
Disudut kamarnya syila duduk termenung,meratapi nasib buruk hidupnya, memikirkan dimana gerangan anak-anaknya,apa mereka bisa makan?bisa tidur dengan nyenyak?.
sudah 6 bulan Kenan mencari identitas tentang pak Rahmat, nyatanya banyak yang taj tahu siapa pak Rahmat,malah beberapa Minggu yang lalu salah menunjuk orang.
Syila sudah mulai samar-samar bisa melihat, sebenarnya bila dia mau,namira sudah merekomendasikan dokter yang bagus untuk syila tapi dokter tersebut ada di kota J dan syila tak mau meninggalkan kota S sampai anak-anak ditemukan.
kini Kenan bekerja di kota S bila bener-bener ada hal penting dia akan menyuruh Jay bolak balik ke kota tersebut,di perusahaan pusat ada Kenzo yang meng-handle semua pekerjaan, Kenzo tau betul bagaimana keadaan Kenan,adik kembarnya itu sangat kacau sekarang ini.
Alexandre sang kakak ipar pun kesulitan untuk menemukan Naina dan Kayla karena tak ada petunjuk apapun.
"Abizaammmm.....!!!" teriak namira geram..
"Apa mom?" tanya Abi santai
"Kamu ada acara dari sekolah dan kamu diam aja gitu?"
"rileks mom, untuk hanya study tour"
"Gak?! mommy bilang gak usah ikut,nanti mommy ijin ke sekolah kamu"
Abizam menghembuskan nafasnya pelan, semenjak kejadian Naina mommy nya itu jadi mudah panik atau cemas bila dia tak melihat anak-anaknya walau beberapa jam saja, apalagi study tour itu akan diadakan di beberapa kota tentu akan memakan waktu yang lebih dari 1 hari.
Abizam menatap sang Daddy meminta bantuan,mereka saling memberi kode dan seketika Abizam ijin masuk kamar karena tentu saja saatnya sang Daddy yang membujuk mommy nya.
"Biarkan anakmu pergi..." ucap Alex sambil memeluk namira dari belakang.
"Tidak dad....Abi gak usah pergi..lagian study tour itu juga gak...."
"kau tau anakmu susah sekali memilih teman,kalo dia tidak ikut,kapan lagi dia membaur dengan teman-temannya?" kata Alex memotong kata-kata istrinya.
"percaya pada anakmu kali ini sayang"...ucap Alex sambil mencium pipi istrinya,dan cara itu selalu ampuh membuat namira luluh.
#######
__ADS_1
"Nai.....kami jualan hari ini?" tanya Ferdi sepulang sekolah.
"iya.... aku jualan"
"Ya udah aku ikutan juga ya?"
"udah Fer,gak usah nanti kamu dimarahi lagi sama mama kamu!"
"Gak akan,aku ikut pokoknya!"
Naina sudah hampir menyerah dengan pencarian no. telpon sang papa.sesekali dia akan berpikir keras untuk mengingatnya dN kadangkala dia akan menyerah.
Naina sudah tak lagi tinggal di rumah pak Rahmat,dia bersikeras tinggal di rumah yang disediakan untuk para pekerja home industri di mana Naina bekerja sekarang, dan tak jauh dari rumah pak Rahmat.
Naina bekerja sebagai pekerja borongan di home industri pembuatan aneka kerupuk dan jajanan, untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk adiknya Kayla, namanya juga anak kecil wajar kalo dia iri dengan teman sebayanya yang punya mainan baru, Kayla yang masih kecil gak tau sama sekali susahnya sang kakak mencari uang,setiap kali minta mainan dia akan merengek dan tak jarang menangis,pada akhirnya setelah bekerja di pabrik home industri itu, Naina akan keliling menjajakan krupuk-krupuk yang sengaja dia kemasi sendiri dan berkeliling menjualnya.
Ferdi,anak si bos tempat Naina bekerja yang selalu setia menemani dia jualan sampai larut malam,Saat jualan keliling nai akan menitipkan kayla pada bu Kasih istri pak Seperti malam ini Naina berjualan keliling dan keberuntungan berpihak padanya,jam menunjukkan pukul 19.30 seluruh kerupuknya sudah habis.
"Makasih ya Fer,aku jemput Kayla dulu"
"gak usah fer...makasih ya sudah tidurlah besok kau harus sekolah kan?"
"okey nai.... hati-hati naiiiii"
Naina hanya melambaikan tangan sambil terus berjalan menuju rumah pak Rahmat.
Tiba-tiba anak sepeda motor yang berhenti di sampingnya.
"Nai...naik"
"Kak kris!....dari mana?"
"Kerja kelompok,bentar lagi ujian kakak kan segera dimulai"
__ADS_1
"semoga lulus ya kak"
"ayo naik".
Naina menuju rumah pak Rahmat dengan berboncengan dengan Krisna,sesekali mereka berbincang di atas laju sepeda motornya.
"Kak kemarin kak Selvi nanyain kakak sama nai!"
"Nanya apa?"
"Nanya kakak punya pacar belum? terus nai jawab nain gak tau"
" kecil-kecil pikirin pacaran!"
"kak Selvi kan udah mau SMA kak"
"sama aja nai,bocil!!"
"hehehehehe iya"
"kakak gak suka pacaran-pacaran gt nai,kakak pengennya besok langsung nikah aja hehehheehe"
"ayo turun nai...udah sampai nih"
"malam bu Kasih...pak Rahmat" sapa Naina pada mereka yang sedang menonton televisi di ruang tengah.
" eh nai, udah mandi sana dan segera tidur, Kayla sudah tidur kamu nginep sini aja ya" ucap bu Kasih.
Naina mengangguk! dan berlalu ke kamar dimana adiknya tidur.
Naina membelai rambut adiknya,wajah Kayla yang mirip dengan sang papa membuat Naina rindu mereka,tak terasa airmata nya menetes
"Maafin kak nai ya Kay,kalo bukan karena kebodohan kakak,kita pasti sudah pulang kay,maafin kakak... kalopun selamanya kita gak bisa pulang....kakak janji akan jadi kak...papa..mama buat kamu kay...kakak janji!!"..ucap Naina diakhiri dengan kecupan manis di kening sang adik.
__ADS_1
bersambung...