
Raungan dari ruang bersalin membuat erlita dan mama ratna diluar ruangan terkejut dan seketika masuk ke dalam, melihat pemandangan yang tak pernah diinginkan keduanya.Aryo yang memeluk erat tubuh mungil naina sambil terus meraung, menangis membuat orang yang mendengarnya iba.
Erlita yang tak kuat menahan tubuhnya seketika jatuh terduduk dilantai sambil menangis sesenggukan.
tak beda dengan nyonya Ratna yang mundur hingga menabrak dinding dan menangis sambil membekam sendiri mulutnya.
Begitu banyak rasa yang tak bisa digambarkan dari raut wajah nyonya Ratna.dia terus memandangi tubuh naina dalam dekapan sang anak,tak pernah dilihatnya aryo yang begitu terluka seperti sekarang bahkan ketika sang papa pergi meninggalkan merekapun aryo tak terlihat seburuk ini.Disaat ini juga nyonya Ratna menyadari kesalahannya..ya... kesalahan yang membuat seorang gadis kehilangan nyawanya dan seorang aryo kehilangan satu wanita yang dicintainya dengan menyisakan rasa bersalah yang cukup dalam dihati seorang aryo.
flashback on
"Masuklah nai.."
"terimakasih nyonya"
"kamu sudah makan?dan minum vitamin mu?"
"sudah nyonya"
Nyonya ratna terdiam memandang lekat ke arah gadis itu.
"kau sudah berjanji padaku nai,apa kau lupa?"
"maaf ma...aku tidak lupa"
"harusnya kamu tidak lupa,jangan terus memanggil dengan kata nyonya,kau sudah berjanji akan memanggil mama bukan?"
"iya ma...aku lupa hehehhehe"
" kemarilah"
Saat ini naina sedang berada dikamar nyonya Ratna, itulah rutinitas naina sekarang.semenjak nyonya ratna tau naina mengalami ganguan kehamilan dia berubah total walaupun tak dipungkiri didepan semua keluarga dia tetap nyonya yang anggun dan tegas saat menghadapi naina.
__ADS_1
setiap malam dia akan menyempatkan diri menemui naina,tanpa ada yang tau apa yang dilakukannya dan naina di ruang kerja atau kadang di kamar si nyonya besar, seperti sekarang ini,naina tengah berbaring di sofa kamar nyonya Ratna.
"Apa begini nyaman nai?"
"iya ma...."
"apa masih nyeri perutmu?"
"hanya kadang-kadang ma,tapi akhir-akhir bener2 sudah mulai berkurang"
Naina menikmati servis yang diberikan nyonya ratna,ya....hampir setiap hari nyonya Ratna memijat kaki bengkak naina,bahkan dia sampai harus kursus dengan terapi handal untuk membuat nyaman naina, awalnya naina merasa tidak nyaman dan sungkan tapi karna desakan sang mertua dia jadi mulai terbiasa.
"ma...."
"hemm" jawab nyonya Ratna sambil terus memijat kaki naina.
"maukah mama berjanji sesuatu padaku?"
seketika nyonya Ratna menghentikan pijatannya dan memandang naina.naina tersenyum dan mulai berkata..
"soal ibu kandungnya yang menjadi istri kedua dari papanya!soal papanya yang punya 2 istri!soal kak erli yang bukan mengandung mereka?"
"Maa aku hanya ingin anak-anak tau bahwa mereka punya kehidupan yang sempurna seperti keluarga yang lain, mereka hanya boleh mengenal erlita dan aryo sebagai orang tua mereka orang tua kandung mereka...bisakah aku meminta itu ma?
nyonya Ratna memandang lekat kedua mata naina.
'Tuhan apa yang diperbuat keluarga ku hingga Kau mengirim seorang malaikat ke dalam rumahku' batin nyonya Ratna dan tanpa sadar airmatanya sudah jatuh mengenai pipinya.
naina yang menyadari itu langsung menghapus airmata itu sambil tersenyum.
"bukankah aku tidak pernah minta apapun dari mu ma? bisakah kali ini aku minta itu ma?"
__ADS_1
Tidak!!! itulah isi hati nyonya Ratna,bahkan dia sudah bertekad akan menjadikan naina sebagai menantu sesungguhnya,karna dia tau aryo sudah mencintai naina,tentu saja itu juga asal usul dari erlita sang menantu pertama keluarga itu.Dia tak lagi mau memikirkan omongan orang tentang keluarganya nanti,baginya anaknya yang menikah dengan 2 wanita tak ada salahnya, karena dalam aturan negara bahkan keyakinan yang dianutnyapun diperbolehkan.
Nyonya Ratna menggeleng tanda tak setuju akan permintaan naina.dengan wajah memohon naina terus membujuk mertuanya itu.
"Aku mohon ma, berjanjilah,aku sudah menepati janjiku dengan menganggap nyonya sebagai mamaku dan mengubah panggilan ku kan?"
"nai....." ini sangat sulit..ya sangat sulit bagi seorang nyonya besar Hardiansyah yang mulai luluh dari keangguhan hatinya.
"ma...."
"baiklah nai....aku berjanji" akhir dari keputusan nyonya ratna sambil membuang nafas beratnya.
"terima kasih ma....ayo teruskan lagi memijat kakiku ma" pinta naina dengan manjanya.
Begitulah akhir dari hari-hari naina,bermanja dengan sang mertua dengan pijatannya sebelum pergi ke kamarnya dan terlelap dalam mimpinya.
flashback off
"Nai.....bangun sayang....jangan begini" suara aryo yang terdengar begitu menyayat hati.dokter dan suster yang tadi merawat nainapun tak berani mendekat.tiga orang itu dibiarkan larut dalam kesedihannya.
Diambang pintu ruangan itu,berdiri seorang wanita paru baya yang memandang lekat ke dalam.kakinya seakan lemas tak bertenaga, alih-alih masuk kedalam,dia malah berdiri bagai patuh diambang pintu itu,seakan tak bisa bergerak.tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Nai.....mama datang nak!" gumamnya. ya..
. wanita itu adalah mama naina, wanita yang sangat dirindukan sang anak,wanita yang sangat ingin dipeluknya.
Tapi semuanya sudah terlambat,anak yang sangat dicintainya,anak yang membuat dia merasa bersalah seumur hidupnya,anak yang penuh dengan pengorbanan telah pergi bahkan tanpa sepatah katapun untuk nya.
Niatnya untuk bersujud dan meminta maaf pada sang anakpun bahkan tak dikabulkan oleh sang Pencipta,Sang pencipta lebih memilih mengambilnya tanpa memberi kesempatan untuk nya.
berakhir sudah pengorbanan sang anak gadisnya! berakhir sudah segala rasa sakit yang dulu pernah dia torehkan pada sang anak.
__ADS_1
Seketika tubuh renta itu ambruk ke lantai.
bersambung.....