Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
99


__ADS_3

Pagi hari matahari menerobos masuk ke kamar yang ditempati Naina dan Krisna,


"Nai...bangun...cup.."


kata Krisna sambil mencium kening sang istri yang masih setia meringkuk di dada suaminya.


"Bentar ma.... Nai masih ngantuk!"


igau Naina yang tak menyadari kalo yang membangunkan adalah suaminya,dia mungkin belum terbiasa, hingga beranggapan bahwa sang mama yang sedang membangunkan dia.


Krisna jadi tertawa geli,melihat Naina menyebut mamanya,wajar saja Naina masih ngantuk, semalam yang Krisna bilang hanya ingin memeluk Naina nyatanya hanya di bibir saja.


Tengah malam bahkan hampir sepertiga malam, Naina yang tidur membelakangi Krisna yang memeluknya dari belakang,merasa geli karena ada yang terus menciumi tengkuknya, Naina yang sudah capek karena resepsi pernikahannya hanya mengeliat saja.


"Nai...?...bangun sayang...."


Krisna coba membangunkan Naina,ada sesuatu yang sudah tak bisa ditahannya lagi, berdekatan dengan Naina memang membuat sensasi tersendiri bagi Krisna, untung saja sudah halal!


"Nai......"


merasa tak dihiraukan Naina, Krisna yang sudah tak tahan melancarkan aksinya,dia mulai menyesapi bibir mungil istrinya, bertahan beberapa lama disana,kemudian beralih ke leher jenjang sang istri, suara-suara Naina yang geli namun belum terbangun membuat Krisna semakin menggila.


Kini bagian tubuh yang istri sudah polos,baju atasan piyama sudah terlempar ke lantai.


Merasa mendapat mainan baru, Krisna dengan lihai bermain-main disana, hingga akhirnya Naina terbangun dan betapa kagetnya dia melihat Krisna sudah menindihnya dan bermain-main dengan rakusnya.


"Kak!!a-apa yang kkakak la-lakukan?"


kata Naina sambil menahan geli akibat perbuatan Krisna, mendengar Naina terbangun Krisna segera berhenti dan melihat wajah malu sang istri.


"Aku tak ingin menyentuh mu Nai! tapi aku tidak bisa! aku tidak bisa lagi menahannya lebih lama!"


belum juga Naina menjawab, Krisna sudah sigap mencium dan melu*at bibir Naina, hingga akhirnya Naina ikut terbawa suasana, Krisna terlihat sangat lihai walaupun itu juga kali pertama untuk dia dan Naina.


Krisna terus saja bermain dan seolah mengajari Naina sesuatu yang baru dalam kehidupan Naina.


setelah beberapa kali hentakan, Tongkat Ajaib milik Krisna sukses masuk ke sarangnya,drama tangisan dan cakaran di lengan dan bahu Krisna mengawali pertempuran mereka kali ini,namun Krisna tetap melakukan nya dengan pelan-pelan.


Krisna dengan sigap memacu sang istri yang ada dalam kungkungannya, mencoba membuat rileks sang istri dengan cara menci*m bibir Naina bahkan sampai ke seluruh wajahnya.


Beberapa kali Naina meminta berhenti karena tiba-tiba ingin pipis,namun Krisna yang tau sepolos apa Naina hingga tak menyadari bahwa keinginan Naina itu bukan pipis tapi pelepasan kenik*atan yang di berikan Krisna.


"Kak... berhenti!Nai bener-bener mau pipis!!"


ucap Naina yang ke sekian kalinya ditengah pertempuran mereka, Krisna yang merasa juga hampir sampai,terus memacu sang istri lebih cepat lagi.

__ADS_1


"sedikit lagi sayang.....!!"


ucap Krisna akhirnya membungkam mulut istrinya dengan mulutnya sendiri.


Dan pada akhirnya Krisna dan Naina mengakhiri pertempuran itu dengan senyum kemenangan dari Krisna.


Badan Naina terasa sangat capek,belum juga dia membersihkan diri, Naina sudah terlelap dengan selimut sebatas leher,


Krisna yang melihatnya hanya tersenyum kecil,lalu dia menyimak selimut tersebut dan membersihkan tubuh Naina, terlihat darah mengotori seprainya lagi-lagi Krisna tersenyum melihatnya, kemudian membersihkan tubuh bagian bawah Naina mengunakan tissue basah yang ada di meja samping ranjang dan menyelimuti Naina setelah selesai.


Pagi ini, Krisna terus saja berusaha membangunkan Naina.


"Nai...sayang.... bangun!"


Akhirnya Naina terbangun,dia kaget banget melihat Krisna ada disampingnya, Naina yang belum sepenuhnya sadar melihat Krisna yang bertelanjang dada di sampingnya dan jangan lupakan Naina yang sedang memeluk erat tubuh Krisna.naina mencoba menjauhkan tubuhnya dari Krisna namun dia menyadari bahwa dirinya sekarang sedang dalam keadaan polos.


seketika Naina mengingat kegiatannya tadi malam,dan langsung menutup seluruh tubuh dengan selimut karena merasa malu.


"Bangun sayang...sudah pagi... menjelang siang,ntar kakak dimarahi sama papa Kenan lho...ini anak gadisnya gak dibawa pulang ke rumah!"


goda Krisna.


Naina seketika membuka selimutnya sebatas dada, kemudian duduk bersandar ke tempat tidurnya.


"Kakak sudah mandi?"


cup..


satu kecupan di bibir Naina, sebelum dia bangkit dari ranjang karena mendengar ketokan dari pintu kamar.


"Bangun dan mandilah dengan air hangat,itu sarapan kita datang,dan kita akan segera pulang ke rumah!"


"Iya kak"


setelah kepergian Krisna, Naina membalut dirinya dengan selimut dan bergegas pergi ke kamar mandi.


beberapa saat kemudian Naina sudah selesai mandi dan tak melihat Krisna di sana.kemudianndia mendengar seseorang di balkon kamar hotel, rupanya Krisna sedang berbicara pada asistennya dan mengurus jadwal barunya.setelah selesai Krisna memanggil Naina untuk sarapan di sana.


Krisna terus saja memeluk Naina dari belakang, Naina yang berdiri di sana sambil memandang kota dipagi hari, tepatnya pagi menjelang siang.


"Kamu bahagia Nai?"


"Nai hanya tak menyangka kak, Nai bisa disini sama kakak!"


ucap Naina sambil sesekali mengusap airmata yang keluar tanpa ijin itu,

__ADS_1


"Jangan nangis lagi Nai??"


"Kali ini Nai nangis bahagia kak!"


Krisna yang masih setia dengan tangan melingkar di pinggang sang istri,mulai merasa hal aneh lagi dalam dirinya.


Krisna memandang bagian bawah tubuhnya.


"Oh shit!!" umpat Krisna pelan.


"Nai siap-siap gih,kita pulang!"


Krisna melepas pelukannya karena merasa tak tahan jika terus-menerus memeluk Naina, Krisna sadar bahwa dia harus membawa Naina pulang terlebih dahalu, sebelum mertua super cemburuan itu memandang sinis ke arah dirinya.


ya..papa Kenan memang sudah memberi restu tapi bendera perang dirasakan Krisna masih diturunkan hanya setengah tiang saja,belum sepenuhnya.


karena cerita-cerita yang ayah yaitu pak Rahmat lontarkan padanya Krisna jadi memaklumi apa yang dilakukan oleh Kenan,dia takut terlalu membenci sifat cemburu Kenan,malah akan jadi bumerang baginya bila suatu saat nanti dia punya anak cewek.


"Bisa jadi ntar kamu kayak Kenan Kris!! malah bisa lebih parah!"


begitulah kata ayahnya Ketika menenangkan Krisna diawal-awal perpisahan dia dengan Naina yang terlihat sangat kacau kala itu.


Di rumah besar Kenan


"Ma...kemana sih Naina? kenapa belum pulang juga? ini sudah mau siang...haiishh bener-bener ya Krisna!! bawa anak orang gak punya aturan!!"


ucap Kenan yang sedang mondar-mandir di ruang tengah,ya ini bertepatan weekend setelah acara resepsi pernikahan dan perayaan ulang tahun Kenan dan Kenzo.


Syila melotot sempurna mendengar kata-kata Kenan!'apa dia bilang? Krisna gak punya aturan bawa anak orang? apa dia lupa kalo mereka sudah menikah?' batin syila kesel namun masih membiarkan saja apa yang dikatakan Kenan.


"Ya udah ma..aku susul Naina saja,ini sudah keterlaluan harusnya Krisna bawa Naina pulang ke sini!! biar saja nanti papa beri pelajaran si Krisna, mama gak usah khawatir!!"


ucap Kenan dengan tanpa dosa.


"Kenan!!!!" teriak Syila dengan lantang menyebut nama suaminya karena sudah tak bisa menahan kekesalannya.


"Mereka sudah nikah!! ingat itu!!..mama khawatir??? tidak!! justru mama khawatir kalo sampai mereka kesini dan di terkam harimau gila!!"


ucap Syila sambil berlalu ke kamarnya, menyadari sang isti tengah merajuk, Kenan dengan sigap mengekor di belakang Syila..


"Ma......jangan marah dong!papa kan cuma bercanda... Syila sayang...."


ucap Kenan yang terus mengekor di belakang syila,dan mereka tak menyadari kalo Kayla sudah cekikikan dari tadi melihat drama live streaming di depannya.


bersambung..

__ADS_1


gimana coba kalo besok Naina dan Krisna pulang? 😁😁


__ADS_2