
drt....drt....drt....
ditengah peninjauan proyek yang di awasi kenan hp jay berbunyi, dilihat nama Roni terpampang disana.
jay mengabaikannya karena masih harus menjelaskan semuanya kepada Kenan.
namun semakin lama panggilan di hp nya semakin mengganggu.
"maaf pak.... Roni menelpon,saya angkat dulu"
"ya..." jawab Kenan singkat sambil melihat-lihat sekitar nya.
Jay dengan wajah panik,berjalan cepat menuju ke arah Kenan.
"pak...pak...ada berita buruk dari istri Roni"
Tanpa pikir panjang lagi,jay dan Kenan berlari ke arah mobil mereka, Kenan bahkan sudah tak tenang lagi duduk di sebelah kemudi.
perjalanan yang memakan waktu 1 jam an membuat kenan seakan-akan gila memikirkan nasib istri dan anaknya.
'bodoh...bodoh...bodoh... ' itulah yang terus dipikirkan Kenan,kenapa tadi tak membawa serta anak dan istrinya.
perjalanan dramatis selama 1 jam telah terlewati,kenan berlari masuk ke dalam rumah yang bagian belakangnya sudah hancur tak tersisa....
Lantai rumah yang masih tercampur air dan lumpur.dia berlari seperti orang gila, memeriksa setiap ruang yang ada di vila itu,dia berpikir barangkali anak dan istrinya sedang berlindung di sana, pemikiran yang sangat tidak logis sebenarnya, melihat keadaan vila yang seperti itu mustahil bagi siapapun masih berada disana,namun pikiran gila bercampur panik membuat kenan tak bisa berpikir jernih.
"syilaaaaa....naina...kaylaaaa..." Kenan terus berteriak memanggil nama orang-orang yang di sayanginya.
"pak kenan....ayo kita keluar dari sini"...jay menarik kenan keluar dari vila.
Tapi kenan menghempaskan tangan jay...
__ADS_1
"Gak!!!aku harus menemukan mereka jay... anak-anak dan istriku didalam jay...."
Kenan segera berlari ke arah belakang rumah,namun jay segera menarik tangan Kenan.
"pak...rumah dalam keadaan tidak bagus...liat tiangnya sudah mau rubuh pak..jangan ke belakang!"..bujuk Jay sambil menunjuk tiang rumah bagian belakang yang sudah miring dan benar saja hampir rubuh.
"tapi anak-anak dan istriku disana jay...mereka disana! lepaskan tanganmu Jay!!!" bentak Kenan dengan paniknya.
bugh...
Jay memukul Kenan dengan keras.
"Sadar pak!!! bukan saat nya bapak panik seperti ini!! bapak mau mati hah??!" Jay sudah tak sabar lagi menghadapi kenan yang panik seperti orang gila.
ketika tiba-tiba...
kriiieeeett
"Jay....... anak-anakku dan syila jay....." kenan
menangis sejadi-jadinya.jay hanya bisa terdiam dibelakang kenan sambil mengusap airmata nya yang tanpa disadari juga ikut mengalir.
Dari kejauhan nampak seorang wanita berlari ke arah mereka.ternyata itu adalah istri Roni.
Dia menjelaskan bahwa Roni juga menjadi korban banjir bandang ketika akan memberi peringatan pada syila dan anak-anaknya.
Karena panik Roni tak membawa hp miliknya,makanya istri Roni bisa menghubungi Jay lewat hp Roni.satu jam yang lalu banjir sudah mereda, sepertinya ini memang hanya banjir kiriman saja,hingga setelah menumpahkan airnya sungai kembali tenang,menyisakan luapan air yang tak sebesar tadi.
"Pak....ada yang menemukan seorang korban wanita di jarak 1 kg dari sini,... beberapa korban sudah saya periksa namun tak ada nyonya syila atau anak-anak pak" tutur istri Roni.
"tapi yang jaraknya satu kilo dari sini saya belum periksa.
__ADS_1
"kita kesana!"
Kenan terlihat komat-kamit di dalam mobil,sudah bisa dipastikan dia berdoa untuk keselamatan anak dan istrinya.
dia masih berharap akan keselamatan anak dan istrinya.sesampainya di tempat yang dituju,kenan bisa melihat begitu banyak korban yang ada disana.
Jay dan Kenan memeriksa satu persatu korban banjir itu,sedangnya Leli istri Roni memeriksa bagian korban yang meninggal.
Kenan berhenti melihat seseorang di sudut klinik tempat semua korban di rawat,pakaian yang lusuh yang belum di ganti dengan infus ditangannya,dia duduk melipat kedua kakinya sambil bersandar pada tembok disampingnya.pandangan matanya kosong..dia memandang ke arah Kenan tapi tak memberi reaksi apapun.
"sayang......"ucap Kenan lembut sambil ikut jongkok didepannya.
"sayang.....ini aku... Kenan" kenan mencoba memanggilnya kembali,karena panggilan pertama tak mendapat respon dari orang tersebut.
"Kenan??..."
"Iya...syila....ini aku Kenan!" ucap kenan tak lagi bisa membendung airmata nya,dipeluknya istri tercintanya itu,bahkan dia sudah tak peduli dengan orang-orang disekitarnya yang memandang mereka karena tangisan yang sangat keras dari mereka berdua.
"Aku tak bisa menjaga mereka ken...hiks..hiks....aku tak bisa menjaga mereka...hiks..hiks...hikss....."
kenan semakin mengeratkan pelukannya, Jay yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka pun sudah tak bisa lagi menahan airmata nya.
di tempat lain..
"Sini.....lepasin ya? kakak gak akan menyakiti mu"...
Anak kecil itu mengeleng pelan....terlihat balita dalam dekapannya yang sudah membiru karena kedinginan.
"kasihan adiknya nanti....sini ya biar kakak lepasin gendongan nya,adiknya dikasih selimut nanti biar gak kedinginan" ucapnya lagi mencoba merayu.
anak itu semakin mengeratkan dekapannya seolah memberi kehangatan pada balita di dekapannya, sesekali memandang wajah pucat dan bibir biru balita dalam dekapannya.
__ADS_1
bersambung