Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
90


__ADS_3

Tok..tok..tok..


Kamar Naina diketuk dari luar, Naina yang melamun di depan cermin tak mendengar suara ketukan pintu, Sampai orang yang mengetuk nya membuka pintu, ternyata papa Kenan yang mengetuk pintu dan melihat Naina tengah melamun sambil memandang cincin ditangannya.


drt...drt...drt...


Naina terkejut melihat siapa yang telpon,dan Kenan memang sengaja membuka sedikit pintu kamar Naina dan mencoba mendengarkan apa yang dibicarakan Naina.


"Hallo....kak"


"Kamu belum tidur?"


tanya Krisna diseberang sana.


"Belum kak,kakak belum tidur? kakak jadi pergi ke apartemen kakak?"


"Tidak,kakak bermalam di rumah Ferdi"


"Oww ...."


"Kangen sama Nai,ini malam pertama tanpa ada kamu"


"Idih sok kangen!! biasanya juga Nai gak pernah nemeni kakak.... Nai kan slalu tidur sama ibu"


"pengen cium kamu!"


"hehehehe...."


"papa Kenan gimana?masih marah?"


"Papa sih terbaik! gak bisa marah lama-lama sama Nai, cuma..!"


"cuma apa?"


"Cuma boleh gak sih Nai sebel sama papa?"


"Ya gak boleh dong Nai, mungkin papa Kenan sudah nerima kakak,tapi masih gengsi!"


"Iya..... selamat berjuang sayangnya Naina"


"Lagi dooong.....!"


"Apanya???"


"panggilan tadi Nai....."


"Selamat berjuang menangin hati papa sayangnya Naina!"


"Pasti sayang....udah gihh tidur udah malam!"


"iya.... Nai tidur dulu kak...."


"I love you Nai!"


"Love you to kak!"


tut.


sambungan terputus,namun tiba-tiba Naina menangis....mengengam erat ponsel ditangannya, dan melihat berkas pendaftaran kuliahnya diluar negeri,dia memegang erat berkas yang baru saja diberikan sang papa sesaat setelah makan siang tadi.


"Nai harus gimana kak?? hiks...hiks... Nai gak ingin bikin papa kecewa!...tapi Nai gak mau jauh lagi dari kakak....hiks...hiks ..."


ucap Naina disela-sela tangisnya.


Kenan penutup pelan pintu kamar Naina,dia terdiam sebentar di depan kamar anaknya, kemudian berlalu meninggalkan tempatnya itu dan kembali ke dalam kamarnya.


Terlihat Syila sudah terlelap di atas ranjangnya, kemudian Kenan merangkak naik dan memeluk Syila dari belakang.


"Apa yang aku lakukan salah sayang?"


tanya Kenan pada Syila walaupun dia tau sang istri sudah terlelap dalam mimpinya.


#######


"Beneran kamu gak jadi ngerayain ulang tahun kamu Kay?"


tanya mama Syila.


"Iya ma... Kay nanti aja ngerayain nya,pas ke 17 tahun"

__ADS_1


"Kay mau minta kado spesial!!" lanjutnya.


"Emang kamu mau minta kado apa Kay?"


tanya sang papa yang baru duduk bergabung di meja makan.


"Naina mana?" lanjutnya karena tak melihat anak gadisnya Naina.padahal jam masih menunjukkan di angka 7 pagi.


"Kak Namira datang,katanya temannya yang dokter psikiater perlu asisten,dan dia rekomendasi kan Naina padanya"


"temannya itu buka praktek yang cukup lumayan besar,jadi dia. butuh beberapa asisten" lanjut Syila.


"ooohh...ah Kay memang apa kado spesial yang mau kamu minta?"


tanya Kenan sambil menyuapkan makanan disendoknya ke dalam mulut.


"Kay mau minta ijin buat pacaran!!"


"uhuk...uhuk... uhuk...."


Kenan tiba-tiba tersedak mendengar kata-kata Kayla,belum tuntas masalah Naina kini Kayla bikin ulah, mamanya hanya bisa geleng-geleng kepala dengan permintaan Kayla anak bungsunya.


"papa minum pa...."


kata Kayla dengan polosnya seakan tak bersalah.


"Kamu ngomong apa Kay??!!"


ucap sang papa sedikit meninggikan suaranya.


"Papa rileks....tarik nafas..buang.... tarik nafas buang!"


Dan dengan bodohnya Kenan terbawa suasana yang diciptakan Kayla,dia mulai mengikuti instruksi Kayla,dan Syila yang ada disampingnya tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, seketika Kenan sadar dengan apa yang dilakukannya.


"Nikayla!!?" bentak Kenan.


Kayla hanya bisa nyengir kuda di depan papanya.


"Ohh Tuhan ...aku bener-bener bisa stres menghadapi tiga wanita dirumah ini!!"


gumam Kenan namun terdengar jelas di telinga mereka berdua.


kata Kayla dengan sedikit takut-takut.


Kenan langsung melayangkan tatapan tajam kepada anak bungsunya itu.


"Ooh...aku rasa tidak perlu!"


Kayla menjawab sendiri pertanyaan nya karena melihat tatapan tajam sang papa.


"papa berangkat dulu,mau nyari yang fresh biar tidak setres!!"


ucap Kenan sambil berjalan menjauh dari meja makan.


"Hihihihihi"


Kayla dan mama Syila cekikikan bersama setelah kepergian Kenan.


######


"Ayolah kaaaaakkk"


bujuk Kayla di sambungan teleponnya.


"Gak!!! enak aja kamu bocil!! aku gak mau!!"


"Ayooo dong kaaaakk!!! bocil comel ini minta tolong kakak fer-fer hemmmm?!!"


ucap Kayla dengan nada manjanya.


Ya,saat ini Kayla sedang di toilet sekolah,dia baru saja diledek teman-temannya,karena di usianya yang ke 16 beberapa hari lagi,dia satu-satunya dari teman sekelasnya yang belum pernah pacaran,di saat semua temannya pacaran dengan teman satu sekolah atau bahkan satu kelasnya Kayla lah satu-satunya cewek yang tak pernah pacaran!buka karena tak ada yang menyatakan cinta padanya,tapi karena dia tak berani melanggar larangan dari sang papa.


Dengan nada manja dan memohon,dia sedang meminta Ferdi sahabat sang kakak untuk pura-pura menjadi pacarnya dan menjemputnya sekolah,karena memang hanya Ferdi yang di ijinkan Kenan untuk berteman dengan Kayla maupun Naina.


"Ya....kak.... Kay mohon kak?"


"Apa imbalannya buat kakak!"


tanya Ferdi membuat mata Kayla berbinar.

__ADS_1


"Kakak mau apa?? Kay bakal kabulkan! minta apa aja boleh!! mau jam tangan?ponsel?mobil? atau apartemen? ntar Kay minta warisan sama papa buat membelinya buat kakak!"


"Kamu pikir aku cowok apaan?!! aku gak bisa di beli ya!!"


ucap Ferdi kesel.


"Ya udah kakak Ferdi tampan,cool dan mempesona,apa yang kakak minta?"


"Ntar aku pikirin deh"


kata Ferdi dengan senyum liciknya.


entah kenapa, Kayla seakan melihat senyum licik Ferdi padahal mereka berbicara lewat sambungan telepon.tiba-tiba badannya bergidik ngeri.


"jangan minta yang aneh ya kak!!"


kata Kayla memperingatkan Ferdi.


"Iya berisik.... terus gimana nih?"


"ntar jam 2 kakak jemput ya,ingat dandan yang keren,yang cool dan ingat kakak adalah PACAR KAYLA! jadi nanti jangan sampai keceplosan panggil bocil!!!"


"Iya..ya berisik!"


tut.. Ferdi memutuskan sambungan telepon sepihak,


"Lhaa kok di matiin?? gak papa yang jelas dia mau....oo ye ye ye ye ye "


ucap Kayla sambil menari-nari di dalam bilik kamar mandi.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 lewat 20 menit, Kayla sudah gelisah di depan gerbang sekolah bersama 3 sahabatnya.,Gita,monic dan Dea,dan tentunya mereka bertiga ditemani pacar mereka masing-masing, Edo,Adam dan Roni.


"Mana pacar kamu Kay?" tanya Dea.


"Iya..jamuran kita nih nungguin!"


keluh Gita.


"Udah yank gak papa tunggu bentar lagi aja,kasihan Kayla kalo kita tinggal!"


kata Edo pacar Gita.


'Aduuuhh dimana sih kak Ferdi!!awas aja kalo dia ingkar janji!!'


batin Kayla.


"Sibuk kali pacar kamu Kay! kamu sih nyari pacar anak kuliahan,mana udah mau lulus lagi...ya jelas sibuklah dia"


kali ini monic yang buka suara.


"Biarpun udah dewasa,tapi pacar aku tuh keren, ganteng...cool deh pokoknya!"


kata Kayla dengan bangga padahal dia sangat takut kalo Ferdi datang dengan gaya slengean seperti biasanya.Tiba- tiba dari sebrang jalan berhentilah semua mobil, semua orang memandang dengan cermat siapa pemilik mobil itu.


Dari pintu kemudi,keluarlah seorang lelaki dengan gaya coolnya,dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidungnya, kemudian dia melambaikan tangannya ke arah Kayla dan teman-temannya seraya tersenyum dan menyisir rambut gondrong nya dengan tangan kirinya..


"Gilaaaa ganteng banget..." kata Gita.


"He eh kerenn!!!mau dong jadiin yang kedua!!"


kata Dea sambil menempel ke Gita.


"Meleleh aku!!!" monic ikut terpesona sambil memegang dadanya.


"Gita...Dea... Monic..!!!!"


teriak Edo, Adam dan Roni bersama melihat pacar mereka terang-terangan mengangumi lelaki lain.


bersambung


--kali ini banyakin part Nikayla ya....jangn lupa bantu aku ya


vote


komen


like


makasih---

__ADS_1


__ADS_2