Terima kasih ya manis" kata David lalu kembali ke ruang keluarga sambil membawa satenya.


"Masih banyak yang harus di kerjain ya?" tanya David sambil duduk di lantai.


"Gak juga,sebagian aku minta tolong Papa untuk ngerjain" jawab Elang.


Sate Revan sudah habis,Elang mengangkat tubuh Revan dan membawanya ke kamar.


"Kamu gak makan sayang?" tanya Elang saat melihat Rere berada di kamar anaknya.


"Udah tu bekasnya" jawab Rere sambil menunjuk bungkus sate.


"Ya sudah kamu tidur sana,aku masih banyak kerjaan.Aku ke bawah ya" kata Elang lalu membawa bekas makan Rere keluar.


Ketika Elang hendak menutup pintu Rere memanggilnya.


"Sayang" kata Rere.


"Hmmm.." Elang menoleh kearah Rere.


"Emuuahh" Rere mencium Elang jarak jauh.


"Sepertinya aku harus menyuruh David pulang sayang" goda Elang.


"Hehehe..."Rere tersenyum saja.


Rere berjalan menuju pintu.


Cup

__ADS_1


Rere mencium Elang lalu berlari masuk ke kamarnya untuk tidur.Elang turun ke bawah menemui David dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


__ADS_2