
Sudah 2 jam sejak naina terbangun dari masa kritisnya.
dokter menyarankan agar dia lebih banyak istirahat dan tidak memikirkan banyak hal,dia juga belum bisa melihat anak yang telah dilahirkan nya karna kondisi naina yang masih lemah.
"Kau menginginkan sesuatu?" tanya Erlita,yang saat itu menjaga naina karna aryo harus kembali ke rumah untuk sekedar istirahat.
tenaganya sudah terkuras habis karna menemani dan mengawatirkan naina yang sedang menjalani persalinan.
"iya kak...aku haus..." jawab naina.
Erlita mengambil gelas yang ber isi air di meja samping ranjang naina.
" Selamat dan terimakasih ya nai...kau sudah melahirkan anak itu untuk kami"...seru erlita serambi memegang tangan naina,dia sadar karna naina lah segala impian keluarga Hardiansyah ter wujud sama artinya terwujud pula keinginan nya menjadi seorang ibu.
" selamat juga ya kak...kakak sudah menjadi seorang ibu"...balas naina tulus.
" Jika saja ada kehidupan lagi setelah kehidupan ini kak,aku akan memohon pada Tuhan kak...agar aku bisa hidup sebagai adikmu..." naina berkata sambil tersenyum melihat erlita.
Erlita hanya diam tapi kemudian mengangguk tanda mengiyakan doa naina.
"Kau ingin melihat putrimu?aku rasa kau harus belajar untuk menyusui"...
erlita berkata sambil berlalu dari samping ranjang naina,namun belum sempat naina berjalan jauh,naina sudah memegang tangan Erlita.
"Kak....aku ..emm...aku tidak bisa menyusui anak itu kak"..seru naina sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh ke pipi nya.erlita hanya melihat nya tanpa bisa membaca raut muka naina.
"Lebih baik dia tidak menyusu padaku kak,itu akan lebih mudah untuk kami....dia anakmu kak...aku ingin dia punya ikatan hati denganmu,kau harus merawat nya sendiri dengan tanganmu sendiri kak....karna tugasku sudah selesai kak"
#####
Erlita menatap diam ke dalam ruangan yang penuh dengan box bayi,di tatapnya salah satu box bayi itu... seorang bayi mungil tengah tertidur lelap disana....ya...dia terngiang2 akan kata2 naina.
tiba-tiba airmatanya meluncur begitu saja...dia merasa iba akan nasib ibu dan anak itu... tapi disisi lain dia menginginkan anak itu.
__ADS_1
Hari mulai sore erlita melangkah kakinya ke parkiran Rumah sakit setelah mendapat telpon dari aryo bahwa dia akan menggantikan erlita di rumah sakit.
Diparkiran dia bertemu dengan aryo.
"Sayang...kau pasti lelah.." ucap aryo sambil memeluk erlita,erlita hanya menggeleng di dekapan suaminya.
"Pulanglah....sopir yang akan mengantar mu,jangan lupa makan malam dan segera istirahat"....lanjut aryo.
sekilas dia menatap aryo,lelaki yang sudah sangat lama mengisi hidupnya,lelaki yang tak pernah berubah...selalu mencintai dan menyayangi nya.
"Ada apa?"
"Tidak apa-apa ar"..
"baiklah...pulanglah"..
aryo menuntun erlita ke arah mobil dan membukakan pintu mobil untuk istrinya,dia memandang kepergian erlita sampai mobil itu keluar dari rumah sakit.
#####
"Iya mas... kak erlita mana mas?"
"aku menyuruh pulang,dia pasti lelah seharian menemanimu" jawab aryo.
"Makan lah...bibi membuatnya untuk mu tadi"lanjut aryo.
aryo mengambil piring makanan dan bermaksud menyuapi naina,namun naina menolaknya...
"aku bisa makan sendiri mas...sini piring"
aryo menyerahkan piring yang berisi makanan itu pada naina, selesai makan aryo menyuruh naina untuk kembali tidur.
tok...tok...tok...
__ADS_1
Dari pintu kamar masuklah dokter dan suster untuk memeriksa keadaan naina.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya aryo.
"Semuanya baik-baik saja....baiklah nyonya naina...besok pagi kami akan membawa bayi anda ke sini... sebaiknya sekarang istirahat saja"
"Sekalian besok belajar menyusui ya "...lanjut dokter itu sebelum benar-benar berlalu dari kamar rawat naina.
"Istirahat lah..."..kata aryo.
"mas....siapa namanya" tanya naina.
"kami belum memberikan nama padanya,ki sengaja menunggu kamu melewati masa kritis dulu".
"apa kau punya nama untuk nya?" lanjut aryo.
Naina diam sambil berpikir...kira2 nama apa yang akan dia berikan kepada bayi mungil itu.
"istirahat lah...dokter bilang besok kau akan bertemu dengan bayimu dan akan belajar menyusui" kata aryo sambil membenahi selimut yang dipakai naina.
"Aku tidak akan menyusui nya mas...."
Aryo yang sudah berlalu dan hampir sampai di sofa kamar itu membalikkan badannya seketika,menatap dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Aku akan pergi mas setelah ini....itu anakmu dan kak erlita....tugasku sudah selesai..jadi....aku tak ingin bayi itu terikat batin denganku hanya karna aku harus menyusuinya"...lanjut naina.
Aryo hanya terdiam menatap naina,dia tak habis berpikir bagaimana istri mungilnya ini bisa berfikir sejauh itu....dia menatap heran pada naina..ah iya dia teringat dengan perjanjian mama nya dengan naina,aryo binggung bagaimana dia harus bersikap...otaknya bener2 sulit di ajak berfikir untuk saat ini.
sebelum dia menuju sofa untuk istirahat naina berkata...
"Namira putri Hardiansyah.....aku ingin nama itu untuk bayi itu...apa bisa mas?...paling tidak ada sesuatu yang aku tinggal kan untuk nya... bilang padanya suatu hari nanti...kalau seorang yang pernah mengasuhnya memberikan nama itu untuk nya"...ucap naina sambil tersenyum.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa vote..like...komen ya...buat menyemangat autor hehehhehe...