
"Ma....."
panggil Kayla yang masuk di ikuti dengan Hariss.
"Kalian sudah sampai!!"
Mama Delina yang membuka pintu dan menyapa dua orang fenomenal tersebut.
setelah keduanya masuk sempurna ke dalam kamar hotel, mama Delina menguncinya segera.
di sofa tengah duduk manis mama Syila dengan secangkir teh lemon yang terlihat masih hangat,karena asap masih mengepul dari cangkir tersebut.
Dengan segera mama delina mengambil sapu yang dipinjam dari cleaning servis hotel sebelum masuk kamar tadi.
"Dasar anak nakal!!!!"
teriak mama Delina sambil memukul anak dan calon menantu imutnya itu, mama Syila langsung berdiri melihat pemandangan langka tersebut, virus reporter mama Delina rupanya sudah menular ke mama Syila hingga dengan antusias nya mama Syila merekam setiap adegan kejar-kejaran antara sang calon besan dengan kedua anak ajaib tersebut.
"Ampun maaa!!! mama apa-apain sih!!"
ucap Haris sambil terus saja berlari kesana sini sambil mengandeng Kayla yang sama-sama dipukul i dengan gagang sapu.
"Berani-beraninya kalian membuat ulah dan mesum di dalam mobil!!!! Astaghfirullah Hariiiiiisss!!!! kamu bikin malu mama!!! ingat dosa Riiiiisss!!!!"
teriak mama Delina dengan amarah yang benar-benar sudah ada di ubun-ubun.
seketika Kayla dan Haris melotot, mereka saling pandang dan mencoba mencerna perkataan mama Delina.siapa yang memberitahu mereka?? pikir Kayla,dia percaya pada om Alex karena Om Alex adalah orang yang pandai menyimpan rahasia,dan om Marcel jelas tidak mungkin karena Kayla tahu sang mama dan calon mertua tidak mengenal sahabat dari Om alex tersebut.
"Apa yang mau kalian jelaskan!!! hah???!!!"
"Ma bukan begitu ceritanya......mama....!!!"
belum juga Haris selesai berkata-kata mama Delina sudah memotong omongan sang anak.
"Jadi apa??? kalian bener-bener membuat mobil itu bergoyang!!???"
"iya tante cantik....tapi...."
kali ini Kayla yang bicara, berharap dengan memasang wajah imutnya mama Delina bisa luluh.
"Astaghfirullah Hariiiiiisss!!!!! kamu bener-bener ngebet pengen punya anak apa!!! hah???!!! berani-beraninya kalian uji coba di dalam mobil!!! di pinggir jalan lagi!!!"
Drama mantu dan mertua itu di abadikan dengan apik-nya oleh mama Syila.
"Kayaknya nona berisik kalah berisik dari camernya!!"
celoteh mama Syila melihat anak bungsunya itu kalah ngomong dengan mama Delina, padahal Kayla adalah satu-satunya anggota keluarga yang paling berisik dan argumennya tak bisa dikalahkan, kecuali oleh Ferdi yang kakak angkat yang memang mereka terlihat seperti Tom and Jerry.
"Mama salah paham!!! bahkan masalah nya sudah selesai di kantor polisi tadi!!!"
__ADS_1
Haris mencoba untuk membela diri, karena di rasa badannya sudah cukup sakit mendapat pukulan dari gagang sapu tersebut.
"Aku bahkan tak menyentuh Kayla ma!!"
Kayla menganguk-angguk mengiyakan perkataan dari Haris, entah mengapa kali ini Kayla lebih banyak diam, dia benar-benar kala telak dari sang calon mertua dalam ber kata-kata.
"Kamu gak menyentuh Kayla???"
"iya ma!!"
"Dan kamu pikir mama percaya!!!"
"Kayla gadis baik dan manis kok tante!"
jawab Kayla
"Iya ma... aku gak mungkin menyentuh Kayla ma!!"
Di belakang mama Delina agak jauh terlihat mama syila cekikikan mendengar Haris tak mungkin menyentuh Kayla, kemudian dia mencoba menetralkan raut wajahnya karena mereka sedang marah pada anak-anaknya, mungkin lebih tepatnya mama Delina saja yang marah, sedangkan mama Syila hanya menikmati pertunjukan nya saja.
"Yakin kamu gak nyentuh anak tante?"
kali ini mama Syila berkata dengan datarnya.
"Yakin tante!!! Haris berani sumpah deh!!"
kata Haris berusaha menyakinkan mama Syila dan mamanya sendiri.
ucap mama Delina sambil memukul-mukul tangan Haris.
Haris dan Kayla benar-benar gak sadar kalo mereka sekarang dalam posisi yang tidak menguntungkan sama sekali, karena aksi kejar-kejaran yang tadi dia dan sang mama lakukan, membuat Haris berlari kesana kemari dan berakhir diatas kasur, hingga dia berharap jauh dari jangkauan mamanya.
tanpa mereka sadari di atas kasur Haris dan Kayla duduk saling berpelukan... Haris yang tadi mencoba melindungi Kayla dari amukan gagang sapu dari mamanya.
"Ciihhh!! di depan mama saja kamu begitu!!! apalagi di belakang mama!!"
Haris langsung melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang dan memeluk mamanya erat.
" bukan begitu mama sayang!!"
"Diam kalian!!!"
"Oohhh Tuhan kepalaku sakit!!"
mama Delina memegang kepalanya sendiri, rasanya sangat pusing memikirkan mereka berdua, Haris mengiring sang mama duduk di tepi ranjang.
"Minggir kamu!!! mama masih marah sama kamu!!"
mama Delina mengambil ponsel dari tas nya, Kayla sudah berlari ke arah mama Syila dan berbisik
__ADS_1
"Gimana ini ma?? kok tante Delina serem gitu!!, ntar kalo Kayla bener-bener jadi menantunya, bakalan di apain ya ma?"
"udah diem aja!! kamu juga sih yang bikin masalah!!"
Entah bagaimana penjelasan sang polisi tadi di telpon hingga mama Delina begitu marah.
"Hallo Jhon!!! siapkan semuanya sekarang!!! dan segera datang ke sana!! kabari juga suamiku jhon...oh Tuhan jhoooonnn kepalaku pusing!!....tidak...aku baik-baik saja! jangan katakan apapun tentang aku pads suamiku jhonn!!"
tut....
"Mama.....!"
panggil Haris pelan dan hati-hati melihat mamanya sudah memijat pangkal hidungnya.Haris khawatir serangan panik atau panic attack yang kadang di alami sang mama, akan kambuh saat ini.
Haris mendekati mama Delina dan memeluknya erat,karena mama Delina sudah terlihat gemetaran.
"Kayla baik-baik saja ma!!... tarik nafas mama ya....tenangkan.... Kayla baik-baik saja!!"
Kayla yang mendengarnya ikutan merasa bersalah.
melihat mama Delina duduk diam dengan pandangan kosong! membuat Kayla berharap sebaiknya dia memukuli Kay dan Haris saja seperti tadi.
"Dia tidak hamil kan??"
tanya mama Delina dengan pandangan kosong, jujur saja bayangan adiknya tiba-tiba datang kembali.
"Tidak ma... Kayla baik-baik saja, Haris sangat menyayangi nya...gak mungkin Haris ninggalin Kayla ma!"
berbagai cara dan kata-kata manis Haris lontarkan untuk menenangkan sang mama, sudah lama sekali Delina tak mendapat panic attack maka dokternya tak lagi memberi dia obat untuk menenangkan diri.
Di rumah papa Kenan, semuanya berkumpul di sana, mulai dari Namira dan suaminya, opa Richo dan istrinya, pak Rahmat dan istrinya, Denis serta Nayra dan Kenzo yang diminta datang tiba-tiba dari luar kota.
tak lupa Jhon dan tuan Dawson yang sudah duduk manis di sana.
"Delina mengalami serangan panik- nya kembali!"
ucap tuan Dawson yang memecahkan keheningan.
Kenan terkesiap dengan ucapan suami dari teman kakaknya itu,Namira lebih terlihat khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.
"Kenan! tolong ikhlaskan semuanya!"
ucap tuan Dawson dengan nada sedikit memohon, tuan Dawson yang tak pernah bisa merendah dengan sembarang orang kini demi sang istri dia bisa melakukan apapun.
Kenan diam, sambil memejamkan matanya.
bersambung...
#Rumit!!! memang seperti itulah pikiran papa Kenan, ada orang yang benar-benar seperti papa Kenan, takut kehilangan! kalo kalian ingat Kenan lah yang paling tersiksa dengan kepergian mama erlita! dia sangat mencintai dan menyayangi seorang wanita, terlebih lagi kedua anaknya adalah seorang wanita!
__ADS_1
jadi pahami perasaan Papa Kenan yaðŸ¤
Mama Delina?? ..orang yang mempunyai panic attack cenderung khawatir dan ketakutan akan sesuatu yang di alaminya apalagi berkaitan dengan kejadian di masa lalu, untuk mama Delina dia mengalami panic attack karena trauma masa lalu.