
Di ruang rawat Rima sudah ramai,keluarga besar Edo sudah datang.Semua berkumpul bersenda gurau.
"Rima sakit gak melahirkan?" tanya Ante Lusi.
"Sakit lah Ante masa enggak" jawab Edo.
"Hei Ante tanya ama Rima bukan ama kamu Do?" protes Ante Lusi.
"Tapi Edo tau kalo melahirkan sakit,Rima aja ampe meringis gitu,Edo habis di jambakin trus tu kemeja yang Edo pake kancingnya lepas entah kemana" tutur Edo.
Rima hanya tersenyum saja mendengar penuturan Edo.
"Ih kalo gitu ogah ah punya anak" kata Ante Lusi.
"Dasar stres" ucap Papa Edo.
"Kualat kamu Fer bilang Teteh stres" kata Ante Lusi pada papanya Edo.
"Siapa namanya Nak?" tanya Mama Edo.
"Celin dan Celena Ma" jawab Rima.
"Celena....kok kayak nama mantan Edo waktu SMA ya" celetuk Nenek.
"Nenek" seru Edo,Papa dan Mama bersamaan.
"Kenapa?" tanya Nenek tanpa rasa bersalah.
Rima hanya menatap ke arah Edo dengan tajam
"Bukan itu maksud Ayah kasih nama mereka Bunda,sumpah" kata Edo dengan wajah melas.
"Jelaskan nanti saja kalo mereka sudah gak ada" jawab Rima dingin.
Ceklek
pintu ruangan itu terbuka lalu Bianca masuk ke dalam bersama seorang temannya.
"Duh ponakan Onty cantik bingit sih,jadi gemes Ontynya ama Dedek kembar" celoteh Bianca.
"Siapa namanya Kak?" tanya Bian pada Rima.
Rima kembali menatap Edo dan Bian pun melihat ke arah Edo.
"Ada apa sih,tatapan Kak Rima ke Kak Edo sadis amat?" tanya Bianca.
"Kakak kamu tuh kasih nama anak sama persis dengan nama mantannya waktu SMA dulu" jawab Nenek.
"Celena?" kata Bianca.
"Iya" jawab semua orang yang ada di situ.
"Demi apa sih Kak Edo kasih nama begitu,gak ada yang lain apa.Ganti namanya,Bian gak suka" kata Bianca.
"Terserahlah,niat Kakak kasih nama kan baik.Lagi pula waktu kasih mereka nama Kakak juga gak inget sama tu orang,malah Nenek yang ngingetin" celetuk Edo.
"Sudah dari pada masalah ini berkepanjangan lebih baik kita ganti saja nama mereka" kata Papa.
"Papa saja yang kasih nama" kata Edo.
"Gak bisa,Bian yang harus kasih nama.Papa kalo kasih nama suka ngaco.Yang ada ni anak dua yang unyu-unyu Papa kasih nama iteung sama markonah" kata Bianka.
"Emang itu rencananya" kata Papa.
"Sudah jangan ribut,karena disini ada Eyang yang lebih tua biar Eyang saja yang kasih nama" kata Mama.
Eyang dengan seksama menatap kedua anak kembar di depannya lalu tersenyum.
"Anak-anak yang manis dan cantik.Jelita dan Juwita lebih cocok" kata Eyang.
"Deal" kata Papa.
"Asal deal aja si Papa ih,ini juga Eyang kasih nama gak bener" protes Bian.
"Emang kenapa lagi sih Neng?" tanya Edo.
"Kakak lupa Juwita tu siapa?" tanya Bian.
"Juwita...juwita...Oh Kakak inget itu janda yang di rumah lama yang suka nguber si Papa...Hahahaaa" Edo tertawa dengan sangat kencang.
"Papa....pantesan aja langsung deal" kata Mama sambil menjewer telinga Papa.
"Ampun Ma...aduh sakit.Lepasin dong" rintih Papa.
Semua terdiam.
"Kok sepi?" kata Elang yang baru masuk kedalam ruangan bersama Rere.
"Kak Elang..." teriak Bian heboh lalu memeluk Elang.
"Siapa nih...ih...ih sok kenal.Siapa sih?" seloroh Elang.
"Kakak" kata Bian manja.
"Bian lepasin itu ada istrinya" kata Nenek.
"Gak apa-apa Nek,Bian adiknya Edo berarti adik Elang juga kan" tutur Rere sambil mencium punggung tangan Nenek dan Eyang.
__ADS_1
"Tu Kak Rere aja bolehin Bian peluk Kak Elang" kata Bian.
"Revan sama Kembar gak ikut Kak?" tanya Bian.
"Revan sekolah kalo kembar Kakak tinggal di rumah,bahaya kalo ikut bisa hancur ruangan ini karena ulah mereka" jawab Elang.
"Aktif ta Re?" tanya Nenek.
"Iya Nek,apalagi setelah bisa berjalan dan berlari kita harus menjaga ekstra mereka.Romlah sampe kewalahan" jawab Rere.
"Sudah di kasih nama?" tanya Elang.
"Udah tapi gak bener semua" jawab Mama Edo.
"Gak bener kenapa Ma?" tanya Elang.
"Edo kasih nama anaknya pake nama mantannya sedangkan Papa kasih nama cucunya pake nama janda di komplek yang lama" tutur Mama.
"Celena sama Juwita?" tanya Elang.
"Iya" jawab Mama dengan nada kesal.
"Sayang menurut kamu siapa nama yang bagus?" tanya Elang pada Rere.
"Emangnya Rima belum sedia nama?" Rere balik bertanya.
"Sudah sih Re,tapi yang lebih afdolkan kalo Ayahnya yang kasih nama" jawab Rima.
"Gak harus Ayah juga kali Bunda yang harus kasih nama,Bunda juga boleh kok kasih nama" tutur Edo.
"Siapa namanya?" tanya Nenek.
"Launa dan Laura" jawab Rima.
"Nah kalo itu gak ada nama mantannya Mama setuju" kata Mama.
"Eyang juga setuju" kata Eyang.
"Jangan sampe besok berubah nama kalo Revan yang panggil" celetuk Elang.
"Kenapa begitu Lang?" tanya Eyang.
"Queenara aja bisa berubah jadi Winara,Laura dan Launa bisa jadi Yuna dan Yura" jawab Elang.
"Tidak masalah,Yuna dan Yura juga bagus kok" kata Eyang.
Akhirnya mereka sepakat untuk memberi nama Launa dan Laura untuk kedua bayi Edo dan Rima.
***
Revan sedang duduk di sebuah bangku yang ada di sekolahnya.
"Belum Buk" jawab Revan.
"Bu boleh gak Restu menemani Revan di sini sampai orang tuanya datang?" tanya Restu pada ibunya.
"Boleh sayang,tapi jangan kemana-mana ya.Tetap disini!" kata Bu Susi.
Restu mengangguk lalu duduk di samping Revan.
Bu Susi pergi meninggalkan mereka berdua karena masih ada yang harus dia kerjakan.
"Revan mau?" tanya Restu sambil menyodorkan permen lolipop pada Revan.
Revan mengangguk lalu mengambil permen itu dari tangan Restu.
"Terima kasih Restu" ucap Revan.
"Revan mau gak foto bareng sama Restu?" tanya Restu.
"Untuk apa?" tanya Revan sambil memandang wajah Restu.
"Untuk kenang-kenangan,karena beberapa bulan lagi aku harus pindah ikut orang tuaku.Ayahku pindah tugas keluar kota" jawab Restu lirih.
"Revan,ayo pulang" tiba-tiba Pak Harun muncul.
Restu memandang wajah Revan sayu,airmatanya menggenang di pelupuk matanya.
"Pak Harun bawa ponsel gak?" tanya Revan.
"Bawa,emang kenapa?" tanya Pak Harun.
"Tolong fotoin Revan sama Restu" pinta Revan.
Pak Harun mengeluarkan ponselnya,Revan dan Restu pun langsung berpose sambil tersenyum.
Cekrek...
Satu jepretan sudah di dapat.
"Revan pulang dulu ya,besok kita ketemu lagi" kata Revan.
"Iya" kata Restu sambil mengangguk.
Revan dan Pak Harun masuk ke mobil,Restu melambaikan tangannya sampai mobil Revan tidak lagi terlihat.
"Yang tadi itu siapanya Revan?" tanya Pak Harun.
__ADS_1
"Temennya Revan Pak,Ibunya Restu guru di sekolah Revan" jawab Revan.
"Restu cantik ya" kata Pak Harun.
"Iya" jawab Revan singkat.
Pak Harun membelokkan mobilnya ke parkiran rumah sakit,lalu memarkirkan mobilnya disana.
"Daddy sama Mommy masih di rumah sakit ya Pak?" tanya Revan.
"Iya...ayo Bapak antar Revan ke dalam" ajak Pak Harun.
Revan dan Pak Harun masuk ke dalam rumah sakit dan langsung menuju kamar rawat Rima.
Tok tok tok
Pak Harun mengetuk pintu lalu membukanya.
Ceklek
Revan langsung berlari ke arah Rere.
"Mommy" rengek Revan sambil bergelayut manja.
"Loh kenapa nih,kok pulang sekolah mukanya sedih?" tanya Rere.
"Restu dan Ibu Susi mau pindah keluar kota,Revan gak punya teman lagi" jawab Revan lesu.
"Kan masih ada teman yang lain sayang,gak harus dengan Restu kan" kata Elang.
Revan menatap ke arah Elang dengan tajam seolah tidak suka dengan perkataan Elang.
"Revan gak mau lihat dedek kembar?" tanya Rima mencairkan suasana.
"Mana?" tanya Revan yang kembali ceria saat mendengar kata adik kembar.
Rere menggandeng Revan menuju box bayi.
"Wah mereka dua sama seperti Kiandra sama Winara" celoteh Revan.
"Siapa namanya Tante?" tanya Revan pada Rima.
"LAUNA dan LAURA" jawab Rima sengaja menekankan nama anaknya.
Revan mengkerutkan keningnya lalu melihat kearah semua orang.
"Pasti dia bingung mau manggil apa,sebentar lagi berubah nama anakmu Do" kata Elang.
"Kita lihat saja" kata Papa Edo menimpali.
Revan kembali melihat kearah box bayi sambil terdiam.
"Coba sapa adik kembarnya" pinta Nenek.
Revan menatap wajah Nenek lalu mengangguk.
"Halo Dedek Yuna...hallo Dedek Yura" kata Revan santai sambil mencolek-colek kedua bayi yang ada di dalam box itu.
HAHAHA
Semua yang ada di situ pun tertawa.
"Benar juga katamu Lang,untung belum potong kambing" kata Mama Edo.
Hari semakin siang,Elang dan Rere pun pamit untuk pulang.
"Pak Harun foto Revan sama Restu tadi tolong kirim ke ponsel Revan ya" pinta Revan saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Iya Nak,nanti Pak Harun kirim" kata Pak Harun.
"Kapan Restu pindah?" tanya Elang sambil mengelus rambut Revan.
"Bulan depan Daddy" jawab Revan.
"Masih lama" kata Elang.
Revan berbaring dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rere sedang kakinya di paha Elang.
"Revan mau makan apa siang ini?" tanya Rere dengan lembut.
"Makan ayam goreng" jawab Revan.
"Oke...kita mampir makan dulu ya" kata Elang.
Revan menganggukkan kepalanya.
Pak Harun membelokkan mobilnya kearah Restoran lalu memarkirkan mobilnya di parkiran restoran.
"Daddy kata Bu Susi besok pulang cepat" kata Revan sambil berjalan masuk ke dalam restoran.
"Pulang jam berapa?" tanya Elang.
"Jam sebelas,kata Bu Susi gurunya mau rapat jadi semua siswa di pulangkan lebih awal" jawab Revan.
"Pak Harun tadi jemput Revan jam berapa?" tanya Rere.
"Sehabis shalat dzuhur Re,kan biasanya Revan pulang jam satu" jawab Pak Harun.
__ADS_1
"Tapi tadi Revan pulang jam dua belas" kata Revan.
Mereka duduk di tempat yang masih kosong,Elang memanggil pelayan restoran lalu memesan makanan sesuai permintaan Revan.Setelah makanan terhidang Elang,Rere,Revan dan Pak Harun pun langsung menyantap makanan mereka.Dan setelah itu baru mereka pulang ke rumahnya.