Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Daddy yang terbaik


__ADS_3

Ferdi keluar dari ruang bersalin,ia sedikit merapikan rambutnya yang berantakan, kemudian dia berjalan menuju kantin rumah sakit karena merasa sangat haus, mulutnya kering karena berteriak kesakitan di dalam ruang bersalin, Setelah kembali dari kantin, dia sudah berada di ruang rawat karena Naina sudah di pindahkan.


"Waahhh sayang... lihat Daddy mu! jangan seperti dia ya...hahahahaha!" ucap Krisna pada bayi mungil yang dia gendong melihat ferdi yang berjas namun rambut gondrong nya terurai begitu saja.


"Sialan kamu kak!!!" pekik Ferdi sambil berjalan menuju arah Krisna, dia melihat betapa lucunya bayi merah di tangan Krisna dimana dia juga ikut andil dalam proses kelahiran si bayi. Ferdi menatap bayi laki-laki itu, Naina yang paham akan tatapan nanar Ferdi merasa teriris, Ferdi mendambakan seorang anak, bukan hanya anak Naina yang memanggil nya dengan sebutan Daddy, tapi yang Ferdi harapkan adalah anak kandungnya sendiri.


"Sini biar aku gendong kak!" pinta Ferdi, dan Krisna memberikan nya pada Ferdi. Ferdi mengendong bayi mungil itu dengan senang hati.


"Hallo anak Daddy..... Wellcome Nawfal.....anak ganteng Daddy!"


"Nawfal?" tanya Krisna


"Ya... aku ingin dia di beri nama Nawfal! si murah hati! kayak Daddy ya kan sayang....cup..cup..cup!" ucap Ferdi.


"Heleeh!! kayak Daddy katanya!! kayak ayahnya lah!!" protes Krisna.


Beberapa saat kemudian, datanglah bu Kasih dan pak Rahmat, mertua Naina beserta Kamilaa.


"Daddyyyyyy!" panggil Kamilaa


Ferdi menyerahkan bayi mungil itu pada Krisna sebelum dia menangkap Kamilaa masuk ke dalam gendongannya, Krisna hanya menghela nafasnya saja melihat anak perempuan nya begitu dekat dengan Ferdi, Kamilaa berceloteh ria di gendongan sang Daddy sambil sesekali memainkan rambut gondrong si Daddy.

__ADS_1


"Aku yang bikin! kenapa malah nempelnya ke sana sih!" gerutu Krisna saat bayinya baru saja berpindah tangan ke sang ibu, Bu kasih.


Naina terkekeh begitu juga dengan Bu kasih dan pak Rahmat, ya anak Naina, Kamilaa sangat dekat dengan Daddy nya yaitu Ferdi.


"Ini satu lagi, kayak nya juga bakal pilih Daddy nya daripada ayahnya!" saut pak Rahmat yang tau bahwa Naina minta di temani Ferdi saat melahirkan.


"Ciihhh....yang ini bakalan Kris ajari biar ngekor terus ke ayahnya!!" ucap Krisna bernada cemburu yang sontak membuat seisi kamar rawat itu tertawa begitu juga dengan Kamilaa.


"Mereka semua anak Daddy!!! jadi... Daddy tetep......" Ferdi memandang Kamilaa meminta Kamilaa meneruskan perkataannya.


"Tetep yang terbaik!!!" kata Kamilaa


"Good girl!!"..


"Ayah?? ayah tetap yang tersayang!!!" ucap Kamilaa turun dari gendongan Ferdi dan berlari ke Krisna.


"Yeeeeeee......." ucap Krisna dan Kamilaa sambil bertos ria.


Suasana gelak tawa mewarnai ruang rawat tersebut, apalagi beberapa waktu lalu mama Syila melakukan video call karena kesehatan papa Kenan yang menurun saat ini, mbuat mama syila tak bisa menemui Naina secara langsung ke rumah sakit.mereka hanya melakukan panggilan video call melalui ponsel milik Ferdi, Ferdi lah yang menelpon sang mama terlebih dahulu. Setelah puas melihat anak dan cucu barunya, akhirnya mama Syila mengakhiri panggilan telepon nya.


"Jadi namanya Nawfal?" tanya pak Rahmat.

__ADS_1


"Iya yah..... bagus kan?" kata Krisna.


"Bagus.....kakek suka! ya kan sayang...." ucap pak Rahmat pada bayi yang baru lahir itu seakan-akan paham akan ucapan sang Kakek. Ferdi berpamitan kepada Naina dan Krisna karena hari sudah menjelang sore, dia harus menjemput Raisya yang ada kegiatan di kampusnya, tepatnya mengurusi acara wisuda bersama teman-temannya yang beberapa waktu lalu selesai skripsi, namun baru bisa saat ini kampus melaksanakan wisuda mahasiswa nya.Dengan sedikit bujuk rayu, akhirnya Kamilaa melepaskan Ferdi dan membiarkan Ferdi pulang, Ferdi sudah menelpon Ade untuk menjemput nya di parkiran rumah sakit.


Setelah melewati lorong, Ferdi sampai di lobby rumah sakit, disana sedang heboh karena beberapa orang berlarian mengantar kawannya yang terlihat lemas di gendongan seorang lelaki.


"dokter....dokter.....dokter....tolong teman saya....!!" teriak salah satu dari mereka, karena panik salah satu di antara mereka yang memberi jalan pada temannya yang tengah membopong seorang gadis hampir saja menabrak Ferdi.


"Maaf Om!!.....maaf gak sengaja!" kata gadis tersebut.


"Iya..tidak apa-apa!" kata Ferdi yang melihat sekilas gadis yang ada di gendongan lelaki yang heboh bersama teman-temannya itu. Hanya sekilas, namun Ferdi seakan mengenali sosok gadis yang wajahnya tertutup setengah rambut panjangnya, Ferdi melihat sekali lagi dan mengenali cincin yang terpakai di jari gadis yang tergolek lemas di gendongan seorang pemuda yang baru saja melewati nya.


Ferdi mengejar pemuda itu sampai di depan pintu UGD,dan memastikan bahwa penglihatan nya salah., Ferdi menarik lengan si pemuda itu.


"Ada apa Om?" tanya gadis yang hampir menabrak nya tadi.


Ferdi tak menjawab dia membalikkan badan pemuda itu dan melihat gadis dalam gendongan nya.


"Raisya???'" pekik Ferdi Setelah tau bahwa gadis yang pingsan itu adalah istrinya.


"Raisya!!! sayang!!" ucap Ferdi yang langsung mengambil alih dari pemuda tersebut, mereka teman-teman Raisya hanya diam saja karena belum tau siapa Lelaki yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Raisya....sayang!! apa yang terjadi!!" teriaknya pada sekelompok anak muda di hadapannya.


bersambung......


__ADS_2