Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Krisna dan Naina.


__ADS_3

Ferdi berlarian kesana kemari di dalam kamarnya, ya Ferdi sudah pindah ke kamar yang lebih besar di rumah utama karena box bayi triple Bi tak akan muat di kamar lamanya, papa Kenan sudah memberikan solusi untuk menyatukan kamar lama Ferdi dengan kamar Kay, nanti Kayla yang akan pindah dari kamarnya, namun Ferdi merasa terlalu lama kalau harus merenovasi ulang kamarnya dan juga kamar Kayla. Ferdy akhirnya memutuskan untuk memilih kamar yang lebih besar dari kamar lamanya untuk memindahkan box bayi triple Bi.


oek...oek....oek....


si Acca menangis karena kehausan karena itu Ferdi berlari kesana kemari membuatkan susu formula sambil sesekali menenangkan Acca yang ada di box bayi, karena saat ini Raisya sedang menyusui Arra. sedangkan si Rendra tidur dengan tenangnya seakan tak terusik dengan tangisan adik kembarnya tersebut.


"sebentar sayang!...." kata Ferdi sambil mengocok susu dalam botol dan di berikan pada Acca. seketika bayi tersebut terdiam.Ferdi menjadi sosok ayah yang sangat perhatian, bahkan segala sesuatu nya di lakukan sendiri oleh Ferdi, para pengasuh hanya bekerja saat Ferdi berada di kantor nya.Raisya memilih menyusui sendiri anak-anaknya walaupun harus di sambung dengan susu formula, namun Ferdi yang pengertian benar-benar membantu dirinya.


Di lain tempat Krisna sedang memanjakan Naina yang seharian sudah lelah mengurus Nawfal, Nawfal dan triplek Bi hanya berjarak 1 tahun sedangkan dengan Delina anak Haris beda 7bulan saja.


"Udah Nai sayang... biarkan anak-anak sama ibu, kamu istirahat saja sementara, merilekskan badan kamu!"


Kata Krisna yang sedang membawa Naina ke sebuah spa untuk di pijat, Krisna hanya menemani Naina untuk memanjakan istrinya tersebut. Selesai dari spa kini Krisna mengajak Naina makan malam di sebuah cafe yang cukup romantis, di temani lampu temaram.


"Waahh indah sekali sayang!"


kata Naina berbinar, sudah hampir 6 bulan Naina tak lagi bekerja, dia memilih mengundurkan diri terlebih dahulu untuk mengurusi anak-anak nya, bu Kasih sang mertua tak lagi muda untuk mengawasi cucu-cucunya yang berada dalam pengasuhan baby sitter bila Krisna dan Naina bekerja.


"Kamu suka sayang?" tanya Krisna sambil memeluk pinggang sang istri, dia menunjukkan sebuah gazebo yang sudah di lengkapi dengan beberapa makanan dan lampu warna-warni.


"Suka banget..... Makasih sayang!" ucap Naina.

__ADS_1


"Ingat tidak Nai, kalau hari ini adalah hari jadi kita? kamu datang ke rumahku dengan luka di keningmu! saat itu aku merasa sangat bodoh Nai!! harusnya aku yang memperjuangkan kamu! harusnya aku yang berani melangkah menuju dirimu!! Namun karena ketidak percayaan diriku...aku mengabaikan mu walaupun aku sendiri sangat sakit!!" kata Ferdi


Mengenang pertama kali mereka saling mengungkapkan rasa, ciuman pertama nya dan kebahagiaan selama beberapa tahun dia pendam sendiri. Naina memeluk Krisna erat, di antara dia, Kayla, Raisya dan Belinda sahabat nya, kisah cintanya lah yang memang paling rumit, Naina berharap pernyataan cinta dari seorang lelaki yang ternyata tak pernah berani mengungkapkan isi hatinya hanya karena perbedaan status sosial, penolakan pertama oleh papa Kenan, hingga di kirimnya dia ke luar negeri, walaupun pada akhirnya pernikahan yang di harapkan Naina terlaksana juga.


"Terima kasih sudah mau bersama dengan ku Nai!"


"Terima kasih pada Tuhan yang membuat bencana banjir saat itu, hingga pada akhirnya aku bisa bertemu dengan gadis kecil 10 tahun yang sangat tegar kala itu!" ucap Krisna sambil mengeratkan pelukannya.


Hari ini Krisna benar-benar bagai remaja yang sedang berpacaran saja, setelah makan malam romantis di sebuah cafe dengan gaya pedesaan, kini Krisna mengajak Naina bermalam di sebuah hotel mewah dengan memesan kamar presidential suite room,hal yang tak pernah Krisna lakukan.Naina sampai terharu dan terkagum-kagum, mereka memang kaya, namun sikap sederhana yang di tanamkan oleh pak Rahmat dan bu Kasih pada Krisna, membuat Krisna tidak mudah menghambur kan uangnya, namun bagi Krisna hari ini adalah momen spesial untuk sang istri.


"Ini berlebihan sayang....!" kata Naina saat menelusuri kamar tersebut.


"Ya memang ...dan kau harus membayar kelebihan itu!" kata Krisna berbisik.


Melucuti pakaiannya dan istrinya dengan perlahan, Krisna benar-benar ingin membuat Naina nyaman bersamanya malam ini.Pergulatan mereka pun di mulai, dengan berbagai gaya, Krisna mulai mengempur Naina dan entah mengapa, mungkin terlalu terbawa suasana Naina menjadi begitu agresif di atas ranjang, bahkan Naina memakai gaya women on top dengan berbagai macam gayanya.


Hari ini Krisna memang memanjakan Naina, tapi sepertinya di atas ranjang kali ini Krisna lah yang di manjakan sang istri. Hingga pada ronde ke 3 Krisna mengakhiri pergulatan nya karena merasa kasihan dengan Naina.


"Tidurlah sayang.....cup!" Krisna mencium kening sang istri.


"Terima kasih Naina!! kau selalu segalanya untuk ku!"

__ADS_1


Ucapan Krisna terakhir sebelum terlelap bersama sang istri.


bersambung.....


Aku kangen sama mereka berdua, kisah Naina dan Krisna di awal season ke dua, mau tak bikin ada pelakor atau pembinor eehh aku gak suka!!


Yo wis lah sak karepku!!😁😁😁✌️✌️✌️✌️


Aku mau bikin kisah baru, soal Birendra anak babang fer-fer...lagi nyari inspirasi....soalnya ada beberapa novel yang sudah end....buat gantiin yang udah end.....kepoin juga ya...Buat novel ini kalau udah agak bosenin komen ya...biar aku end sekalian... kalau masih suka aku lanjutin terus... hehehhehee.....


Beberapa novel yang juga bisa kamu baca....thanks buat para penggemar semuanya...:


@Mr galak suamiku (end )


@Cinta sekar (end )


@Tuan muda Abraham (end )


@Sang asisten Ceo


@Kaulah ibuku.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen....kopi dan mawarnya juga ya.....


__ADS_2