
David dan Sari sedang duduk di sebuah cafe.Sore ini David akan bertemu dengan Gina,mantan kekasih Haris dulu.David sengaja mengajak Sari agar tidak terjadi salah paham.
"Bang David,maaf Gina telat" ucap Gina yang baru datang sambil bersalaman pada David dan Sari.
Sari menatap wajah Gina.
"Cantik dan sepertinya wanita baik-baik" gumam Sari dalam hati.
"Ada apa Abang mau ketemu sama Gina?" tanya Gina.
"Abang dengar kamu mendatangi rumah Haris,apa itu benar?" tanya David.
Gina menundukkan kepalanya.
"Abang kenal Gina sudah sejak lama dan Abang tau Gina gak mungkin melakukan itu kalo gak ada yang suruh" kata David.
"Maafkan Gina Bang...Gina terpaksa melakukan itu semua.Papa yang menyuruh Gina melakukan itu" tutur Gina.
"Darimana kamu bisa tau alamat rumah Haris?" tanya David.
"Orang suruhan Papa" jawab Gina.
"Suami kamu kemana,bukannya dulu kamu meninggalkan Haris karena mau menikah dengan laki-laki lain?" tanya David lagi.
"Gina sudah bercerai Bang dan sekarang usaha Papa hampir bangkrut dan Papa meminta Gina untuk kembali mendekati Haris.Awalnya Gina menolak Bang,Gina tau Haris sudah menikah dan Gina gak mau menghancurkan rumah tangganya tapi Papa memaksaku Bang" tutur Gina.
"Kamu kenal dan tau sifat Abang bukan,jadi Abang minta kamu jauhi Haris dan jangan ganggu rumah tangganya.Kalo Abang masih dengar kamu ganggu dia kamu tau akibatnya" ancam David.
"Gina ngerti Bang" kata Gina lirih.
"Kamu boleh pergi dan jangan muncul lagi di depan Haris atau juga istrinya" perintah David.
Gina mengangguk lalu pergi dari sana.
"Kasihan Dia Mas,dijadikan alat oleh orang tuanya sendiri" kata Sari.
"Sebenarnya Gina orang yang baik,Mas sudah kenal lama dengan dia" kata David.
"Pulang yuk,udah mau malam nih" ajak Sari.
"Jalan-jalan dulu ke taman mau gak,habis dari taman baru kita pulang" kata David.
"Boleh deh,ayo" kata Sari.
David dan Sari pergi dari cafe lalu menuju ke sebuah taman yang tidak jauh dari cafe itu.Setelah sampai ke taman David mengajak Sari duduk di sebuah bangku.
"Mas lihat deh,itu bukannya Papa Danu ya" kata Sari sambil menunjuk ke arah sebuah bangku yang ada di taman.
"Iya sayang.Sedang apa Papa Danu di taman,sendirian lagi" kata David.
"Lagi janjian sama seseorang mungkin Mas" kata Sari.
Benar saja kata Sari,karena tidak lama kemudian ada seorang laki-laki seusia Papa Danu datang menghampirinya.
"Siapa orang itu Mas?" tanya Sari pada David.
"Mas juga gak tau,dia membelakangi kita jadi Mas gak bisa lihat wajahnya" jawab David.
Jarak antara David dan Papa Danu cukup jauh sehingga David tidak bisa mendengar percakapan Papa Danu dan orang tersebut.
"Mungkin itu teman bisnis Papa Danu...ayo kita pulang saja" kata David.
"Emmm..."Sari menganggukkan kepalanya.
David dan Sari berjalan menuju mobilnya.
"Mas pengen itu" kata Sari sambil menunjuk ke arah penjual tahu gejrot.
David dan Sari menghampiri pedagang tahu gejrot lalu membelinya.Setelah mendapatkan apa yang dia mau David dan Sari pun masuk ke mobilnya.Kemudian David mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
__ADS_1
"Nanti mau makan apa?" tanya Sari.
"Apa saja sayang,Mas tidak pernah repot kalo soal makan" jawab David.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke rumahnya.David dan Sari lalu turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Mandi dulu Mas baru tidur" kata Sari saat melihat David merebahkan tubuhnya di kasur.
"Mas gak tidur sayang cuma pejamin mata aja sebentar" kata David.
Sari menggeleng-gelengkan kepalanya lalu masuk ke kamar mandi.Selesai mandi Sari langsung berpakaian dan setelah itu dia keluar dari kamar mandi.
Kriing
Ponsel David berdering...
David langsung mengangkat panggilan di ponselnya.
📞"Hallo" kata David.
📞"Bagaimana?" tanya Elang dari sebrang telpon.
📞"Aku sudah menemuinya dan aku pastikan dia tidak akan muncul lagi di hadapan Haris ataupun Rianti" jawab David.
📞"Baguslah kalo begitu" kata Elang lalu mematikan ponselnya.
David meletakkan ponselnya di atas meja lalu mengedarkan pandangannya.
"Kemana perginya istriku,tadi bukannya masih di sini ya" gumam David.
David keluar dari kamarnya untuk mencari Sari.
"Emmmm...harumnya,ternyata dia sedang masak" kata David lalu menuju ke dapur.
"Masak apa sayang,harum sekali baunya.Aku jadi lapar" kata David lalu duduk di ruang makan yang letaknya jadi satu dengan dapur.
"Cuma masak telur dadar sama tumis pare saja.Cuma tinggal itu stok sayur di kulkas" jawab Sari.
"Besok antar ke pasar ya Mas" pinta Sari.
"Iya sayang" jawab David.
Sari sudah selesai masak lalu menghidangkan masakannya di atas meja lalu Sari dan David pun mulai menyantap makan malamnya.
***
Papa Danu bersalaman dengan orang yang di temuinya di taman.
"Saya harap anda bisa saya ajak bekerja sama,kalo istri anda masih saja nekat menemui dan menghancurkan rumah tangga anak saya David saya tidak segan-segang menghancurkan perusahaanmu" kata Papa Danu.
"Baiklah Tuan Danu atas nama istri saya...saya minta maaf.Saya tidak tahu kalo istri saya bisa bertindak sejauh itu" kata orang yang ternyata suami dari mantan kekasih David.
Papa masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan taman itu.
"Dasar wanita brengsek....berani dia bermain di belakangku.Awas saja kalo sampai perusahaanku hancur aku tidak segan-segan untuk melenyapkannya" ucap laki-laki itu sambil mengepalkan kedua tangannya.
Papa Danu langsung pulang ke rumahnya.Hari sudah larut malam,keadaan rumah sudah sepi.Papa turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah.
"Baru pulang Pa?" tanya Mama yang sedang menunggu Papa di ruang tamu.
"Iya Ma,urusan Papa baru selesai" jawab Papa sambil duduk bersandar di sofa.
"Mau Mama bikinkan kopi?" tanya Mama.
"Mama memang istri yang pintar tau aja yang suami inginkan" puji Papa.
"Mama gitu loh" ucap Mama.
Mama pergi ke dapur untuk membuat kopi,setelah selesai Mama bembawa kopi ke ruang tamu.
__ADS_1
"Ini kopinya Pa" kata Mama sambil meletakkan kopi di atas meja.
"Terima kasih Cantik" ucap Papa.
"Pasti ada maunya nih" kata Mama sambil duduk di sofa.
"Mau apa sih Ma....Mama selalu aja suudzon sama Papa" kata Papa.
"Ah udah lah Mama udah ngantuk...Mama mau tidur" kata Mama sambil berjalan ke arah kamar.
"Ma pake yang warna merah ya" teriak Papa.
"Ogah" jawab Mama sambil masuk ke kamarnya.
"Semakin tua dia semakin menggemaskan" gumam Papa lalu menyeruput kopinya.
"Emmmmm....rasa kopi buatannya tidak pernah berubah,selalu sama rasanya seperti pertama kami bertemu dulu" gumam Papa.
Papa membawa gelas kopinya ke dapur lalu mencucinya setelah itu Papa pergi ke kamarnya.
"Sudah tidur Ma" tanya Papa.
"Udah" jawab Mama.
"Orang tidur kok bisa ngomong" kata Papa sambil berganti pakaian.
"Bisa dong,jangankan ngomong orang tidur juga bisa jalan-jalan"kata Mama gak mau kalah.
Hahaha
Papa tertawa saat mendengar perkataan Mama lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
"Hehhhhh...Papa jadi inget sama Elang waktu dia masih kecil dulu bisa-bisanya dia berjalan sambil terpejam.Masa indah yang tidak bisa terulang kembali" kata Papa.
"Dia sudah besar dan dewasa sekarang,dia sudah menikah dan punya anak.Dia sudah sukses sekarang dan semua cita-citanya juga sudah tercapai" kata Mama.
"Mama benar,dia membuktikan pada kita kalau dia benar-benar Putra Alberto" kata Papa.
"Rere wanita luar biasa,walau usianya masih sangat muda tapi dia bisa merubah Elang menjadi lebih baik dari sebelumnya" kata Mama.
Papa Danu memejamkan matanya yang mulai mengantuk.
"Papa gak dengerin Mama ngomong ya?" tanya Mama.
"Denger Ma" jawab Papa.
"Tapi mata Papa terpejam" kata Mama.
"Sejak kapan dengerin orang ngomong pake mata Ma,dimana-mana kalo dengerin orang ngomong tu pake telinga.Walau mata ini terpejam telinga ini tetap mendengarkan suara Mama yang merdu wahai Sofiaku sayang" kata Papa.
"Mulai deh gombalnya,udah ah ayo tidur.Udah tua jangan gombal melulu malu sama umur dan anak cucu" kata Mama.
"Gombalin istri sendiri kan gak masalah Ma,kalo gombalin istri tetangga baru gak boleh" kata Papa.
"Awas aja kalo berani godain janda sebelah,Mama hajar Papa" ancam Mama.
"Emang sebelah janda Ma,yang sebelah mana kiri atau kanan?" seloroh Papa.
"Papa" kata Mama sambil mendelik.
Hahaha
Papa tertawa puas karena berhasil menggoda Mama.
Cup
Papa mencium kening Mama lalu membelai rambutnya yang mulai memutih.
"Cuma Mama yang ada di hati Papa,dari dulu hingga sekarang" ucap Papa.
__ADS_1
"Iya Mama percaya...ayo tidur sudah malam,udah tua gak boleh sering begadang" kata Mama.
Papa pun mengikuti perkataan Mama.Papa memejamkan matanya lalu mulai tertidur sambil memeluk tubuh Mama.