Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Akhir kisah Damar.


__ADS_3

"Tuan Cris! bajingaaan itu untuk mu!! lakukan apapun padanya!! sekalipun menjadikan dia sebagai makanan buaya-buaya anda tuan!!" ucap Ferdi sambil memandang ke arah Cris.


"Ckck...aku dapat mainan baru?? dengan senang hati!" kata Cris, Cris memerintahkan anak buahnya untuk membawa Damar yang sudah lemas ke markas mereka.


Ferdi berlari ke arah depan rumah di mana Ade meletakkan mobilnya, dengan cepat dia memerintahkan Ade membawa Raisya ke rumah sakit besar yang ada di daerah tersebut, nyatanya rumah sakit besar berada di tengah kota, hampir satu jam-an Ade mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.


"Apa kau tidak bisa cepat sedikit Ade!!" hardik Ferdi yang cemas akan keadaan istrinya.Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah rumah sakit daerah, Ferdi dengan cepat sedikit berlari menuju UGD disana dan memerintahkan dokter menangani istrinya, dokter dan suster yang melihat Ferdi di kawal banyak lelaki berbaju serba hitam, mereka beranggapan Ferdi pasti orang penting atau bahkan mafia, apalagi rambut gondrong Ferdi sudah terlepas dari kuncir rambut nya, terlihat sedikit berantakan namun malah membuat beberapa suster terpesona.


"Cepat tangani istriku dokter!!" teriak Ferdi di ruang UGD.


"Ba- baik tuan!" kata salah satu dokter muda di sana dan segera menangani Raisya. setelah beberapa saat Ferdi yang emas mendapatkan berita yang tak kalah mencengangkan baginya, Ferdi duduk lemas seketika di kursi nya saat dokter memberitahu tentang keadaan Raisya istrinya.


"Begini tuan, kami rasa pengaruh obat bius itu cukup berbahaya bagi janin yang ada di rahim istri Anda, apalagi pasien menghirup banyak obat bius itu setelah kami melakukan pemeriksaan, dan lagi..janin yang ada di rahim istri anda sangat lemah, sepertinya pasien baru saja mengalami kekerasan fisik tuan!" kata dokter menjelaskan pada Ferdi.


"jadi dokter mau bilang bahwa istri saya sedang mengandung?" tanya Ferdi tak percaya dengan penjelasan dokter.


"Ya tuan! benar dan usianya masih sangat muda, masuk memasuki Minggu ke 4"


"Dan lagi tuan! kandungan pasien sangat lemah, kami menyarankan prosedur kuret untuk menindaklanjuti pasien tuan! ini juga untuk mengantisipasi terjadinya kecacatan pada janin karena pengaruh obat bius yang biasanya di alami janin" lanjut sang dokter.


Ferdi memejamkan matanya sejenak, dia merasa ada di antara dua pilihan yang sangat sulit, Raisya menginginkan kehamilan nya, bila dia tau dia hamil dan harus melakukan kuret sudah bisa di pastikan Raisya akan menolak tindakan tersebut, namun kali ini semua tindakan Ferdi demi keselamatan Raisya dan untuk kebaikan semuanya,


akhirnya Ferdi menyetujui saran dokter, dia menanda tangani surat ijin kuret yang akan dilakukan oleh sang dokter.

__ADS_1


Di sisi lain....


Damar yang sudah tak berdaya di ikat kedua tangan dan kakinya dengan posisi berdirinya, dadanya terbuka dengan hanya memakai celana boxer nya, Cris meminta anak buahnya menyiram air ke muka Damar agak lelaki tersebut membuka matanya. seketika Damar tersadar dan dia tak menyangka dia mendapati dirinya terikat di sebuah ruangan yang penuh dengan alat-alat penyiksaan.


"Apa mau kalian!?? lepaskan aku!! aku tidak ada urusan dengan kalian!!" teriak Damar sambil terus berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.


"Oh tidak semudah itu sayang!! mari kita bermain-main terlebih dahulu hahahahhahaha!!"


Cris mengambil sebuah cambuk yang dia pajang di dinding yang ada di ruangan tersebut. Dengan semangat Cris mencambuk tubuh Damar berkali-kali , Damar hanya merintih kesakitan tanpa mau memohon untuk melepaskan dirinya, harga dirinya terlalu tinggi untuk melakukan itu.


Tak hanya di situ, Cris yang notabenenya adalah seorang psikopat melakukan berbagai penyiksaan pada Damar, karena kesakitan dalam tubuhnya akhirnya Damar memohon ampun pada Cris dan entah mengapa suara rintihan maaf dan kesakitan dari mulut Damar membuat Cris merasa puas menyiksa Damar.


"wah... rasanya puas sekali ha ha ha ha ha!" ucap Cris sambil melempar alat yang naru sama di gunakan menyiksa Damar, Damar sudah lemas tak berdaya.


"Katakan pada dokter Felix apa dia membutuhkan organ dalam yang masih segar!" kata Cris pada anak buahnya.


Melihat anak buahnya yang lain dan terus mengelap darah segar yang keluar dari tubuh Damar dan memperhatikan Damar dengan seksama, akhirnya Cris menyadari itu.


"Kau menginginkan nya?" tanya Cris


"Apa boleh bos!" kata si anak buahnya tersebut.


"Nikmati lah sebelum tubuh itu kita cincang! ha ha ha ha ha!!" kata Cris meninggalkan tempat tersebut, lalu anak buah Cris yang mengelap tubuh Damar tersebut membawa damar yang sudah terlihat bersih ke atas ranjang yang ada di sana.

__ADS_1


"Mari kita nikmati hari ini sebelum kematian mu!!" kata si anak buah Cris yang memang menyukai sesama jenis, Damar memaki dalam hatinya karena dia masih tersadar Ketika lelaki tersebut mulai melucuti pakaiannya sendiri sayangnya tubuh Damar sudah tak dapat lagi melakukan perlawanan. Dan begitulah akhir riwayat Damar sebelum tubuhnya benar-benar berakhir di meja operasi dokter Felix, salah satu orang yang bekerja sama dengan Cris.


Kembali di mana Ferdi sekarang terlihat lebih cemas dari sebelumnya, tindakan kuret yang dilakukan dokter atas persetujuan Ferdi tengah berlangsung sekarang, sebelum nya Ferdi menelpon sang papa yaitu papa Kenan untuk meminta pendapat, beruntung di sana sedang berkumpul seluruh keluarga Raisya.


"Bagaimana menurut mama?" tanya Ferdi lemah beberapa saat lalu sebelum tindakan kuret di laksanakan pada Raisya.


"Lakukan seperti yang kau inginkan Fer!" kata mama Nayla


"Tapi, Ferdi takut Raisya akan marah pada Ferdi ma!"


"Tapi itu yang terbaik yang bisa kita ambil sekarang fer!" kata mama Nayla, memang rasanya tak sanggup namun mendengar penjelasan dari Ferdi yang meminta dokter tersebut secara langsung berbicara dengan sang mertua membuat mama Nayla mendukung sepenuhnya tindakan Ferdi. ponsel beralih ke papa Kenan...


"Fer! ini papa!" kata papa Kenan, dia tau anaknya perlu dukungan dari nya saat ini.


"Pa.. Raisya!" rengek Ferdi begitu mendengar suara sang papa, ya begitulah sikap Ferdi pada papa Kenan, dia seolah menjadi anak kecil seketika.


"Dengar kan papa Fer!! tindakan mu benar! kau tidak pernah salah!! jangan khawatir soal reaksi Raisya nanti! sekarang yang terpenting adalah keselamatan nya!! dan ingat Fer!! ada papa yang selalu mendukung mu!" ucap papa Kenan memberikan semangat bagi anak tercintanya.


"Iya pa! akan Ferdi lakukan sekarang!!"


Dan akhirnya setelah sekian lama dokter keluar dari ruangan tersebut dan memberitahu bagaimana keadaan pasien.


"Semua berjalan lancar tuan! pasien akan segera sadar!"

__ADS_1


"terima kasih dok!" Tinggal kini Ferdi merangkai kata-kata untuk menyampaikan semua nya pada Raisya.


bersambung


__ADS_2