Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Mengenang Naina


__ADS_3

3 bulan lebih telah berlalu, perut Naina semakin besar, hari ini bu Kasih sengaja mengadakan syukuran untuk kelancaran kehamilan Naina, usia kandungan Naina sudah menginjak umur 7bulan.


Bu kasih sengaja mengundang ibu-ibu komplek di tempat mereka tinggal. rame sekali suasana di rumah Bu kasih, ada mama syila dan juga tante Nayra yang ikut membantu persiapan acara.


Tak lupa Kayla yang juga ikut dalam acara selesai dari kuliahnya.


"Hufh....hufhhh ..." Naina membuang nafasnya perlahan, tak dapat di pungkiri rasa nyeri akibat penyakit mioma yang di deritanya kadang kala menjadi pemicu nyeri di perut nya.


"Jangan sakit sekarang dong!"... gumam Naina lirih.


Karena selalu terlihat wajah panik Krisna setiap Naina nyeri dan terlihat kesakitan, sekarang Naina lebih sering melewati rasa sakitnya sendiri, walaupun tak sering datang namun saat rasa nyeri datang Naina berusaha mengatasinya sendiri tanpa mengeluh pada Krisna.


tok...tok....tok...


"Kak?? Kay masuk ya??" ucap Kay dibalik pintu.


dengan segera Naina menetralkan wajahnya, tersenyum berkali-kali hingga terlihat benar-benar alami.


"Masuk Kay....!"


ceklek...


"Kak..udah ditunggu di bawah!Kak Krisna juga barusan aja datang! tapi lagi ngobrol sama orang-orang di bawah!"


"Kakak gak papa? kok kelihatan pucat gitu?" ucap Kay terlihat cemas.


"Kakak gak papa Kay, biasa hamil besar... kadang suka berat Kay! yuk ke bawah"


"Kakak gak pindah kamar dibawah? udah makin besar nih perut, susah ntar naik turunnya!"


"Iya masih di benahi sama kak Kris, kalo dah selesai renovasi kita bakalan pindah ke bawah"


" Kak Haris gak datang?" lanjut Naina.


"Datang kok gak, cuma tadi ada klien dari luar kota jadi dadakan pergi masa Jhon, nanti ke sini sendiri, soalnya Jhon harus ke luar kota, ngantiin kak Haris disana!"


"Ya udah yuk...."


Semua orang sudah menunggu di bawah, jam menunjukkan pukul 10.00 pagi dan acara akan segera di mulai, Hari ini hari sabtu jadi semua anggota keluarga bisa datang, hanya mertua Kayla saja yang tak hadir karena mereka memang tinggal di luar negri.


Susunan acara berjalan dengan lancarnya, setelah acara selesai para ibu-ibu komplek dan ibu-ibu teman dari bu Kasih berpamitan, kini tinggal keluarga inti saja yang ada.

__ADS_1


Ferdi dan Krisna mendadak harus pergi karena ada urusan yang harus di selesaikan di kantor, walaupun hari ini sabtu tapi kantor Krisna tetap kerja walau hanya sampai jam 12 siang atau setengah hari.


"Duuuhh kemana sih perginya?!!!" gumam Kay yang menelpon sang suami, janji datang setengah jam yang lalu namun sampai satu jam Kay tak juga dapat kabar dari Haris.


tut...tut .. .tut....


"Hallo...." saut orang di seberang sana


"Bee!!! kemana aja sih!!! katanya janji gak telat!!"


"Ya Mine sayang....aku lagi dijalan!"


"Dasar bule tengil!! kangen tau!!!"


"Aduuhhh Mine....kan baru ketemu tadi pagi!!"


"Ya udah cepetan ke sini!! kalo gak!! aku ngambek!! dan jangan harap piton kamu itu bisa masuk ke sarangnya ntar malam!!"


ancaman Kay selalu saja jadi kenyataan, entah karena apa setelah bucin akut pada istrinya, Haris lebih sering mendapatkan ancaman dari Kayla.


"Iya....iya..Mine!... aku juga ingin lihat wajah kamu!! ntar ngambek bentar ya...aku lagi pengen liat wajah ngambek kamu!!"


Begitulah Haris, setelah hampir 10 bulan menikah, wajah Kayla selalu jadi obat rindu dan lelah Haris. Hanya dengan memasang wajah cemberutnya saja, Haris sudah sangat senang, Haris akan terus memandangi wajah istrinya sambil mendengarkan celotehan ala Kayla. Kesibukan Haris akhir-akhir ini yang membuat dia jarang punya waktu luang yang lama dengan Kayla kalo bukan di weekend seperti sekarang.Haris sudah di siapkan Kenan untuk mengantikan dirinya sebagai Ceo di perusahaan miliknya, Walaupun awalnya Haris menolak namun sebagai satu-satunya anggota keluarga yang bisa di andalkan Haris tak bisa menolak, Krisna tak mungkin menjadi Ceo di situ karena dia punya perusahaan sendiri, kalo perusahaan besar keluarga Haris sudah ditangani sang kakak dan suaminya, Haris di sana hanya sebagai salah satu pemegang saham saja.


"Ada urusan ma, katanya ke kantor sama Ferdi tadi....cuma udah perjalanan pulang ini......" jawab Naina.


"Kak aku nitip charger HP ya,..low bat nih!" ucap Kayla yang baru saja masuk dari taman belakang.


"Baru telpon Haris kamu Kay?"


"Iya ma....lagi di jalan..ke sini!"


"Charger di kamar aja Kay, HP kakak juga disana!"


"Siap kak!" ucap Kay berlalu ke arah kamar Naina.


"Gimana Nai? sehat kandungan kamu?"


"Sehat ma.... Nai baik-baik saja!"


"Gak bisa lahir normal dong?"

__ADS_1


"Iya..dokter menyarankan caesar aja ma?"


"Masih suka nyeri?" tanya mama Syila melihat anaknya terlihat pucat.


"Kadang ma...!"


"Jadi ingat bagaimana mama dulu hamil kamu Nai, bagaimana awal-awal kehamilan kamu dulu, kamu gak pernah nyusahin mama, gak pernah ngidam aneh-aneh, hanya kadang nyusahin papi kamu! papi Kenzo"


"Mama merasa bahagia sekali Nai, bisa jadi bagian dari keluarga papa kamu! mereka penuh kasih, Oma Erlita Opa Aryo, semuanya sangat sayang banget sama mama, kamu tau papa kamu tuh dulu anak manja!! anak mama banget pokoknya heheheh" ucap mama Syila yang menerawang mengingat bagaimana baiknya keluarga Kenan.


"Kesalahan kami pada akhirnya tak pernah menorehkan dendam dan sakit hati berlama-lama di hati mereka Nai, mereka pada akhirnya menerima kami, mama salut banget dengan mereka, anak-anaknya juga tumbuh menjadi wanita dan laki-laki yang baik, semua didikan itu dari mama Erli dan papa Aryo, tapi dibalik itu semua Nai, ada seorang wanita tangguh yang mengandung papa kamu! yang dengan rela menukarkan nyawanya demi anak-anak yang dikandungnya, sebenarnya menurut mama itu salah Nai, seharusnya dia bisa memilih hidupnya dan bisa hamil kembali bila saat itu dia mau merelakan anak dalam kandungan nya, tapi dia lebih memilih papa dan papi kamu, mama akui dia wanita hebat yang penuh perjuangan dan pengorbanan Nai"


Mama Syila menjeda kata-katanya.


"Karena itu nai, papa Kenan ingin anaknya di beri nama Naina, agar bila kelar kamu lahir dan besar bisa menjadi wanita tangguh dan penyabar seperti bunda kandung nya yang tak pernah dia lihat Nai, dia ingin melihat sosok Naina bundanya dalam diri kamu!! dan Tuhan mengabulkan nya Nai..... seperti apa yang di ceritakan Oma Erli, seperti itulah kamu dan Oma Naina...papa Kenan merasakan itu semua Nai, karena itu dia memperlakukan kamu kadang beda dari Kayla, walaupun dia menyayangi kalian berdua, namun rasa rindunya pada bunda Naina membuat dia menyayangi kamu lebih banyak!"


"Sekarang kamu hamil..... jadilah ibu yang baik Nai, jadilah ibu yang memikirkan kebahagiaan anaknya, tentu saja dengan memikirkan kebahagiaan kamu juga, karena.... kebahagiaan seorang anak juga atas dasar kebahagiaan orang tuanya, jaga diri kamu untuk anak kamu, dan jaga anak kamu untuk dirimu sendiri, Agar tak ada Naina- Naina lain di dunia ini, yang mengorbankan dirinya untuk anaknya, karena seorang anak juga masih membutuhkan seorang ibu untuk bertahan hidup di dunia!"


"Ya ma....Nai janji... Nai jaga diri dan anak ini dengan baik!".. ucap Naina sambil mengelus perut buncitnya.


drt....drt....drt....


Ponsel mama Syila berbunyi...


" Lhooo kok telpon di HP mama?" ucap mama Syila heran melihat nama penelpon di HP nya.


" Haloo....." jawab mama Syila


"----------!"


"A-apa??? kecelakaan???? di rumah sakit mana??...dimana menantuku di bawa???!"


bersambung...


Siapa yang kecelakaan??? Haris??? Krisna???....duhhh kan mereka sama-sama mantu kesayangan mama Syila.


next ya


like


komen

__ADS_1


vote


__ADS_2