
Setelah semua berkumpul di depan rumah Kenan, Ferdi memberikan pengarahan pada semua anak buahnya, ada yang bertugas menyebarkan undangan, ada yang menjemput klien-klien besar perusahaan nya yang berada di luar kota, seluruh keluarga Ferdi yang ada di kota S juga, Ferdi menyiapkan kamar hotel bagi mereka, serta ada yang menyiapkan WO untuk acara pernikahan nya besok! ya...tugas mereka sudah harus selesai dalam batas sore ini.
"Apa kalian paham?" tanya Ferdi dengan gaya coolnya.
"Siap paham tuan!" jawab mereka serempak.
Secepatnya kilat mereka bergerak sesuai arahan Ferdi dan jhon yang memimpin untuk mengundang dewan direksi secara langsung. Setelah semuanya bergerak Ferdi menelpon seseorang.
"Hallo!"
"Ya Fer ada apa?"
"Sonia!! besok aku menik!!" ucap Ferdi to the points
"Hah?? trus? maksud kamu?"
Sonia binggung seketika mendengar Ferdi mau menikah.
Terdengar jelas di telinga Ferdi suara percintaan Sonia dan Rehan suaminya, suara kecupan-kecupan yang di yakini oleh Ferdi sedang di lakukan oleh Rehan suaminya Sonia.
"Ngapain kamu Nia?" tanya Ferdi.
"Emhmmmpp fer..nanti....nanti aku telpon lagi ya!"
kata Sonia.
"Lebih dari 15 menit aku tutup butik kamu Sonia!!"
tut. sambungan di putuskan oleh Ferdi secara sepihak.
ancam Ferdi yang sontak membuat Sonia mendorong suaminya.
"sayang!!! berhenti dulu!!! si Harimau itu sedang marah!"
kata Sonia.Sonia memang pemilik butik yang di khususkan untuk baju pengantin dari berbagai adat dan negara, namun 55% sahamnya adalah milik Ferdi.jadi ancaman Ferdi bisa benar-benar menggulung bisnis Sonia kalo sampai Ferdi melakukan ancaman nya.
"Iya sayang aku dengar...ini tinggal 10 menit lagi!! janji sayang...udah nanggung!" ucap Rehan yang bahkan sudah memposisikan diri. dan pertempuran mereka berlanjut tanpa memikirkan Ferdi terlebih dahulu.
"Sialan Rehan!!! bikin panas dingin aja!!" gerutu Ferdi setelah memutuskan sambungan teleponnya tadi.
*********
"Nyonya beberapa orang sedang menunggu di depan! mereka bilang dari Butik Sonia" kata seorang pelayan.
"Lho? mama pesen sesuatu? kan mama punya butik sendiri?" kata Raisya.
__ADS_1
"Gak tuh! ni mama baru mau berangkat ke butik!"
Karena tak ada waktu, Sonia yang di antar anak buah Ferdi menerobos masuk ke dalam rumah Kenzo dan segera menemui si pemilik rumah.
"Apa-apaan ini? kenapa kalian memaksakan diri masuk?" ucap Nayla yang sedikit kesal.
"Maaf nyonya karena kami tak banyak punya waktu!"
"Maksud kalian apa datang ke sini?" tanya Nayla.
"Kami utusan dari tuan Ferdi dan saya Sonia, saya membawakan beberapa gaun pengantin yang wajib anda coba nona, setelah itu kami akan memperbaiki apa-apa yang menurut anda kurang nona!"
"Hah??? Ferdi???" kata mama Nayla dan Raisya secara bersamaan.
"Iya nona, bukankah malam ini anda akan melangsungkan akad nikah dan resepsi akan di laksanakan malam ini juga nona!"
"Hah??? beneran ?" tanya Raisya tak percaya.
"papi kamu gila Sya!!! tapi calon menantunya lebih gila!!" kata mama Nayla.
Kemudian mereka semua bergerak cepat sampai beberapa alat- alat kecantikan, setelah mendapat perawatan singkat Raisya mencoba satu persatu baju pengantin yang dia inginkan, sampai pada baju elegan yang membuat nya bak putri istana.
Sonia memotret Raisya dan mengirimkan pada Ferdi.
********
"Ferdi!! kamu gila apa!! kamu benar-benar memenuhi permintaan si Singa itu!"
kata sang papa yang melihat begitu banyak orang di rumah dan tengah membawa baju-baju untuk resepsi nanti malam, ya Ferdi kemarin segera memesan baju pada salah satu tempat terkenal dan bersedia lembur untuk menjahit baju yang simpel namun terlihat elegan untuk para keluarga,dengan berbekal baju-baju dari setiap anggota keluarga, maka setelah lembur hampir 15jam, baju itu pun di kirim ke alamat masing-masing.
"Papa yang bilang! Kamu kan seorang Ceo!!! gunakan kekuasaan kamu dong!! " ucap Ferdi menirukan kata-kata sang papa.
"Dasar anak sultan!!" saut Kenan.
"Terimakasih papa!" jawab Ferdi sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian, Naina datang bersama Krisna. Mereka juga heran kenapa tiba-tiba disuruh ke rumah besar padahal rencananya weekend ini mereka akan santai di rumah karena Krisna yang sering mengalami mual jika berada di kantor berjauhan dengan Naina, makanya dia ingin berdiam diri di rumahnya bersama Naina,hamil ke dua Naina kali ini memang menyusahkan Krisna bukan Naina, karena mulai dari mual di pagi hari, pilih-pilih makanan bahkan berjauhan dari pasangan nya semua nya di alami oleh Krisna.
"Ada apa ini?" tanya Naina.
"Eh Nai kamu sudah datang?" tanya Ferdi.
"Daddy!" teriak Kamilaa yang berlari ke arah Ferdi.
"wow...wow...wow....anak Daddy endut banget deh!! jadi makin gemesin!!" ucap Ferdi sambil menciumi pipi gembul Kamilaa.
__ADS_1
"Kok ramai banget Fer? tumben!" tanya Naina
"iya dong! ntar malam aku kawin!!"
"ooohhh..." ucap Naina dan Krisna bersama, namun tiba-tiba..
"Apa??" ucap mereka bersama lagi!
"Serius kamu Fer?" tanya Krisna
"Iya kak! om Kenzo ngasih waktu 24 jam buat persiapin pernikahan aku sama Raisya atau?"
"Atau apa?"
"Atau tidak akan ada pernikahan sama sekali antara aku dan Raisya!! gila gak tuh?"
"Hahahhahahahah nasibnya anak papa Kenan ya! nikah kilat semua!"
"Kok nikah kilat sih sayang?" tanya Naina heran.
"Iya dong sayang, lihat kita... tiba-tiba aja aku nyampe hotel langsung ijab qobul, terus Kayla tanpa pacaran malah langsung di kawinin aja, dan sekarang Ferdi dalam waktu 24 jam udah harus siap pernikahan nya! cuma rada sadis sih!! harus di persiapkan sendiri hehehehhehe!"
"Bener kak kamu kak!! rada sadis!! tapi gak papa lah daripada di embat sama orang lain! mending aku embat sendiri aja!"
Jam sudah menunjukkan sore hari, semuanya pergi ke hotel yang akan di jadikan sebagai tempat akad nikah dan pesta resepsi pernikahan, bagaimana bisa dalam waktu sehari KUA mengabulkan dan menyiapkan berkas dan buku nikah, itu semua gak luput dari "The power of Jhon!" pria bule itu tentu saja melaksanakan tugas dari Ferdi atas persetujuan Haris dengan tanpa cacat, semuanya prefect!!.
Satu jam lagi Ferdi akan mengucapkan qobul! Sekarang dia sedang duduk di depan meja di mana akan dilangsungkan acara pengucapan ijab qobul. namun di luar dugaan, Ferdi yang cool, yang garang dan terlihat berwajah datar, kini sedang menggenggam tangan sang papa, sampai kadang Kenan meringis kesakitan karena Ferdi sesekali menguatkan genggam an tangannya.
"Kamu mau mematahkan tangan papa hem??"
bisik Kenan geram karena ke grogi an Ferdi malah berimbas pada sakit nya tangannya sendiri.
"Aku grogi pa!" bisiknya menjawab sang papa.
"Anggap saja sedang berhadapan dengan klien besar! tender nya besar dan untungnya besar! jabat tangan dia dan ucapkan ijab qobul dengan lantang dan lancar."
"Kali ini yang di jabat tangannya beda pa!"
" Apa bedanya?" tanya Kenan heran.
"Nooh Ferdi megang tangan nya Singa! kalo tiba-tiba tangannya keluar taring gimana?"
ucapkan Ferdi polos dan sukses mendapatkan jitakan dari kembaran si camernya itu.
bersambung.....
__ADS_1