Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
73


__ADS_3

Suasana haru menyelimuti ruang tamu rumah pak Rahmat.pertemuan keluarga kecil mereka yang telah lama dinantikan akhirnya terwujud juga.


pak Rahmat dan Bu kasih meminta mereka untuk menginap saja di situ karena malam semakin larut.


Abi tidur bersama Krisna dikamar Krisna, sedangkan pak Angga dan Jay tidur bersama di satu kamar,dan keluarga kecil Kenan seakan tak mau berpisah mereka tidur bersama di satu kamar.


"Kamu sepupunya Naina?" tanya Krisna.


"hemmm" ucap Abi sambil mengangguk.


"Nitip mereka ya...." ucap Krisna sambil terlentang diatas kasurnya.


Abi menoleh ke arah Krisna,mencoba melihat Krisna dari dekat.


seakan tau apa yang akan ditanyakan Abizam, Krisna meneruskan omongannya.


"Aku senang mereka disini,aku senang mereka menjadi bagian dari hidupku,aku yakin aku bakal kehilangan sekali setelah kepergian mereka" ucap Krisna sambil memejamkan matanya.


"Aku pasti menjaga mereka kak" ucap Abi akhirnya.


"Terimakasih... tidurlah...sudah malam"


Abi melihat Krisna yang sedang terlelap,dia bisa merasakan bagaimana cinta dan kasih sayang yang diberikan kepada Naina dan Nikayla sepupunya.


Hari menjelang pagi,semua orang sudah terbangun dan berkumpul di teras rumah, Sebentar lagi Naina akan mengajak orang tuanya menuju rumah yang biasa dia tempati, setelah semalam bercerita diatas tempat tidur,kini Kenan tau seberapa berat pengorbanan Naina untuk menjaga menghidupi Kayla adiknya.


Setelah acara sarapan, keluarga Kenan berjalan ke rumah yang dijadikan Naina sebagai tempat tinggalnya.Ferdi yang melihat Naina berjalan ke arah rumahnya segera menghampiri.


"Nai.....sudah sembuh tenggorokannya?" tanya Ferdi yang belum menyadari keberadaan orang-orang yang berjalan di belakang Naina.


"Kamu gak sekolah?"


"ini kan tanggal merah nai? nanti jualan lagi gak?aku ikutan ya?"


Naina tersenyum


"Ibu ada Fer?"

__ADS_1


"ada...eh mereka siapa Nai?'" tanya Ferdi setelah menyadari orang-orang yang ada dibelakang Naina.


"Fer..... aku sudah ketemu sama keluarga aku Fer, aku akan pulang"


binar bahagia terlihat dengan jelas.namun berbeda dengan Ferdi tawanya berubah, wajahnya tiba-tiba sendu.


"Trus kamu bakalan ikut mereka nai?" tanya Ferdi.


"Ya Fer,aku bakalan pulang"


Belum sempat Ferdi ngomong lagi,datang seorang ibu-ibu yang menyambut mereka, ternyata itu adalah ibu Ferdi sang pemilik usaha.Kenan dan keluarga dipersilahkan masuk,mereka berbincang dan tak lupa Kenan mengucapkan banyak terimakasih karena telah banyak membantu Naina dan Kayla anaknya.


Setelah itu mereka berpamitan kembali ke rumah pak Rahmat.


"Nai....." panggil Ferdi.


"Pa aku temui temen aku dulu ya, sekalian pamitan"


Kenan hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Ya Fer..." ucap Naina sambil duduk disamping Ferdi.


"Iya Fer,aku senang bisa ketemu orang tua aku"


"Tapi aku yang gak suka pisah sama kamu!aku temenan sama siapa nanti?" ucap Ferdi yang sudah mau menangis.


"Sudah Fer....kan kalo kita dah besar nanti bisa saling mengunjungi,kalo sekarang gak mungkin kan kamu datang ke kota aku sendiri an?"


"Janji ya nai,kita bakalan ketemu lagi?" ucap Ferdi sambil meminta Naina mengaitkan jari kelingking nya.


"Janji!" ucap Naina.


Akhirnya Naina pergi sambil melambaikan tangannya ke arah Ferdi, seketika Ferdi berlari ke dalam rumah menangisi kepergian Naina.ibunya hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah Ferdi.


Pak Rahmat masih berbincang dengan Kenan dan pak Angga serta Jay, mereka menikmati kopi bikinan bu Kasih.kenan akhirnya memutuskan untuk kembali setelah makan siang.kayla sudah nempel dengan sang mama dan ditemani Bu kasih di dapur sambil ngobrol, penglihatan syila berangsur pulih walaupun belum sepenuhnya.


Sedangkan Abi sibuk dengan HP ditangannya setelah beberapa saat yang lalu dia menghubungi sang mommy.

__ADS_1


Naina celingukan mencari Krisna yang tak terlihat di rumah.


"kak Krisna kemana bu?" tanya Naina pada bu kasih yang ada di dapur.


"Dibelakang....ngasih makan ikan katanya"


Dibelakang rumah bu kasih memang ada sepetak tanah yang tak begitu luas,di jadikan pak Rahmat sebagai kolam ikan sebagai hiburan katanya.


Naina berjalan ke pekarangan belakang, dilihatnya Krisna sedang jongkok di tepi kolam sambil memberi makan ikan.dibelakang Krisna terdapat bangku dengan atap kecil untuk tempat bersantai.naina datang dan mendudukkan diri disana.


"Kakak di sini?"


"Nai? sejak kapan?" Krisna kaget mendapati Naina ada di belakangnya.


"Kakak ngelamun sih"


"Iya nai... rasanya kakak belum rela kalian pergi" ucap Krisna sambil duduk disamping Naina.


"kakak gak suka kami ketemu mama papa?"


"Ya gak gitu juga nai,kakak senang kalian bisa pulang tapi kakak belum terbiasa aja tanpa kalian,gak akan ada lagi nona berisik yang akan ganggu in kakak"


"Dan gak akan ada senyuman hangat kamu lagi nai..."lanjut Krisna.


Naina hanya tersenyum


"Oya nai....ini buat kamu...tadi aku udah kasih Kayla kalung dengan liontin bentuk dolpin,hewan kesukaan dia, aku pakein sini" ucap krisna sambil merogoh saku celananya dan memberikan sebuah kalung pada Naina.


setelah terpakai Naina mengamati kalung pemberian Krisna.


"desain kakak sendiri?" tanya Naina


"hemmm" jawabnya singkat


"makasih kak,kok punyaku liontin nya diganti cincin kak?" tanya Naina heran


"Iya....nitip cincin itu... suatu saat nanti kakak bakalan ambil lagi....jagain cincin itu buat kakak ya Nai"

__ADS_1


"Iya kak....aku bakalan jaga buat kakak" ucap Naina sambil mengulas senyum terbaiknya.


bersambung


__ADS_2