Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
96


__ADS_3

-pernikahan Naina,... Ballroom hotel XXX-


pesan itu masih terngiang-ngiang di otak Krisna, setelah mendapat pesan dari nomor tak dikenal itu, Krisna berlari keluar dan memanggil taksi untuk segera kembali dan memastikan kebenaran dari pesan tersebut.foto Naina saat dibandara dan saat di hotel menandakan bahwa Naina bener-bener sudah pulang.


"Gak mungkin Naina menikah kan?? gak .....gak ...gak boleh.....pak ngebut cepat pak!!!"


sopir taksi itu seketika menambah laju taksinya, iming-iming tambahan uang akan diberikan jika sang sopir bisa mengantarkan Krisna ke hotel XXX dengan lebih cepat.


Sedangkan Ferdi yang berusaha menghubungi Krisna kini sudah merasa lega,karena Krisna sudah tau akan berita tersebut, Ferdi yang gak mau kalah dengan cepat berganti pakaian formal dan berlari kecil ke arah mobilnya dan segera berangkat ke hotel dimana Naina akan menikah.


Sedangkan Kayla dan Naina sudah mengendap-endap menyusuri lorong hotel itu, dengan pakaian pelayan yang di kenakan Naina.


"Kay apa ini akan aman??"


tanya Naina pada Kayla adilnya.


"Sudah lah kak! yang penting kita pergi dulu,kay gak rela cowok macho itu gantiin kakak cantik!!"


"emang kamu yakin Kay,dia calon suami kakak?"


"Yakin kak! Kay gak pernah liat dia sebelumnya, pakaian nya rapi,dia datang dengan kedua orangtuanya dan dia di arahkan ke ruang keluarga besar kita,siapa coba kalo bukan calon yang di carikan oleh papa!"


"Kay sembunyi!! ada papi!!"


kata Naina sambil menarik tangan Kayla dan bersembunyi.


"Kak kita lewat tangga darurat aja, kemudian kakak pergi aku akan panggil kan taksi buat kakak!"


"terus kamu gimana Kay?"


tanya Naina binggung.


"Tenang kak,biar aku aja yang nanganin disini,okey kak...ayo...kak kita jalan lagi!"


ajak Kayla.


"Nai?? Kay?"


seketika sebuah panggilan menghentikan mereka...


"Mau aku tolong?" tanya Abizam,ya ternyata orang tersebut adalah sepupunya Abizam.


seketika Naina dan Kayla tersenyum dan mengangguk bersama.


Sedangkan dijalan sedang macet, Krisna sungguh tak tenang di kursi penumpang.dia beberapa menghubungi Ferdi menanyakan bagaimana situasi dan kondisi di ballroom hotel itu, Ferdi mengabari kalo acara belum dimulai namun tamu sudah banyak berdatangan.


bayang-bayang senyuman Naina terlintas di matanya, Krisna teringat percakapannya dengan Kenan papa Naina 2 tahun yang lalu,


"Lepaskan Naina!"


kata Kenan

__ADS_1


"saya tidak bisa om! saya akan berjuang untuk bisa bersama Naina!"


kata Krisna dengan tegasnya.


"Biarkan dia mencapai cita-citanya Kris!"


"setelah itu kau boleh berjuang kembali,dan saat itu aku sendiri yang akan menyerahkan anakku padamu dengan tanganku sendiri!"


lanjut Kenan.


Krisna hanya diam saja, Kenan menyandarkan punggungnya ke sofa yang didudukinya.


"kamu tau kan Kris! Naina keras kepala,dia ingin meraih cita-cita nya di luar negri tapi aku tau ada alasan lain dibaliknya,yaitu kamu! mencari keberadaan kamu, itulah salah satu tujuannya"


"Tapi om..."


"Kalo kau di sini,sudah pasti Naina lebih memilih berada disamping kamu Kris,dan susah pasti juga dia akan mengorbankan cita-citanya,dan bukan itu yang aku inginkan!"


"jadi aku rasa saatnya kamu yang berjuang untuk Naina, lepaskan dia jangan pernah temui dia! agar pendiriannya tidak goyah lagi, setelah cita-citanya tercapai kamu boleh menemui dia"


begitulah percakapan Kenan dan Krisna saat itu,namun hari ini Krisna merasa di hianati oleh Kenan, kepulangan Naina yang terkesan mendadak dan juga pernikahan Naina yang juga tiba-tiba.hancur, sedih dan marah bercampur aduk dihati Krisna,janji yang Kenan berikan padanya nyatanya itu hanya sebuah janji palsu agar Kenan bisa memisahkan Krisna dengan Naina waktu itu.


"Pak kita sudah sampai"


kata si sopir taksi,


"terimakasih kasih pak"


Krisna bergegas masuk ke hotel,namun belum juga Krisna sampai di tempat tujuannya, beberapa orang berjas hitam mencegahnya dan menangkap Krisna dan membawa nya pergi.


"Lepaskan!!! siapa kalian!!!"


Krisna meronta-ronta di dalam cekalan beberapa lelaki bertubuh kekar itu.


"ikuti saja Tuan,agar kami tak menyakiti Anda!"


Naina sekarang berada disebuah kamar yang dihias dengan sangat indah,ya...usaha kaburnya bersama Kayla nyatanya tak membuahkan hasil.


Abizam lebih memilih memihak pada Om nya yaitu Kenan.


"Dijodohkan itu tak ada salahnya Nai!"


begitulah nasehat dari Abizam.


sedangkan Kayla sekarng sedang disidang oleh aunty nya dan juga maminya.


"kamu apa-apain sih Kay!!! kamu bisa bikin papa kamu malu tau!! ini acara ulangtahun papa dan papi kamu juga! tentu semua kolega mereka datang!!! ooohh Tuhan kaylaaaa!!!


ucap sang mama panjang lebar.


"Kamu gak berpikir ke depannya Kay? tindakan kamu ini bener-bener.. aduuuhh Kayla!!!"

__ADS_1


kini giliran si lemah lembut aunty namira.


"Kay cuma gak suka kak Nai nikah sama orang lain!!"


"Tapi gak gitu juga kaaayyy!!!" pekik sang mama sambil memijat pelipisnya karena pusing, Kenan dan Kayla sama-sama bikin pusing bagi Kayla,sifat mereka yang sama saja membuat stok sabar syila kadang habis.


Kayla berbeda dengan Naina yang penurut, Kayla bener- bener sedikit susah di atur.


"sudah-sudah acara akan segera dimulai,ayo kita turun ...dan kamu kay....jangan bikin ulah okey"


ucap sang aunty.kayla hanya bisa mengangguk pasrah.


Acara diawali dengan perayaan ulang tahun si kembar Kenan dan Kenzo san setelah beberapa saat, Kenan mengumumkan pernikahan anak sulungnya yaitu Naina.


Naina berada di kamar hotel saat acara ijab qobul di mulai...seorang lelaki tampan sudah duduk didepan penghulu dan acara pun dimulai..


"Saya terima nikah dan kawinnya Naina Eka Hardiansyah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"


"Bagaimana saksi sahh??"


"Sah...!"


setelah menandatangani surat nikah,dan resepsi pernikahan dilakukan dengan singkat karena memang acara yang awalnya perayaan ulang tahun itu sudah cukup lama berlangsung.


######


Naina gelisah di dalam kamar pengantin nya,ini adalah kali pertama bagi Naina tidur berdua dengan seorang lelaki, apalagi status nya sekarang sebagai seorang istri


binggung dan cemas menyelimuti dirinya, Naina hanya berdiri di tepi ranjang yang sudah dihias sedemikian rupa,rasa dihatinya bener-bener bercampur aduk tidak karuan.


Naina berasa seperti naik rollercoaster,yang di bawa jalan lurus....berbelok..naik....dan tiba-tiba di hempaskan turun ke bawah.


ceklek...


pintu kamar,tangan Naina gemetar dan berkeringat dingin... entahlah Naina merasa sangat canggung.


"Nai....."


suara seseorang yang baru saja masuk tersebut memanggil Naina.


seketika Naina mendongak, tiba-tiba saja airmata nya meleleh tanpa sebab, lelaki yang sudah menjadi suaminya itu mendekat dan memeluk erat Naina.


"Aku bilang jangan menangis lagi Nai!"


bersambung...


---yang minta gak Ngantung nihh... othor lagi berada dijalan yang benar🤭🤭


Bisa tebak gak kata-kata itu pernah diucapkan sama siapa?🤭🤭😍😍😍----


#Save Papa Kenan💪💪

__ADS_1


__ADS_2