
'berikan cinta dan perhatian mu padanya ar,...agar kau tidak menyesal jika terjadi sesuatu pada diri naina'... kata-kata dr.risma masih terngiang jelas di telinga aryo.
Aryo yang tidak bisa tidur karna terus memandangi wajah cantik istri mungilnya itu,ya...sejak hamil tua aryo meminta ijin erlita untuk sering tidur dikamar naina karna naina sudah mulai kesulitan dengan bobot tubuhnya karna mengandung si kembar.
aryo membelai lembut rambut naina,ada rasa perih dihatinya...tak henti-hentinya aryo meminta pada Tuhan agar selalu menjaga nainanya.
Aryo bener-bener tak mampu membayangkan hal buruk jika itu terjadi pada naina,apa dia bisa menerima itu semua.
Dan malam ini aryo mendekap erat naina seakan tak mau terpisahkan,karna merasa mengantuk aryo akhirnya menyusul naina ke alam mimpi.
#####
"maaaaassss.....huh....huh....huh...." teriak naina.
"nai....ada apa? apa kau mau melahirkan?" tanya aryo panik.
"mas....sakit......" ucap naina sambil tersengal-sengal.
aryo berlari menyiapkan mobil dan segera membawa naina ke rumah sakit.
jalanan sangat sepi karna memang jam menunjukkan pukul 2 dini hari.
aryo yang panik segera menancapkan gas dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya.sesampainya disana suster langsung menolong naina dan membawanya ke ruang bersalin.
aryo yang panik mondar-mandir tak karuan, akhirnya suster meminta aryo untuk menemani naina di ruang bersalin.
" tahan nai..... sabar...demi anak kita"...ucap aryo memghibur naina... padahal dia sendiri sangat panik dan ketakutan.
akhirnya drama melahirkan si kembar pun berakhir.
naina melahirkan 2 bayi lelaki yang sangat lucu dan sehat.
"nai....anak kita sudah lahir... terimakasih untuk semuanya"...
naina hanya tersenyum...kemudian tangannya menggapai pipi aryo sambil mengelus lembut pipi aryo.
"mas..... tugasku sudah selesai"
"titip mereka untuk ku ya.."
__ADS_1
" apa yang kau katakan nai.....aku tak akan membiarkan kamu pergi...ingat itu!!" kata aryo dengan tegas.
naina menggelengkan kepalanya, kemudian melanjutkan kata-katanya lagi..
"tidak mas..... tugasku sudah selesai"
Tiba-tiba saja wajah naina semakin pucat dan matanya mulai sayup-sayup hampir tertutup,aryo panik melihat naina..sontak dia berteriak memanggil sang dokter.
"dokterr.......!!!! tolong istri ku...nain bertahan sayang...aku mohon kamu harus bisa melewati semuanya...demi si kembar...demi aku nai....aku tidak siap jika kamu ninggalin aku nai....." aryo memelas sambil menggenggam erat tangan naina.
sekali lagi naina mengelus pipi aryo sambil tersenyum.
"jikapun ada kehidupan ke dua di dunia ini mas....aku masih tetep rela berada disampingmu walau tak bisa memiliki mu seutuhnya mas....aku rela..."
"mas.....ingatlah..aku bahagia...sangat bahagia saat bersamamu...bersama kalian...aku bahagia...."
naina tak bisa lagi membendung air matanya, kemudian dia tersenyum dan menutup matanya perlahan...tangan yang semula berada di pipi aryo jatuh begitu saja.
"tidak...tidak...tidak... nai....bangun nai....
sayang.....naiiiiii....bangun nai...."
"naina.....!!!!!!!!" teriak aryo.
samar-samar dia mendengar orang memanggilnya.
"mas.....mas....bangun" naina menguncang tubuh aryo.
" maaaaassss" ucap naina lagi.
Aryo terbangun seketika dari tidurnya, keringat bercucuran di dahi dan pelipis nya.dia terdiam sejenak menatap seseorang disampingnya, kemudian mencoba menyadarkan dirinya sendiri, seketika dia sadar dan memeluk seseorang disampingnya itu... berulang kali aryo melepas dan kembali memeluk seseorang disampingnya, memastikan bahwa orang disampingnya bener-bener naina...
dia melihat jam dinding dikamarnya,jam menunjukkan pukul 02.35.
'Tuhan.....mimpi apa aku barusan...oh ya Tuhan semoga ini hanya mimpi'. batin aryo.
"mas.....ada apa?kenapa teriak-teriak saat tidur?apa mas mimpi buruk?"
Ternyata semua hanya mimpi buruk aryo saja,dia tak langsung menjawab pertanyaan naina,dia hanya terus menatap naina dan kembali memeluknya.
__ADS_1
"jangan tinggalkan aku nai....jaga dirimu baik-baik... dengar itu?" kata aryo dengan tegasnya sambil melepaskan pelukannya.
" nai disini aja mas....gak kemana-mana...udah yuk tidur lagi sekarang masih terlalu pagi"
Aryo kembali berbaring di ikuti oleh naina,aryo langsung mendekap naina dalam pelukannya, sedetik kemudian naina tertidur kembali namun berbeda dengan aryo yang tak kunjung memejamkan matanya,dia masih terus teringat dengan mimpi yang baru dialaminya.
'Tuhan semoga hanya mimpi,jangan pisahkan aku dengannya Tuhan,aku tau aku serakah tapi biarkan aku serakah kali ini Tuhan' batin aryo sambil menciumi kening naina.
#####
"er......bangun..." aryo membangunkan erlita sambil menciumi pipi istrinya itu.
"hemmmm"
"er.....bangun" ulang aryo lagi.
erlita duduk sambil mengucek matanya,melihat aryo yang sudah duduk di ranjang disampingnya.
"namira mana ar?" tanya erlita.
"Dimana sama bibi... sekalian dikasih sarapan"
Tanpa aba-aba aryo langsung memeluk erlita dari samping, meletakkan kepalanya di bahu sang istri sambil mengendus-endus lehernya, erlita tau kalo aryo sedang ada masalah,karna memang itulah yang selalu aryo lakukan bila dia dalam masalah,aryo hanya ingin menenangkan dirinya dan menghirup aroma tubuh istrinya adalah hal yang menenangkan dirinya.
"Katanya ar? ada apa?"
"Dia pergi er......dalam mimpiku dia pergi"
erlita mengelus rambut sang suami....sambil berkata
"Mimpi hanya bunga tidur ar,.....dia tidak akan kemana-mana..dia akan tetap bersama kita, walau setelah anaknya lahir sekalipun aku janji....naina...tak akan pernah pergi dari kita"
Aryo semakin mengeratkan pelukannya,aryo tau bahwa erlita sudah menyadari perasaan aryo pada naina.
"Aku mencintaimu er,...kau tau itu..tidak berkurang sedikitpun"
"aku lebih mencintai ar...lebih..!!!"
Mereka saling menguatkan,ya.....dua orang yang dipaksa keadaan untuk menerima seseorang diantara mereka.
__ADS_1
bersambung......