
Kriing...
Ponsel milik Betrand berdering,nama sayangku tertera dilayar ponselnya.Raisa yang melihat itu langsung bersedih,dia membangunkan Betrand yang masih tertidur.Setelah Betrand bangun,Raisa keluar dari kamar dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
Raisa duduk termenung di meja makan," Ternyata benar yang dikatakan Kak Satria,Bentrand bukan laki-laki yang baik. Dia mempunyai banyak kekasih" gumam Raisa dalam hati.
"Sayang..." Betrand menepuk bahu Raisa.
Raisa tersadar dari lamunannya kemudian tersenyum pada Betrand," Kakak butuh sesuatu?" tanya Raisa lesu.
Betrand mengerutkan keningnya,lalu menyentuh kening Raisa," Kamu kenapa sayang,kok lesu sekali.Apa kamu baru saja mual dan muntah?" Betrand mencemaskan keadaan Raisa.
Raisa memandang wajah Betrand,"Dia masih bersikap manis seperti ini padaku,sungguh laki-laki yang sangat pintar bersandiwara" gumam Raisa dalam hati.
Betrand menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Raisa,"Sayang,kamu melamun?" seru Betrand.
"Aku tidak apa-apa Kak,apa ada yang Kakak perlukan.Raisa akan menyiapkannya" tutur Raisa.
Raisa beranjak dari duduknya hendak mengambil roti untuk Betrand sarapan,tapi Betrand malah menarik tubuh Raisa hingga masuk ke dalam pelukannya.
"Tidak perlu membuatkanku sarapan,sayang.Lebih baik kamu sekarang mandi dan berpakaian dengan rapi,karena tidak lama lagi ada yang akan datang ke tempat ini" bisik Betrand.
Tanpa banyak bicara Raisa mengangguk.Betrand melepaskan pelukannya dan membiarkan Raisa pergi ke kamar.
"Kenapa dia,seperti orang yang sedang sedih begitu?" gumam Betrand.
"Ah entahlah...mungkin bawaan hamil" kata Betrand.
Teettt...
Suara bel di pintu apartemen milik Betrand berbunyi.
Betrand bergegas membuka pintu apartemennya.
Plak
Seorang perempuan kira-kira berumur lima puluh tahun langsung memukul kepala Betrand.
"Dasar anak kurang ajar,kamu menikah tapi tidak memberitahu kami" oceh Mama Betrand.
Betrand menyuruh Papa,Mama dan Adiknya untuk duduk.Setelah keadaan lebih tenang,Betrand pun menceritakan kisahnya mengapa dia bisa menikah dengan Raisa.
"Mau dia anak sekolahan,udah hamil atau apalah.Tetap saja kamu harus memberitahu kami nak.Yang kamu nikahi itu anak orang Betrand bukan anak kucing" Mama meluapkan emosinya.
"Dimana dia sekarang?" tanya Papa Betrand.
"Sedang mandi di kamar" jawab Betrand.
Teresa,adiknya Betrand langsung berlari kearah kamar dan langsung membuka pintu kamar kakaknya itu.
"Kamu siapa?" tanya Raisa yang terkejut saat melihat ada perempuan muda dan cantik masuk ke kamarnya.
"Kamu pasti Raisa kan,istrinya Betrand?" tanya Teresa yang langsung rebahan di atas kasur.
__ADS_1
Raisa mengangguk,"Apa perempuan ini yang tadi pagi menelpon Betrand?" tanya Raisa dalam hati.
Pintu kamar terbuka,Betrand masuk ke kamar itu.
"Sayang,jangan ganggu Raisa.Sana keluar" usir Betrand pada Teresa dengan lembut.
Teresa keluar dengan mulut manyun.
"Apa dia mengganggumu,sayang?" tanya Betrand.
Raisa menggeleng.
"Kalo sudah selesai,ayo kita turun.Ada yang ingin bertemu denganmu" ajak Betrand.
Bentrand menggenggam tangan Raisa,lalu keluar dari kamarnya.
"Wah...cantik sekali menantu Mama" seru Mama Betrand.
Mama memeluk Raisa,"Siapa namamu Nak?" tanya Mama Betrand.
"Raisa Tante" jawab Raisa.
"Kok Tante sih,panggil Mama dong" pinta Mama Betrand.
"Ma udah deh,kasihan Raisa kan.Dia masih bingung dan belum terbiasa" tutur Betrand.
Betrand mendekati Raisa lalu merangkul bahunya.
"Ini Mama aku sayang yang tadi pagi menelponku, yang lagi duduk itu Suaminya Mamaku sekaligus Papaku dan yang tadi mengganggumu itu namanya Teresa,adikku satu-satunya" Betrand memperkenalkan keluarganya pada Raisa.
Mereka duduk sambil bercerita,melihat sikap ramah keluarga Betrand Raisa jadi tidak canggung lagi.
...----------------...
Yura dengan serius menjawab soal-soal ujiannya,hari ini hari terakhir dia ujian.Dia berusaha semaksimal mungkin agar nanti nilainya bagus dan mendapat juara kelas seperti biasanya.
Teng teng teng
Bel tanda pelajaran telah usai pun sudah dibunyikan.Semua siswa secara bergantian mengantar lembar jawaban ke meja guru.Setelah itu mereka keluar dari kelas dan pulang ke rumah masing-masing.
"Dek" panggil Yuna.
Yura menghentikan langkahnya lalu menoleh,"Ada apa Kak?" tanya Yura.
"Tolong bilang ke Ayah,kakak pergi sama Kenzi" pinta Yuna dan Yura pun menganggukkan kepalanya.
Tiit...
Satria membunyikan klakson mobilnya saat melihat Yura keluar dari gerbang sekolah.
"Kok bukan Ayah yang jemput?" tanya Yura.
Satria membukakan pintu untuk Yura,setelah Yura masuk Satria menutupnya kembali.
__ADS_1
"Ayah ada meeting" Satria baru menjawab pertanyaan yang dilontarkan Yura tadi.
Satria mengarahkan mobilnya menuju hotel lalu memarkirkan mobilnya di depan hotel tersebut.
"Ngapain kita kesini kak?" tanya Yura.
Satria mengambil tas kerja yang dia taruh di jok belakang,"Kakak ada meeting di dalam,Adek ikut ya.Cuma sebentar kok" jawab Satria.
Satria dan Yura keluar dari mobil lalu bergegas masuk ke dalam hotel untuk menemui kliennya.Yura memilih duduk di meja yang berbeda dengan Satria.
Yura menopang dagunya menatap kearah Satria yang sedang berbincang serius dengan rekan bisnisnya.
Sudah satu jam berlalu,tapi belum ada tanda-tanda Satria akan mengakhiri pertemuannya.Yura meninggalkan mejanya lalu berjalan ke meja resepsionis.
"Mbak,minta kunci kamar Ayah dong " kata Yura pada resepsionis yang sudah mengenalnya itu.
Resepsionis itu memberikan kunci pada Yura dan Yura pun langsung menuju kamar pribadi Edo.
"Terima kasih Tuan,senang bekerja sama dengan anda" ucap Satria pada tekan bisnisnya itu.
Setelah rekan bisnisnya pergi Satria menoleh ke arah meja Yura yang kosong,hanya ada piring dan gelas kotor bekas Yura.
Satria berlari keluar hotel untuk mencari Yura,tapi dia tidak menemukan Yura.Satria melihat ke arah mobilnya yang terparkir,Yura tetap tidak ada.Satria kembali masuk lalu melangkah menuju meja resepsionis.
"Permisi mbak,apa mbak lihat seorang gadis yang memakai seragam sekolah lewat sini?" tanya Satria.
"Apa gadis yang Tuan maksud adalah Nona Laura?" tanya Resepsionis itu.
"Ya benar,apa Mbak melihatnya?" tanya Satria lagi.
"Nona Laura ada di Presidential suite" jawab Resepsionis.
Satria mengerutkan keningnya,"Kenapa dia bisa berada dikamar itu?" tanya Satria bingung.
"Tentu bisa Tuan,hotel ini milik Ayahnya" jawab Resepsionis.
Setelah tanya jawab yang panjang akhirnya Satria menyusul Yura ke kamarnya,Satria membuka pintu memakai kunci cadangan.
Satria melihat Yura sedang tidur nyenyak di atas kasurnya yang empuk.Satria meletakkan tas kerja dan jasnya di meja,Satria juga melepas sepatunya kemudian dia merebahkan tubuhnya di sofa dan mulai tertidur.
"Lihat Bun,bagaimana Satria menjaga Yura.Bahkan saat Yura sedang tertidur pun Satria tidak berani menyentuhnya.Padahal kalo dia mau dia bisa saja melakukannya" tutur Edo pada Rima.
Edo dan Rima sedang melihat apa yang sedang terjadi di kamar tempat Yura dan Satria berada.
"Ayah mendapatkan rekaman ini dari mana,bukankah di kamar itu tidak ada satu pun cctv yang terpasang?" tanya Rima.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah pernah bilang,apa yang dilakukan oleh kedua putri kita dan juga dimana mereka berada aku bisa tau" jawab Edo sambil berlalu pergi.