
"Mama!!!......." Teriak Kayla dan berlari ke arah mama mertuanya.
Di susul Ferdi yang berjalan cepat menuju mama Delina.
"Kay?? hiks....hiks....!" panggil mama Delina.
"Ma....ada apa ma? apa yang terjadi? mana kak Haris ma? mana??"
ucap Kayla dengan paniknya. mama Delina hanya bisa menangis dan memeluk menantunya itu, Kayla yang tiba-tiba datang ke rumah sakit membuat mama Delina sedih dan senang dalam bersamaan.
"Kamu datang Kay!! kamu datang!!"
mama Delina malah tak menjawab pertanyaan Kayla, dia memeluk dan mencium i menantunya tersebut.
"Mama....jawab Kay ma..ada apa?"
"Hiks....hiks..... Kay......" mama Delina sudah tak dapat menceritakan semuanya, dadanya terasa sesak dan beberapa saat kemudian, dia ambruk di dalam pelukan Kayla, dengan sigap Jhon membantu membopong tubuh ringkih mama Delina menuju sebuah kamar rawat di sana.Kayla mengurungkan keinginannya untuk mengorek keterangan dari Jhon, dia lebih memilih mengurus mama mertua nya terlebih dahulu.
Jhon memanggil dokter untuk memeriksa keadaan mama Delina, mama Delina mengalami sesak nafas karena serangan paniknya kambuh lagi.
Kayla hanya bisa menangis melihat keadaan sang mama mertua, wajah cantik yang sudah lama tak di lihatnya ini berubah menjadi tirus, kantung mata yang menghitamkan menandakan dia jarang beristirahat cukup akhir-akhir ini.Kayla yakin mama Delina banyak memikirkan keadaan anak lelakinya dan juga dirinya dan kedua anaknya yang mana mereka terpisah karena sakit yang di derita Haris anak bungsunya.
Tak ada lagi mama Delina yang lebay, yang cerewet seperti biasanya saat ini, yang dia lihat adalah seorang wanita paru baya yang terlihat lemah dan tak berdaya.
Di elus nya pipi sang mertua, sedetik kemudian airmata Kayla leleh juga, belum juga mendapatkan kabar dari sang suami, mama mertua nya sudah terbaring di rumah sakit yang sama dengan sang suami. Kay merasa cobaan untuk keluarga suaminya sangat berat, entah bagaimana mama Delina melewati semuanya sendiri,kini Kayla mulai merasa menyesal karena meninggalkan suaminya sendirian, harus nya dia bisa menemani mama Delina menjaga Haris suaminya, Kayla menangis i kelemahan sendiri sambil memegang tangan sang mertua dengan sangat erat.
Kayla seorang diri di sana, berulang kali mencoba membangunkan sang mertua, karena cemas dan binggung harus bagaimana dia sampai lupa kalo mama Delina di beri obat penenang setelah tadi sempat siuman dari pingsannya.Jhon sudah pergi entah kemana, Ferdi pun juga mengikuti Jhon sedangkan Ferdi meminta Kayla untuk menemani mama Delina, takutnya kalo mama Delina bangun dan dia masih terlihat panik, itu akan sedikit berbahaya.
"Ma.....bangun ma hiks....hiks.....kenapa semuanya seperti ini Tuhan hiks.....mama bangun!"
Kayla menangis sambil memegang tangan mama Delina. Pikirannya sudah melanglang buana entah kemana, berkali-kali dia terlihat menggelengkan kepalanya karena beberapa kali pikiran-pikiran buruk hinggap di kepalanya.
Disisi lain....
"Jhon..... bagaimana?"
"Semuanya sudah saya urus tuan!"
"apa kak Beni dan kak Hasna sudah di telepon?"
Ferdi menanyakan kakak dan kakak ipar Haris.
__ADS_1
"Mereka sudah dalam perjalanan tuan, sejak tuan Haris sakit mereka pernah ke sini 1 kali, setidaknya mereka tau jalan menuju ke sini!" jawab Jhon dsn terlihat jelas oleh Ferdi kesedihan di wajah dan di mata Jhon, lelaki yang seumuran dengan Haris itu.
"Yang sabar Jhon!! kita semua bersedih setidaknya dia sudah dan mencoba untuk tetap bertahan, aku rasa Tuhan lebih sayang padanya!"
Ucap Ferdi dengan mata yang berkaca-kaca, dia mencoba menenangkan Jhon namun nyatanya dia sendiri tak sanggup menahan kesedihannya.
"Ya aku tau!.... tapi....!" jhon bahkan tak tau harus berkata apa lagi, mencoba tegar di hadapan mama Delina nyatanya tak membuat hati Jhon terima sepenuhnya dengan kenyataan ini.
Ferdi hanya menepuk bahu Lelaki itu berulang kali, sebelum menelpon seseorang.
*********
drt....drt.....drt....
"Yank....ponsel kamu bunyi..."
teriak Naina yang sedang berada di rumah mama Syila.
Pagi sekali Naina sudah ke sana bersama dengan suaminya, setelah mendapat kabar bahwa Kayla pergi untuk menemui suaminya.
Krisna yang sedang bersama papa Kenan bergegas masuk ke dalam rumah, di ikuti Kenan yang memang mau duduk di ruang keluarga.
"Dari sapa sayang?"
"Ferdi??" kata Krisna memandang layar ponselnya, yang mana membuat mama Syila dan papa Kenan diam dan memandang ke arah Krisna.
"Angkat Kris!" perintah sang papa
"Ya pa...!"
"Hallo Fer! ada apa?"
"Kak.....segera di sini....karena....." kata Ferdi di sebrang sana.
"Ya! aku berangkat sekarang!" potong Krisna.
"Pesawat nya kurang dari satu jam berangkat kak, aku sudah tugaskan orangku untuk membelikan tiket, tidak usah bersiap,...segera berangkat aja kak!kakak di mana?"
"Di rumah papa!"
"Ya sudah cepat berangkat di dalam mobil nanti aku jelasin!"
__ADS_1
"Baiklah!" Krisna menutup sambungan teleponnya.
Krisna yang akhir-akhir ini selalu membawa surat-surat lengkap dalam tas, tak perlu pulang lagi ke rumah untuk mengambil paspor,dia segera pamit pada semuanya untuk pergi.
"Ada apa?" tanya papa Kenan sampai berdiri dari dudukinya.
"Tidak apa-apa pa, aku harus pergi dulu nanti setelah sampai sana aku kabari?"
ucap Krisna ber bicara juga pada Naina.
"Semuanya baik-baik saja Kris?" tanya mama Syila dengan sangat cemas, dia memikirkan keadaan Haris, apa terjadi sesuatu di sana hingga Krisna harus datang setelah semalam kepergian Kayla dan Ferdi berdua.
"Do'a kan yang terbaik ma..!" ucap Krisna menyalami mama papa dan mencium istri serta anaknya.
"Pa..ma Kris pergi dulu....!"
"Dan kamu tidak usah pulang nanti telpon ibu aja bilang kalo kamu nginep sini ya!" pinta Krisna pada Naina dan Naina yang tak mau banyak bertanya dulu hanya mengangguk saja.
Krisna segera berlari keluar mencari sopir untuk mengantarkan dia ke bandara, di sana sudah ada yang menunggu Krisna untuk berangkat menyusul Ferdi dan Kayla.Setelah memasuki mobil Krisna begitu gelisah, dia tak ingin hal buruk menimpa keluarga Dawson, dia merasa kemelut dalam keluarganya dan orang-orang yang dekat dengannya tak ada habisnya, baru beberapa saat yang lalu Naina hampir saja celaka, kini ada lagi berita yang mengangetkan nya.
Berulang kali Krisna menelpon Ferdi, namun belum juga mendapatkan jawaban, rasanya Krisna tak sabar dengan apa yang akan disampaikan Ferdi.
tut...tut...tut....
tut....tut...tut....
"Hallo Kay.....?" ternyata Krisna ganti menelpon Kayla.
"Iya kak....ada apa?" jawab sang adik dengan sendu.
"Kak Ferdi mana?" tanya Krisna.
bukannya menjawab pertanyaan Krisna, Kayla malah menangis..
"Kak hiks ......hiks....mama Delina kak hiks.....!" ucap Kay disebrang sana.
' Tuhan!! apa yang terjadi pada keluarga Dawson' batin Krisna sambil memejamkan mata.
bersambung.....
@Yang mau jadi paranormal boleh deh...nebak apa yang terjadi...di tunggu komennya ya....@
__ADS_1
# EdisiKangenNangis.