
Kenan sudah sampai ke tempat dimana tempat proyeknya dikerjakan,hambatan dari beberapa sektor mengharuskan Kenan datang sendiri kesana,disana jay asistennya sudah menunggu.
"Pak Kenan...mari saya tunjukan villa untuk anda seminggu ini"
"iya..."
Kenan mengikuti jay ke villa yang akan ditempati kenan dan keluarga.
bukan villa mewah seperti orang-orang kaya punya, villa ini tergolong kecil namun asri.
"waaahhh di sini sejuk pa...." ucap syila.
"iya..sengaja papa ngajak ke sini...biar jauh dari polusi kota sayang..."
"dimana anak-anak pa?"
"mereka bermain ke belakang villa"
"istirahatlah besok papa akan meninjau proyek sebaiknya tidak usah ikut,jaraknya tak begitu jauh...hanya 1 jam dari sini"
"iya pa....aku ke belakang dulu..."
syila berlalu ke belakang villa dan mengajak anak-anak untuk istirahat setelah perjalanan panjang mereka.
"suka nai?"
"iya ma...sejuukk banget"
"ya udah istirahat dulu mulai besok kita jalan-jalan"
########
__ADS_1
Pagi itu suasana agak mendung,tapi kenan tetep harus pergi dengan jay untuk meninjau proyek.
"ma dirumah saja....jangan main kemana-mana sebelum papa kembali"
"iya pa.... hati-hati sayang"
kenan berpamitan dan pergi bersama jay.
di sekitar villa ada sungai dan perkampungan warga,villa yang mereka sewa memang tersendiri agak jauh dari pemukiman warga,namun begitu dari vila masih bisa melihat pemukiman warga dan juga sungai yang membentang yang berada kisaran 25 meter dari villa. desainer rumah yang dibuat seakan berada di atas sungai bila dilihat dari kejauhan...padahal jarak dari sungai masih sekitar 25 meter.
syila dan anak-anaknya bermain-main di belakang rumah,disana terdapat banyak sekali tanaman sayur yang mulai tumbuh,bahkan ada yang sudah siap panen.
"nai....aduuhhh ngapain kamu gendong kay.. nanti jatuh sayang....."
syila menegur naina yang mengendong kayla dengan gendong modern yang langsung bisa di kaitkan ke badan naina.
"ini nai..lagi main anak-anak an sama kay ma..."
bayi 3 tahun itu memang tergolong pintar, ngomong nya sudah sangat fasih di usianya dibandingkan dengan naina yang memang agak lamban,dokter bilang mungkin efek obat yang di minum oleh syila sewaktu hamil dulu,waktu itu karena belum tau kalo hamil syila yang masih muda sering mengeluh badannya pegal-pegal dan sering capek.
bi sumi pembantu syila sering memberi jamu buat syila,jamu pegel linu katanya,namun bi sumi juga tak bisa disalahkan karena memang bi sumi juga sama dengan syila yang tak tau kalo hamil.
efek lain naina jadi tidak mudah mengingat sesuatu yang sangat penting sekalipun itu no. telepon papa dan mamanya.
Di tempat lain
"kang.....gawat kang....dari atas banjir bandang gede...." teriak seorang lelaki sambil berlari menjauh dari sungai dan memperingatkan warga yang lain.
"Apa??!!" teriak Roni,penjaga villa yang ditempati oleh kenan.
Roni segera berlari ke arah sepeda motor miliknya dan segera menuju ke arah vila,jeritan dari beberapa orang terdengar bersahutan, Roni semakin mengencangkan laju motor nya, sesampainya di depan pekaranangan vila,dia berlari ke arah dalam vila.
__ADS_1
"pak kenan...bu syilaaaa" Roni berteriak memanggil mereka,dan memeriksa setiap ruang di vila itu.
sampai di bagian dapur villa,roni masih berteriak mencari orang-orang yang ada dirumah itu,
syila yang tak tau apa-apa hanya berdiri di dekat sayuran yang dia petik di pekarangan belakang sambil menjawab teriakan Roni dari dalam rumah.
roni sangat khawatir dengan adanya berita banjir bandang besar yang akan datang,
pasalnya pekarangan belakang villa hanya berjarak 25 meter dari sungai.
"Lariiiii masuk rumah bu syilaaaaa" teriak Roni sambil berlari ke arah pekarangan belakang.
syila yang tak paham akan ucapan roni hanya diam mematung sambil menunggu sosok roni muncul.
"Ada apa ma?" tanya naina yang tak jauh dari syila yang masih mengendong adiknya dan sesekali bermain seolah-olah kayla adalah anaknya.
"ulu..ulu... adik bayinya tidur ya...."ucap naina yang bermain dengan kayla.
kembali teriakan Roni mengema
"bu syilaaaa...lariiiiii...banjir datang!!!"
syila yang terkesiap mendengar apa yang di ucapkan Roni segera memandang ke belakang ke arah sungai,luapan banjir disertai lumpur dan kayu menerjang menuju kearah vila yang dia tempati.syila melempar sayur yang ada ditangannya dan segera berlari menuju kedua anaknya.
naasnya kecepatan kaki syila tak sebanding dengan terjangan banjir yang melanda sangat besar hingga meluap melebih kapasitas sungai saat ini.
"Mamaaaaaa"
teriakan naina sambil memeluk erat adiknya dalam gendongannya,melihat sang mama yang lebih dahulu di lahap luapan air berwarna coklat kehitaman itu, sedetik kemudian air pun ikut menggulung dirinya dan kayla di dalam dekapannya.
bersambung
__ADS_1