
"Tanda-tanda vitalnya mulai normal dok!"
"Awasi terus!..."
"Baik dokter"
ceklek...pintu ICU terbuka
"Bagaimana anak saya dok!!". tanya mama Syila
"Tuhan masih sayang pada pasien! pasien hanya mengalami shock saja, namun kami belum melihat tanda-tanda dia akan bangun dari komanya, yang jelas pasien sudah melewati masa kritis dan sebentar lagi akan kami siapkan ruang rawatnya."
"Terimakasih kasih dok!" sinar bahagia nampak jelas dimata mama Syila, pun dengan kedua orangtuanya Haris, Kayla merasa ada harapan untuk Haris kembali padanya.Dia benar-benar menyakinkan dirinya semuanya akan baik-baik saja.
" kamu dengar Kay!! Haris pasti kembali!! mama yakin!"
"Iya ma....doakan ya ma..."
"Pasti sayang...pasti!"
Setelah beberapa saat suster memindahkan Haris yang masih setia dalam tidurnya ke ruang rawat inap VVIP, supaya Kayla juga nyaman jika harua bermalam disana, ranjang tempat tidur Haris cukup besar jadi Kayla pikir dia bisa tidur menemani suaminya, beberapa alat medis sudah di lepas dari tubuh Haris hanya tinggal beberapa saja.
3 minggu telah berlalu, mama dan papa mertuanya sudah harus kembali ke negaranya, namun mereka berjanji akan segera kembali lagi , setelah tuan Dawson menyelesaikan proyek kerjanya. kakak perempuan Haris dan suaminya pun juga berkunjung beberapa hari, namun tak bisa berlama-lama karena tuntutan pekerjaan mereka juga sangat banyak.
"Niihhh Buah naga pesenan kamu!" kata Ferdi yang baru saja masuk ke ruangan Haris dirawat.
"Makasih kakak Ferdi yang imut!". jawab Kayla.
"Haiiissshh kalo ada maunya aja manisnya kayak gula buatan!!"
"Idihhh Kay memang manis kok!!"
Ferdi selalu bisa membuat Kay tersenyum, kadang-kadang Ferdi akan berakting di depan Haris, kadang-kadang dia terlihat marah-marah hanya untuk bisa membangunkan suaminya dari adiknya itu. dokter mengatakan untuk sering-sering mengajaknya berbicara walaupun dia tidak merespon, itu bisa menstimulasi otaknya untuk bangun.
"Ehh Ris!!! kalo kamu gak bangun!! aku nikahin Kayla sekarang juga!!! anak kamu aja udah akrab banget sama aku!!! kalo ngidam mintanya cuma sama aku!!! kamu gak ada gunanya!!"
"Ayoooo dong Ris... kasihan i aku... tersiksa nih aku gara-gara ngidamnya istri kamu!!! kamu kan yang bikin Ris!! bukan aku!!"
"Ris!!! dia adik aku satu-satunya, dia gadis yang baik!! dia sangat sayang sama kamu!! bangun Ris!!! bangun!!"
"aku siap deh kamu kawinin dengan siapa aja!! asal banguunn!!!!!.
begitulah celotehan Ferdi ketika berusaha membangunkan Haris, Kayla memang terlihat lebih ceria dari pada 3 minggu yang lalu, namun tak dapat dipungkiri ada gurat kesedihan dari wajah cantik tersebut.
"Sini aku kupasin!"
"Kakak gak kerja?"
"Weekend Kay, ya walaupun aku pengen kaya tapi gak gitu juga kali Kay, ngoyo banget keliatannya! hehehehehe"
ceklek....
"Spada...permisi....yuhuuuu si cantik datang dengan segala pesonanya!"
__ADS_1
"Oh God!!! bagaimana bisa bertepatan banget dengan si ulet keket ini sih!!"
gumam Ferdi melihat siapa yang datang! siapa lagi kalo bukan Raisya, mode gesreknya on tiba-tiba jika melihat Ferdi di depannya. Kayla sedang menyeka wajah dan tangan Haris,dia hanya menoleh ke arah pintu masuk yang menampakkan Raisya disana.
"Siang Ferdi yang gantengnya kemana-mana!"
"hemmmm"
"Bawa apa Sya?" tanya Kayla setelah selesai menyeka Haris.
"Kita rujakan yuk, ini aku udah bawain rujak spesial sekalian jus jambu kesukaan kamu!"
"Ayang Ferdi mau juga?? aku lagi ngidam nih!"
lanjut Raisya.
"Gak!! aku lagi diet!"
"Idihhh udah sekseh gini, apanya lagi yang mau di dietin!! aku terima kamu apa adanya kok ayang Ferdi!"
ucap Raisya sambil mengedip-ngedipkan matanya seperti boneka mainan.
"Tapi aku yang gak terima!, udah Kay kakak mau tidur dulu!! jangan ganggu!!"
"Mau di keloni ayang Ferdi?"
"jaga sikap kamu!!" sentak Ferdi ketika melihat Raisya mendekat ke arah dirinya.
"Udah Sya! jangan ganggu kak Ferdi!!"
"Kenapa Sya? kelihatannya suntuk benar!"
"Papi berulah!!"
"Maksud kamu?"
"kamu tau kan, kalo aku minta pindah ke sini, berarti aku harus menuruti permintaan papi?!"
"emang apa yang papi minta?"
"Papi mau jodohin aku sama anak kolega bisnisnya!! emang aku siti Nurhaliza apa!!"
"Siti Nurbaya kali Sya!!"
"Cantikan Siti Nurhaliza!!"
"Kamu kenalin aja pacar kamu sama papi!! beres! aku yakin papi ngertiin!"
"Tapi aku gak yakin bakalan nemui pacar dalam waktu singkat Kay!!"
Kayla memandang lekat ke arah Raisya kemudian dia beralih ke arah Ferdi, Raisya yang mengerti maksud dari Kayla mengeleng pelan.
"kenapa Sya? toh dia baik!"
__ADS_1
"Gak Kay, aku gak mau melibatkan dia dalam hal ini! kamu tau gimana papi!! bisa mampus kami kalo ketauan papi cuma settingan!"
"Ya di buat beneran dong!!"
"Gak Kay! aku gak mau maksain seseorang buat suka sama aku! Ntar kita sama-sama sakit lagi!!"
"Huh!!! hari ini aku melow banget sih!!". lanjut Raisya sambil menyeka air matanya.
"Kamu beneran cinta sama kak Ferdi?"
"Hemmm...dia cinta pertama aku!kau tau Kay kapan aku jatuh cinta sama dia?"
mereka sedang membicarakan Ferdi yang tertidur disofa tak jauh dari mereka, namun karena Raisya yakin Ferdi sudah terlelap makanya dia sedikit terbawa suasana curhat dengan Kayla.
"Kapan? 10 bulan yang lalu? atau kapan?"
"Sejak pertama aku melihat dia datang dengan kak Nai beberapa tahun yang lalu...cihhhh waktu itu aku masih terlalu kecil dan aku sudah jatuh cinta pada lelaki gondrong itu!"
"Ya udah aku pulang dulu ya....salam buat kakak Ferdi!"
ucap Raisya seraya pergi meninggalkan mereka. begitu pintu ruangan itu tertutup, Kayla memandang kakaknya itu.
"Dengar kan kak? hindari dia jika kakak tak mungkin bisa menyambut cinta dia!"
ucap Kay, karena dia tau bahwa Ferdi tak pernah tertidur, dia hanya memejamkan matanya saja, akhirnya Ferdi membuka matanya dan hanya terdiam menatap langit-langit kamar tersebut.
Kini genap 4 bulan sudah Haris koma, namun hari ini di saat semua orang sedang berkumpul karena kedatangan mama Delina untuk menjenguk anaknya.
Mata Haris terbuka, tanpa reaksi dia hanya diam memandang langit-langit kamar.
"Sayang? Haris?? ini mama sayang!!"
Kala itu Kayla sedang berada di kamar mandi, begitu Kayla membuka kamar mandi dokter sudah memeriksa Haris yang sedikit duduk di atas ranjangnya.
Kayla tak bisa berbicara apa-apa, dia hanya memandang Haris suaminya yang gini juga sedang memandang ke arahnya,namun anehnya tanpa ekspresi sama sekali, dia seolah tak mengenali Kayla.
"Haris? ini siapa sayang?" tanya mama Delina.
"Mama!"
"Kalo aku?" tanya papanya.
"Papa!"
"Dan dia Haris,siapa?" mama Delina menunjuk ke arah Kayla. Haris hanya diam...karena orang yang ditunjuk mamanya hanya diam saja, Haris mengerutkan keningnya seakan berpikir memberi jawaban pada sang mama.
"Siapa ma?" tanya Haris balik.
Deg.... serasa hantaman benda keras di dada Kayla.
*****
"Bagaimana dok?"
__ADS_1
" Acquired prosopagnosia!"
bersambung...