
Ferdi begitu gelisah memikirkan sang istri apalagi firasatnya mengatakan hal yang buruk terjadi pada sang istri Raisya. Ferdi tak henti-hentinya berdoa agar sang istri baik-baik saja. beberapa kali bahkan dia membentak Ade karena kurang nya kecepatan dalam membawa mobil yang ditumpangi nya. Ade yang paham bagaimana kekacauan sang majikan hanya bisa diam dan menurut i kemauan sang majikan saja.
"Tuan,asisten taun Cris mengatakan mereka menemukan lokasinya!" lapor Ade yang dari tadi memang sudah berhubungan dengan Jhon ataupun asisten Cris orang yang di mintai pertolongan oleh om Davin.
"Benarkah? cepat sedikit Ade!" sentak Ferdi tidak sabar ingin menemukan istrinya.
"Tuhan! lindungi istri ku!" gumam Ferdi, Ade hanya melirik di balik kemudinya, dia memang tau kalo Ferdi orang yang seperti apa! namun baru kali ini dia melihat tuannya itu sangat cemas dan seakan tak bergaya, dia terlalu panik untuk memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan! sampai-sampai dia mengerahkan seluruh anak buah nya dan bahkan meminta tolong pada Om Davin yang akhirnya mengharuskan Om Davin menghubungi salah satu temannya mafia nya. Om Davin memang bukan seorang mafia, namun ada beberapa temannya yang berkecimpung di dunia Mafia dan selalu siap membantu Om Davin kapan pun itu diminta.
Damar memang sendiri tanpa pengawal saat melakukan aksinya, namun seperti di katakan papa Kenan, Damar adalah orang yang cerdik, sebelum membawa Raisya ke luar kota, beberapa kali dia memindahkan Raisya dari mobil satu ke yang lainnya, dia bahkan cukup jeli menghindari cctv jalanan, karena prediksi nya, seorang Ferdi pasti akan melakukan segalanya untuk istri nya, namun Damar tak tau bahwa kekuatan dan bala bantuan ferdi lebih besar daei perkiraan nya.
Di kantor papi Kenzo...
Brakkkkk...suar pintu di buka terlalu kencang!.
"Oh Tuhan Enzo!! Singa betina mu seperti sedang kesurupan!" bisik papa Kenan yang langsung berada di belakang kakak kembarnya itu begitu melihat istri Kenzo datang tanpa permisi.
"Mama!" pekik Rasya kaget.
"Sini kamu anak nakal!!! " pekik mama Nayla sambil menjewer telinga anak lelakinya dan membawanya ke arah sang suami! kan suaminya pun bernasib sama seperti anak lelakinya.
"Aduuhh mama sayang...nay..... lepaskan! sayang....!" bujuk papi Kenzo,papa Kenan hanya diam saja melihat drama mengerikan di depannya! kedua lelaki yang terkenal dingin dan garang di hadapan karyawan nya kini terlihat seperti anak TK yang sedang melakukan kesalahan.
"Berani kalian membohongi mama ya!!! tega kalian!!! hiks..hiks...." ucap mama Nayla sambil menangis dan menghempas kan telinga kedua Lelaki tersebut.
"Nay sayang... semuanya akan baik-baik saja! bukannya mantu kesayangan kamu itu super hero! heemm!" bujuk papi Kenzo sekali lagi.
"Tetap saja pi, bagaimana ceritanya kok bisa anak mama po, anak perempuan mama satu-satunya hiks ..hiks...."
__ADS_1
Ya saat mau menemui sang suami karena hatinya tak merasa nyaman, mama Nayla malah mendengar sesuatu yang diluar dugaannya. mama Nayla mengurungkan niatnya untuk masuk terlebih dahulu sebelum mendengar semua pembicaraan mereka.
"Trus sekarang gimana pi hiks ..hikss"
"Tenang aja sayang... Ferdi sudah mengurus nya!"
Sedangkan di kamar tersebut, Damar yang sudah mulai bernafsu melihat wajah Raisya, mulai mencumbu tubuh Raisya yang sekarang tertinggal bagian b*ra nya di bagian atas namun bagian bawah nya masih utuh mengunakan celana jeans panjangnya. dia meluuumat bibir Raisya yang sudah setengah sadar, Raisya meneteskan airmatanya merasa tak mampu melawan perbuatan Damar padanya.
"waoooow.....apa ini? apa ada permainan yang menarik di sini?"
kata seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar di mana Damar tengah asyikk menindih Raisya. Seketika Damar kaget! tanpa ada suara dan bahkan tanpa terdengar deru mobil tiba-tiba ada seorang lelaki masuk bersama 2 orang pengawal yang berdiri berbalik badan menjaga pintu kamar tersebut.
"Siapa kalian?? berani-beraninya menganggu kesenangan ku!" Teriak Damar tidak suka melihat seseorang yang tak dikenalnya masuk dan mengganggu kesenangan nya.
"Aku? hanya orang yang lewat saja!" kata orang tersebut dengan tenang sambil duduk manisa di sebuah kursi yang ada di kamar tersebut,orang tersebut yang tak lain adalah Cris, yang pertama kali menemukan keberadaan Raisya.
Namun tanpa di duga Damar, Ferdi yang baru saja datang dan melihat keadaan sang istri, langsung naik pitam!
"Bangsaaat!!!!!"
teriak Ferdi sambil berlari ke arah ranjang dan menutup i tubuh bagian atas istrinya dengan selimut yang ada di sana. dan tanpa berpikir panjang lagi, Ferdi langsung menerjang ke arah Damar, pertarungan sengit di antara mereka tak terelakkan! Ferdi menyerang tanpa ampun ke arah Damar, namun Damar masih bisa menghindari dan bahkan melawan Ferdi, Cris hanya duduk santai menyaksikan pertarungan live di depan matanya. Karena tenaga Ferdi yang lenih muda adir Damar membuat Damar kewalahan menghadapi Ferdi, beberapa tendangan dan hantaman terarah ke wajah dan perut Damar.
"Brengseeek!!!!! sialan!!!! aku bunuh kamu!!"
Teriak Ferdi sambil terus memukul i dan menendang Damar tanpa ampun! Ade yang baru saja datang karena harus memarkirkan mobilnya tadi begitu terkejut melihat Ferdi yang membabi buta tak karuan!! bahkan lawannya sudah hampir tak bernyawa. dengan segera Ade menghentikan Ferdi namun gagal, Ade malah terlempar jauh menghantam dinding kamar.
"Tuan Ferdi!! berhenti!!" bentak Ade pada Ferdi yang terus menendang Damar yang terlihat sudah seperti mayat hidup. Sekali lagi Ade yang bertubuh kekar tersebut bisa begitu mudah di hempas kan oleh Ferdi.
__ADS_1
Akhirnya Ade meminta pada lelaki yang hanya diam saja tadi untuk menghentikan Ferdi yang sudah seperti kesurupan.Cris akhirnya meminta pengawalnya untuk memengangi kedua tangan Ferdi.
"Bangsaaat!!! lepaskan!! biar aku bunuh lelaki biadab ini!!"
Teriak Ferdi yang masih berusaha memberontak.
"Tuan tenang!!! tuan Ferdi!!" hardik Ade namun tak di hiraukan oleh Ferdi dan..
bugh....
bugh.....
bugh....
suara pukulan di layangkan oleh Ade untuk menenangkan Ferdi yang sudah tak terkendali.
"Maaf tuan!!! tenangkan diri Anda!! kita harus membawa Nona Raisya ke rumah sakit tuan!" kata Ade yang melihat Ferdi sedikit tenang.
"Raisya?" gumam Ferdi dan mencoba melepaskan diri dari dua pengawal Crist.
"Sya...sayang....bangun!! sya....ini aku... sayang!" ucap Ferdi, namun tak ada pergerakan apapun dari Raisya, yang mana hal itu membuat Ferdi khawatir.
"Ade!!! siapkan mobil!!!" teriak Ferdi sambil membawa Raisya dengan dengan cara membopong nya.
"Tuan!!! bajingaaan itu untuk mu!! lakukan apapun padanya!! sekalipun menjadikan dia sebagai makanan buaya-buaya anda tuan!!" ucap Ferdi sambil memandang ke arah Cris.
"Ckck...aku dapat mainan baru?? dengan senang hati!" kata Cris.
__ADS_1
bersambung.....