
Tak pernah terbayangkan kebahagiaan yang di dapatkan oleh Kenan dan Kenzo serta Namira, ketiga anak Aryo, Erlita dan Naina tersebut kini hidup dengan damai, di berkati kebahagiaan yang melimpah, anak dan cucu mereka yang hidup sangat bahagia walaupun banyak rintangan yang di lalui untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan.
Semboyan selalu ada pengorbanan di setiap kebahagiaan, rasa nya akan selalu terukir di hati setiap orang yang ada di keluarga besar Hardiansyah.
Tuan besar Hardiansyah, kakek dari Kenan dan Kenzo yang dulu menginginkan keluarga mereka banyak anak dan cucu, nyatanya benar-benar terwujud saat ini.Andaikan bisa melihat dari surga,maka orang yang paling bahagia di sana adalah Tuan dan nyonya besar Hardiansyah, Dan yang paling berhak di sematkan sebagai malaikat dan penolong adalah Naina, gadis yang entah bagaimana takdir mempermainkan hidup seorang gadis kecil kala itu. Melalui tangan dokter Daniel dan restu dari sang mama, Naina masuk ke dalam keluarga Hardiansyah.
Kini keinginan tuan besar yang kala Naina masuk keluarga sudah tak ada lagi di dunia ini, sudah terwujud sekarng dengan anak-anak dan cucu serta cicitnya.Keluarga yang dulunya hanya ada Aryo sebagai anak satu-satunya,kini nisa menjadi begitu banyak dan kediaman megah Hardiansyah ramai akan gelak tawa dan tangisan dari mereka semuanya.
Tak ada yang di minta lagi oleh Kenan dan Kenzo serta Namira,selain kerukunan, kebahagiaan dan kesehatan dari semua anggota Hardiansyah.
"Kakak!" panggil Kenan, yang masih terlalu manja dengan Namira, usianya yang tak lagi muda tak membuat dia lupa bagaimana bermanja-manja pada kakak perempuan nya tersebut.Kenan duduk dan menyandarkan kepalanya ke bahu sang kakak, dan selalu Alex membiarkan itu terjadi hanya di hari ulang tahun si kembar saja,lepas dari itu, si bulu over protektif itu tak akan membiarkan sang adik ipar bermanja-manja pada kakak nya.
Lain Kenan lain pula dengan Kenzo,dia hanya duduk disamping kakaknya sambil menggenggam tangan kakaknya erat, biasanya mereka akan melakukan 'me time' bertiga Setelah pergi ke makam sang papa,mama dan bundanya.Namun kali ini, mereka bertiga lebih memilih rumah utama sebagai tempat mereka bertiga, masuk ke dalam kamar bunda mereka yang memang selama ini tak pernah di tempati siapapun, hanya kadang-kadang Kenan atau Kenzo tidur disana, selebihnya tak ada yang tidur disitu.
Kini mereka bertiga duduk di sofa di kamar tersebut, duduk bertiga menatap foto di nakas di sebelah ranjang tersebut.
"Dulu kakak benar-benar tidak mengingat jelas tentang Bunda, tapi kakak yang lebih banyak mendengar tentang seseorang yang ikut merawat kakak kata mama, seorang wanita yang baik hati yang ikut merawat kakak!" kembali bahkan ke sekian kalinya Namira selalu mengulang cerita yang sama.
"Aku begitu menyayanginya walaupun aku tak pernah bertemu dengannya!! bagaimana kalau aku bertemu dengan dia?seperti apa Sayangku kepadanya ya kak?" tanya Kenan yang masih setia di bahu sang kakak.
"Aku bahkan sangat menyayangi mama Erli, bahkan setelah aku tahu bahwa dia bukanlah Mama yang mengandung ku! Lalu bagaimana dengan Bunda kak??aku yakin sayang dan cintaku padanya melebihi segalanya kak segala-galanya!" lanjut Kenzo hanya diam mendengarkan kedua saudara nya, ya begitulah Kenzo anak lelaki dari keluarga Hardiansyah ini lebih mirip dengan sang papa yang irit bicara.
__ADS_1
"Ya... dengar....kita menyayangi mereka semua! mereka adalah orang tua kita, terlepas dari siapapun orang tua kandung kita, bagi kita semuanya sama! Bukan salah mama Erli yang harus mengurus kita dan mengakui kita anak kandung nya dulu, bukan salah bunda Naina yang menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka! dan bukan juga salah papa Aryo yang tak bisa berbuat apa-apa untuk kedua istrinya. Yakinlah ini semua adalah takdir!" dan Karena mereka ada..kita ada..dan sekarang kita bahagia!"
ucap Namira mereka akhirnya tertawa bersama, Mengenang foto kecil mereka bertiga, bercerita banyak hal, Namira memutuskan untuk keluar kamar terlebih dahulu, rupanya Alex sudah menunggu di luar kamar, dan mengajak nya untuk pulang, begitu pun dengan Kenan, si Acca yang lebih dekat dengannya sudah mencari sang Opa.Tinggal Kenzo yang masih setia disana, menumpahkan segala sesuatu nya di kamar tersebut.
"Papi....!" panggil Ferdi.
"Hemmm Fer,kamu di sini?" saut Kenzo
Ini adalah kali pertama Ferdi masuk ke kamar tersebut, sebelum nya jika Kenan mengajaknya,dia menghindar! bukan apa-apa terlalu banyak kenangan di kamar tersebut,hingga Ferdi yang merasa bukan siapa-siapa di keluarga Hardiansyah merasa tak mau menganggu momen Kenan mengenang masa-masa bersama orangtuanya.
"Inilah kamar penuh kenangan itu Fer, kamar Oma Naina!" kata Kenzo, Ferdi mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, terdapat seorang gadis remaja dan dua orang lainnya di foto di nakas sebelah ranjang.
"Dia mirip Nai!" kata Ferdi melihat wajah tersebut mirip dengan Naina adiknya.
"Dia orang lain yang membuat kami di sebut sebagai putra dan putri Hardiansyah! dia mengorbankan segalanya untuk kami semua!! kau tau cerita itu kan Fer?" kata Kenzo
"ya Pi...aku tau!" kata Ferdi lalu duduk di samping sang mertua.
"Aku...juga orang lain pi, yang dengan kebaikan seorang Kenan!! hingga orang-orang bisa menyebutku seorang Hardiansyah!!"
"Aku ...juga orang lain pi, yang dengan cinta yang begitu besar bisa berada di sini!! di samping papi dan dengan bangga menyebut dirinya sebagai menantu dari orang besar seperti Kenzo Hardiansyah!!"
__ADS_1
"Ya....aku sangat bangga akan itu semua pi!! dan terima kasih karena aku...yang hanya orang lain ini!! di terima',dan di sayangi oleh kalian semua!!! "
Kenzo hanya menatap anak menantunya dengan haru dan bangga juga!
"Kau juga adalah pelengkap dan pembawa cinta untuk keluarga kami Fer! lihatlah!!? bahkan semuanya berpusat hanya padamu!!" ucap Kenan yang baru saja masuk dan duduk di sebelah Ferdi, hingga dia di ampit oleh si kembar.
"Aku sungguh sangat berterima kasih kepada seseorang yang ada di atas sana, yang sudah membuatku lahir ke dunia ini!! melihat ku dari sana dan bangga bahwa putranya... Ferdi Nando Hardiansyah...bisa berguna dan begitu banyak membawa cinta untuk kalian semua!" tak terasa mata Ferdi berkaca-kaca.
"Ya.... mereka patut bangga padamu Fer!?" ucap Kenzo.
"Dan papa akan berterima kasih sebanyak nya pada mereka, yang sudah melahirkan Putra sebaik dirimu!!"
Ferdi tersenyum, dia bahagia,tak selamanya,hanya saudara yang menyayangi kita! kadangkala orang lain pun bisa menjadi saudara,bila di serta i dengan cinta dan kasih sayang yang tulus dari dalam lubuk hati yang paling dalam.
TAMAT
Aku tamatin di sini ya....udah pada bahagia....tapi eits....jangan buru-buru di hapus dari daftar favorit ya..karena aku bakal tambahin ekstra part soale Richo...dan tentunya masih berhubungan dengan Naina.
Thanks buat pembaca setia aku
jangan lupa kepo-in semua novel aku ya...
__ADS_1
ketik aja 'bintang ramadhan' di kolom pencarian...
Makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘