
Yang kemarin kangen kabar richo dan Daniel...mau bikin verita ini tadi mikir-mikir dulu, soalnya kalo cerita masa lalu auto ingat Aryo, Naina dan Erlita, namun demi kalian is okey...cuuss dah di turuti ya soalnya dari mereka semua yang aku kangen Aryo heheheheheh Tapi gara-gara itu....tissue di rumahku berkurang...😢...makasih selalu dukungan kalian
Like kalian
komen kalian
sungguh sangat berarti buat aku.... semacam mood booster buat nulis gitu...biar idenya langsung ngalir!
************
flashback on
Di perhelatan pernikahan anak angkat Kenan dan anak dari Kenzo di gelar dengan bahagia! duduk dengan tenang satu-satunya saksi tentang perjuangan ibu mereka Naina, lelaki renta itu sudah tak banyak bepergian,tak bisa lagi berkunjung ke satu persatu keponakan-keponakannya seperti dulu. Walaupun begitu semuanya keponakan dan cucu-cucu nya tak pernah absen memberikan kabar setiap hari bergantian.
Dari sekian banyak saksi bisu kehidupan keluarga Hardiansyah di masa lalu, dia lah yang terakhir masih tersisa, lagi-lagi dia menjadi orang yang terakhir tertidur nanti di bawah batu nisan di samping orang-orang yang berjuang untuk hidupnya ( baca bab goodbye) setelah beberapa tahun yang lalu dokter Daniel menghembuskan nafasnya yang terakhir karena sakit di pangkuan keponakan kesayangan Kenan, ya kasih sayang Daniel mengalahkan segalanya pada Kenan, apapun yang Kenan inginkan maka Daniel lah orang pertama yang akan menurutinya.
Daniel masih mengatakan penyesalan dan kebahagiaan nya secara bersamaan, menyesal karena melibatkan Naina si gadis lugu dan baik hati ke dalam permasalahan keluarga Hardiansyah namun berbahagia dengan masuknya Naina membuat kebahagiaan keluarga Hardiansyah berlipat-lipat.
Kenan bagai anak pertama bagi Daniel walaupun dia juga sangat menyayangi anak kepergian Daniel kala itu menjadi pukulan berat untuk seorang Kenan.
__ADS_1
Dan sekarang setelah sekian tahun Daniel pergi, Richo adik tersayang Naina duduk seorang diri dan lagi-lagi menjadi saksi terakhir kebahagiaan anak cucu Aryo Putra Hardiansyah, sedari tadi Richo memandang i mereka semua terkadang tersenyum sendiri melihat kegembiraan dan tingkah lucu cicit-cicitnya.
"Mereka bahagia kak! aku sudah memenuhi janjiku padamu kak Nai,kak Erli, kak Aryo, kak Daniel..mama... jika kalian menginginkan aku bersama kalian pun aku sudah siap kak!" gumam Richo.
Richo mengenang bagaimana masa lalunya, benar...dia lah alasan utama pengorbanan Naina sang kakak namun karena dia juga alasan utama kebahagiaan keluar Hardiansyah, mungkn ini takdir Tuhan, saat kecil menginjak remaja Richo harus tersiksa dengan sakitnya agar tercipta skenario yang ini dari Tuhan, skenario terjebaknya Naina dalam hubungan rumit keluarga Hardiansyah, rencana sang nyonya besar Ratna dan keponakan nya dokter Daniel membawa Naina gadis lugu itu ke dalam pengorbanan yang berat di hidupnya.
Tanpa sakitnya Richo, Naina tak akan masuk ke dalam keluarga Hardiansyah dan tanpa Naina tak akan ada Namira, Kenan dan Kenzo, sungguh indah skenario yang Tuhan berikan padanya. Sakitnya Richo juga membawa berkah di hidupnya,paling tidak dia menjadi orang yang paling bahagia dan bisa bertahan hidup lebih lama dari orang-orang yang berjuang untuk nya.
Setiap kali merindukan mereka, Richo meminta sang anak mengantarkan dirinya ke makam orang-orang yang disayanginya itu bahkan dia sudah memesan makan ditempat yang sama dengan Naina, Aryo dan erlita,j Jika rindu masih merambat hati Richo, Richo akan membayangkan senyuman sang kakak Naina, dinginnya wajah Aryo namun teduh di matanya, kasih sayang Erlita dan cinta ke dua mamanya. Richo tersenyum bahagia melihat seluruh keluarganya bahagia, di hapus nya airmata yang tiba-tiba menetes melewati pipi keriput nya, sedih dan bahagia bercampur jadi satu di hatinya saat ini.
"Richo kangen kalian!" gumamnya sambil terus menghapus airmata yang tanpa ijin menetes kembali di pipi tuanya.
"Kakek sedih?" tanya nya yang sekilas melihat Richo menghapus airmatanya.
"Kakek bahagia! ya.... kakek menjadi saksi sekaligus mata buat orang-orang yang menyayangi kita di atas sana Nai, dan kau bagaikan reinkarnasi seorang Naina, nama yang sama, pribadi yang sama, semuanya Nai, semuanya....kakek bahagia!" ucap Richo kembali meneteskan airmata nya.
Naina mengerti apa yang di rasakan oleh sang kakek, dia adalah tempat bercerita sang kakek,dia adalah cucu yang paling dekat dengan Richo.
"Kau tau Nai, andaikan di beri kesempatan, aku hanya ingin melihat senyum kakakku untuk terakhir kalinya, karena saat aku datang sudah menutup matanya Nai, dia menutup matanya dengan senyuman di bibirnya Nai! dia sempurna Nai...oma Naina mu adalah kakak paling sempurna untukku!'' ucap Richo sambil memegang lengan cucunya tersebut.
__ADS_1
Naina semakin mengeratkan pelukannya di tubuh renta sang kakek, orang yang selalu bercerita tentang keluarga Hardiansyah padanya, Naina tak pernah benar-benar mengenal opa Aryo, oma erlita dan oma Naina, yang dia tau hanyalah opa Daniel, kakek Richo lah yang bercerita tentang bagaimana perjuangan Naina, Erlita bahkan Aryo sekalipun.dia menceritakan bagaimana bahagia nya mereka, kesedihan mereka dan bagaimana terpuruknya mereka di tinggal oma Naina, semuanya! oma Naina bagaikan jantung dari keluarga Hardiansyah,kepergian oma Naina adalah pukulan terbesar dari keluarga itu.
Dan di situlah perjuangan oma Erlita sang istri pertama di butuhkan, walaupun tak sebanding dengan nyawa oma Naina, tapi seorang Erlita tak bisa di remehkan dalam memperjuangkan kebahagiaan keluarga Hardiansyah setelah kepergian oma Naina.
"Kakek juga hebat... Nai sayang sama kakek!" ucap Naina.
Naina duduk disamping kakek Richo dengan masih menggenggam tangan nya erat, jarak rumah mereka yang jauh membuat Naina jarang bisa bertemu dengan sang kakek, ya kakek ikut anak pertamanya setelah kematian sang istri karena sakit dan jaraknya cukup jauh dari rumah Naina dan Kenan, walaupun Naina sering bertukar kabar namun tak sebanding dengan bertemu langsung dengan sang kakek, Naina bahagia!.
"Kakek bahagia Nai" ucap Richo
Richo menutup matanya seakan meresapi jalan hidupnya selama ini.
"Richo bahagia kak! Richo sangat bahagia kak Nai!" gumamnya sekali lagi sebelum membuka mata dan tersenyum manis pada Naina lain di samping nya.
Flashback off
bersambung...
Buat para readers yang masih suka Mr.galak suamiku...aku lagi nerusin season ke 2 nih..di judul yang sama....cuusss kepo in yuk,barangkali suka dengan genre 18 ++ ( dalam batas normal 😀) juga ada novel baru Kaulah ibuku ( siap tissue) tapi masih slow up dan di usahain sehari sekali juga.
__ADS_1
Makasih sekali lagi....Jangan pelit like, komen dan sajen bunga atau vote nya ya....