Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
The Next Generation 2


__ADS_3

"Dasar menantu mesum!!!!" jitakan dari papi Kenzo mendengar kegesrekan sepasang suami istri itu.


Papi Kenzo merasa geram dengan keabsrudan pasangan tersebut, bisa bisanya di saat genting seperti ini mereka membicarakan hal yang menurut Papi Kenzo tidak penting.


seharusnya Ferdi khawatir dengan keadaan Raisya dan 3 bayi kembarnya begitulah pikir Papi Kenzo, namun Papi Kenzo tidak tahu kalau itu adalah cara Ferdi untuk mengalihkan rasa sakit Raisya, dia merasa tidak tega melihat istri kecilnya itu kesakitan karena kontraksi. karena Ferdi sudah datang menemani anaknya melahirkan di ruang persalinan,papi Kenzo mengajak sang istri untuk keluar dan menunggu di luar itupun juga saran dari dokter agar tak terlalu banyak orang di ruang persalinan.


"Sya papi dan mama keluar dulu ya..kamu sudah di temani suamimu!" kata papi Kenzo sambil mengelus rambut anaknya yang menahan sakit. Raisa hanya menganggukkan kepalanya saja karena sudah tak sanggup berbicara lagi menahan sakit di perutnya. sudah lebih dari 7 jam jam awal kedatangan Raisya ke rumah sakit namun setelah dokter memeriksanya, Raisya masih mengalami pembukaan yang ke-4.


"apa masih lama dok?' tanya Ferdi dengan cemasnya. bahka dia sudah tidak tahan melihat sang istri kesakitan.


"Sya... sayang operasi saja ya oke? kita bilang dokter operasi saja ya?" kata Ferdi mencoba membujuk Raisya. namun Raisa masih tidak mau dia merasa masih kuat walaupun sakitnya sungguh Hampir tak tertahankan.Raisa mengikuti saran Suster yang kira-kira berusia 45 tahun, untuk berjalan beberapa langkah mengitari ruang persalinan,sang suster mengatakan itu akan mempermudah pembukaan menjelang persalinan. Ferdi menatap tajam Suster tersebut, bagaimana bisa si suster menyarankan hal tersebut kepada Raisa Ferdi tidak tahu kalau itu adalah cara yang cepat untuk menghadapi persalinan,yang dia tahu hanya Raisa merasa sering kesakitan apabila berjalan mengitari ruang persalinan karena mungkin saja Raisya akan kecapekan.


"ini cara cepat untuk menghadapi persalinan Tuan!" kata sang suster yang mendapat tatapan tajam dari Ferdi.


"bagaimana kalau istriku kecapean?" tanya Ferdi datar.


"tidak Tuan! ini akan mempermudah persalinan!!percaya pada saya!!'' kata Sang suster meyakinkan.


"Aaargghh.... bang sakit bang sakit!!" kata Raisya.


Ferdi seket ketika membawa Raisa naik ke atas ranjang bersama si suster,rekan suster itu langsung berlari memanggil dokter untuk menangani persalinan Raisa sepertinya Raisa sudah saatnya untuk melahirkan. dan benar saja ketika dokter masuk Raisa sudah mengalami pembukaan full yaitu 10 dia sudah bersiap-siap untuk melahirkan ketiga anaknya.


"baik Raisa tahun dulu!!!.....!'' kata sang dokter


Ferdi mengamati bagaimana istrinya ditangani oleh sang dokter. entah mengapa kali ini Ferdi begitu sangat gemetar padahal waktu persalinan Naina dan juga Kayla dia hanya cuma cemas dan masih bisa menahan gemetaran tangannya. namun saat ini tak dapat dipungkiri tangan Ferdi begitu dingin menggenggam tangan sang istri dilihatnya sang dokter sudah memberi apa-apa kepada istrinya untuk mengejan. Raisa sudah mengikuti instruksi dari sang dokter ketika beberapa saat yang lalu air ketubannya sudah pecah.


"ayo bu Raisya sedikit lagi!sedikit lagi anak Anda akan keluar ibu Raisya!!" perintah sang dokter.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian Raisa berhasil melahirkan seorang bayi pertamanya.


"Boy....tuan...!''kata Sang dokter sambil memandang kearah Ferdi.


Ferdy mengulang perkataan dokter, boy? ya...., anak pertama Ferdi berjenis kelamin laki-laki. dokter melihat gelagat Ferdi yang tak baik wajahnya, Ferdi terlihat sudah sangat pucat!! dokter mengira mungkin Ferdi merasa takut atau tidak kuat melihat kesakitan sang istri saat melahirkan. beberapa saat kemudian Raisya diperintahkan oleh sang dokter untuk mengejan kembali, karena kepala sang bayi sudah terlihat lagi.


"lebih kuat lagi Bu Raisa iya sebentar lagi akan keluar!!!" kata sang dokter menyemangati Raisa


"tidak dok! aku tidak kuat lagi!!'' kata Raisa namun masih berusaha untuk melahirkan anak keduanya.


"ya Bu Raisa pinter!!! sebentar lagi benar begitu!!mengejan lagi dan dan..... sedikit lagi sedikit lagi terus!!?" sang dokter terus menyemangati dan memberikan instruksi kepada Raisa dan beberapa saat kemudian...


Bruuukkkk.....


##########


"oh Tuhan Ferdi!!bagaimana bisa kau melakukan itu!!" kata papi Kenan.


"cciihh... anakmu itu kan memang lemah!!" sindir papi Kenzo.


"mana ada Ferdi seperti itu papi!!" elak Ferdi.


"kamu kan sudah biasa Fer!!malah sudah menemani Naina dan juga Kay!!kenapa tidak bisa bertahan!!' kali ini Krisna juga ikutan mengintrogasi Ferdi.


"Itu..karna....!!"


"Sudah!! jangan hakimi anakku terus!!!" bela mama Syila.

__ADS_1


"Maaaa......!!" rengek Ferdi sambil memeluk pinggang sang mama yang berdiri di hadapannya.


"Manja!!!"


"Gak ingat umur!!"


"Sudah jadi bapak woy!!!"


"Jeburin aja ke kolam ikan!!"


sindiran beberapa orang di dalam ruangan itu begitu melihat betapa manjanya Ferdi terhadap Mama Syila. tentu saja mereka geram dengan apa yang sudah Ferdi alami 1 jam yang lalu di ruang persalinan Raisya. bahkan Papi Kenzo yang sudah menyerahkan sepenuhnya Raisya di dalam ruang persalinan pun merasa geram.


"emang kamu belum sarapan Fer?atau kamu terlalu kecapekan?"


tanya mama Syila lembut. Raisya hanya bisa tertawa cekikikan bila membayangkan kejadian 1 jam yang lalu. bisa-bisanya di saat genting,dimana Raisa berjuang melahirkan anak-anaknya Ferdi pingsan begitu saja setelah kelahiran anak pertamanya hingga kelahiran anak kedua dan ketiga nya pun Ferdi tak bisa menyaksikannya, ditambah kehebohan suster yang ada di dalam ruang bersalin karena kaget melihat Ferdi pingsan begitu saja. yang lebih parahnya versi pingsan menabrak beberapa alat medis disana sehingga dia terlihat sangat mengenaskan. seorang suster berlari keluar ruang bersalin mencari bantuan perawat Lelaki untuk mengangkat Ferdi di saat-saat Raisya mengejan untuk mengeluarkan anak keduanya, Papi Kenzo yang kaget langsung berhambur masuk kedalam dilihatnya sang menantu sudah terkapar di lantai.


"Aku hanya tak sanggup melihat Raisya kesakitan ma!!" jawab Ferdi masih dengan mode manjanya.


"Alesan!!! dasar mantu Mafia amatiran!!! melihat darah saja Langsung pingsan!!" Cibir papi Kenzo yang entah mengapa begitu senang mengolok sang menantu.


"Aku memang bukan Mafia pi!!" ucap Ferdi tak suka.


"Mana Harimau liar itu!!! ciihh harusnya aku tadi merekamnya dan menunjukkan pada anak-anak mu kelak bagaimana papa si triple baby!!" lanjut papi Kenzo.


"Gitu aja keok!! ha ha ha ha ha ha!!"


kata papi Kenzo di susul tawa seluruh keluarganya yang ada di sana.ferdi hanya bisa menenggelamkan wajahnya di Perut sang mama karena malu, bisa-bisa nya dia pingsan di saat menemani sang istri!! hilang sudah pamor Ceo galak dan dingin itu, julukan dari karyawan nya di kantor.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2