
"Nai...sayang.....adek pup nihh!!" kata Krisna yang melihat anak gadisnya merasa tak nyaman.
"Kamu itu yank! masa' ngurusin adek aja gak bisa sih!!"
"Aku takut gak bisa bersih Nai kalo adek lagi pup...ntar dia gatal-gatal lagi!"
"Ila mau cama mama" ucap si bocah itu.
"Tuh kan Nai, dia tau kalo papanya gak bisa bantu heheheheh!"
"Ya udah siniin....ayooo sayang kita ke kamar mandi!"
Naina menggandeng anaknya yang berumur 2 tahun kurang itu ke kamar mandi, setelah bersih dia kembali membawa Kamilaa kepada Krisna.
"Sini anak papa sayang....!"
"Yank hari ini aku ke tempat praktek! ada pasienku yang kemarin janji lewat telpon datang dari luar kota!"
"Gak lama kan? aku anter aja deh!"
"Adek gimana?"
"Biar sama ibu aja, lagian bapak juga bisa bantuin jaga!, ada bi Wati juga kan!"
"Ya udah deh, aku siap-siap dulu!"
"okey sayang.... ayooo adek kita ke kamar nenek dulu ya...."
"Ote papa...!"
*********
Beberapa bulan telah berlalu sejak kepergian Haris, kini si kembar sudah belajar berjalan, tepatnya Eno yang belajar berjalan karena si Rio sudah terlebih dahulu berjalan.
Kayla terus saja memandang foto pernikahan nya dengan Haris, sudah 2 bulan ini Jhon susah di hubungi termasuk mama Delina jadi Kayla tak tau bagaimana keadaannya Haris.
uring-uringan! begitulah keadaan Kayla, sampai-sampai baby sitter si kembar kadang kala jadi sasaran kemarahan Kayla jika mereka sedikit saja berbuat salah! namun karena sudah lama ikut Kayla mereka tau penyebabnya dan mereka hanya bisa memaklumi nya saja.
Lain Kayla lain lagi Ferdi, dia sudah mendapatkan kabar dari orang-orang suruhan nya di tempat Haris di rawat.
"Hemmmm trus?"
"Sepertinya sengaja mereka memutuskan komunikasi dengan nona Kayla tuan!"
"apa kau tau alasannya?"
"Keadaan tuan Haris sedang drop tuan!"
"Apa?? bagaimana bisa?"
"Saya mendengar mereka mengatakan kalo tuan Dawson sedang di rawat di sana juga tuan! kemungkinan tuan Haris memikirkan keadaan papanya!"
"Dan juga seringnya komunikasi dengan nona Kayla membuat tuan Haris terlalu memikirkan keadaan istrinya dan juga kedua anaknya!" tegas orang suruhan Ferdi tersebut.
__ADS_1
"Jadi mereka memutuskan untuk tidak menghubungi Kayla?"
"Benar tuan, namun karena kondisi tuan Dawson dan dropnya tuan Haris saya rasa itu kendalanya kenapa Jhon belum memberikan laporan pada anda tuan!"
"Baiklah! pantau terus keadaan mereka! dan kalo kondisi tuan Haris kembali membaik,cari cara agar aku bisa berbicara dengannya!"
"Baik Tuan!"
tut.... sambungan terputus.
tok ...tok. ..tok...
"masuk!"
"Maaf pak ada tuan kenzo di depan!"
"Suruh masuk aja Del!"
Setelah sang sekertaris keluar, Ferdi menyambut Kenzo yang datang ke kantor nya.
"Om Kenzo apa kabar?"
"Baik Fer! kamu sendiri?"
"Baik Om ! ada apa om repot-repot kesini, kan aku bisa datang ke kantor Om kalo om meminta!"
"Iya Om tau! om hanya ingin meminta tolong!"
"Apa yang bisa Ferdi bantu om?"
"Sementara Amar membantu GM biarkan Rasya menjadi asisten kamu!?" lanjut Kenzo
"Terserah Om!aku terserah bagaimana Rasya, kalo dia bersedia akupun tidak masalah!"
"Ya, besok dia akan pulang ke sini bersama istrinya dan rencananya mereka akan menetap!"
Kenzo memang masih menjalankan perusahaan nya, beda dengan Kenan yang sudah tak begitu sehat, darah tinggi nya sering kali kambuh jika sudah berhubungan dengan berkas-berkas di kantor, dan setelah pensiun nya Kenan, Jay asistennya juga memilih mengundurkan diri dan mengelola bisnis restoran yang dimilikinya dengan beberapa cabang di beberapa kota.
Jay bertahan di perusahaan memang hanya demi Kenan, orang yang telah di anggap kakaknya sendiri, begitu Kenan pensiun Jay pun ikut pensiun.
Sedangkan Ferdi yang banyak berpengalaman dan juga anak angkat dari Kenan di minta memimpin sementara perusahaan yang nantinya akan di pimpin Haris, menantu keluarga Kenan.
Ferdi yang berpengalaman di beberapa perusahaan,di minta Kenzo untuk membimbing Rasya, pengalaman ferdi termasuk di perusahaan Kenzo dulu sebelum menjabat direktur keuangan di perusahaan Krisna dan sekarang menjabat sebagai Ceo di perusahaan keluarga Kenan.
"Baiklah fer, om pergi dulu!"
drt...drt...drt.... sebelum pergi ponsel Kenzo berbunyi..
"Hallo Sya!"
Ferdi membetulkan caranya duduk Setelah mendengar nama Raisya di sebut oleh Kenzo sang papa. Kenzo yang tau tingkah Ferdi hanya tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat.
"Pi.... Raisya udah sampe di bawah! Raisya tunggu di loby ya?"
__ADS_1
"Naik aja Sya, papi masih ada perlu, naiklah!" perintah sang papa.
Raisya bukannya tak mau naik, namun dia tau bahwa papinya sedang bersama Ferdi, Lelaki yang paling di hindari Raisya sejak kejadian beberapa bulan yang lalu, apalagi dia harus bertemu dengan sang sekertarisnya Ferdi, sebenarnya Adel wanita yang baik namun entah mengapa Raisya serasa mendapatkan saingan bila berhadapan dengan Adel, dan bisa saja sekarang mereka sudah menjalin hubungan karena Raisya dan Ferdi sudah sangat lama tidak bertemu,jadi Raisya tak pernah tau lagi kabar berita Ferdi.
"Aku di bawa aja pi! aku tunggu di sofa lobby!"
"Udah ya pi...!" tut.
"Pembahasan kita sampai mana tadi Fer?"
"hah??"
"pembahasan kita sampai mana?"
"hah??!! ooh!! hehehheehe aku sampai lupa om!!"
"Karena Raisya telpon?"
"Hah??"
"Hah! heh! hah! heh! aja dari tadi!!" sindir Kenzo.
"Hah??!" eh anu om...bukan begitu!! tapi ini!!"
kata Ferdi yang benar-benar terlihat tidak fokus lagi.
'Sial!! kenapa sih aku!!??' batin Ferdi mengumpat dirinya sendiri.
"emmm gini om besok pagi saja Rasya ke kantor pagi, biar dia langsung belajar kebetulan besok aku tidak ada jadwal penting!"
"baiklah!!...kalo begitu siap-siaplah sekarang!"
"Hah??"
"Temeni om makan siang!"
"Hah??!"
"Ferdi!!!!!" panggil Kenzo dengan menekankan nama Ferdi karena kenzo geram dengan jawaban Ferdi yang banyak mengeluarkan kata 'hah?hah!!??' ketika di ajak bicara.
"Ehh i-iya om...aku siap-siap dulu!" jawab Ferdi gugup, sebenarnya dia tau kalo Kenzo akan makan siang dengan Raisya karena baru saja Kenzo di telpon anak gadisnya itu, karena itu jawaban yang keluar dari mulut Ferdi mulai ngaco, lama tidak ketemu si biang bencana itu membuat Ferdi terlihat gugup.
'hufff.... garang bener dah!!! kok bisa sih!! wajah aja sama tapi kelakuan beda dari papa!!' batin Ferdi karena melihat sikap Kenzo.
"Jangan mengumpatku Fer!!"
"Hah!??" Ferdi kaget kenapa bisa kenzo tau isi hatinya.
Namun Kenzo geram mendapatkan Jawaban yang keluar dari mulut Ferdi.
"Ferdiiiiiii!!!!"
"I-iya Om...ayo berangkat!"
__ADS_1
bersambung..