
Dengan senyuman sumringah dan bersiul-siul ria, Ferdi memasuki rumah sang papa, Raisya yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala dan pamit ke kamar nya karena mau mengerjakan tugas-tugas kuliah nya karena tadi tiba-tiba Ferdi mengajaknya makan malam di rumah papi, Raisya tak masalah mau kemanapun dia tinggal asal selalu bersama Ferdi, emang bucin akut si Raisya sama Ferdi.
Raisya tau kalo Ferdi bukannya tidak suka tinggal dengan papi Kenzo hanya saja dia merasa tidak mampu jauh dari papa Kenan dan mama Syila yang sudah dia kenal sejak masa-masa awal dia berada di kota J, keluarga itu kemudian secara perlahan mengangkat Ferdi menjadi anaknya karena ketulusan hati Ferdi apalagi beberapa tahun kemudian ibu dan kakak kandung Ferdi meninggal, hal itu membuat Ferdi sedikit terpuruk dan mama Syila lah yang selalu menghibur dan menyanyanginya, pantas saja jika Ferdi tak pernah lepas dari keluarga Kenan, apalagi dia tak pernah mendapat kasih sayang dari sosok seorang ayah sejak masih kecil, jadilah Kenan menjadi satu-satunya ayah yang sangat dia sayangi.
melihat papa dan mamanya berada di ruang keluarga, Ferdi menghampiri nya, dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya membuat sang papa heran.
"Papa...I love you so much...!" ucap Ferdi sambil memeluk papanya dari samping, sang mama hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
"Rencana licik apa yang kamu jalankan?" tanya papa Kenan, entah apa yang membuatnya bertanya seperti itu, namun jiwa kembar nya bisa merasakan kalo kakak kembarnya sedang bermasalah dengan anak lelakinya itu.
"Mana ada rencana licik papa sayang!"
kata Ferdi sambil melepaskan pelukannya dan menghampiri sang mama dan tidur begitu saja di paha sang mama.
Mama Syila dengan lembut membelai rambut gondrong anak lelakinya itu.
"Bukti nya kamu seneng banget gitu! papa yakin mertua kamu itu pasti lagi kesel setengah mati kalo liat kamu sumringah gini!" ucap papa Kenan.
"Ma emang ya orang kembar itu perasaan nya juga menyatu! hi hi hi hi !" ucap Ferdi dan di akhiri dengan cekikikan bersama dengan sang mama.
"Dasar kamu Fer! trus gimana? kamu gak jadi pindah ke sana?" tanya papa Kenan.
"Gak dong pa! mana bisa papa jauh-jauh dari Ferdi ya gak ma?"
"Enak aja papa jadi alasan!! yang ada kamu yang gak bisa jauh dari papa!! papa terlalu mempesona!!"
"Ha ha ha ha ha dan papa terlalu takut sama papi Kenzo!"
"Haiishhh kenapa di ingatkan sih Fer!!"
trinng. ..tring. . tanda sebuah pesan masuk ke HP papa Kenan.
- Lusa aku ada waktu senggang, kita bertemu aku ingin makan siang bersama-
bunyi pesan di HP Kenan dari saudara kembarnya, Kenzo.
"Ferdi!!!! kau benar-benar membawa papa dalam masalah!!" ucap papa Kenan kesal setengah membaca pesan dari Kenzo. Ferdi yang merasa akan ada yang mengamuk segera berlari ke atas menuju kamarnya.
__ADS_1
"Dasar anak kurang kerjaan!!!" teriak papa Kenan.
mama Syila malah tersenyum melihat tingkah anak dan bapak tersebut.
"Papa pengen banyak kerjaan?" tanya mama Syila, papa Kenan hanya mengerutkan keningnya,namun beberapa detik kemudian melebarkan matanya sambil tersenyum manis.
"Iya ma...papa kurang kerjaan! sini aku kerjain mama!" ucap papa Kenan sambil menarik tangan mama Syila menuju kamarnya.
**********
"Beneran sayang!! aku pengen!" kata Krisna memelas.
"Tapi gak sekarang sayang!udah malam juga!"
"beneran besok ya? ya?"
" Iya sayang...udah tidur gih, pulang kerja kita ke sana!"
"iya sayang! aku udah gak sabar lihat opa nya Mila masak!"
Naina hanya geleng-geleng kepala menghadap i sang suami yang nyatanya mengalami ngidam kehamilan nya saat ini, biasanya Krisna hanya butuh menempel pada Naina tanpa meminta apapun, karena memang sejak Naina hamil makanan apapun yang masuk ke badan Krisna akan di muntahkan kembali kalo bukan dari suapan tangan Naina, al hasil setiap makan siang Krisna akan menyempatkan diri menghampiri Naina di klinik atau makan siang bersama di luar.
Dan keesokan harinya, disinilah Krisna dan Naina berada!
"Apa??? gak..gak...papa gak bisa!! kamu tau kan Nai!! papa gak bisa!" tolak papa Kenan.
"Please dong pa, demi cucu papa juga ini!" ucap Naina memelas sambil mengelus perutnya yang mulai buncit.
"Ayoo dong pa Kris bener-bener pengen masak masakan papa!" kali ini Krisna buka suara.
"Kamu mau ngerjain papa Kris!!" ucap papa Kenan kesal.
"Ada apa pa?" tanya Ferdi yang datang bersama Raisya.
"Daddy......!" teriak Kamilaa dan berhambur ke pelukan ferdi.
"Oohh embul nya Daddy...cup..cup!" gendong Ferdi sambil menciumi pipi si embul Kamilaa.
__ADS_1
"Ada apa pa?" tanya Ferdi lagi.
"Ini Krisna lagi ngerjain papa!" adu papa Kenan pada Ferdi.
"Lha kok bisa?" tanya Ferdi
"Masa' dia pengen papa masak buat dia Fer! kalo masak air saja papa bisa!"
heh!!....wajah lesu terlihat di wajah Krisna, entah mengapa dia ingin melihat sang mertua masak dan memakan masakannya mertuanya.
"Aku bantuin deh pa! tapi tetep papa yang masak, kasihan pa..kak Kris lagi ngidam!"
Akhirnya papa Kenan menyetujui permintaan Krisna..
"Waaaaaaa....dia jalan ke sana Fer!! tangkap!!" teriak papa Kenan
"Bentar pa...aku ambil alat dulu!!....aku takut juga!." teriak Ferdi juga.
"Pukul aja Fer! pukul!!" teriak papa Kenan lagi, mereka benar-benar heboh di dapur.
"Gimana ini pa?? papa salah sih! kenapa talinya di potong dulu!! harus nya di matiin dulu pa!!" ucap Ferdi sambil berusaha mengiring bahan masakan mereka yang lari dari wadahnya. Krisna entah mengapa begitu antusias melihat sang mertua yang kesusahan karena ulahnya yang ingin makan masakan mertuanya.
"Hati-hati pa!" Ferdi memperingatkan
"Iya.....ini dapet fer! dapet!?" ucap papa Kenan
"Pa hati-hati!" teriak Ferdi dan....
"Waaaaaaaa!!!!!!!!" teriak Kenan kesakitan.
Setelah drama memasak tadi kini sebuah kepiting besar sudah tersaji matang di depan mata Krisna, papa Kenan sedang di obati jari tangannya oleh Naina karena capitan dari kepiting tersebut, tentu nya dengan tatapan tajam yang tak lepas ke arah sang menantu, Krisna hanya bisa senyum-senyum menanggapi tatapan tajam mertuanya.
"Ma aku rasa anak kak Kris balas dendam sama papa! kan kak Kris sering di buat susah sama papa!" bisik Ferdi ke telinga mama Syila yang ada di sampingnya.
"Bener kayaknya Fer!! Syukurin tuh papa!"
ucap mama Syila berbisik pula dan mereka akhirnya cekikikan berdua.
__ADS_1
bersambung....