
Abi?...Abizam?" ucap Jay sambil memandang Kenan yang ikut mengerutkan keningnya, mendengar nama keponakannya dari mulut Jay.
"Ada apa Jay?"
Jay menyodorkan hp ditangannya pada Kenan,dan Kenan mengambil alih hp tersebut.
"Hallo zam ada apa? kok kamu ganti no?"
"---------"
Raut wajah Kenan berubah,ada sesuatu yang bener-bener membuat Kenan sangat bahagia.
"iya zam...share lok om kesana sekarang!"
ucap Kenan dengan raut muka yang bener-bener berbinar.
"Ada apa kak?" tanya Jay.
"Jay siapkan mobil,kita berangkat!"
"ada apa pa?" tanya Syila juga terlihat binggung.
Kenan hanya berlalu ke dalam kamarnya dan mengambil baju hangat untuk istri nya.
"pa jawab ada apa?" lanjut Syila lagi.
dan Jay yang diperintahkan untuk menyiapkan mobil juga ikut terpaku di tempatnya,dia masih belum paham dengan situasi yang terjadi saat ini.
Diseberang...
"--------"
"om ini Abizam"
"---------"
"Hp Abi tertukar dengan teman om, Abi sekarang sedang study tour dan...."
Abizam memberi jeda pada ucapannya, Kenan disana sedang setia mendengarkan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu.
"Abi bersama Naina dan Kayla om"
"--------"
"Baik om, Abi share lok sekarang".
tut. panggilan terputus.
"Bagaimana?om kamu mau kesini?" tanya pak guru Angga.
__ADS_1
"iya pak,om saya perjalanan ke sini"
"Alhamdulillah nai, kamu sebentar lagi ketemu orang tuamu" ucap bu Kasih dengan bahagia sambil memeluk Naina.
Sedangkan Kayla seperti biasa selalu bersama dengan Krisna,dia sedang menikmati baksonya tanpa tau apa-apa tentang semuanya.
Krisna memperhatikan Kayla yang makan namun tetap berceloteh ria, sesekali Krisna beralih memandang Naina.Ada sebagian hatinya yang tak rela mereka pergi,namun sebagian lagi mengatakan kalo dia tak boleh egois,mereka berhak kembali kepada orang tuanya.
Krisna beranjak pergi ke teras rumah,dia duduk di kursi yang ada diteras, memandang langit yang gelap,dia berpikir sebentar lagi tak akan ada celoteh manja dan berisik dari Kayla,tak ada yang akan menganggunya setiap waktu,tak akan ada senyum Naina yang hangat,dia tak akan bisa melihat wajah mungil yang sangat tegar seperti Naina.
Tak akan ada panggilan kakak cantik lagi untuknya dan tak akan ada yang akan pembenaran kakak tampan lagi.ya..jika Kayla menyebutnya Kakak cantik maka Naina akan meralatnya dengan sebutan kakak tampan.
Dia berpikir sejenak,dia pasti akan merindukan hal-hal seperti itu,sebagai anak semata wayang, Krisna memang rindu akan sosok saudara karenanya dia sangat senang ketika Naina dan Kayla menjadi bagian dari hidupnya.
"Kak!" panggilan itu membangunkan krisna dari lamunannya.
"Kamu nai?"
"Lagi ngapain kak?"
"hemmm"
"kakak lagi ngapain" tanya Naina lagi.
"tidak ada"
"terimakasih,mana Kay?"
"main dikamar sama kak Abi"
"kak..... terimakasih buat semuanya ya"
kata Naina dengan tulus, Krisna memandang lekat Naina,dia seakan lupa bahwa Naina adalah gadis 10 tahun yang pemikiran nya tak sesuai dengan umurnya.krisna bahkan bertanya-tanya,orang tua macam apa yang sudah mendidih Naina menjadi gadis se-mandiri dan setegar ini.
"untuk apa?" jawab Krisna akhirnya.
"untuk semua,tanpa kakak,ibu dan bapak.. Nai gak tau harus bagaimana dan kemana!kakak dan bapak bagai pahlawan dulu waktu pertama kali kita bertemu,karena itu terimakasih kak, terimakasih"
"Baik-baik di rumah,jangan lupa sesekali telpon ke sini,biar ibu dan bapak gak kangen,kalo mau kesini juga terlalu jauh"
"Nai pasti kesini lagi, Nai janji... Nai kan pengen liat kakak sukses!...punya toko perhiasan dan mendesain sendiri perhiasannya..."
"Kakak tau kan Nai selalu berusaha untuk menepati janji Nai!"
"hemmm...kakak percaya..kakak tunggu nanti, jangan lupa no. hp kakak.... Miss pelupa!"
"kok miss pelupa sih kak?"
"iyalah...udah ada nona berisik yang di dalam!"
__ADS_1
Krisna dan Naina tertawa bersama, mereka akhirnya masuk dan Naina menyusul Kayla ke kamarnya.
Beberapa saat kemudian ada suara mobil yang parkir di halaman depan rumah, memang rumah pak Rahmat mempunyai halaman yang cukup luas dengan pohon-pohon disisi kanan dan kirinya.
"assalamualaikum" terdengar suara ketukan dari luar.
"waalaikum salam"
bu kasih membuka pintu dan merasa heran mengapa malam-malam begini ada yang bertamu di rumah nya,bu kasih lupa kalo Abi tadi menelpon om nya yaitu papa Naina.
"Ya? cari siapa ya?" tanya bu Kasih.
"Apa ini rumah pak Rahmat?"
"Ya betul...ada perlu apa dengan suami saya ya?"
"Ada siapa bu?" tanya pak pak Rahmat yang keluar dari dalam.
"Ini lho ada yang nyari pak"
"Saya Kenan,apa betul Naina tinggal disini?"
Pak Rahmat lupa kalo tadi dia menyuruh Abi menelpon keluarga nya.
"Anda siapanya ya?" tanya pak Rahmat.
"Saya....." belum juga Kenan memperkenalkan diri, Kayla keluar dari kamar bersama Abi dan melihat siapa yang ada di luar rumah dengan pintu yang terbuka.
"papaaaaaa!!!" Kayla berlari kearah Kenan dan melompat ke gendongannya.
"papaaaa....mamaaaa Kay kangen" celoteh Kayla dengan cerewet.
Kenan dan Syila menciumi Kayla dengan bertubi-tubi, mendekap erat anaknya,seakan tak percaya bahwa mereka sudah menemukan anak-anaknya.
"Kak Nai mana?" tanya Kenan.
Naina yang baru saja keluar dari kamarnya,berdiri mematung melihat papa dan mamanya berada di luar rumah pak Rahmat.
Memandang lekat kedua orangtuanya,ada rasa lega di hatinya,
perjuangannya terbayar sudah, airmatanya menetes walaupun suara tangisnya tak terdengar,dia memandang lekat Kayla yang ada di dekapan syila sang mama.
"Kita pulang dek...... akhirnya kakak bisa membawa kamu pulang...kakak benar-benar membawa kamu pulang.....huhuhuhu...." pecah sudah tangis Naina yang selama ini selalu dia tahan.
Kenan berjalan cepat masuk ke rumah dan memeluk anak gadisnya.
"Terimakasih sayang... terimakasih Naina, terimakasih karena tetap bertahan".
bersambung...
__ADS_1