Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Do'a Kayla untuk Haris


__ADS_3

Kayla tak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya, berusaha tegar ternyata malah membuat hati Haris sesak! Selama perjalanan ke bandara tangan keduanya tak pernah terlepas, sesekali Kayla memeluk kembali Haris sedangkan Haris jangan ditanya lagi,dia bahkan tak ingin melepaskan tangan Kayla yang sekarang ada di genggaman nya.


"Jaga mereka untuk aku Mine!" ucap Haris


"Hemmm" jawab Kayla sambil menyeka air matanya.


"Kak Eno susah kalo di suruh tidur pukul 7 malam!"


"Kalo dek Rio dia memang suka tidur!"


"Kalo di atas jam 9 malam, kak Eno belum mau tidur itu tandanya dia mau tidur sama Ferdi! bawa dia ke kamar Ferdi!disana dia pasti tidur, sudah berulang kali dia seperti itu Mine"


"Selimut buat Rio jangan kasih yang tebal dia gak akan tidur lama kalo pake selimut tebal"


Haris terus berbicara, mencoba memberi tahu kebiasaan-kebiasaan si kembar, Kayla akui memang selama ini Haris lah yang lebih berperan mengurus keduanya, bahkan di weekend Kayla sampai di larang sang suami ikut campur mengurus si kembar karena merasa kasihan melihat Kayla yang terlihat capek.


Setelah pulang kerja, Haris mengambil alih dalam mengurus si kembar makanya Haris paham betul dengan semua yang berurusan dengan anak-anaknya yaitu Eno dan Rio.


"Kamu tau Mine! aku bahagia saat bersama kamu!! sangat bahagia!"


"Kembali buat Bee, tolong kembalilah buat aku hiks....hiks....buat Eno dan Rio juga! berjanjilah!!"


"Aku tidak bisa berjanji Mine tapi aku bisa berusaha!! dengan cara apapun aku akan berusaha kembali untuk kalian!! aku akan berusaha!!"


Ya Haris bahkan tak bisa menjanjikan apa-apa untuk Kayla, dia sadar betul bahwa segala yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan, kalopun manusia ingin hidup 1000 tahun, apalah daya jika Tuhan menghendaki esok tiada.


Hidup dan mati hanya Tuhan yang tau, dan Haris sadar betul akan itu semuanya,maka dia berjanji berusaha untuk kembali! namun tak berani janji kalo pasti kembali.


Kini mereka sampai di tempat yang dituju, untuk terakhir kali Kayla menciumi seluruh wajah pucat suaminya itu, berharap ini bukanlah yang terakhir, berharap ini hanya perpisahan sementara yang akan membawa mereka ke dalam kebahagiaan nantinya.


Badai pasti berlalu! Kayla percaya dengan itu, dia tengah berada di dalam badai saat ini dan dia berharap semuanya akan segera berlalu.


" Dengar Bee sempatkan meminta Jhon menghubungi aku!"


"Ingatkan Jhon untuk terus memberikan kabar!"


"Dan ingat kamu harus semangat buat berjuang!"


"Jangan khawatir aku!! jangan khawatir anak-anak !! kau tau kan aku bisa membuat kak Ferdi kelelahan!! itu janji kita kan kalo si kembar lahir dia akan menyusahkan uncle nya!!"


Haris menganguk untuk menjawab semua kata-kata yang Kayla lontarkan padanya.


"Aku pergi Mine!" senyuman terakhir Haris sebelum masuk ke dalam pesawat yang di sewa oleh Krisna.


"Ati-ati...ingat jangan lupa memberi kabar Jhon!" ucap Kayla yang melihat jhon masuk ke dalam pesawat pribadi tersebut.

__ADS_1


"Semuanya akan baik-baik saja sayang! kakak janji!" ucap Krisna sambil mengelus rambut Kayla.


"Nitip kak Haris ya kak!'"


"Hemmmm pasti!! kakak berangkat dulu ya! doakan semuanya lancar buat Haris!"


"Hemmm Kayla akan selalu berdoa....dia pasti baik-baik saja kak!!!"


"Semoga Tuhan masih menyayangi Kayla kak! Semoga Tuhan masih memberikan Kayla kepercayaan untuk terus bersama kak Haris!"


"Pasti Kay!!! kita sama-sama akan berdoa!"


"Ya kak!"


"Ya udah kakak berangkat dulu, sudah kamu pulang saja hemm!"


Akhirnya Haris pergi juga untuk berjuang! Kayla dengan berat hati melepaskan suaminya untuk berjuang menyembuhkan sakitnya.


Kayla hanya berdoa demi kesembuhan sang suami karena memang dia taj bisa meninggalkan si kembar untuk menemani pengobatan Haris, hanya Jhon si assisten setia yang di minta Kayla untuk menjaga dan ikut merawat Haris.


Di rumah keluarga Kenan, Eno sedang menangis keras, semua orang sedang menenangkan Eno agar tangisannya segera mereda.


"Cuup cuup diam sayang......kenapa sayang!" ucap mama Syila yang sedang menimang Eno dalam gendongan nya.mencoba untuk menenangkan cucunya.


"mama juga gak tau pa! cuup sayang....!"


"Ferdi mana bi......" teriak mama Syila


"Den Ferdi sedang menelepon tadi bibi lihat nyonya!" jawab si bibi yang tergopoh-gopoh menghampiri mama Syila dengan botol susu ditangannya lalu memberikan susu itu untuk diminumkan pada Eno, tapi bayi itu tetap saja menangis tanpa mau meminum susu yang ada di botol nya.


"Ada apa ma?" Ferdi datang sedikit berlari mendekati mama syila dan Eno yang sedang menangis.


"Gak tau Fer, ini nangis terus!"


"Sini-sini sama uncle aja!"


"kamu telpon Krisna fer?" tanya Kenan


"iya pa mereka sudah berangkat!"


"Sini sayang ... kenapa hemmm?!" lanjut Ferdi menenangkan Eno sambil mencoba memberikan susu kepada Eno setelah beberapa saat Eno akhirnya mau diam dan meminum botol susunya, Ferdi membawa Eno ke kamarnya dan berusaha menidurkan Eno disana.


"pa ma.... Ferdi bawa ke kamar aja ya! sekalian aku mau ngerjain kerjaan yang banyak tertunda!"


"Iya kamu bawa aja ke sana! biar mama jaga Rio disini".

__ADS_1


Eno memang sangat nyaman bila berada di ada di dekat Ferdi, sesuai perkataan Haris dan Kayla kala itu jika akan membuat Ferdi kerepotan dengan kelahiran si kembar dan nyatanya itu benar-benar terjadi!.


namun Ferdi dengan senang hati menerima mereka berdua, Eno yang lebih dekat dengan Ferdi.


Raisya baru saja datang ketika mendapat kabar soal Kayla, Raisya adalah sepupu yang paling dekat dengan Kayla, bagi Raisya menemui Kayla sama saja bonus ketemu Ferdi karena di mana ada Kayla entah mengapa di sana pasti ada Ferdi.


"Tante Syila..... Kay belum kembali?"


"belum sayang..... bagaimana kabar kamu?"


"Raisya sehat Tante,... papa Kenan kangenn!!" rengek Raisya sambil memeluk Kenan.


"Baru juga beberapa hari gak ketemu!! dasar manja!!"


ucap Kenan tapi tak urung memeluk keponakan nya juga.


"Kak ferdi mana?"


"dikamar nya sama Eno!"


"Boleh Raisya masuk?"


"Disini aja!" ucap Kenan karena tau bagaimana perasaan Raisya.


"Udah gak papa sana masuk!" kata mama Syila.


"Ma...!" ucap Kenan tegas.


"Udah biarin! Sya....jangan di apa-apain ya Ferdi nya!" teriak mama Syila melihat Raisya berlari ke kamar Ferdi.


"Kamu itu ma... mereka kan....." Kenan protes pada mama Syila


"Udah dong pa! biarin aja! kalo mereka jodoh juga kita bisa apa!!"


"Mama malah pengen Ferdi segera melepaskan masa lajangnya! emang papa gak kasihan sama Ferdi yang terus ngurus i keluarga kita tanpa peduli gimana dirinya sendiri? mama gak mau!! mama mau anak-anak mama bahagis semua!" lanjut mama syila.


ceklek... Raisya membuka pintu dan mendapati Ferdi tengah berbaring di samping Eno menghadap ke pintu masuk sambil memegang botol susu yang sedang di minum Eno.


"uuuhhhh Hot Daddy!!! seksinya!!...... mau dong diajakin bikin dedek bayi !!"


Ferdi yang mendengar celetuk Raisya langsung saja melotot.


"Oohhh bencana datang!!" gumam Ferdi lirih.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2