
Malam ini Silvy sudah datang ke cafe dan duduk dengan manis.Dia bersolek sangat cantik dan berpenampilan sangat seksi malam ini.Sudah jam sembilan malam berarti sudah dua jam Silvy duduk di cafe itu menunggu Elang,sudah beberapa gelas minuman di habiskannya,tapi Elang belum juga datang.
"Kok Elang belum datang juga ya,atau mungkin dia lupa" gumam Silvy.
Silvy mengeluarkan ponsel dari tasnya lalu menghubungi Elang.
Tut tut tut
Panggilan terhubung.
📞"Hallo" jawab Elang dari sebrang telpon.
📞"Lang kamu dimana?sudah dua jam aku menunggumu disini tapi kamu belum datang juga" kata Silvy.
📞" Ya ampun maaf Silvy aku lembur malam ini dan aku lupa memberitahumu" alasan Elang.
📞"Ya sudah kalo begitu,aku pulang saja" ucap Silvy kecewa.
📞"Maafkan aku Silvy,ini semua aku lakukan demi masa depan kita dan Revan nanti.Aku harap kamu bisa mengerti keadaanku" kata Elang.
📞"Ya aku mengerti Lang" kata Silvy.
Silvy memutuskan panggilannya lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
"Tentu saja aku akan mengerti Lang,karena aku sangat membutuhkan uangmu.Teruslah bekerja dan bekerja wahai kamu mesin uangku" kata Silvy sambil tersenyum licik.
Silvy berjalan ke meja kasir untuk membayar minumannya lalu setelah itu dia keluar dari cafe dan pergi ke suatu tempat.
***
Elang sedang duduk di ruang kerjanya bersama David dan Rendi.Mereka sedang menyantap makan malamnya.David yang membawa makan malam untuk mereka bertiga.
"Rendi apa kamu sudah memboyong keluargamu untuk pindah kemari?" tanya Elang di sela-sela makannya.
"Belum Bos" jawab Rendi singkat.
"Secepatnya kamu bawa mereka kemari agar kamu tidak lelah bolak-balik kesana kemari" saran Elang.
"Baik Bos" kata Rendi.
Mereka melanjutkan makan malamnya sampai habis.Kemudian David kembali mengerjakan tugasnya,sedangkan Elang dan Rendi hanya melihatnya saja.
"Kenapa kamu tidak mau menemui Silvy Lang?" tanya David yang tetap melihat ke layar laptopnya tanpa menoleh sedikitpun.
"Aku malas,pasti dia akan menjebakku lagi" jawab Elang.
"Menjebak bagaimana?" tanya David lagi.
"Dia akan mendekatiku,merayuku trus memasukkan bubuk perangsang diminumanku,setelah itu kami bercinta kemudian tidak lama dari kejadian itu dia datang padaku dan mengatakan kalo dirinya hamil dan memintaku untuk bertanggung jawab.Cih...sungguh menjijikan" ucap Elang.
"Wow sampai sejauh itu pola pikirmu,aku malah nggak kepikiran sampai sana Lang" kata David.
"Aku sangat mengenal Silvy dan aku sangat tau betul apa yang ada di kepalanya" tutur Elang.
"Lalu bagaimana dengan Wildan sekarang,sudah lama aku tidak mendengar kabarnya.Semenjak Silvy di usir orang tua Wildan dan Wildan ikut ke rumah orang tuanya aku hilang kontak dengannya" tutur David.
"Aku juga tidak tahu Vid,dia belum menghubungiku sejak kejadian itu" kata Elang.
"Besok kita ambil saja kamera yang kita pasang disana Ren" ajak David pada Rendi.
"Baik Bos" kata Rendi.
"Nggak usah kaku gitu Ren,di luar jam kerja kita adalah teman"kata Elang.
David terus mengerjakan tugasnya sedangkan Elang masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu kemudian keluar lagi sambil membawa beberapa kaleng minuman lalu meletakkannya di atas meja.
"Untuk apa dia ke club malam?" David bertanya pada diri sendiri.
"Siapa yang ke club?" tanya Elang.
"Silvy" jawab David singkat.
"Jadi dari tadi kamu berkutat di depan laptop hanya untuk membuntuti Silvy?" tanya Elang.
"Ssssttt jangan berisik...Aku akan menyadap kamera cctv yang ada disana" ucap David.
"Gila ni anak,Kenapa harus dia yang kamu buntuti sih,kayak kurang kerjaan aja" kata Elang.
David tidak menghiraukan perkataan Elang,dia terus mengetik huruf yang ada pada tombol keyboard laptopnya.
Klik
"Selesai dan mari kita saksikan apa yang akan di buat Silvy di Club itu" kata David sambil memutar layar laptopnya ke hadapan Elang.
Elang menyaksikan Silvy bersama tiga orang laki-laki sedang mengobrol.Karena keahlian David mereka juga bisa mendengar apa yang di bicarakan mereka.
"Apa kamu bawa barangnya?" tanya salah satu laki-laki yang bersama Silvy.
__ADS_1
"Tenang saja kamu jangan khawatir,serahkan dulu uangnya padaku baru aku akan memberikan barangnya padamu.Ada uang ada barang" ucap Silvy.
Salah satu dari mereka mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya pada Silvy.Setelah Silvy menerima uang itu dan menghitungnya kemudian Silvy mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan barang itu pada ketiga lelaki di depannya.
"Silvy pengedar barang haram" ucap David terkejut.
"Tunggu dulu Vid,coba kamu lihat deh laki-laki bertopi di sudut ruangan.Sepertinya dia sedang merekam transaksi Silvy dan ketiga laki-laki itu" kata Elang sambil menunjuk laki-laki yang dia maksud.
David menatap layar laptopnya dengan seksama lalu manggut-manggut.
"Sepertinya ada yang mengikuti Silvy sampai ke club itu.Kita tunggu saja nanti beritanya"kata David.
Mereka terus mengawasi Silvy dari layar laptop milik David.
Silvy berjalan ke arah sofa lalu duduk di samping seorang laki-laki berbadan tambun.
"Kenapa baru datang? Dan kenapa tu muka di tekuk gitu?" tanya laki-laki itu sambil menyodorkan rokok pada Silvy.
"Elang tidak jadi menemuiku malam ini,sehingga semua rencanaku gagal" jawab Silvy sambil menghisap rokoknya.
"Kamu datangi saja dia di rumahnya,lalu jalankan rencanamu disana,bereskan" ucap laki-laki itu.
"Elang tidak pulang ke rumahnya,dia menginap di kantor" jawab Silvy.
"Itu akan lebih mudah untukmu melakukannya.Kamu tinggal membeli makanan atau minuman lalu mencampurkan bubuk itu dan berikan padanya,bereskan.Trus ***-*** deh kalian" kata laki-laki itu sambil tersenyum.
"Bagus juga idemu,kebetulan malam ini dia sedang lembur di kantor pasti dia belum makan" ucap Silvy.
David menyeringai mendengar percakapan dua orang di laptopnya.
"Lang mari kita main jebak-jebakan,dia menjebakmu kita menjebaknya" ajak David sambil menaik turunkan alisnya.
"Ogah ah aku gak mau,gila kamu Vid.Jangankan menyentuhnya membayangkannya saja aku sudah mual" kata Elang sambil bergidik.
"Bukan kamu yang akan melakukannya tapi orang lain,sudah kamu tenang saja.Sekarang kamu telpon dia,minta dia untuk datang kemari dan jangan lupa kamu minta dia untuk membawakanmu makanan" perintah David.
Elang langsung menelpon Silvy sesuai perintah dari David.
📞"Hallo Lang,ada apa tengah malam begini menelponku?" tanya Silvy dari sebrang telpon.
📞"Apa aku mengganggu tidurmu sayang?" Elang berpura-pura manis.
📞"Tentu saja tidak,aku malah senang kamu menelponku.Ada apa?" tanya Silvy.
📞"Aku lapar dan belum makan malam sama sekali,kerjaanku pun masih menumpuk.Maukah kamu datang kemari dan membawakan makanan untukku" pinta Elang.
Elang memutuskan panggilannya,lalu menoleh ke arah David.
"Lalu setelah ini apa,aku nggak mau ya harus tidur sama dia" kata Elang.
"Tenang saja sebentar lagi akan datang pengganti Elang" kata David dengan santai.
Benar saja tidak lama kemudian ada yang mengetuk pintu,David langsung membukanya.
"Masuklah" perintah David pada orang itu.
Orang itu masuk lalu duduk di samping Rendi.David menjelaskan pada orang suruhannya apa saja yang harus dia lakukan.
"Apa kamu membawanya?" tanya David.
"Ini Bos" kata orang itu sambil mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
"Bagus...Sebentar lagi wanita itu datang.Nikmatilah permainannya" kata David sambil menepuk bahu orang suruhannya.
Orang itu langsung memasang topeng karet yang mirip dengan Elang ke wajahnya,David beranjak dari duduknya lalu masuk ke kamar Elang.Dia menaruh beberapa kamera kecil di kamar Elang.Setelah selesai diapun keluar dari kamar itu.
"Kamu keluarlah Lang,aku dan Rendi akan tetap disini sampai Silvy datang" kata David.
Elang menuruti perkataan David dan keluar dari ruang kerjanya.Elang memilih masuk ke ruang monitor cctv yang ada di kantornya agar bisa melihat apa yang akan terjadi di ruang kerjanya.
Elang duduk di kursi yang ada di ruangan itu sambil melihat ratusan layar monitor di depannya.Dia melihat Silvy sudah berada di lobi kantor sambil menenteng bungkusan ditangannya,satpam yang sudah tau Silvy akan datang langsung menyuruhnya masuk.
Silvy sudah berada di depan ruang kerja Elang,dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Sayang kamu sudah datang" kata Elang kawe.
"Mengapa mereka ada disini?" tanya Silvy.
"Mereka membantuku mengerjakan tugas"jawab Elang.
"Ini makananmu" kata Silvy sambil menyerahkan bungkusan yang tadi di bawanya.
"Kalian keluarlah,biar aku saja yang menemani Elang"Kata Silvy pada David dan Rendi.
"Aku pergi dulu Lang" kata David sambil menepuk bahu Elang kawe.
"Ayo Rendi kita pulang" ajak David.
__ADS_1
David dan Rendi keluar dari ruang kerja Elang lalu menyusul Elang asli ke ruang monitor cctv.
"Gila kamu vid bagaimana bisa dia benar-benar mirip denganku,sampai-sampai Silvy tidak menyadarinya"ucap Elang kagum.
David duduk di kursi yang berada di samping Elang,dari layar monitor mereka bisa melihat Silvy yang sedang bergelayut manja di tangan Elang kawe.Tidak lama kemudian Silvy membuka makanan dan minuman yang tadi di bawanya kemudian hendak menyuapi Elang kawe.
"Apa kamu tidak merindukanku?" tanya Elang kawe pada Silvy.
"Tentu saja aku merindukanmu sayang" jawab Silvy dengan suara seksi.
"Benarkah?" tanya Elang kawe lagi sambil meraba tubuh Silvy bagian belakang.
"Sayang makanlah dulu,kamu pasti sudah lapar" kata Silvy sambil mendekatkan sendok yang berisi makanan ke mulut Elang kawe.
"Aku akan memakan ini tapi setelah memakanmu" ucap Elang.
"Apa kamu menginginkannya sayang?" tanya Silvy dengan Suara menggoda.
"Jujur saja aku sangat merindukanmu juga tubuhmu"jawab Elang kawe.
Silvy mendekati Elang kawe dan duduk di pangkuannya,tanpa ragu dan tanpa rasa malu dia langsung ******* bibir Elang kawe.
"Aku milikmu sayang"Bisik Silvy.
"Jangan disini sayang,disini ada cctv.Ayo kita ke kamar,disana aman dan tidak ada cctvnya?"ajak Elang kawe.
"Apa kamu benar-benar ingin melakukannya Lang?" tanya Silvy.
"Apa kamu ragu sayang,bukankah sebentar lagi kita akan kembali rujuk" kata Elang kawe meyakinkan Silvy.
"Ah Elang akhirnya kamu akan menjadi milikku lagi seutuhnya" ucap Silvy yang langsung ******* bibir Elang kawe lagi.
Elang kawe menggendong tubuh Silvy tanpa melepaskan lumatannya Elang kawe membawa Silvy ke kamar pribadi yang ada di ruangan itu.
"Shiit...menjijikan sekali" umpat Elang.
"Apa kamu juga mau melihat adegan panas mereka Lang,kebetulan kamera yang aku pasang di kamar itu terhubung dengan laptopku" tawar David.
"Gila kamu Vid,ogah ah.Lebih baik aku tidur" kata Elang.
"Ya sudah kalo gitu,ayo kita pulang dan biarkan mereka berdua mencetak gol" ajak David.
Elang,David dan Rendi langsung keluar dari ruangan itu lalu masuk kedalam lift.
"Aku sudah menyiapkan mobil untukmu Ren,ini kuncinya" kata Elang sambil memberikan kunci mobil pada Rendi.
"Terima kasih Lang" kata Rendi sambil menerima kunci mobil itu.
Ting
Pintu lift terbuka dan mereka sudah berada di lobi kantor.Mereka berjalan keluar dari kantor dan menuju ke mobil yang terparkir di depan kantor.Lalu mereka mengemudikan mobilnya kearah tujuannya mereka masing-masing.
***
Bunda Sintya sedang duduk di ruang kerjanya sambil menonton video yang tadi dikirim oleh anak buahnya.Setelah melihat video itu diapun tersenyum.
"Selamat bersenang-senang sebelum aku membenamkanmu kekubangan lumpur yang paling dalam" gumam Bunda.
Bunda mengeluarkan ponselnya lalu menelpon anak buah yang tadi mengirimnya video.
📞"Hallo Bos" jawab orang di seberang telpon.
📞"Tetap ikuti dia dan kirimkan laporannya padaku"perintah Bunda.
📞"Tenang saja Bos,aku sekarang sedang mengawasi dia" kata orang itu.
📞"Dimana posisimu sekarang?" tanya Bunda.
📞"Di depan kantor menantu anda Bos,tadi wanita itu masuk kemari" jawab Orang itu.
📞"Mau apa dia ke kantor Elang tengah malam begini?" tanya Bunda heran.
📞"Saya juga kurang tau bos apa tujuannya,karena setelah wanita itu masuk ke dalam kantor,tidak lama kemudian menantu anda bersama kedua temannya keluar dari kantor tapi wanita itu tidak bersamanya" tutur orang itu.
📞"Baiklah,lanjutkan pekerjaanmu" kata Bunda lalu memutuskan panggilannya.
Bunda termenung setelah mendengar penuturan anak buahnya.
"Untuk apa Silvy datang ke kantor Elang di tengah malam begini...Jika Dia mau menemui Elang tidak mungkinkan Elang keluar dari kantor dan Silvy tidak bersamanya" gumam Bunda.
"Apa sebenarnya yang terjadi disana?" tanya Bunda sambil terus berpikir.
Bunda melirik jam yang terpasang di dinding,sudah setengah dua dini hari.
"Aku akan cari tau nanti,lebih baik sekarang aku tidur agar saat bangun nanti tubuhku terasa segar kembali" kata Bunda.
Bunda mengemasi barang-barang yang ada di ruang kerjanya lalu setelah itu dia keluar dari ruangan itu dan langsung menuju kamarnya.Setelah sampai di kamar Bunda masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi,setelah selesai bunda langsung naik ke kasurnya dan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1