Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
68


__ADS_3

Beberapa hari ini Naina nampak tidak sehat, suaranya hilang karena infeksi teronggokan yang di deritanya.namun hari ini dia sudah sembuh walaupun suaranya masih terdengar serak.


"Nih......minum dulu..aku beli di warungnya Bu Darni" Kata Ferdi.


"makasih Fer" kata Naina lirih.


"Beneran gak ingin ke kantor polisi? kata ayahku akan lebih cepet ke kantor polisi nemuin keluarga kamu"


"Nggak....aku takut nanti dikantor polisi aku di pisahin lagi sama Kayla"


Naina bisa saja lapor polisi seperti saran pak Rahmat beberapa bulan yang lalu,namun trauma yang di alami Naina saat pertama kali bertemu dokter rangga masih membekas dihatinya, kebaikan dokter rangga kala itu diartikan Naina sebagai kedok belakang karena pada akhirnya dokter Rangga menginginkan kayla sebagai anaknya.bahkan karena itu , Naina tak mau tinggal lagi di rumah pak Rahmat karena tidak mau menerima kebaikan yang berlebih lagi dari keluarga pak Rahmat, pikiran polos Naina,bila dia meminta pertolongan pada polisi terus bagaimana kalo polisi itu meminta imbalan seperti yang dilakukan dokter rangga, itulah yang ada di otak polos seorang Naina.


Pak Rahmat dan Bu kasih sudah memberi penjelasan pada Naina kalo itu tak akan terjadi,tapi tiba-tiba saja Naina menjadi gadis yang keras kepala,karena itu mereka membiarkan saja keinginan Naina.


Naina lebih memilih tinggal di rumah yang dijadikan tempat para pekerja home industri milik keluarga Ferdi,karena Naina juga bekerja disana.


"Aku hari ini gak ikut jualan ya...mau ke rumah nenek aku" kata Ferdi


"Iya aku juga ngabisin kerupuk ini aja...jadi aku berangkat siang..sore langsung pulang"


"Kak naiiiii...kay mau ke rumah kakak cantik!"


"Nanti siang kay....kakak lagi gak di rumah kay"


"kay mau bubuk sama ibu Kasih" ucap kay sambil cemberut.


"iya ya ayoo kesana...fer aku pergi dulu ya"


Mereka berjalan menyusuri jalan kampung itu menuju rumah bu kasih,kayla beryanyi-nyanyi dengan riangnya.naina hanya tersenyum menikmati suara adik kecilnya itu.


sudah beberapa minggu ini Kayla tak pernah lagi merengek tentang papa dan mamanya,entah apakah gadis kecil itu lupa atau sudah bosen merengek Naina juga tidak paham. setelah sampai rumah Bu kasih seperti biasa bu kasih sangat senang dengan kehadiran Kayla si anak cerewet, ternyata di rumah sudah ada Krisna dan teman-temannya.


"kakak cantik...kay mau bubuk siang di sini"


temen-temen Krisna binggung dengan panggilan Kayla, akhirnya Krisna menjelaskan kepada teman-temannya dan disambut gelak tawa mereka.


"Jualan kamu nai?" tanya Krisna


"iya kak..."

__ADS_1


"Masih sakit ya?"


"udah gak.. cuma belum bisa diajak ngomong keras"


"aku pergi kak,nitip Kayla ya.." lanjut Naina sambil berlalu.


Naina berkumpul dengan teman-temannya di area dimana dia biasa berjualan,hiruk pikuk tempat itu tak seperti biasa.


"kok rame?" tanya naina pada temennya.


"ada yang berkunjung ke museum di depan situ"


"sana yuk barangkali banyak yang minat" ajak temannya.


sesampainya disana mereka menjajakan dagangan seperti biasa.


hingga mata naina menangkap sesosok yang sangat di kenali disebrang jalan di dekat sebuah bis.


"Abi...?abi...abii....abizammmm"


teriak Naina sayangnya kalah dengan suara mobil yang berlalu lalang.


Naina berlari menyebrang jalan raya tapi sayang Abi sudah masuk ke dalam bis yang ditumpanginya.


bis itu sudah terlanjur berjalan meninggalkan tempatnya ketika Naina masih berada ditengah jalan.


Dengan sekuat tenaga Naina mengejar bis yang ditumpangi Abizam.


"Abiiiii......ini Naina.....abiiiiii tunggu nainaaaa hiks...hikss..... Naina ingin pulaaang..hiks...."


selama ini Naina tak pernah menangis,dia selalu berusaha kuat buat Kayla adiknya,namun kali ini ketika melihat sosok Abizam rasanya kerinduan akan keluarganya semakin bertumpuk.


Naina terus berlari mengejar bis yang ditumpangi Abi.


"eh Bel....lihat ada anak yang ngejar-ngejar bis kita tuh"


"mana?"


"tuhhh...liat deh kasihan ya...pasti dia pikir ini bis yang biasa buat penumpang..mau jualan di bis kali ya" ujar teman abizam yang berada di deretan bis paling belakang hingga bisa melihat Naina yang berlari mengejar bis.

__ADS_1


"eh Bel pinjem hp kamu ya,kan hp kamu kualitas gambarnya bagus"


"buat apa?"


"Buat viral-in tuh anak...buruan!"


---"Hidup emang perjuangan, bersyukurlah kamu yang duduk manis dibangku sekolah,karena masih banyak dari mereka yang tak bisa sekolah,....semoga jualan nya cepet habis ya mbak"---- itu adalah suara dalam rekaman yang terlihat seorang anak membawa kerupuk sedang berlari mengejar bis yang sedang melaju semakin kencang.


sent.....


"Idihh kamu bikin story?...apa sih nis.. nanti mama aku marah"


"lho emang kenapa?"


"aku dah bilang gak pake Instragram sama mama"


"lha tapi ada kok aplikasinya dihp kamu?"


"ya tapi udah lama gak aku pake"


"ihh gak gaul kamu Bel,kita dah mau masuk SMP nanti kok kamu gak boleh pake sosmed"


Belinda,nama anak itu dan cuma diam saja dengan perkataan nisa temennya.


Belinda terus mengamati gadis itu yang semakin tertinggal jauh dan sekarang bahkan tak terlihat lagi.


disis lain...


"Haloo...."


"Kita sudah dapat identitas penampung sayur dari desa itu pak....saya yakin sopir yang kita cari akan kita dapatkan disana"


"Cepat bergerak sekarang Jay!!"


tut... telepon tertutup.


"Papa pasti mendapatkan kamu sayang.....papa janji!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2