
Di rumah papa Kenan
Naina yang baru saja menyuapi sang papa kini kembali ke kamarnya, hari sudah hampir sore namun mama Syila tidak kunjung datang dari tadi siang.
Tiba-tiba saja Naina di kejutkan dengan sebuah tangan yang melingkar di perutnya.
"Kangen kamu Nai!!"
ucap Krisna sambil mencium leher belakang sang istri.
"Kan baru tadi pagi pisahnya kak !"
"Sayang jangan panggil kakak lagi dong!"
"Emang kenapa??"
tanya Naina heran.
"Maunya di panggil yank!"
kata Krisna yang sudah menelusuri setiap inci leher Naina.
"Tapi kak!....aduh kak... hentikan!!"
Krisna malah membalikkan tubuh Naina dan menaikkan tubuh Naina di atas pangkuan nya.
Krisna sudah mel*mat bibir istrinya seakan sudah lama tak dia cicipi.
"Yank.....udah dong!!"
ucap Naina setelah Krisna melepaskan bibir Naina, dan sekarang malah beralih ke lehernya.
"Ulang lagi?!"
"Apanya??"
"manggilnya dong!"
"yank....yank...yank...yank..."
goda Naina.
"Gak bisa di biarin ini Nai!!"
"Maksud kakak????"
Krisna langsung mengangkat Naina dan menjatuhkan pelan di atas ranjang.menindih sang istri dan memulai aksinya.
"Yank!!! kamu kok mesum sih sekarang!!!"
"mesum sama istri itu berpahala sayang!!"
ucap Krisna
"Aku gak mau keduluan Kayla!! aku mau anak sekarang!!"
bisik Krisna..sore itu benar-benar menjadi sore yang indah buat mereka, 2 kali sudah Krisna membuat Naina melayaninya.
"Pengen lagi sayang!"
bisik Krisna.
"Kakak!!! nanti lagi... Nai capek tau!..lagian ini udah petang... Nai mau siapin makan malam juga!"
"Nanti boleh nambah ya?"
"Iihh apaan sihh!!..kakak bener-bener jadi suka mesum sekarang!!"
" maklum sayang....kan pengantin baru!"
"emang pengantin baru harus mesum terus gitu?"
ucap Naina sambil membenahi bajunya yang berserakan dilantai.
"Sini sayang...."
k
Krisna menarik tangan Naina supaya duduk di pangkuan nya, mereka benar-benar menikmati kebersamaan mereka, ujian cinta Krisna terhadap Naina cukup di rasa berat, menghadapi sang mertua kala itu membuat Krisna berpikir mungkin cintanya akan kandas ditengah jalan,
namun nyatanya sekarang dia bisa memeluk Naina, gadis yang sangat dia cintai.
"udah dong yank....kayak anak kecil aja di pangku muluk!"
"Kita bulan madu yuk!?"
__ADS_1
"Hah??? kapan?"
"Setelah nikahan Kayla, aku ada proyek ke Hongkong, sekalian kita bulan madu ya?"
" kuliah Nai? gimana?"
"Ntar aku ijinin buat cuti! aku lama di Hongkong sekitar seminggu... aku gak mau sendiri disana!!"
"Jadi maunya sama Nai terus??"
ucap Naina yang duduk dipangkuan Krisna dan menoleh ke arah Krisna memegang kedua pipi Krisna.
"Maunya nempel kamu terus!"
ucap Krisna sambil meletakkan kepalanya di dada yang istri.
kemudian Krisna mengelus perut Naina,
"segera ada di perut mami ya sayang"
"Iihh ayank!! kan nikahnya juga bentar...masa udah ada aja!!"
"Katanya waktu nikah kemarin kamu pas masa subur yank!...boleh dong aku berharap!"
"Boleh!!"
mereka kembali berciu*an, Krisna hanya mencium lembut bibir Naina tanpa ada hasrat untuk menerkam kembali istrinya...sampai..
tok..tok...tok...
"Non Naina!.."
panggil salah satu pelayan di rumah tersebut.
"Udah yank...kamu mandi dulu, aku liat siapa yanh nyari!"
"Jangan lama-lama!"
rengek Krisna.
"Iih apa sih!"
tawa kecil Naina melihat Krisna merengek.
"Aku minta di mandiin yank!!"
ceklek..
"Ya bi?"
"Di cari bapak non!"
"Saya?? bentar ya"
"Anu non! den Krisna maksdunya!"
"ooohh ok...dia lagi mandi bik, bilang papa bentar ya!"
" Baik non!"
Naina menunggu Krisna keluar dari kamar mandi,namun Krisna tak kunjung datang, sampai sebuah panggilan terdengar oleh Naina.
"yank...handuk!"
" ehh..iya sebentar!"
"ini yank...."
Naina sambil menyodorkan handuk pada Krisna, bukan handuk yang dia ambil melainkan tangan Naina yang dia tarik masuk kamar mandinya.
"aouuuw!"
"apa sih yank....jangan teriak dong!"
kata Krisna dengan polosnya.
"Udah ih....!
namun Krisna masih saja memeluk Naina..
"Bentaran doang!! pelit banget sama suami!!"
"Bukan gitu yank....ditunggu papa dibawah!"
"Hah??!! kok kamu baru bilang sih!!....bisa disambel aku sama papa kamu!!"
__ADS_1
Krisna meraih handuk ditangan Naina dan bergegas keluar dari kamar mandi, menyambar pakaian santai yang sudah disiapkan Naina.
"hihihihihi lain kali kalo dia macam-macam in aku...pake nama papa aja buat ngancem balik.... kayaknya seru hhihihihi"
gumam Naina sambil cekikikan sendiri di kamar mandi.
"Sayangnya kalo aku dihukum sama papa kamu! pembalasannya sama kamu yank!"
ucap Krisna sambil keluar dari kamar dengan senyuman tipisnya, ternyata Krisna mendengar apa yang di katakan Naina.
"Hah???!!!"
Naina mengetuk-ngetuk an pelan kepalanya ke pintu kamar mandi,kembali Krisna yang belum sepenuhnya keluar kamar berucap
"Pelan yank.,...nanti sakit lho kepalanya!!"
Di taman belakang Kenan meminum teh lemon hangat nya.
"Sore pa...."
sapa Krisna.
"Lama amat!! masih sore Kris!! anak papa jangan di apa-apain mulu'!!
Krisna yang tau arah pembicaraan Kenan hanya bisa tersenyum sambil mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Papa sudah sehat!"
Krisna mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Heh!!"
Kenan menghela nafasnya.
"Benarkah Kayla mau menikah Kris??"
seperti papa Kenan benar-benar butuh teman bicara, Kenzo sang kembaran yang biasanya jadi tempat curhatan-curhatannya sedang ada bisnis di luar kota, dan Kenan merasa tak nyaman kalo harus curhat lewat telepon.
"Haris pemuda yang baik pa!...papa juga tau itu kan?"
"Ciihh semua pemuda akan menjadi baik kalo ada maunya!! termasuk kamu!!"
'Kena lagi aku, papa kan juga pernah jadi pemuda!'
batin Krisna.
"kamu bakalan tau rasanya kalo sudah jadi papa buat anak perempuan kamu kelak!!...ini tuh rasanya kayak cinta kamu di rebut sama lelaki lain!!...Gak nyaman!!"
ucap papa Kenan, Krisna mencoba jadi pendengar yang baik.
"Baru juga Naina yang kamu rebut dari aku!! sekarang Kayla!!"
lanjut papa Kenan.
'Aku gak ngerebut Naina pa!! anak papa yang mau sama aku!!'
ingin rasanya kata-kata itu terucap dari mulut Krisna, namun di tahan kalo sampai benar-benar terucap sudah bisa dipastikan Krisna di pecat jadi menantu papa Kenan.
"Tapi semua demi kebahagiaan anak-anak papa juga kan?"
Krisna mencoba untuk bijak.
"papa bahagia kan jika anak-anaknya juga bahagia?"
"Tumben kamu benar Kris!"
ucap papa Kenan sambil menerawang ke langit-langit.
'emang aku pernah bener di mata papa!'
batin Krisna lagi, diiringi dengan senyuman kecil di bibirnya mengingat betapa sulitnya papa Kenan melepaskan Naina untuknya.
"Ngapain kamu senyum-senyum?..ngledek papa kamu!!"
ucap papa Kenan dengan ketus nya.
'Tuhh kan salah lagi!!'
Krisna hanya bisa membatin menjawab semua pertanyaan papa Kenan.
"Enggak pa....mana berani aku!!"
jawab Krisna dengan senyuman manisnya.
Begitulah orangtua, seperti apapun galaknya mereka pada anak-anaknya pasti mereka selalu pinya alasan dibalik itu semua, melihat dan merawat anak-anak tumbuh dewasa membuat mereka bangga sekaligus cemas, karena bagaimanapun juga anak-anaknya berhak untuk mencari kebahagiaan mereka masing-masing, dan sebagai orangtua seperti Kenan hanya mampu untuk mengamati dan mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya, Walaupun terlihat jelas dimata Kenan,dia masih merasa belum rela anak-anaknya berbagi kasih dengan lelaki lain selain dirinya, namun bukan berarti Kenan tak bahagia.
__ADS_1
bersambung....