Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
pemakaman


__ADS_3

Mereka semua berkumpul diruang tengah, erlita memperkenalkan Dewi sahabat nya dan juga anaknya nayra.


ternyata dewi sahabat nya telah menikah lagi.erlita pikir yang akan dititipkan padanya adalah revan anak dewi yang baru lulus SMA dan akan berkuliah di kota yang sama dengan erlita.


"Jadi yang akan kamu titipin ke aku ini? siapa namamu sayang?" tanya erlita lembut.


"Nayra tante"


"Nayra? nama yang bagus" tanggap erlita.


"kenapa kamu bisa kenal kenan ra?" tanya dewi mamanya.


Nayra yang ingat kalo dia salah orang tadi langsung merasa malu,sambil melihat kenzo yang dingin dan ternyata kenzo sedang melirik tajam ke arahnya.


'aiisshhh. tajem banget sih matanya! kayaknya bener kata kenan,aku masuk kandang macan' batin nayra sambil mengigit bibirnya.


"ra....ra... nayra!!" sentak Dewi karena tak mendapati respon dari nayra.


"eh copot...eh copet!!aduuuhh mama kaget tau!!" nayra memanyunkan bibirnya kesal.


"hahahahhahaaa,mana ada copet ra!!!" tawa kenan meledak.


"eh kutu kupret diem lo!" nayra seakan lupa kalo dia tengah berada di tengah-tengah banyak orang.


"nayra!" dewi berseru.


"ehh iya ma...itu..ehmm kenan kan pacarnya syila, sepupuku itu ma...anaknya om juan".


"oohhh gitu...."

__ADS_1


"tadi kamu salah ngenali kenan ya?" tanya Erli sambil tertawa kecil.


"iya tante...abis aku gak tau kalo kenan ada 2,hihihihi"


"bukan ada 2 ra,dia itu kembaran aku, namanya kenzo"


"ya...udah, ini udah malam,ma sebaiknya suruh Dewi dan anaknya istirahat kasian mereka lama di dalam kereta tadi" ujar aryo.


"ayo wi...aku tunjukan kamar kamu" ajak erlita.


"kalo gitu kami permisi dulu semua, selamat malam" pamit dewi pada semua orang yang ada di ruangan itu.nayra hanya sedikit membungkuk dan mengikuti langkah sang mama.


Richo ternyata sedari tadi memperhatikan kenzo yang tengah menatap nayra tanpa berkedip, melihat bagaimana tingkah laku sang keponakan.setelah kepergian kedua tamu tersebut,richo mendekat pada kenzo dan berbisik.


"cantik ya tuh cewek!" bisik richo.


kenzo yang menyadari ada yang mengodanya langsung menoleh ke arah suara itu.


"aku tidur dulu semua,pa...jadikan besok ke makam bunda?"


" iya...kita akan pergi kesana"


Kenzo pergi ke kamarnya disusul semua orang yang kembali ke kamar mereka masing-masing.memang malam ini semua sedang menginap di rumah besar itu.


Pagi di tempat pemakaman umum.erlita,aryo dan ketiga anak mereka tengah berada di samping pusara seorang wanita yang tertulis nama naina Humaira.aryo memang hampir setiap 2 minggu sekali ke makam tersebut,jadi nampak terlihat bersih karna selalu dibersihkan.disebelah makam itu tertulis nama wanita yang telah melahirkan naina ya...yang tak lain adalah nenek mereka bertiga.


"pagi nai,ini aku datang...lihat nai, anak-anak kita sudah besar,aku membawa mereka untuk mengenalmu,maaf baru bisa membawa mereka setelah sekian lama" erlita mulai berbicara.


"maaf nai,aku tak bisa menepati janjiku,Tuhan punya cara tersendiri untuk mengenalkan kamu pada anak-anak,kamu berhak atas kerinduan mereka nai,dan mereka berhak mengenal kamu nai...hiks....hikss...maafka aku nai,maaf"

__ADS_1


"kamu tau nai,ini nam-nam...gadis kecil kamu itu,dia mewarisi semua yang ada dalam dirimu,semuanya nai,kalo kami rindu akan hadirmu maka dialah mengobat rindu itu.


dan ini si kembar nai, anak-anak yang perjuangkan dengan segala upaya dan bahkan dengan nyawamu sekalipun.mereka disini sekarang nai,mereka akan sering kesini nantinya"


"terimakasih nai.... terimakasih atas segala pengorbanan yang kamu berikan pada kami,aku berjanji kita akan hidup sesuai dengan keinginan mu,kamu selalu ingin kami bahagia kan? ya...kami akan bahagia nai,kami akan bahagia".tangis erlita pecah,dengan lembut aryo membawanya ke dalam dekapannya.


kini namira yang duduk didepan pusara itu disusul oleh si kembar.


"Hai bunda....ini namira,maaf kami baru mengenal bunda sekarang....hiks....hiks.... walaupun kami tidak pernah bersama bunda,tapi mira tau bunda sangat menyayangi kami,....mulai hari ini,mira janji akan sering kemari".


"kenan dan kenzo juga bun" lanjut kenan yang ada disampingnya.


"terimakasih bunda....terimakasih mira sedang dan bahagia bisa mengenal bunda".


Kemudian mereka menuju makam kakek dan nenek mereka, erlita mulai memperkenalkan mereka dengan pusaran kakek dan neneknya.


Hari sudah menjelang siang,mereka meninggalkan area pemakaman,tidak lupa aryo memberikan beberapa lembar uang pada penjaga makam yang sering membantu membersihkan makam keluarga nya.


"Pa,ma....kalian tau aku setiap tahun kesini" ujar kenan tiba-tiba memecahkan keheningan didalam mobil itu.


"kesini? kenapa?" tanya erlita heran.


"aku tidak tau ma,malam di mana esok adalah hari ulangtahun ku,aku selalu bermimpi ada seseorang yang memanggil ku,dan besok paginya entah kenapa aku datang ke pemakaman ini,selalu seperti itu selama beberapa tahun,biasanya aku hanya berputar-putar tanpa aku tau tujuanku, dan berakhir dengan ngobrol dengan penjaga makam"


"sekarang setiap tahun bahkan setiap saat aku akan kesini dan aku tahu tujuan ku kesini ma" ucap kenan sambil memeluk mamanya dari samping.


"anggap saja bunda naina ingin mengenal mu waktu itu ken,makanya dia membawamu ke makam ini setiap tahun"


'Kalo ada ucapan yang lebih baik dari terimakasih maka aku akan mengucapkan nya berkali-kali bahkan sampai tidak ada kata lain yang keluar dari mulut ku,terima kasih naina..... terimakasih' batin erlita.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2