Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
pencarian Raisya 2


__ADS_3

"Tuhan tolong ulur waktu agar suamiku menemukan ku!!" batin Raisya.


Melihat tatapan Raisya yang sedikit cemas membuat Damar tertawa lepas! dia sangat yakin kali ini Raisya begitu takut menghadapi dirinya.Gini dia sudah bertelanjang dada....


"Kenapa manis? apa kau takut? mana nyali mu tadi hemm?"


ucap Damar dengan tersenyum sinis.


Damar naik ke ranjang dan berusaha menindih Raisya, tapi tidak semudah itu, biarpun Raisya masih lemas karena pengaruh obat bius namun dia masih bisa melawannya, Raisya menendangnya dengan kuat.Damar hampir terjungkal karena ulah Raisya,dia juga merasa andai Raisya tidak dalam pengaruh obat bius sudah di pastikan Raisya bisa melawannya dengan baik. Damar mulai bersiap-siap menerkam Raisya lagi, villa yang jauh dari beberapa villa di sekitarnya membuat suara Raisya sulit di dengar walaupun dia berteriak keras dan sayangnya dia tak bisa berteriak dengan keras karena tenaganya belum juga pulih.


"Jangan melawanku nona Raisya ha ha ha ha ha!" kata Damar


"Bukannya kau sudah menikmati surga dunia bersama dengan suamimu? waktu nya kau mencoba denganku nona cantik!" ucap Damar sambil menangkap Raisya dan melemparkannya kembali ke ranjang.


"Brengseeek!!!! dasar lelaki hina!!" Teriak Raisya.


Damar hanya diam saja mendengar makian dari Raisya karena dia sibuk memegang tangan Raisya agak tak lagi bisa melawannya.Dengan seluruh kekuatan nya Raisya kembali memberontak, namun kali ini cekalan tangan Damar lebih kuat dari semula karena Damar menyadari kekuatan Raisya sangat kuat. Raisya tak kehilangan akal dia mengigit kuat lengan Damar.


"Aaaarggghhh! bangsaaat!!! wanita sialan!!!" bentak Damar


plak..


plak..


plak..


Suara tamparan keras berulangkali terdengar di kamar tersebut,


"Berani sekali kau mengigit ku!! dasar wanita sialan!!!!"


Damar membabi buta menghajar Raisya, dia menampar dan melayangkan tendangan beberapa kali ke tubuh Raisya, wanita itu hanya bisa pasrah dengan perlakuan dari Damar yang sudah tersulut emosi, hingga beberapa saat Raisya sudah tak bisa bertahan lagi, rasa sakit di sekujur tubuhnya dan di perutnya membuat wanita tersebut lemah dan tak berdaya.Bayang-bayang wajah sang suami tiba-tiba saja melintas di depannya, Raisya tersenyum getir dia merasa tak ada harapan lagi baginya bertemu dengan Ferdi. Dia mulai meragukan kedatangan Ferdi, berharap Ferdi datang tepat waktu sebelum nyawanya lenyap di tangan lelaki biadab tersebut,rasanya dia sudah tak berani berpikir seperti itu.Raisya masih tersadar ketika Damar mengangkat nya ke atas ranjang dan mulai membuka kancing kemeja yang di pakainya satu persatu, dengan jelas Raisya melihat senyum licik dari Damar sebelum Raisya benar-benar tak sadar diri.


'Abang! maafkan Raisya' batin Raisya dan akhirnya btak sadarkan diri.


Deg....


Dada Ferdi berdebar lebih kencang dari sebelumnya, entah mengapa dia seperti mendengar suara Raisya memanggil namanya.


'Sya... sayang! tolong bertahanlah...aku mohon Sya bertahan!' batin Ferdi

__ADS_1


"Ade! bagaimana?" tanya Ferdi menanyakan perkembangan pencarian Raisya.


"Tuan Jhon sudah mengabarkan kalo mobil tersebut menuju arah luar kota tuan! saya sedang mengikuti arahan dari tuan Jhon! dan anak buah tuan Cris juga sudah berada di area sana tuan! Tapi kita belum bisa memastikan lokasi tepatnya tuan!" jelas Ade panjang lebar.


Ferdi hanya memejamkan matanya saja, dia benar-benar berharap dia tak akan terlambat menemukan sang istri.


Segala upaya dia kerahkan untuk menemukan keberadaan Raisya istrinya.


Praaang. ......


suara sebuah hiasan di meja butik mama Nayla tersenggol dan hancur tak berbentuk.


"Eh...nyoya tak apa-apa?" tanya salah satu pegawai nya.


"Tidak!...aku tidak apa-apa!" jawab mama Nayla.


'Ada apa ini! kenapa perasaanku tak enak?' batin mama Nayla sambil memegang dadanya


"Permisi nyonya biar saya bereskan!"


" iya.....bisa ambilkan kotak obat, jariku berdarah!"


tut...tut....tut...


"Hallo " suara papi Kenzo yang menjawab panggilan telepon istrinya.


"Papi? papi dimana? papi gak papa kan? mama merasa gak enak hati!" ucap mama Nayla yang terdengar sangat cemas.


"Papi baik-baik saja ma! sudah lah tidak ada apa-apa!"


jawab papi Kenzo.


"Rasya? Raisya? bagaimana mereka?"


"Semua baik sayang..sudahlah aku sedang bersama Kenan dan Rasya ini!"


"Baiklah kalo begitu, aku akan pulang dan istirahat saja, hatiku rasanya tidak nyaman!"


"iya sayang... istirahat lah!" tut... panggilan terputus.

__ADS_1


"Gimana Zo, ada kabar dari Ferdi?" tanya Kenan yang beberapa saat yang lalu di hubungi oleh Kenzo, mereka terbiasa menghadapi masalahnya bersama.


"Anak buah Ferdi, Jhon dan orang suruhan kak Davin sudah sedikit mendapatkan titik terang, setidaknya mereka memberi informasi yang sama, Raisya di bawa keluar kota! Oh Tuhan semoga anakku baik-baik saja Ken!" harap papi Kenzo.


"Beritahu Ade untuk terus waspada pada Ferdi bila sudah menemukan Raisya!! Anak itu bisa membunuh orang kalo sedang marah!!" ucap Kenan.


"Kau benar! anak itu benar-benar gila!"


"Ya dia sama dengan mertuanya! sama-sama gila!" ucap Kenan sedikit bercanda karena dari tadi dia melihat kakak kembarnya begitu tegang!.Rasya hanya diam melihat dan mendengar kan percakapan mereka, dia juga sangat khawatir terhadap adik semata wayangnya itu.


"Bagaimana bisa kau memelihara karyawan seperti itu Kenan!!" ucap papi Kenzo


"Mana aku tau! dia orang yang pintar dan kompeten dalam bekerja! aku tak tau kalo ambisinya terlalu besar!!" kata papa Kenan sambil membayangkan bagaimana dulu kinerja Damar yang bagus.


"Dia sangat tidak menyukai Ferdi!!! ciihhh tentu saja dia iri pada Ferdi!! bahkan seujung kuku pun dia tak bisa menandingi kehebatan menantu ku!!" ucap papi Kenzo bangga.


"Ya...ya....ya dia menantumu!! tapi dia anak ku Enzo!! ingat itu!" kata papa Kenan.


"Kau hanya sedang beruntung mengenal dia lebih dulu Ken!!"


Entah mengapa mereka mulai berdebat memperebutkan Ferdi, Rasya hanya tersenyum melihat betapa sayangnya mereka pada Ferdi, kepribadian Ferdi, sifatnya yang tanpa pamrih membuat keluarga besar Hardiansyah menerima dia apa adanya! Bahkan papa Kenan yang tidak punya anak lelaki merasa sangat senang mendapat seorang Ferdi, bagi papa Kenan Ferdi seperti perpaduan antara Aryo dan Daniel, papa dan uncle nya.


Aryo yang dingin tegas dan galak di padu dengan sifat slegeannnya Daniel dan sifat jahilnya juga, Ferdi seperti kiriman dari Tuhan agar Kenan terus bisa mengingat kedua lelaki di keluarga Hardiansyah yang sangat berjasa bagi Kenan dan Kenzo. tak salah bila papa Kenan sangat menyayangi Ferdi, Krisna dan Haris yang notabenenya adalah menantu nya sendiri masih tergeser dengan keberadaan Ferdi di hati papa Kenan.


Ferdi, lelaki yang sekarang menjadi perdebatan si kembar itu, terlihat lebih cemas dari sebelumnya, namun ada sedikit kelegaan di hatinya, karena titik terang keberadaan Raisya mulai tercium.


bersambung...


Readers : thor kira-kira Raisya jadi di perkosi gak sama Damar?


othor : di perkosi? di perkosa kah?"


readers : hush!! othor puasa lho.. kata-kata nya di jaga!! bikin otak traveling aja!


othor : 🤔🤔🤔🤔


readers : gimana thooor?????


othor : Agak nyesek dikit ya...✌️✌️ masa' Ferdi lucu terus! ntar dia iri sama Kay dan Nai yang pernah menderita!! aku bikin agak........

__ADS_1


readers : Jangaaaaaaaannn!!!!


__ADS_2