
"Naina??!!"
ucap Krisna dan Kenan dan langsung berdiri spontan.
Airmata Naina melesat melewati pipinya tanpa permisi, perkataan sang papa cukup membuat Naina berpikir bahwa lamaran Krisna di tolak mentah-mentah oleh Kenan sang papa, ketakutan Krisna yang selama ini membuat dia menyerah untuk memperjuangkan Naina, ternyata terjadi juga,ya... Krisna selalu takut untuk berjuang, perbedaan status sosial keluarga mereka yang membuat seorang Krisna tak berani memperjuangkan Naina,cinta nya selama ini,dan nyatanya hari ini di dengar juga oleh telinga Naina sendiri.
Naina mundur perlahan,tepat ketika Jay asisten papanya datang,
"Nona Naina?"
Naina menoleh dan berlari keluar kantor papanya, hatinya sakit,marah pada papanya adalah hal yang tak sanggup dilakukan Naina tapi melepaskan Krisna itupun sangat menyakitkan untuk Naina.
"Naii...."
panggil Krisna dan bermaksud mengejar Naina.namun Kenan mencegahnya dan menyuruh Jay mengejar Naina dan mengantarkan nya pulang.
"pembicaraan kita belum selesai!"
ucap Kenan duduk kembali di sofanya.
Krisna kembali lagi duduk, perbincangan di antara dua lelaki yang sama-sama menyayangi dan mencintai Naina ini berlangsung cukup lama,entah apa yang di katakan Kenan dan Krisna.namun raut wajah Krisna berubah sendu saat akan keluar dari kantor Kenan., sebelah keluar dari kantor Kenan Krisna berbalik badan
"Bolehkah aku menemui dia, sebelum aku pergi om Kenan?"
"Temui dia....."
Krisna berlalu meninggalkan kantor Kenan, tujuannya sekarang adalah rumah besar keluarga Kenan menemui cintanya,menemui Naina sebelum dia pergi.
Kenan menatap pintu yang baru saja di tutup oleh Krisna,kemudian dia berjalan menuju kursi kebesarannya dan menjatuhkan diri disana.
"semoga keputusan kali ini benar!"
gumam Kenan sambil menerawang melihat langit-langit ruangan kerjanya.
Diperjalanan Krisna hanya memejamkan matanya, berusaha menata hatinya yang retak,kali ini Krisna mengurungkan niatnya ke rumah Naina, sebaiknya nanti malam saja, pikir Krisna,dia memilih kembali ke rumah Ferdi dimana dia menginap selama ini.
ternyata Ferdi sudah di rumah ketika Krisna mengemasi barang-barang nya.
"Jadi kakak pulang?"
"hemmm...."
"menyerah??"
Krisna hanya menoleh pada Ferdi tanpa membalas pertanyaan Ferdi, kemudiaan melanjutkan kegiatannya lagi,
"Bisa anter aku kan nanti?"
tanya Krisna
"pesawat ku pukul 9 malam,tapi kita mampir dulu ke rumah om Kenan"
lanjut Krisna
"Kak!! kakak bener-bener pergi hari ini?"
"Sudahlah Fer... kamu itu berisik?!"
"mandilah dan siapkan mobil,antar aku!"
ucap Krisna sambil membawa tas nya ke ruang tamu dan menunggu Ferdi selesai mandi disana,terlihat jelas wajah sendu Krisna, membayangkan senyuman manis Naina yang tak lama lagi akan semakin jauh dari dirinya.
__ADS_1
sanggupkah dia datang ke rumah Naina dan berpamitan pada gadis nya itu.
sementara di kantor Kenan saja dia tidak sanggup melihat Naina menangis tanpa bisa mengeluarkan suaranya.
sakit saat melihat wajah manis itu melelehkan air matanya.
"Udah kak, berangkat??"
tanya Ferdi membuyarkan lamunan Krisna.
"hemmm"
jawab Krisna.
Ferdi tak berani menanyakan lebih dalam apa yang terjadi pada Naina Dan Krisna,melihat Krisna yang lebih banyak diam, Ferdi membuat kesimpulan sendiri bahwa ada yang tak beres diantara mereka.
sepanjang jalan menuju rumah Kenan,hanya keheningan yanga ada didalam mobil itu.
Sementara di kediaman keluarga Kenan, selesai makan malam mereka berkumpul diruang keluarga,di sana rasanya Naina tak nyaman duduk berkumpul dengan sang papa,masih jelas tersimpan rasa kecewa dihati Naina mengingat percakapan Krisna dan Kenan tadi siang.
"Besok kamu berangkat Nai, om Jay sudah mengurus semua berkas kuliah kamu di sana!"
ucap Kenan yang tengah duduk di depan Naina dan Kayla.
"kak Nai mau pergi kemana pa?"
kali ini Kayla yang buka suara, sedangkan Naina hanya bisa menunduk sambil menahan dengan kuat airmatanya yang mau jatuh di pipinya,hatinya sangat sakit mengingat dia harus tetap pergi ke luar negri dan meninggalkan semuanya di sini.
"Kakakmu akan melanjutkan S2 nya sesuai rencananya kemarin"
"Tapi pa..."
"Apa kamu tidak ingin menanyakan bagaimana pendapat Naina pa?"
Syila akhirnya buka suara, melihat anak gadis nya, hanya menunduk tanpa berniat menjawab perkataan sang suami.
"Ini impian Naina dan rencana awalnya memang seperti itu kan? apalagi yang harus di bahas lagi?"
"Bantu Naina berkemas, pesawat nya akan berangkat besok siang, Jay akan ikut kesana dan membantu Naina mencari apartemen dan persiapan kuliah nya"
lanjut Kenan.
tiba-tiba seorang pelayan datang
"Maaf Tuan, ada den Krisna katanya pengen ketemu sama non Naina?"
"Suruh masuk kesini saja!"
"Baik Tuan!"
pelayan itu berlalu, Kenan dapat melihat wajah gelisah anaknya, Naina meremas sendiri tangannya, Kayla yang menyadari kegelisahan kakaknya, tiba-tiba mengenggam erat tangan Naina.spontan Naina menoleh ke arah Kayla dan disambut senyuman manis Kayla.Naina hanya menatap lekat ke arah mata Kayla,seakan sudah tak bisa berbuat apapun.
"Temui dia... sebelum kamu pergi!"
Kenan berlalu naik ke atas,dia seakan tak sanggup melihat kesedihan di wajah Naina, tapi bagi Kenan inilah yang terbaik untuk Naina.
Naina segera berjalan cepat menuju ruang tamu, disana sudah ada Krisna dan Ferdi yang menunggu.
Tanpa basa-basi Naina menubruk Krisna,masuk ke dalam pelukannya Krisna,
Naina melepaskan tangisan nya disana, Ferdi akhirnya memilih keluar dari ruang tamu itu, membiarkan keduanya menyelesaikan urusan mereka.
__ADS_1
"Jangan menangis lagi!"
pinta Krisna setelah melepaskan pelukannya,menghapus airmata yang mengalir deras di pipi Naina.
"Berjanjilah jangan menangis lagi! hemmm?"
ucap Krisna lagi, Naina hanya mengeleng dengan cepat, dia seakan tau apa yang akan dilakukan Krisna, Krisna pasti menyerah! itulah hal pertama yang ada dipikiran Naina, Krisna terus memandanngi wajah mungil Naina, Krisna meraba pipi Naina seakan menikmati wajah itu untuk terakhir kalinya.
wajah yang akan dia rindukan,
dikecupnya lama kening Naina kemudian turun ke mata sembab dan berakhir di bibir Naina, Krisna seolah tidak peduli bila ada yang melihat perbuatannya.
Naina semakin terisak di depan Krisna.
"Kejarlah cita-cita mu Nai,... kamu ingin menjadi seorang spikiater handal kan?hemmm??"
kembali Naina mengeleng dengan cepat, yang dia ingin Krisna, begitulah otak Naina berpikir.
"Maafkan kakak Nai,... pergilah.. kejarlah cita-cita mu... banggakan oraang tuamu,jangan kecewakan papamu"
Naina semakin terisak,dia masih tetap mengelengkan kepalanya.Rasanya Naina sudah tak menginginkan apa-apa lagi kecuali Krisna dan restu papanya.
"Maafkan kakak Nai...maaf..."
kembali Krisna memeluk Naina. setelah dirasa cukup Krisna melepaskan pelukannya.
"Kakak pergi Nai.....kakak sangat mencintai kamu Nai.....ingat itu...hanya itu yang harus kamu ingat!! dan kakak mohon...jangan menangis lagi...!"
ucap Krisna, matanya sudah berkaca-kaca,namun sebisa mungkin dia menahannya,bagi Krisna inilah yang terbaik untuk Naina.
"kakak menyerah lagi?? hemm? jawab kak?"
Krisna hanya diam menatap wajah sembab Naina.
"Jangan melepaskan aku kak!! Nai mohon jangan lepaskan Nai...hiks...hiks...hiks...."
lanjut Naina
Krisna tak sanggup lagi melihat Naina,dia berlari keluar,meninggalkan Naina dengan tangisannya.
Naina seakan tak sanggup berdiri lagi, kayla yang melihat itu dari kejauhan menutup mulutnya sendiri, agar tangisnya tak terdengar sang kakak.
Naina akhirnya jongkok dan memeluk lututnya sendiri...
"Jangan lepaskan aku kak hiks ...hiks...aku mohon... jangan lepaskan aku!!"
bersambung...
-kadang apa yang di pikirkan orangtua sangat berbeda dengan apa yang ada dipikiran kita....-
#bukankah ada kata-kata yang sering kita dengar " cinta tak harus saling memiliki"
😢😢 semangat Nai, semangat Kris!!
like
vote
komen
ya biar ide ku cepet ngalirnya 😁
__ADS_1