Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Tetap! kebucinan Raisya


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, Ferdi akhirnya membawa Raisya pulang. Di rumah papa Kenan, mama Syila sudah sangat senang,ada juga mama Nayla yang memang sengaja datang berkunjung untuk menemui putri nya itu, dia datang bersama sang menantu yaitu Rania.


"Sayang..... selamat datang kembali! mama sudah masak kesukaan kamu!" ucap mama Syila


"Iya non Raisya, Laras juga udah kangen sama tuan Ferdi!" celetuk Laras tanpa sadar.


"Hush!! maksud kamu apa sih!!!" sentak Ningsih sambil menyenggol lengan Laras.


"Maksudnya kangen nona Raisya dan tuan Ferdi Ning! kan mereka sepasang!! masa' yang dikangenin cuma satu Ning!" ucap Laras tanpa dosa, dan orang-orang yang di sana hanya tersenyum melihat ke absurd nya para pelayan tersebut, Ferdi hanya bisa geleng-geleng kepala saja, dia bukannya tak tau kalo duo pelayan itu nge fans berat padanya, namun dia hanya membiarkan saja karena semuanya masih dalam batas wajar dan sopan. Para pelayan itu akhirnya berlalu sambil membawa koper baju kotor milik Raisya dan Ferdi.


"Udah masuk dulu yuk... istirahat!" kata mama Syila.


"Capek ma istirahat mulu', di rumah sakit istirahat di sini istirahat!" keluh Raisya.


"Kalo gitu kita ke kamar aja sayang! langsung tancap gas aja ya..bikin dedek sama dedek gemes!" ucap Ferdi sambil melihat bagian bawah miliknya.


pletaaakk....suara jitakan di kepalanya.


"Aduuh!! mama! sakit tau!" kata Ferdi pada mama Nayla karena jitakan itu berasal dari mama Nayla yang jarang sekali melihat menantunya bersikap gesrek.


"Sembarangan aja kalo ngomong!! ga ada ya! Syila nanti malam kamu tidur temeni menantu kamu ya!! kasihan anak aku kalo langsung di terkam harimau liar!!" ucap mama Nayla melirik Ferdi tajam.


"Eh.... enggak kok ma! bener deh, Ferdi gak ngapa-ngapain Raisya deh!! gak mau ya.. Ferdi tidur sendirian!!" bantah Ferdi.


"Tenang fer! nanti papa temenin!" ucap sang papa.


"Emang papa bisa tidur sambil meluk Ferdi?" pancing Ferdi.


"Eh....." papa Kenan tampak berpikir, dan..


"Ehem...benar fer, kamu gak ngapa-ngapain Raisya kan? cuma tidur aja kan?" tanya papa Kenan


"Iya pa! mana enak tidur gak di temeni istri!" ucap Ferdi


"Papa setuju!" saut papa Kenan


"Dasar anak sama bapak gak ada akhlak!!" ucap mama Nayla sambil geleng-geleng kepala.


"Waaahh kak Ferdi mau tancap gas ya?" tanya Rania yang baru saja datang dari arah dapur an langsung mendapat tatapan dari sang mertua.

__ADS_1


"Iya dong Rania! kamu emang gak pengen tancap gas ama Rasya? biar kamu sama Raisya hamil bersama!" kata Ferdi semakin menjadi


"Emang kakak sama mas Rasya janji an?" tanya Rania dengan polosnya


"Iya kami janjian!" jawab Ferdi


"Makanya tiap malam aku di gempur terus sama mas Rasya! capek tau kak!!"


Kata Rania dengan polosnya, yang mana membuat Ferdi terbahak-bahak, dia senang sekali mengoda ipar istrinya itu sedangkan mama Nayla dan mama Syila hanya bisa geleng-geleng kepala! dan jangan tanyakan bagaimana papa Kenan,dia hanya bisa melongo tak percaya bahwa menantu saudara kembarnya itu sama gesreknya dengan anaknya Ferdi, Akhirnya mama Nayla membawa pulang Rania yang tak ingin semakin ketularan gesrek suami putrinya tersebut.


"Besok-besok mama ke sini lagi, kamu banyak-banyak istirahat ya Sya!" pamit mama Nayla.


"Iya ma... Makasih, makasih juga ya kak!" ucap Raisya ditujukan pula pada kakak iparnya.


"Rania! bilang kakak ya kalo Rasya ngapa-ngapain kamu lagi!" kata Ferdi pada Rania.


"emang kenapa kak?" tanya Rania


"Ntar biar kakak ajari banyak gaya buat Rasya hahahaahaha!" kata Ferdi.


*********


"Capek? biar abang pijitin ya sayang!" ucap Ferdi sambil memijit kaki Raisya.


"Bang haus!" kata Raisya manja.


"Iya aku ambilin sayang!" saut Ferdi dan berjalan cepat menuju meja yang ada di kamar tersebut.


"Abang laper!"


"Laper? ya ya abang ambilin dulu ya sayang!" kata Ferdi sambil berlalu keluar kamar dan mengambil makanan yang ada di dapur, untung nya masih ada ayam bakar plus sambalnya yang tersedia disana.Sedangkan di kamar sepeninggalan Ferdi, Raisya cekikikan sendiri sambil tengkurap membelakangi pintu kamar.


Dia berguling-guling di atas ranjang merasa senang karena dia bisa mengerjai sang suami.


"Siapa bilang cuma Raisya yang bucin akut sama Ferdi!! sekarang aja liat!Ferdi yang bucin akut sama Raisya!"


ucap Raisya.


"Kapan lagi bisa memerintah suami hi hi hi hi hi! " kata Raisya yang tak menyadari keberadaan sang suami yang sudah berdiri di depan pintu dengan nampan makanan di tangannya, Ferdi hanya diam saja,dia ingin tau seberapa berani istri kecilnya itu mengerjai nya.

__ADS_1


"Ternyata enak juga ya tinggal perintah!! huuh enak aja dari dulu aku mulu' yang di perintah! " ucap Raisya


"Ehem....ehem...!" suara deheman dari Ferdi membuat Raisya berbalik dan langsung terduduk, dia melihat wajah garang suaminya, tiba-tiba saja Raisya susah menelan saliva nya sendiri, dia mulai berpikir apa suaminya mendengar apa yang baru dia katakan! Kenapa wajah dingin Ferdi terlihat lagi setelah tadi begitu ramah melayani nya! begitulah yang Raisya pikirkan sekarang!


"A-abang!" ucap Raisya.


"Makanlah!" saut Ferdi dingin sambil meletakkan nampan berisi makanan di meja yang ada di depan sofa, Ferdi sebenarnya tak keberatan melayani istrinya, namun karena ingin memberi pelajaran pada sang istri Ferdi mulai bersikap dingin, dia sangat tau istri bucin nya itu akan kalang kabut ketika Ferdi terlihat mengabaikan dirinya.Setelah meletakkan nampan tersebut, Ferdi menuju ranjang dan berbaring disamping Raisya dengan cara memunggungi Raisya.


"A-abang te-temani Raisya makan yuk?" ajak Raisya dan Ferdi hanya diam.


"Abang! Raisya gak pengen sendirian makannya!" lagi-lagi Ferdi diam.


"Bang...jangan marah dong! aku cuma bercanda bang!" ucap Raisya yang mulai bernada panik.


"Bang!!! bangun dong!!! abaaaaang jangan marah!" rayu Raisya sambil membalikkan tubuh Ferdi terlentang dan dengan cepat Raisya naik ke atas tubuh Ferdi.


"Bang?!! abang!" rengek Raisya


'Tepat sasaran!! mana mau aku di sebut bucin!! kamu yang harus selalu bucin sama aku Sya!' batin Ferdi dan tersenyum licik walaupun Raisya tak menyadarinya.


"Mau di maafin?" kata Ferdi yang masih terlihat datar


dengan cepat Raisya menganggukkan kepalanya.


"iya!! mau!!" jawab Raisya cepat.


"Beneran?" tanya Ferdi.


"pokok jangan berat-berat!" ucap Raisya dengan memanyunkan bibirnya.


"Minggir!! kalo tidak mau!!" ucap Ferdi masih dengan mode dingin dan garang.


"Iya bang! mau... Raisya mau!! emang apa yang bisa bikin abang maafin Raisya?" tanya Raisya penasaran.


"Perkosa aku!" pinta Ferdi singkat.


"Eh..lhoo.....abang!!!" pekik Raisya tak percaya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2