Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
75


__ADS_3

"Sayang...... Naina... Kayla....cup..cup...cup..." tak henti-hentinya namira mencium keduanya,rasa rindu yang selama ini. di pendam sekarang bisa dia curahkan.


"Nai baik-baik saja aunty.... Nai sudah bawa Kayla pulang kan? Nai juga sudah pastikan kalo Kay baik-baik saja...." ucap Naina pada Namira.


Namira hanya mengangguk paham akan apa yang disampaikan Naina.


"peluk aunty juga dong Nai" kata Nayra istri kenzo.


"tante Rara udah gak hamil?"


"Adiknya udah keluar Nai,pengen liat?"


"Iya....Nai mau lihat"


"di kamar sayang...."


Naina berjalan ke arah seorang lelaki yang sudah berumur namun masih terlihat gagah.


"Opa...Naina kangen..."


ucap Naina sambil memeluk Richo,Richo paling dekat dengan keponakannya ini,Nama Naina sang keponakan nyatanya juga menyamai sifat sang kakak kandungnya Naina.


lemah lembut,sabar dan penyanyang.


Richo bagai melihat kakaknya terlahir kembali melalui Naina kecil.


"Opa juga kangen sama kamu nai"...jawab Richo sambil memeluk anak keponakannya itu.


Haru biru terlihat di keluarga itu atas kepulangan Naina dan Kayla serta kembalinya Syila dan Kenan ke rumah besar mereka.


Canda tawa kembali terlihat di sana, Daniel yang sangat rindu akan Kenan juga turut hadir disana.


"Ciihh..kalo sudah ketemu sama anak yang satunya,aku dilupain dehh!!" ucap Denis melihat Daniel yang lengket dengan Kenan.


Lelaki berusian 63 tahun ini bahkan tidak peduli dengan apa yang di katakan anak semata wayangnya.

__ADS_1


"Biarkan saja Ken,dia sedang iri!"


Hahahhahahahahaa canda tawa mereka terdengar mengema di rumah besar.


Kenzo, Daniel, Richo, Denis dan Kenan mereka berbincang di teras belakang rumah dan tidak lupa Alex yang baru saja datang ikut bergabung.


Hari ini memang mereka berencana tidak bekerja karena menyambut kedatangan kembali keluarga Kenan.


Dikamarnya, Naina melihat kembali kamar yang dia tinggalkan selama 6bulan ini, semuanya masih tertata rapi,dia memandang sebuah foto di meja belajarnya,fotonya yang tersenyum lebar dengan seorang anak kecil yaitu Kayla sang adik.


Membayangkan kembali, bagaimana perjuangan hidupnya untuk menghidupi dirinya sendiri dan adiknya Kayla,bekerja dari pagi sampai sore dan kembali harus berjualan kerupuk di sore hingga menjelang malam.teringat bagaimana bu Kasih yang ngomel-ngomel karena Naina harus jualan selesai bekerja,'Ibu gak tega liatnya nai' kata bu Kasih waktu itu sambil menangis.


tapi si keras kepala Naina tetap ingin berjualan karena tak ingin merepotkan bu Kasih dan keluarganya.


Naina tak pernah tau,kalo selama berjualan bu Kasih selalu memerintah Krisna untuk mengawasi dari jauh.dan kalo Krisna tak bisa maka temen-temennya yang akan mengawasi Naina.


kadangkala Ferdi yang akan menemani Naina jualan, walaupun acap kali sang ibu akan marah-marah karena habis menemani Naina pagi hari pasti terjadi drama kejar-kejaran dengan sang ibu karena telat bangun pagi dan terlambat ke sekolah.


Makanya Naina seringkali menolak Ferdi jika ingin ikut jualan.


"Kangen mereka nai?" tanya Namira mengagetkan Naina.


"Mereka baik banget aunty, Tuhan sayang banget ama Naina,dimanapun Naina pergi... Tuhan memberikan orang-orang yang baik buat nai" ucap Naina sambil menghapus airmata nya.


"Hemmm.....karena kamu juga baik nai" kata namira sambil memeluk Naina.


######


"Maaaaaaaaaa pokoknya Kay mau ulang tahun kay ini di rayain maaaa" rengek Kayra diruang tengah dimana sang mama dan papa sedang bersantai.


"Aduuhh sayang....kamu tuh ya...udah undang temen satu kelas kamu aja Kay,jangan banyak-banyak....!!" ucap Syila,sang mama.


"kok cuma satu kelas? temen Kay banyak maaaa..."rengek Kayla lagi.


"Kan kay udah juara kelas maaaaa....janjinya Kay boleh rayain ultah" kata Kay sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Naina yang baru masuk ke rumah.


"waalaikum salam,udah pulang Nai?" tanya papanya.


"Iya pa....sidang skripsi nya udah selesai!" terang Naina.


"Kay...ulang tahunmu yang ke 17 aja dirayain agak gedean...gimana?"


kali ini suara lembut Naina yang terdengar,dan seperti biasa suara Naina bagaikan sihir yang bisa meluluhkan hati Kayla.


"iya deh....iya..." ucap Kayla yang masih terlihat gak rela.


"Ya udah nai masuk kamar dulu ya pa...ma" pamit Naina.


Ya...sudah 12 tahun sejak kepulangan keluarga Kenan kembali ke rumah besar.


Naina sekarang sudah lulus kuliah,dan dalam masa skripsi,dia ingin menjadi psikiater dan tentunya dia harus melanjutkan kuliahnya kembali.


sesekali dia telpon untuk menanyakan kabar sama bu Kasih dan pak Rahmat orang yang berjasa padanya dan Kayla.


Kayla yang tak mau kalah juga masih suka berisik ketika sedang bercerita pada bu Kasih dan pak Rahmat apalagi kalo sudah mendengar suara Krisna si kakak cantik.panggilan yang masih sama dia sematkan pada kakak idolanya itu.walaupun sudah sangat lama mereka tak pernah ketemu karena kesibukan masing-masing.


4 tahun terakhir Naina dan Kayla tak pernah lagi mendengar kabar Krisna, menurut bu Kasih Krisna sedang fokus pada usahanya dan ditawari kerja sama sebuah perusahaan perhiasan ternama di luar negeri.,namun begitu mereka masih sering berkomunikasi dengan bu Kasih dan pak Rahmat.


kadang kala menitipkan sesuatu untuk mereka melalui Ferdi,ya Ferdi pada akhirnya menyusul Naina dan kuliah di kampus yang sama dengan Naina.


Ferdi dan Kayla masih sama seperti Tom dan Jerry kalo bertemu,namun sekarang keusilan Kayla lebih mendominasi.


Naina duduk di meja belajarnya,membuka sebuah kotak kecil disana, dilihatnya gelang titanium dengan desain cantik yang tersimpan disana.


di ambil dan diamati gelang itu dengan seksama, senyuman terlukis jelas di wajah Naina.


"Kangen"...


kata Naina sambil melihat gelang tersebut,terpatri dengan jelas sebuah nama disana yang membuat Naina kembali mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2