
Usaha Syila menahan suaminya ternyata berhasil, setelah lelah dengan pertempuran pagi itu, Kenan tidur kembali dengan lelap.
"ciih kunjungan kerja apa di hari minggu! bahkan dia tidak sadar kalo ini weekend saking cemasnya pada Naina"
gumam Syila sambil berlalu ke kamar mandi.
Disisi lain dua sejoli itu belum sadar kalo bu Kasih dan pak Rahmat sudah ada di rumah,bahkan mereka sedang menikmati gorengan yang mereka bawah dan teh di ruang tamu.
"Pak jadi beneran Krisna suka sama Naina?"
tanya Bu kasih masih tidak percaya akan apa yang di lihatnya dan di ceritakan sang suami.
"Bener bu"
"Waduh ceritanya kita udah jagain mantu kita dari dia kecil ya pak hehhehehe"
ucap bu Kasih di selingi tawa kecil.dan pak Rahmat menanggapi dengan senyuman juga.
Dibelakang rumah Naina masih asyik dengan kegiatannya memberi makan ikan.
"lihat kak!... ikannya sudah besar-besar,bukannya harus di panen segera?"
kata Naina yang berdiri sambil melempari ikan dengan makanan yang ada ditangannya, Krisna datang dan memeluk Naina dari belakang,dia mencium aroma shampoo dari rambut Naina yang tergerai.
"Kapan kamu rencana pulang hemm?"
tanya Krisna.
"Apa kakak mengusirku?"
"Apa aku terlihat mengusirmu?"
"hehehehe....aku masih betah disini!"
"Dan papamu akan membunuhku kalo kamu tidak segera pulang!"
Seketika Naina berbalik badan dan melepaskan tubuhnya dari pelukan Krisna.
"Kenapa?gak mungkin papa seperti itu?"
katanya dengan polos.
"Nai...sayang....anak gadis papa Kenan lagi sama cowok pujaan hatinya,satu rumah lagi...pasti papa Kenan pikirnya yang enggak-enggak deh!"
__ADS_1
"emang yang enggak-enggak apa kak?" tanya Naina dengan wajah polosnya.
"ya contoh nya yang ini!"
Krisna dengan cepat namun lembut menci*m bibir mungil Naina, berlama-lama disana,bagian ini sudah beberapa kali di ajarkan pada Naina dan sekarang Naina ikut membalas apa yang di lakukan oleh Krisna.
praaangg..
Suara berisik dari dalam rumah , menghentikan kegiatan Krisna, seketika mereka berdua berteriak..
"bapak!!...ibu!!!"
ucap Krisna dan Naina bersamaan,bahkan Krisna sudah menepuk jidatnya sendiri, dia tidak ingat kalo bisa saja bapak dan ibunya datang hari ini habis pulang melayat.
" aduuuhh bu..kok bisa sih piringnya jatuh?" tanya pak Rahmat.
"tangan ibu licin pak" jawab bu Kasih
Krisna dan Naina yang sudah berada disana hanya diam namun dengan cepat Naina membantu Bu kasih,piring itu pecah tepat di depan pintu menuju teras belakang, Naina sibuk membantu bu Kasih,sedang pak Rahmat menatap tajam anak lelakinya, Krisna seketika tersadar bahwa sudah bisa dipastikan sang ibu melihat adegan romatis saat dia menci*um Naina.
Dengan tanpa dosanya Krisna hanya nyengir kuda sambil memegang tengkuknya sendiri.
"Ya ampun Nai,kamu sudah besar!"
"Iya bu....ibu bapak apa kabar?"
"Kami baik-baik saja,kamu kapan datangnya?"
"eemmhh se-semalam bu"
"Udah gak usah gugup gitu....aduuuhh...ibu senang kamu jadi calon mantu ibu!!"
Naina hanya diam sambil tersipu malu.
tin..tin..tin..
suara klakson mobil membuat mereka melihat ke luar rumah,disana sudah ada Reno yang menenteng beberapa kantong pakaian yang di minta oleh Krisna.
"Pagi semua....hallo Nai" sapa Reno dengan ramahnya.
"pagi kak Reno" sapa kembali Naina dengan senyum cerianya.
"idiihhhh sok manis kamu Ren!!" saut Krisna.
__ADS_1
"heleh gitu aja cemburu!"
Krisna melotot dengan apa yang di katakan Reno
"Nai masuk ganti baju ini dulu ya" pamit Naina sambil menenteng kantong yang tadi di berikan oleh Reno.bu kasih juga pamit untuk membuat minuman untuk Reno.
"Dulu aja nyerah kan Ren, sekarang udah kayak cacing kepanasan hanya karena Naina senyum sama lelaki lain!"
goda pak Rahmat yang memang tau dari awal cerita kisah Krisna dan Naina.
"Iya pak! tau gitu aku gak usah bantuin dia pak!"
"emang kamu bantuin aku apa Ren?" tanya Krisna heran.
"Kamu pikir!mana mungkin Naina berani datang kesini tengah malam hanya buat seorang yang mungkin dianggapnya kakak tanpa tau isi hati kamu sebelumnya kris!!"
Ucap Reno yang juga sudah mendengar bahwa Naina datang dengan banyak luka ditubuhnya semalam...tengah malam tepatnya.
"Jadi?"
"Jadi begini Krisna yang ganteng!!!"
kata Reno kemudian menjelaskan kejadian satu tahun yang lalu saat dia bertemu dengan Naina dan melakukan video call dengan Krisna.
"Kamu the best Ren!"
"Helehh...!aku minta imbalan!! desain in kalung cantik buat Akila anakku!"
"Iya ya.. gitu aja minta imbalan!!"
cekcok kecil diantara Reno dan Krisna sudah biasa di dengar pak Rahmat.
tiba-tiba Naina kelur sambil menenteng HP di tangannya..
"Kak Kris!"
"Ya Nai?"
"papa..." Naina menyodorkan HP dengan sambungan telpon yang memperlihatkan nama papa Kenan disana.
Glek....
Krisna menelan air liurnya susah payah!!.
__ADS_1
bersambung