Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Menutup duka keluarga Dawson.


__ADS_3

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Haris di ikut sertakan ke dalam pesawat pribadi yang membawa Jenazah tuan dan nyonya Dawson, tentunya di dampingi dokter Albert,dokter yang selama ini menangani sakitnya Haris.


Nampak sekali wajah sendu mereka semuanya, terutama Jhon yang seakan tak terima dengan kepergian wanita yang sangat di sayangi dan di hormati nya tersebut, terlebih lagi melihat keadaan Haris yang sangat memprihatikan.


Perjalanan menuju ke tanah air di lakukan dengan pesawat pribadi keluarga Dawson, Hasna berkali-kali tak sadarkan diri di dekapan sang suami, Sedangkan Kayla berusaha keras menguatkan dirinya demi sang suami yang sampai sekarang belum sadarkan diri dengan beberapa alat medis di tubuhnya.


"Tuhan sembuhkan dia! jangan bawa dia ma...pa....." gumam Kayla sambil memegang erat tangan suaminya.


Kayla teringat dengan kedua mertuanya, tiba-tiba ketegaran nya memudar,dia menangis sesenggukan membayangkan bagaimana keadaan suaminya bila terbangun nanti dan tak mendapat i papa dan mamanya.


Jhon bahkan tidak mau memakan apapun sedari tadi, dia hany diam tanpa berkata apapun. berkali Ferdi membujuknya namun tak mendapatkan respon.


"Minumlah!" pinta suster Katie, asisten dokter Albert yang selama ini merawat Haris.


"Tidak !" saut Jhon.


"Setidaknya buat lah tenang orang-orang di sekitar anda tuan!" ucap Katie sambil melihat orang-orang yang ada di sekitar Jhon, Jhon mengikuti pandangan suster Katie dan benar saja semua orang berharap lelaki kekar itu tak lagi larut dalam duka hingga lupa dia bahkan tak makan berjam-jam lamanya.


Jhon meraih minuman yang diberikan pada nya, kemudian memakan sepotong roti, di tengah kunyahan nya diabl berhenti,dia merasa ini adalah jenis roti yang dulu sering di buat untuk nya oleh mama Delina, roti dengan isi batangan keju kesukaannya.


tiba-tiba...


"Hiks.....hiks....." Jhon menutupi wajahnya dengan tangan kanannya, dia kembali menangis mengingat wanita paru baya itu, sedang kan tangan kanannya sudah di genggam suster Katie yang coba memberikan ketegaran pada Jhon.


Memang sesakit itulah di tinggalkan oleh orang yang kita sayangi.


Di rumah keluarga Kenan sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan jenazah, Kenan yang meminta kepada Hasna satu-satunya keluarga Dawson yang masih bisa diajak berbicara, dia meminta agar jenazah di semayamkan di rumah Kenan dan Hasna menyanggupi permintaan Kenan.


Kenan juga menyediakan satu kamar untuk tempat perawatan Haris, karena menurut dokter pengobatan Haris sudah mencapai 90% namun bila di hentikan maka akan kembali menurun kondisinya, jadilah Krisna yang merencanakan membawa dokter Albert dan Suster nya ke tanah air dan untungnya dokter Albert bisa di ganti kan tugasnya di rumah sakit dimana dia kerja.


Kan 2 kamar lagi untuk jhon dan suster Katie karena dokter Albert memilih tinggal di apartemen, dia buka tipe orang yang bisa tinggal bersama dengan banyak orang. Setelah menunggu sekian lama ada 3 mobil ambulan yang masuk ke pekarangan rumah Kenan, namun tak lama sepasang suami istri itu di semayamkan di rumah duka, Namira yang melihat sahabatnya menangis pilu hingga tubuhnya sudah tak mampu bertahan, Namira pingsan di dekapan suaminya Alex.


Kayla bersikeras mengikuti sang mertua ke peristirahatan terakhir, dengan deraian airmatanya, dia mengantar kan pria yang sangat di sayangi suaminya dan wanita yang telah melahirkan suaminya itu.


Duka nampak di antara semua pelayat, banyak dari teman dan rekan bisnis dari keluarga Dawson yang datang, walaupun mereka harus datang dari luar negeri kala mendengar bahwa tuan besar Dawson menghembuskan nafas terakhir dan meminta di semayamkan bersama sang istri tercinta di tanah kelahirannya.


Kayla berkali-kali sesegukan di atas batu nisan keduanya, Hasna yang sudah tak sadarkan diri di bawa suaminya kembali ke kediaman Kenan, sungguh duka mendalam yang di alami keluarga Dawson ikut menyayat hati setiap orang, bisik-bisik dari para pelayat mengatakan berbagai hal


"Ini bener-bener cinta sejati!"


"iya sampai tuan Dawson tak ingin membiarkan nyonya Dawson hidup sendiri"

__ADS_1


"bener-bener kasihan ya anak-anaknya"


"Iya semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka dan menempatkan mereka ditempat yang terbaik"


"Aku kenal mereka dengan baik! dan mereka adalah pribadi yang baik"


Begitulah para pelayat yang datang membicarakan bagaimana keluarga Dawson.


Setelah beberapa saat Kayla pulang ditemani oleh Ferdi, di sampai nya di rumah, dari kamar Haris terdengar suara isak tangis seseorang, Kayla langsung berlari masuk ke dalam sana, di lihatnya dua bersaudara itu saling berpelukan menguatkan diri masing-masing.


"Katakan ini gak bener kak!! katakan ini cuma mimpi!" suara Haris terdengar sangat sendu.


"Dengar kita harus kuat!! harus!!! demi orang-orang yang menyayangi kita Ris!" ucap Hasna melepaskan pelukannya pada adiknya tersebut.


Haris melihat seseorang di ambang pintu sedang menatapnya dengan tersenyum kecil.


"Mine!..... Kayla...sayang!" panggil Haris.


seketika Kayla berlari dan memeluk suaminya, dia senang sekali melihat Haris siuman, walaupun suaminya masih terlihat lemas tapi dia bersyukur suaminya terbangun kembali.


"Mine! papa....mama...!"


Haris menganguk di bahu sang istri, dia memeluk erat tubuh istrinya tersebut.


Semua orang yang ada di sana keluar satu-persatu membiarkan Kayla dan Haris melepaskan rindu.


"Ini sudah jalan takdir hidup mereka Bee! mari kita ikhlaskan ya... sekarang mereka hanya butuh doa kita!"


ya... bagaimana pun Haris harus bisa berlapang dada menerima takdir kedua orangtuanya.


*********


"Kangen gak sama aku?"


Tanya Ferdi sambil memeluk Raisya dari belakang di teras belakang rumah yang memang sepi gak ada orang.


"Eh kak!! aduhh awas kak!! malu di lihat orang!"


kata Raisya yang berusaha melepaskan diri dari Ferdi.


"Kangen tau gak lihat kamu sehari aja!"

__ADS_1


"Heleh....gombal banget!! sebelumnya juga berbulan-bulan gak inget aku tuh!"


sindir Raisya.


"Sindir aja terus sampai nenek gayung lewat!!"


"Eh siapa itu nenek gayung?"


"Nenek nya gayung!!" ucap Ferdi sewot.


"Masih sedih?" tanya Raisya


Ferdi menganguk sambil terus memeluk Raisya bahkan menenggelamkan wajahnya di leher kekasihnya itu.


"Semuanya sudah takdir kak!"


"hemmm aku tau! aku cuma mikir Eno sama Rio mereka gak bisa bermain sama Opa dan Oma nya!"


"Wangi banget sih pacar aku nih!" lanjut Ferdi sambil mengeratkan pelukannya.


Pletaaakk!!!


"Awwooow siap sih yang berani ngetok pala aku!!"


ucap Ferdi sambil berbalik badan. melihat siapa yang membawa centong nasi membuat Ferdi menelan saliva nya dengan kasar. kemudian nyengir menampakkan gigi-gigi putihnya.


"Bisa-bisanya ya!! di dalam masih berduka kamu udah mesum-mesum an berdua!!!"


Ferdi hanya melongo tanpa bisa menjelaskan apa-apa.


"Kenaaaannnn!!!" panggil orang itu yang tak lain adalah papi Kenzo.


"Apa sih Enzo!!" ucap Kenan ketus karena mendengar kakak kembarnya itu meneriaki namanya.


"Sepertinya aku harus memikirkan lamaran untuk anak lelakimu yang kau katakan kemarin!" ucap papi Kenzo tegas dan garang.


"Eh Om....lho kok...paaaaa!" rengek Ferdi.


Kenan hanya menepuk jidatnya saja melihat kelakuan Ferdi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2