
"Hallo om Davin! Bisa bantu Ferdi?" tanya Ferdi pada teman dari papa Abizam om Alex.
Om Davin adalah salah satu sahabat Om Alex papa Abizam yang saat ini menurut Ferdi paling bisa di andalkan, dia mempunyai banyak anak buah yang tak lain adalah anak jalanan sama seperti Ade yang mempunyai banyak kawan anak jalanan namun Om Davin mempunyai lebih banyak personil dan jangan lupakan dia mempunyai teman seorang mafia yang bisa kapan saja di mintai pertolongan.
"Ada apa fer? Apa yang bisa Om bantu?" tanya Davin di sebrang sana.
"Mencari keberadaan seseorang Om! istriku di culik Om!" kata Ferdi dan akhirnya menceritakan bagaimana kejadiannya hingga seseorang tersebut menculik Raisya istrinya.
Davin yang mengerti akhirnya mengiyakan membantu Ferdi yang dia tau adalah anak dari ipar sahabatnya Alex. Apalagi perusahaan Davin memang bekerja sama dengan perusahaan Kenan. Setelah menelpon Davin kini Ferdi menelpon Jhon, Jhon mempunyai sejuta akal untuk masalah mencari seseorang dengan caranya sendiri, entah apapun itu tapi Jhon tak pernah mengecewakan Ferdi, tangan kanan Haris itu benar-benar cekatan dan lebih sering sepemikiran dengannya.
"Bagaimana? apa Davin mau membantu?" tanya papi Kenzo.
"Iya pi, om Davin mau membantu kita! pi papi di sini menunggu kabar, aku akan keluar dengan Ade!" kata Ferdi sambil bersiap-siap.
"Iya...papi akan di sini, jangan khawatir anak buah papi juga sudah tersebar!" kata papi Kenzo.
Ferdi yakin dengan bantuan yang begitu banyak dia akan bisa menemukan Raisya dengan lebih cepat, Ferdi tank ingin ads sesuatu yang terjadi pada Raisya.
"Iya pi.....aku yakin kita akan menemukan Raisya tepat waktu pi! dan kau Amar!"
"Iya tuan!"
"Selesai semua urusan kantor, dan jangan sampai tersebar luas berita tentang istri ku!"
"Baik tuan!'" jawab Amar, dia sudah merasa takut dengan aura Ferdi saat ini.
"Pi aku pergi dulu...ayo Ade!!"
Dengan segera ferdi bergabung dengan anak buahnya untuk mencari keberadaan Raisya.Jhon yang pertama memberikan laporan, dari rekaman cctv di area kampus bisa di lihat bahwa Raisya masuk ke sebuah mobil dan mobil itu melaju meninggalkan kampus menuju ke arah dalam kota, namun setelah di telusuri oleh Jhon, pelaku hanya membawa Raisya pindah mobil karena ternyata mobil yang di bawa ke kampus oleh pelaku yang tak lain adalah Damar bukanlah mobil pribadinya melainkan mobil sewaan, yang jadi pertanyaan sekarang adalah siapa yang telah membantu Damar bebas dari penjara.
"Bagaimana Jhon?" tanya Ferdi yang sedang menelpon Jhon.
"Mobil yang di pakai Damar masuk ke sebuah parkiran apartemen tuan, sayangnya di parkiran tidak ada cctv karena sedang perbaikan tuan! jadi kita tidak bisa melihat ke mobil mana nona Raisya dipindahkan!" kata Jhon menjelaskan.
"Damn!!!! tapi setelah mobil Damar masuk apa tidak ada mobil keluar dari parkiran?"
"Ada tuan! setelah 10menit - 1 jam berselang ada sekitar 10 mobil yang keluar dari sana tuan! dan itu terlihat di pintu keluar parkiran tuan!"
"Apa sudah di selidiki?"
__ADS_1
"Sudah tuan! tinggal 5 mobil lagi....tapi 2 dari mobil tersebut sudah di ketahui identitas nya tuan!"
"Lakukan dengan cepat Jhon!!! tolong temukan istri ku!" ucap Ferdi dengan nada memohon.
"Pasti tuan!! saya akan membantu anda sampai tuntas!"
Ditempat lain...
"Ada apa Davin? tumben kamu datang!"
"Bantu keponakan temenku!"
"Wow.....apa targetnya boleh buat aku? jangan serahkan pada polisi! bagaimana? aku ingin bermain-main dengan pelakunya!"
"Okey bantu segera! ini darurat!" minta om Davin.
Dengan segera Cris memerintahkan anak buahnya yang ada di berbagai daerah menyebar ke seluruh penjuru, Cris adalah
salah satu mafia teman Davin, walaupun Davin tak ikut terjun dalam dunia mafia tapi temannya itu siap membantu Davin dalam segala hal, apalagi berhubungan dengan kejahatan seperti ini, Cris merasa punya maksa baru untuk melampiaskan segala emosi nya.
"Bagaimana Om? apa om sudah bertindak?"
Di villa, Raisya mulai sadar dari pengaruh obat bius nya, namun rasanya masih berat untuk menggerakkan tubuhnya, dia masih terlihat lemas!
Dilihatnya seseorang tengah duduk santai dengan minuman di tangan kanannya, dia memutar-mutar isi wine yang ada di dalam gelas yang di pegangnya.Dia menatap gadis yang terlihat tetap cantik walaupun terlihat berpenampilan acak-acakan rambutnya.
"Dimana aku?" ucap Raisya lemah.
"Kau sudah bangun nona Raisya?" tanya Damar.
"Siapa kau? apa maumu?? apa...apa yang kau inginkan??" ingin rasanya Raisya berteriak namun tenaganya yang belum pulih betul membuat dia hanya bisa berbicara pelan.
"Ha ha ha ha ha ha ha!! apa mau ku? mau ku hanya penderitaan bagi suami mu!!" ucap Damar dengan tenang.
"Kenapa mengusik kami? apa salah suamiku?"
"Karena anak pungut itu terlalu beruntung!!! dan nyatanya dia mengusik diriku nona Raisya!!"
"Lepaskan aku! aku mohon! aku akan membayar berapapun yang kau minta!" tawar Raisya
__ADS_1
"Benarkah?"
"Benar!! asal kau melepaskan aku! aku jamin kau tak akan masuk penjara! masalah kita akan berhenti sampai di sini!" bujuk Raisya.
"Ha ha ha ha ha! baiklah aku akan melepaskan mu nona!" kata Damar
"Asal kau membayar dengan tubuhmu dan nyawa suamimu!!" lanjutnya.
"Bangsaaat!!!! dasar lelaki gila!!! pantas saja nasibmu begitu mengenaskan lelaki brengseeekk!!!" kata Raisya tanpa takut sama sekali.
"Apa kau bilang!!! dasar perempuan kurang ajar!!!"
plak....
plak....
Raisya mendapatkan tamparan bergantian di kedua pipinya, rasa iri dan dengki Damar pada Ferdi telah membutakan mata hati seorang Damar! ya ambisi Damar cukup besar! hingga di usianya yang tak lagi muda bahkan dia belum menikah karena ingin meraih kesuksesan di dalam hidupnya,namun caranya salah! dia memilih jalan pintas untuk sukses! dengan cara mengeruk keuntungan dari perusahaan papa Kenan secara perlahan-lahan.
"Ciihhhh......apa kau hanya berani pada perempuan? dasar bajingaaannn!!!"
ucap Raisya sambil menyeka darah di ujung bibirnya.
"Kita lihat saja!! siapa yang akan memohon dan berlutut di bawah kaki kita masing-masing nona Raisya!!! setelah permainan kita mulai apa kau masih bisa memakiku dengan lantang!! ha ha ha ha ha !"
ucap Damar dengan memasang kamera di meja yang memungkinkan si kamera dapat merekam kejadian di atas ranjang! Raisya sudah berkesiap, ketika melihat Damar melepaskan kancing kemejanya satu persatu.. andaikan dia tidak lemas maka dengan sekali tendang Raisya sudah di pastikan dapat mengalahkan Damar, biar pun dia seorang wanita dan terlihat kadang manja, namun darah Kenzo yang mengalir dalam tubuhnya tidak dapat dia pungkiri, keberanian dan ketangguhan menular pada diri Raisya.
"Tuhan tolong ulur waktu agar suamiku menemukan ku!!" batin Raisya.
bersambung...
Efek ramadhan....up nya juga gak bisa di janjikan tapi selalu diusahakan up tiap hari.
Pagi kerja
sore yang biasa bisa di pake buat nuangin ide...ribut berburu takjil🤭
malam... biasa nya buat up... dipakai buat ibadah lah coy.....
walaupun suka masih bolong-bolong...ehh...🤭.
__ADS_1