Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 84


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Hari ini Rere dan kedua bayinya sudah di perbolehkan pulang,Sari membereskan barang-barang milik Rere dan juga Baby Twins.Rere sedang berganti pakaian dikamar mandi sedangkan Elang sedang pergi keluar.


Ceklek


Pintu terbuka dan Bunda Sintya masuk keruangan itu.


"Sudah beres semua Sari? Rere mana?" tanya Bunda.


"Sudah Bos dan Nona Rere sedang berganti pakaian" jawab Sari.


"Sari menurut kamu siapa yang cocok untuk jadi pengasuh Baby Twins,saya tidak mau pelayan di rumah Rere orang yang tidak kita kenal" kata Bunda minta saran.


"Rahma dan lina sangat cocok,mereka sangat menyayangi anak-anak.Lagipula mereka berdua ilmu beladirinya lumayan" jawab Sari.


"Hemmmm kalo gitu nanti akan aku hubungi mereka" kata Bunda.


Ceklek...pintu kamar mandi terbuka Rere keluar dari sana.


"Elang mana Re?" tanya Bunda pada Rere.


"Tadi sih bilangnya mau nebus obat Bunda" jawab Rere sambil mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Mungkin dia ada urusan lain" kata Bunda sambil mengusap punggung Rere.


Sari menumpukkan barang Rere dan Baby twins di atas kasur,lalu dia duduk di sampingnya.Tidak lama kemudian Elang masuk ke kamar sambil mendorong kursi roda,diikuti oleh Harun dibelakangnya.


"Sudah siap sayang?" tanya Elang pada Rere.


"Sudah" jawab Rere singkat.


"Kalo begitu ayo kita pulang" ajak Elang.


Elang memapah tubuh Rere dan mendudukkannya di kursi Roda,Bunda menggendong Baby Kiandra,Sari menggendong Baby Queen sedangkan Harun membawa barang-barang milik Rere.


Elang mendorong kursi roda Rere sampai ke parkiran.


"Kamu beli mobil baru sayang?" tanya Rere.


"Iya,mobil di rumah semuanya kecil dan hanya cukup dua atau empat orang,sedangkan ini panjang dan cukup untuk semua anggota keluarga" jawab Elang sambil membantu Rere masuk ke dalam mobil.


"Pasti harganya mahal" tebak Rere.


"Murah kok" ucap Elang santai sambil duduk di samping Rere.


"Bunda berapa harga mobil seperti ini?" tanya Rere pada Bunda.


"Setau Bunda sih murah,cuma 2m aja" jawab Bunda santai.


"Dasar Emak sama laki sama aja,buang duit kayak buang daun kering" gumam Rere.


Harun mengemudikan mobilnya dengan perlahan,Bunda meletakkan Baby twins di box bayi yang sudah di sediakan oleh Elang dalam mobil itu.


"Sayang Apa Edo dan Rima tidak ikut pulang bersamamu?" tanya Rere.


"Edo masih menyelesaikan sedikit pekerjaan disana,mungkin minggu depan baru bisa pulang" jawab Elang.


"Bunda mau sekalian cari makanan gak,ini udah waktunya makan siang" kata Elang.


"Bunda makan di rumah saja,tadi Lastri masak cukup banyak mubazir kalo kita tidak memakannya" tutur Bunda.


"Siapa Lastri?" tanya Elang.


"Orang yang membantu pekerjaan Sari di rumah" sahut Rere.


"Oya Lang Bunda berniat memperkerjakan Pengasuh untuk Baby twins,bagaimana menurut kamu?" Bunda meminta pendapat.


"Tapi harus orang yang bisa kita percaya Bunda,Elang gak mau kita mengambil dari yayasan" jawab Elang.


"Bunda sudah memiliki calon pengasuh untuk Baby twins jika kamu mau,dia orang kepercayaan Bunda juga sama seperti Sari"tutur Bunda.


"Kalo begitu Elang setuju Bunda,suruh mereka datang secepatnya" perintah Elang.


Mobil mulai memasuki area rumah Elang.Mama Sofia,Papa Danu dan Revan menyambut mereka di depan rumah.


"Selamat datang di rumah kita Baby twins" ucap Mama saat Baby twins keluar dari mobil.


Elang turun dari mobilnya sambil menggendong Rere,lalu dia membawa Rere masuk ke dalam rumah dan mendudukkannya di sofa.


"Masih sakit Re bekas operasinya?" tanya Mama.


"Sebenarnya udah nggak sakit lagi Ma karena dokter memberi Rere obat yang paling bagus,Elang aja yang lebay kemana-mana Rere harus di gendong" gerutu Rere.


"Aku hanya melakukan kewajibanku saja jangan banyak ngeluh,dosa" sahut Elang sambil berlari masuk ke kamarnya.


Revan sibuk mengoceh di hadapan Baby twins,wajahnya terlihat sangat bahagia sekali.


"Mommy adik levan ada dua" celoteh Revan tanpa menoleh sedikitpun.


"Revan senang?" tanya Rere sambil mendekati Revan.


"Iya Mommy?" jawab Revan.


Rere mengusap kepala Revan dengan penuh kasih sayang.


"Permisi semuanya makan siang sudah siap"kata Sari.


"Baiklah Sari,terima kasih" ucap Papa Danu.


Papa Danu mengajak anggota keluarganya makan siang bersama.


"Elang lama amat dikamar,ngapain sih dia" Mama Sofia mengomel.

__ADS_1


"Aku mandi Ma,tubuhku terasa lengket sekali" jawab Elang yang baru saja bergabung.


"Ya sudah jangan ngomel terus,ayo makan.Kalo kebanyakan ngomel nanti cepet keriput" kata Papa Danu.


"Uang Papa kan banyak,kalo keriput Mama tinggal kesalon saja atau operasi plastik" kata Mama.


"Gak baik pake plastik Ma,bagus pake baskom aja" seloroh Elang.


"Anak gak sopan bisa-bisanya becandain orang tua" Oceh Mama.


Yang lain hanya tersenyum melihat tingkah konyol Elang yang suka menggoda Mamanya.


"Benar dugaanku nahwa Rere akan membawa kebahagiaan untuk keluarga ini,semenjak menikah dengan Rere sifat ceria Elang kembali lagi seperti dulu.Rere memang wanita yang luar biasa" gumam Papa Danu dalam hati.


"Setelah ini kamu mau kemana Lang?" tanya Papa Danu disela-sela makannya.


"Ke kantor sebentar Pa,ada yang harus Elang kerjakan disana" jawab Elang.


Mereka semua sudah selesai makan dan sudah masuk ke kamar masing-masing.Elang menggendong Rere masuk ke kamarnya,sedangkan Baby twins sementara ini di jaga oleh Sari.


"Aku pergi ke kantor sebentar,setelah itu kembali lagi.Apa kamu mau aku belikan sesuatu?" tanya Elang.


"Tidak ada sayang,semua sudah cukup di rumah ini" jawab Rere.


Cup


Elang mengecup kening Rere lalu berjalan keluar kamarnya.


"Harun tolong antar Aku ke kantor" kata Elang.


"Baik Tuan"


Elang masuk ke mobilnya dan duduk di samping kursi kemudi.Harun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Bagaimana hasil penyelidikanmu Harun?" tanya Elang ketika mereka dalam perjalanan.


"Bondan di jatuhi hukuman seumur hidup karena banyak kasus yang menjeratnya dan Untuk Sinta sendiri sampai sekarang belum di temukan" jawab Harun.


"Bisa-bisanya wanita ular itu kabur dari penjara" kata Elang.


"Kita harus tetap waspada Tuan,apalagi sekarang ada Baby twins" kata Harun.


"Aku akan memperketat penjagaan di rumah ataupun dikantor,kamu jangan khawatir" kata Elang sambil menepuk bahu Harun yang sudah bekerja bersamanya selama bertahun-tahun.


Tidak lama mereka sudah sampai di kantor,Elang turun dari mobil dan langsung masuk ke ruangannya.


"Neti,ikut aku" ajak Elang saat melewati meja kerja Neti.


"Dih si Bos gak liat apa kalo aku lagi makan" gerutu Neti.


Cepat-cepat dia masuk keruang kerja Bosnya.


"Ada apa Tuan?" tanya Neti setelah berada di dalam ruang kamar Elang.


"Aman terkendali Tuan,uang yang di gelapkan oleh mantan istri Tuan juga sudah berhasil di ambil oleh Tuan David" jawab Neti.


"Bagus kalo begitu,kamu bisa kembali ketempatmu" perintah Elang.


Neti keluar dari ruang kerja Elang dengan nafas lega,lalu dia melanjutkan lagi makan yang tadi sempat tertunda.


Elang menyandarkan tubuhnya disandaran kursi sambil menutup matanya.


Elang mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Rendi.


Tut...tut...tut


Panggilan tersambung.


📞"Hallo Bos" jawab Rendi dari seberang telpon.


📞"Kerahkan anak buahmu untuk mencari Sinta,dia kabur dari penjara" perintah Elang.


📞"Baik Bos" kata Rendi


Elang memutuskan panggilannya lalu mengirim pesan kepada David.


📨Elang


"Terus awasi Wildan dan Silvy"


📨David


"Beres Bos"


Elang melirik jam di tangannya sudah jam 2 siang,Elang masuk ke kamar pribadinya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.


Huft...


Elang menghela nafas beratnya.


"Tubuhku lelah sekali" keluh Elang.


Tidak lama diapun tertidur di kasurnya.


***


David sedang berkutat dengan layar monitor di depannya,jari-jarinya dengan lincah mengetik keyboard yang di pangkuannya.


"Shit...ternyata dia mau bermain-main denganku...kamu salah orang kawan" umpat David sambil terus mengetik sesuatu yang hanya dia sendiri yang paham.


David mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Elang.


📨David

__ADS_1


"Cek pesan yang ku kirim ke emailmu bro dan temui aku di cafe biasa"


David merentangkan kedua tangannya sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Lalu dia turun dari kasurnya dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai mandi dan berpakaian David langsung pergi ke cafe untuk bertemu dengan Elang.


"Sorry Bro jalanan macet" ucap David setelah dia tiba di cafe.


"Santai saja,aku juga baru datang.Nih kopimu aku sudah memesannya" kata Elang.


Elang sengaja duduk di ruangan tertutup agar bisa leluasa ngobrol dengan David.


"Info apa yang kamu dapat?" tanya Elang.


"Aku sudah menyadap semua cctv di kota ini mulai dari tempat Sinta ditahan,dan aku sudah menemukan persembunyiannya" jawab David.


"Dimana dia sekarang?" tanya Elang lagi.


"Di kontrakan kecil yang perkampungannya tepat di belakang komplek perumahanmu yang lama,sepertinya dia sengaja tinggal disana" jawab David.


"Aku akan menyuruh anak buahku untuk mengikuti semua gerak-geriknya" ucap Elang.


"Tidak perlu,aku sudah menyuruh kekasihku untuk mengawasi Sinta dan bersikap seperti layaknya teman dan juga anak buahku sudah kutugaskan untuk mengawasinya dari jauh" kata David.


"Kekasihmu dekat dengan Sinta?" tanya Elang kaget.


"Hemmmm...aku menyuruhnya tinggal dikontrakan yang bersebelahan dengan kontrakan Sinta" jawab David sambil menyeruput kopinya.


"Bagaimana dengan Wildan? Aku dengar dia sudah kembali ke kota ini,tapi dia belum menghubungiku" kata Elang.


"Wildan tetap bermain cantik,selain dia membantu kita dia juga dapat bonus tubuh Silvy secara gratis" jawab David sambil tersenyum.


"Dasar Wildan,dia gak mau rugi sedikitpun" Ucap Elang sambil menyeringai.


"Oke lah kalo begitu,terus kabari aku perkembangannya.Aku mau pulang,aku sudah rindu dengan Baby twinsku" kata Elang.


"Baby twins? Emangnya istrimu sudah melahirkan?" tanya David.


"Yuhuu dan dua sekaligus" jawab Elang bangga.


"Selamat bro,akhirnya kamu benar-benar jadi seorang ayah.Aku turut bahagia" ucap David.


"Pergilah,kopi ini biar aku yang bayar.Aku masih ada urusan disini" kata David.


Elang keluar dari cafe dan langsung masuk kedalam mobilnya.Harun mengemudikan mobilnya keluar dari area cafe.


"Harun besok jangan lupa siapkan apa-apa saja yang harus kita bawa ke panti asuhan" kata Elang.


"Baik Tuan,saya sudah menyuruh Rita untuk mempersiapkan semuanya dan besok pagi kita tinggal mengantarkannya saja" Kata Harun.


"Bagus,aku suka cara kerja sama kalian"Puji Elang.


"Kami hanya menjalankan tugas saja Tuan" sahut Harun.


Mobil telah sampai di rumah Elang,Harun berhenti tepat di depan pintu masuk.Elang langsung keluar dari mobilnya dan masuk kedalam Rumah...


"Anak-anak...Daddy pulang" Kata Elang dengan suara nyaring.


"Elang berisik,Baby twins lagi tidur" Mama menegur Elang.


Elang tidak mengubris Mamanya yang duduk di ruang tamu,dia terus berjalan menaiki tangga dan langsung masuk ke kamar Baby twins.


"Baru pulang sayang?" tanya Rere yang sedang memberi Asi pada Baby Kiandra.


"Tadi selepas pulang dari kantor aku menemui David,keasyikan ngobrol jadi lupa waktu.Maaf ya" ucap Elang.


"Mandi gih, bau ketek.Nanti Baby twins bisa muntah mencium bau ketekmu" ledek Rere.


"Sembarangan kamu bilang aku bau ketek,aku wangi...ni kalo gak percaya cium" kata Elang sambil membuka keteknya dan mendekatkan ke wajah Rere.


"Sayang sudah ih,nanti Kiandra jatuh" pinta Rere agar Elang menghentikan kejailannya.


"Revan mana sayang?" tanya Elang sambil mengelus pipi Kiandra.


"Pergi sama Papa,katanya sih mau beli es krim" jawab Rere.


Elang mengambil Baby Queen dari boxnya lalu menggendong putrinya itu.


"Sayang mandi dulu" kata Rere.


"Daddy sudah mandi di kantor Mommy sayang" kata Elang sambil menyunggingkan senyumnya.


"Aku takut tidak bisa adil dalam membagi kasih sayangku pada ketiga anak kita" ucap Rere lirih.


Elang menjongkokan tubuhnya di depan Rere.


"Kamu pasti bisa,lagi pula Revan sudah mulai mengerti sekarang dan aku yakin dia tidak akan merasa di bedakan" kata Elang sambil mengelus rambut Kiandra yang ada di pengkuan Rere.


"Ingatkan aku jika nanti kamu melihatku bersikap tidak adil,tegurlah aku" pinta Rere.


"Pasti sayang,aku akan selalu mengingatkanmu" ucap Elang.


"Sudah Adzan tu,shalat lah dulu baru setelah itu kita makan malam" kata Rere.


"Baiklah,aku tinggal dulu ya" ucap Elang.


Elang meletakkan kembali Baby Quen kedalam boxnya lalu keluar dari kamar itu.


"Mommy harap jika besar nanti kalian bisa saling menyayangi" kata Rere sambil meletakkan Baby Kiandra di samping Baby Queen.


Rere duduk di samping box bayi Baby twins sambil menunggu Elang selesai shalat,Rere membelai rambut lebat kedua anaknya lalu mengecup kening Baby twins.


"Jadilah anak yang soleh dan solehah ya nak" ucap Rere.

__ADS_1


__ADS_2