
"Raisya?....." panggil sang papa
"papi...." ucap Raisya lemah dan melihat ke kanan dan kiri melihat dimanakah Ferdi, dia merasa tadi Ferdi yang menolongnya namun kekecewaan nampak jelas di wajah Raisya setelah melihat sang papa sendirian.
beberapa menit kemudian mamanya datang, dan segera membrondong pertanyaan pada sang suami.
"Gimana bisa pi Raisya makan daging kepiting?"
"kok papa gak ngawasin sih?"
"untung aja gak papa?"
"kalo tidak!! papi bisa tidur di ruang kerja papi sebulan penuh!" ocehan-ocehan sang istri membuat Kenzo hanya diam menatap istrinya dan seperti biasa Kenzo akan memeluk sang istri dari belakang jika mendapat omelan dari wanita pujaan hatinya itu.
"Lepasin! kebiasaan kamu pi!!" ucap mama Nayla.
"sayang kamu istirahat gih!..mama tunggu di sini ya"
kata mamanya sambil membelai rambut hitam sang anak,
"papi lepasin dong!" ucap mama Nayla berontak meminta Kenzo melepaskan pelukannya.
Raisya hanya geleng-geleng kepala saja, kadang kala dia heran, sang papi yang terkenal sangat garang dan dingin seketika meleleh bila berdekatan dengan mamanya. inikah yang di namakan cinta?pikir Raisya.
ingin rasanya Raisya juga mendapatkan cinta seperti itu sesuatu saat nanti. Walaupun bukan dari Ferdi setidaknya dia masih berharap mendapatkan dari lelaki lain. Raisya memilih untuk memejamkan matanya daripada melihat kemesraan mama dan papinya saat ini.
********
"Dokter Naina?" Panggil seorang wanita yang teelihat seumuran dengan dirinya.
"Cerry?"
"Iya dok apa kabar? dokter sendirian?"
"Tidak aku bersama anak dan suamiku"
mereka sedang berada di sebuah supermarket, Hari ini waktunya Naina berbelanja bulanan.
"Bagaimana kamu bisa di sini Cerry?"
"Sekarang aku tinggal bersama dengan sepupuku, karena orangtuaku menginginkan aku di sini! lebih baik aku dekat dengan dokter yang menangani aku daripada jauh di luar kota!" terang Cerry.
"kamu benar juga!"
"kapan pertemuan selanjutnya kita nanti dok?" tanya Cerry.
__ADS_1
"Lusa? datanglah ke klinik, karena dokter Darius akan datang Cer, jadi mungkin itu pertemuan terakhir kita di sesi konsultasi! bagaimana?"
"Baiklah dok, saya permisi dok..mari...!"
setelah kepergian wanita itu, Krisna datang dengan si kecil dan sedang mendorong troli belanja nya.
"Siapa Bun?" tanya Krisna, sejak sang anak bicara lancar, Krisna memakai panggil bunda di depan anaknya untuk Naina.begitu juga Naina.
"Pasien aku yah! yang kita temui beberapa waktu lalu! ternyata sekarang dia tinggal di kota ini juga!"
"Seperti dia baik-baik saja!"
"Dia mengidam D.I.D yah! karena masa lalunya yang sedikit kelam, sebenarnya dia pasien dokter Darius senior aku itu yah! tapi selama satu bulan ini dokter Darius gak bisa melakukan sesi konsultasi karena ada urusan di luar negri! jadi aku yang nangani!"
"Ooh..tapi dokter Darius akan segera pulang kan?"
"Iya..lusa itu terakhir nanti aku ketemu sama pasien, selanjutnya akan di tangani dokter Darius lagi!"
"Ya udah sayang.. hati-hati aja!"
"mereka hanya orang-orang yang tertekan yah! bukan orang-orang yang berbahaya!"
"Tapi di kasus pasien D.I.D mereka gak bisa mengontrol kepribadian mereka yang lain Bun, memang bunda sudah ketemu dengan kepribadian Cerry yang mana lagi?"
"Bunda belum ketemu lagi dengan yang lain, karena Cerry kan bukan pasien tetap aku yah, dia pasien dokter Darius! kecuali Cerry meninggalkan jejak di rumahnya tentang aku, baru Kepribadian dia yang lain tau tentang aku yah!"
"Iya ayah...sayangnya bunda..."
"Bunda kamu makin sweet semakin ke sini!!" Krisna berbicara dengan putrinya, dan anaknya hanya tertawa tanpa tau apa maksud sang ayah.
setelah selesai berbelanja, mereka memasukkan semua belanjaan ke mobil, dan dengan segera meninggalkan parkiran supermarket tersebut, namun tak pernah Naina tau, sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka dari dalam mobil dengan kaca mobil gelapnya.
"Jadi kamu yang akan ikut andil melenyapkan aku??
Ciihh..... aku akan membuat kamu lenyap sebelum itu terjadi padaku!!" kata seseorang tersebut sambil memandang tajam ke arah Naina dan Krisna.
******
"Sayang... hati-hati.... pelan-pelan dong jalannya!"
ucap Kayla yang melihat Eno mulai bisa berjalan, ya sejak janji yang di berikan Ferdi padanya, Kayla jadi bersemangat untuk menata hidupnya yang beberapa Minggu ini kacau.
"Aduuhh pinternya adek Eno...udah bisa jalan lancar ya...." ucap mama Syila, sedangkan Rio dengan tenang di pangkuan Opa nya, Kenan.Eno berbeda dengan Rio, Eno lebih ceria dan mudah tersenyum dan Rio lebih pendiam dan tak gampang tersenyum kalo bukan hal yang membuat dia suka.
"Ferdi mana ma?" tanya papa Kenan.
__ADS_1
"Ferdi kembali ke kantor tadi, banyak kerjaan katanya! hari ini Adel ijin pulang anaknya sskit dan Amar yang mengurus nya!" jawab mama Syila.
"kak Ferdi ada hubungan ma sama mbak Adel?" tanya Kayla.
"Gak tau sih mama! tapi mama rasa gak ada deh!" ucap mama Syila.
"Emang gak ada ma, Kay.. Adel kan pacaran sama Amar!" celetuk papa Kenan.
"Ih..papa sudah kayak pembawa acara gosip, tau aja soal begitu!" saut Kayla.
"Ya Ferdi sendiri yang cerita sama papa!"
"Jadi kalian saling curhat?" selidik mama Syila.
"Jadi Ferdi punya cewek gak pa?" lanjut mama syila antusias.
"Ntar kalo udah waktunya, dia bakal bawa mantu buat mama!" jawab Kenan tanpa melihat istrinya dan malah bercengkrama dengan Rio cucunya yang ada dipangkuan nya.
"Iih papa pelit!!"
"Udah yuk sayang...cucu ganteng Opa kita tidur!" ucap Kenan beranjak mengendong Rio menuju kamar mereka. mama Syila masih saja berteriak meminta informasi tentang si anak lelakinya. Kayla hanya geleng-geleng kepala sambil beranjak mengikuti sang papa.
Di rumah sakit tempat dirawatnya Raisya
"Mama keluar dulu ya, beli camilan buat nyemil nanti!"
"Mama pulang aja gak papa, toh aku udah baikan tinggal istirahat aja!" ucap Raisya dengan suara agak serak.
"udah gak papa, papi kamu udah pulang istirahat, nih kerjaan mama juga udah mama bawa sini! udah ya mama keluar dulu ya"..kata mama Nayla sambil berlalu dari kamar Raisya.
ceklek.....
" Lho ma kok balik lagi!" kata Raisya sambil memainkan ponselnya.
tiba-tiba ponselnya di rebut dan beralih tangan, merasa ada yang menggangu keasyikan nya Raisya menoleh..
"Mama siniin hp a..ku" protes Raisya namun setelah tau siapa yang mengambil hpnya suaranya semakin melemah.
"Udah malam bukannya istirahat malah main hp!"
ucap Ferdi sambil memasukkan hp Raisya ke dalam saku celananya.Raisya hanya diam sambil memandang ke arah Ferdi, ya orang yang merampas hpnya adalah Ferdi, sepulang lembur di kantor dia langsung datang ke rumah sakit.
"Tidur Sya!" perintah Ferdi.
Raisya hanya diam, dia hanya berkata dalam hatinya agar membentengi hatinya sendiri dengan tembok yang semakin tinggi untuk Ferdi.
__ADS_1
bersambung