Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Rindu mama


__ADS_3

" bagaimana kandungan nya tadi?" tanya aryo sesampainya naina di dalam mobil.


"baik...mereka baik-baik..dan kau tau kemungkinan jenis kelaminnya cowok....mama pasti senang" ucap naina dengan senang.


lain dengan ekspresi wajah aryo,..'cowok? berarti naina akan segera pergi dari rumah karna keinginan mama tercapai,..cucu cowok?' batin aryo kemudian dia menghembuskan nafas beratnya.


"kenapa mas?apa kau tidak senang?anakmu cowok dan itu yang diinginkan keluarga kalian...aku senang bisa menyujudkan keinginan mama"...


"tentu aku senang" ucap aryo singkat.


sesampainya di rumah, bertepatan dengan erlita yang keluar dari rumah,dia hendak pergi karna ada urusan.


" hai nai....gimana kandungannya?" tanya erlita.


" mereka baik kak..... dokter bilang seperti nya jenis kelaminnya cowok"...


"waaahh namira punya adik cowok..."ucap erlita.


"Mau kemana sayang?"tanya aryo sambil menghampiri erlita.


dan mendekap pinggang ramping istrinya.


"aku ada pekerjaan sedikit,namira aku serahkan bi Lastri...ya udah aku berangkat dulu ya"


"Aku antar sayang..... pekerjaan kantor ku sudah di kerjakan fery...."


"masuk dan istirahatlah nai....ingat jangan lupa makan siang..kalo ingin apa-apa kau bisa telpon aku nanti"...kata aryo menyuruh naina masuk.


" iya mas.....ati-ati mas..kak..dijalan"


"ok nai pergi dulu ya" kata Erlita sambil melambaikan tangannya.


######


Diperjalanan aryo hanyut dengan pikirannya sendiri, erlita yang sedang menjawab telpon dari kliennya sesekali melihat sang suami yang terlihat tengah gelisah.

__ADS_1


setelah mengakhiri sambungan telponnya Erlita menatap lekat suaminya itu.


"Kau memikirkan naina?"


"hemmm.... iya,hari ini aku liat kaki dan tangannya agak bengkak...tapi dia bilang tidak apa-apa" jawab aryo sambil fokus dengan menyetir.


"Bukan karna anak yang dikandung naina?"


"Apa maksud mu er? aku tak paham"..tanya aryo.


"Anaknya lelaki ar....kalo itu benar, berarti tugas naina sesuai perjanjian mama akan berakhir dan dia harus pergi dari rumah itu"


Aryo hanya terdiam, sejujurnya dia juga memikirkan semua itu tapi dia binggung dengan semua,dengan perasaannya ,apa betul dia menginginkan naina tetap disampingnya,apa bisa dia melihat kesedihan di mata erlita...wanita yang sangat dicintainya.


"apa kau rela dia pergi ar?" tanya erlita kembali.


"er....kita sudah sampai...turunlah aku akan menunggu di meja pojokan itu"...tanpa menjawab pertanyaan dari erlita aryo membuka pintu mobil dan keluar, kemudian membukakan pintunya mobil disamping erlita.


"ayo sayang....."


"tunggu aku sebentar ya"...


#####


Dikamarnya naina memandang hp nya, setelah beberapa waktu lalu dia memohon kepada nyonya Ratna untuk meminta no. telpon mamanya yang ada di negara S.


Hari ini dia ingin sekali menelpon mamanya, mendengar suara wanita yangvtelah melahirkan nya itu....


sesekali dia meremas hp yang ada ditangannya.


akhirnya dia menelpon mamanya yang sangat dirindukan nya.


tut.....tut....tut.....


panggilan tak terjawab,naina mencoba lagi.

__ADS_1


tut...tut...tut.....


"Hallo.....sapa ini?" suara diseberang telpon itu,naina terdiam seketika, airmata nya mengalir begitu saja dipipinya.


"ma.....ini naina"


Diseberang sana sang mama memegang dadanya,terasa sesak dengan memendam kerinduan akan anak gadisnya,anak yang dia korbannya dengan sangat egoisnya.dia mengatur nafasnya agar bisa berbicara dengan tenang dengan anak gadisnya.


"apa kabarmu nai?"


"baik ma....mama baik saja? gimana keadaan nya richo ma?"...tanya naina.


"dia semakin membaik dan dengan beberapa tes mungkin dia akan dinyatakan sembuh"


"Nai hamil lagi ma....kali ini dokter bilang anaknya cowok,kembar....nain harap bener-bener cowok ma karna itu keinginan nyonya Ratna" terang naina kepada sang mama.


"baguslah kalo begitu"


"aku berharap ketika aku melahirkan nanti bisa bertemu dengan mama dan richo.. kisaran 4 bulan an lagi...semoga richo bisa sembuh total dan kembali ke sini,kita bisa bersama lagi ma....."


mamanya hanya diam saja,dia rasanya tak sanggup menatap wajah naina, akhir2 ini memang rasa bersalah kepada sang putri itu kian menebal....andai saja dia punya biasa lain untuk kesembuhan richo maka dia akan lebih memilih tidak menjual anak gadisnya tersebut.


"tutup telpon nya nai,jangan lama-lama telpon sudah ya richo saatnya bangun tidur dannminum obat"


"iya ma....a..ku...." belum sempat naina meneruskan bicaranya sang mama sudah menutup telponnya.


Naina memandang sendu hp ditangannya....


"hiks.....hiks.....hiks....aku rindu mama.... sangat rindu...hiks...hiks..." pecah sudah tangis naina, dia bener2 merindukan wanita yang telah melahirkan nya itu,dia memberanikan dia menghubungi sang mama pada akhirnya,karna selama 2 tahunan berpisah dengan mereka tidak sekalipun naina menelpon mereka tanpa seizin nyonya ratna.


Dibalik pintu kamar yang memang terbuka sedikit,aryo terdiam mendengar kan semua ucapan naina....banyak pertanyaan yang ingin di lontarkan aryo pada naina,...siapa richo...siapa yang dia panggil mama.


'Kamu penuh misteri naina' batin aryo dan berlalu pergi dari depan kamar naina.


Diseberang sana, seorang wanita paru baya sedang menangis sesenggukan,dia meremas hp yang ada ditangannya,sang mama yang tiba-tiba menutup sambungan telponnya karna tak tahan ingin memuntahkan tangisannya tanpa perlu didengar sang anak.

__ADS_1


"maafkan mama nai....maafkan mama"


bersambung.......


__ADS_2