Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Kebahagiaan Raisya-Ferdi


__ADS_3

Ferdi sedang termenung di ruang kerjanya, setelah beberapa saat lalu mereka panjang lebar papa Kenan mengomeli nya dan Krisna, nyatanya mereka benar-benar tidur satu kamar, Raisya bahkan sudah di kirim ke rumah sang mertua yaitu papi Kenzo.karena pekerjaan yang menumpuk,membuat Ferdi harus menyelesaikan semuanya.


"Masih lama?" tanya Krisna yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja ferdi.


"Udah mau selesai kak! ada apa?"


"Tidak ada, aku hanya belum bisa tidur!"


"Papa masih marah kak?" tanya Ferdi


"Kau tau betul Fer, papa bukannya marah, dia hanya khawatir terhadap kita karena tak ada kabar berita!" kata Krisna


"Kakak benar! tapi hukuman nya keterlaluan!! bikin sebel aja!" ucap Ferdi.


Tiba-tiba saja pintu terbuka, menampilkan sosok papa Kenan dengan nampan kopi di tangannya.


"Belum selesai?" tanya papa Kenan.


"Papa? papa belum tidur?" tanya Krisna


"Ckck... bagaimana papa bisa tidur! kalo kalian lagi galau!"


Krisna dan ferdi merasa heran dengan sikap sang papa, baru beberapa waktu yang lalu dia mengomeli mereka berdua, dan sekarang datang tanpa dosa dengan 2 cangkir kopi dan segelas jahe hangat.


"Minumlah!"


mereka akhirnya minum di sofa ruang kerja Ferdi.


"Dulu ini adalah ruang kerja papa Aryo, dia memulai semuanya di ruang kerja ini! setelah papa pergi, ruangan ini aku gunakan juga sebagai ruang kerjaku!"


papa Kenan mulai bercerita, bohong kalau dia tak tau kemana Krisna dan Ferdi pergi, Setelah Ferdi yang tak bisa dihubungi, papa Kenan langsung menghubungi papi Kenzo yang lebih banyak anak buahnya untuk mencari keberadaan mereka.Akhirnya papa Kenan membuka suara,bahwa aksinya mengomeli Krisna dan Ferdi adalah bentuk kepedulian nya pada Raisya dan Naina, dua wanita manut suami itu pasti hanya akan memendam kekesalannya, beda cerita kalo itu adalah Kayla, yang lebih bisa mengekpresikan dirinya bila berada di depan Haris suaminya,namun Naina? wanita lemah lembut itu hanya akan diam dengan memendam kekesalannya pada Krisna suaminya, apalagi Raisya wanita bucin pada Ferdi itu lebih sering manut dan kalah dari Ferdi.Jadi saatnya papa Kenan membantu mereka berdua dengan hukuman dan Omelan agar Naina dan Raisya merasa lega.


"Tapi aku merasa seperti anak TK di marahi abis-abisan pa!" ucap Ferdi sambil mengerutkan bibirnya.


"Yang salah siapa? masa' papa?" jawab papa Kenan santai.


Krisna hanya diam saja sambil manggut-manggut dan sesekali meminum kopinya, dia tau apa yang di katakan mertuanya benar, Naina memang jarang dan bahkan tak pernah protes sedikit pun tentang dirinya, apapun yang di lakukan Krisna selama itu masih baik, Naina selalu menurut dan mendukung Krisna,sedangkan Raisya, wanita bucin akut sama Ferdi ini hanya akan diam dan cemberut saja ketika Ferdi sudah mengeluarkan mode galaknya pada Raisya jadi mana bisa Raisya mengintrogasi bahkan marah-marah pada Ferdi, seperti biasa Ferdi tak mau terlihat bucin pada Raisya padahal kenyataannya berbanding terbalik.

__ADS_1


"Fer....papa sudah siapkan tiket nya....besok Setelah periksa kandungan Raisya kita pergi ziarah ke kota S!" kata sang papa,hal itu membuat Ferdi kaget, bagaimana papa tau tentang kegalauannya hari ini karena merindukan orang-orang yang di kasihinya yang telah tiada.


"Papa...!" ucap lirih Ferdi,dia sangat terharu dengan tindakan papanya.


"Kau Kris wajib ikut juga!! aku tak mau kau melanggar hukumannya kalo papa tak di tempat!!" ucap papa Kenan tak mau di bantah.


"Iya pa!"


"Ya sudah papa mau tidur dulu!! pasti rasanya nyaman tidur di pelukan ISTRI!"


dengan sindirannya papa Kenan dengan menekankan kata 'istri' dan beranjak dari sofa dan berjalan dengan santai keluar ruangan itu.


"Papa?!!" teriak Ferdi yang tau maksud omongan sang papa


"Apa?? papa benar kan?" jawab papa Kenan sambil membuka handle pintu dan keluar begitu saja.


"haiiissshh benar-benar papa Kenan!!!" kata Krisna.


##########


"Kapan berangkat?" tanya Raisya akan keberangkatan Ferdi ke kota S ketika sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit.


"Abang marah sama aku?"


tanya Raisya yang melihat Ferdi dari tadi datar saja pada Raisya, padahal biasanya juga sosor sana sosor sini, peluk-peluk bercanda bahkan kadangkala kegesrekannnya sering muncul.


"Enggak Sya...udah diam aja kita hampir sampai!"


"hiks....hiks.... abang marah ya? gara-gara aku pergi ke rumah papi hiks ..hiks..." ucap bumil yang selalu berganti-ganti mood ini.


"Oohh astaga Raisya,abang tidak marah! udah dong!" ucap Ferdi di perlembut sambil menghapus airmata Raisya, Ferdi hanya menahan agar tak bermanja pada istrinya, hukumannya bahkan masih berjalan satu hari, kalo dia bermanja-manja dan bermanis-manis pada Raisya bisa di pastikan pertahanan nya akan runtuh melihat sang istri yang mengemaskan.


"Udah keluar yuk!" ajak Ferdi yang ternyata sudah memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit.


"Udah sampai bang?"


"iya...ayo masuk!" Ferdi hanya geleng-geleng kepala melihat perubahan mood yang istri yang tadinya menangis sekarang berbinar senang.

__ADS_1


Setelah menunggu sesaat Raisya sudah berada di ranjang periksa, Ferdi sengaja memilih dokter perempuan agar dirinya nyaman karena rasa cemburunya tak ingin di perlihatkan bila Raisya di tanggani dokter Lelaki,ya begitulah Ferdi.


"Bagaimana dok?" tanya Ferdi setelah dokter Wulan selesai melakukan pemeriksaan.


Sekarang Raisya sudah duduk disamping Ferdi, dokter Wulan tersenyum dengan pertanyaan Ferdi.Lalu dia beralih ke arah Raisya.


"Apa ada kendala selama kehamilan nyonya Raisya?" tanya dokter Wulan


"Selama ini gak ada yang aneh dok,aku pengen macem-macem makanan,aku makan semua makanan dan nafsu makannya agak besar dok, aku juga gak ngidam aneh-aneh!" jelas Raisya.


'Ciihh gak aneh-aneh!! kemarin bukannya aneh!! memanjang foto lelaki lain di kamar!'


batin Ferdi yang masih cemburu dengan tindakan istrinya.


"Tentu saja nafsu makan anda banyak nyonya,karena mereka semakin membesar!" kata dokter Wulan


"Mereka? maksud dokter?" kata Ferdi yang dari tadi diam tiba-tiba buka suara mendengar kata mereka.


"Apa anak saya kembar dok?" tanya Raisya antusias,dia mulai menangkap kata-kata si dokter


"Ya nyonya,benar sekali!"


"Waahh bang!! anak kita kembar bang!!!" binar bahagia nampak di wajah sang istri, dan tanpa ragu Ferdi mencium kening Raisya yang ikut bahagia dengan kabar anaknya yang kembar dan sehat.


"Bahkan bukan hanya dua nyonya,tuan Ferdi!" kata dokter melanjutkan.


"Maksud nya dok?" tanya Ferdi binggung, kembali lagi dokter berusia 40tahunan itu tersenyum manis.


"Anak anda kembar 3 tuan Ferdi!" lanjut sang dokter


"Apa??!!" pekik Ferdi dan Raisya bersamaan.


bersambung.....


Jangan banyak komen protes ya✌️✌️✌️😁😁, othor dapet kerja baru...lebih menyita waktu!! demi Novel toon bahkan othor sampai menganaktirikan novel othor yang di aplikasi sebelah....


jadi beri semangat dan jangan tinggalkan othor ya walau up date nya jamnya berantakan bahkan kadang aja jeda hati..

__ADS_1


Terimakasih buat para readers....love you all


__ADS_2